Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Praduga


__ADS_3

Sore hari,Hani dijemput seorang pria dengan seragam serba hitam.


Hani yg sudah bersiap langsung keluar dan diam sejenak melihat pria tersebut.


" Kenapa anda tidak membawa barang2 ?" tanya Lelaki itu mengernyit.


" Barang apa ?" tanya Hani balik.


" Anda harus membawa semua barang2 karna Tuan Reno meminta anda untuk segera pindah " Jawab lelaki itu tegas.


" Apa !" Pekik Hani terbelalak.


" Cepat bersiap,waktu kita tidak banyak " Ucap lelaki itu lagi.


" Tap i...." Ucap Hani menggantung tak kala lelaki itu berjalan kedepan tanpa menghiraukan dirinya.


Hani terdiam,sungguh ia tak percaya dan mengerti dengan peraturan yg diciptakan Reno tanpa pemberitahuan sebelumnya.


" Aku kan hanya pergi menemui Mama Cila,apa iya langsung tinggal disana,Mama Cila juga pasti benci sama aku " Gumam Hani pelan.


Gadis itu sangat yakin Cila akan membencinya karna sudah 2x membuat Vero terjebak kasus yg tidak mudah diselesaikan.


" Kenapa masih diam ?" Tanya bodyguard itu lagi memasang wajah datar.


" tapi aku belum pamitan Bang " jawab Hani mencoba mengelak.


" Tidak usah memikirkan orang lain,dia akan tau setelah pulang nanti " Ucap pria itu tenang.


Hani kembali diam,dirinya tak bisa membayangkan bagaimana hebohnya Reka nanti saat tau dirinya tak berada dirumah.


Pria asing itu masih memperhatikan gadis didepannya,Hani yg paham pun menghela nafas panjang dan masuk kerumah.


Gadis itu tak punya pilihan,ia tak tau jalan apa yg harus ia tempuh saat ini.


Reno seolah menjadi jembatan untuk ia menyebrangi segala problema tapi Hani tak tau ujung apa yg akan dipersembahkan lelaki tua tersebut bersama antek2nya.


Beberapa menit kemudian,Hani keluar lagi dengan koper.


Bodyguard langsung mengambil alih dan menarug dimobil.


" Kita mau kemana Bang ?" tanya Hani mencoba menegur lelaki itu.


" Duduk diam saja " jawab lelaki itu datar.


Hani mengangguk dengan wajah mengkrucut,lelaki asing itu begitu cuek dan dingin bahkan tak berniat untuk bicara kepada manusia.


Mereka langsung melaju,seperti diawal Hani hanya mendapat jwaban tak mengenakan yg harus ia telan bulat2.


" Semoga Reka gak kecewa sama aku,maafin aku Rek ini demi kebaikan kita bersama " Ucap Hani dalam hati.


Gadis itu pun terdiam dan membiarkan saja pria itu membawanya ntah kemana.


Hampir 1 jam perjalanan tanpa mengeluarkan sepatah kata kini mobil yg Hani tumpangi sudah diam disebuah rumah yg tak gadis itu ketahui.


" Ini rumah siapa ?" tanya Hani melihat kiri kanan.


Bodyguard keluar dari mobil tanpa memberi jawaban,pria itu juga membuka box belakang dan mengeluarkan beberapa peralatan rumah.


Hani ikut keluar dengan wajah bingungnya.


" Bang,ini rumah siapa ?" tanya Hani lagi.


" ini rumah yg akan kalian tempati " Jawab Pria itu.

__ADS_1


" Hah " ulang Hani kaget.


" Sekarang kau harus membersihkan rumah ini sebersih dan serapi mungkin " Kata lelaki itu tegas.


" Buat apa ?" tanya Hani bingung akut.


" Nanti malam akan ada acara disini,tak usah banyak tanya " Jawab Lelaki itu ketus.


" Tapi unt...." Ucap Hani menggantung.


Lelaki itu kembali meninggalkan dirinya sendirian dengan segudang pertanyaan.


" Huh aku dibawa kemana sih ? Katanya mau ketemu Mama Cila,tapi kenapa dibawa kerumah ini ?" gumam Hani bingung.


Rumah tersebut terlihat sedikit kotor dan lusuh bahkan sudah ditumbuhi beberapa rumput liar didepannya.


Lelaki tadi hilang ntah kemana,Hani menurunkan kopernya dan mulai berjalan.


Rumah setingkat dengan garasi itu terlihat minimalis dan bergaya elegant.


" Waww ternyata didalamnya begitu luas " Ucap Hani takjub melihat isi rumah yg masih plong.


" Kamar utama ada disana dan kamar kedua ada disebelah kanan sana " Ucap Bodyguard menunjuk arah.


" Nanti orang2 akan datang kesini membantu mu,kau hanya perlu menunjukkan saja dimana barang2 itu akan ditaruh nanti " kata pria itu tenang.


" Memangnya ada acara apa Bang ?" Tanya Hani begitu penasaran.


" Kau akan menikah malam ini " Jawab pria itu melihat Hani.


Jedderrrrrr.....


Hani terbelalak kaget mendengar apa yg diucapkan lelaki didepannya.


" Ya,nanti tamu akan datang dan kau harus bersiap mulai dari sekarang " jawab lelaki itu lagi.


" Den dengan siapa ?" tanya Hani tak percaya.


" Tuan Vero " Jawab lelaki itu lagi.


Deg....


Jantung Hani langsung berdegub kencang mendengar nama Vero.


" Bukannya dia dipenjara ?" Tanya Hani lagi.


Pria itu tak menjawab,ia keluar dan langsung menerima telefon masuk.


" Apa aku sedang bermimpi ?" Gumam Hani tak percaya.


" Aku akan menikah dengan Vero malam ini ?? Yg benar saja ?" Gumam gadis itu heran sendiri.


Beberapa orang masuk kedalam rumah dan menunduk sopan.


" Ka kalian siapa ?" tanya Hani mundur.


" Maaf Nona,kami harus membersihkan rumah ini sebelum waktu magrib tiba " Jawab salah satu wanita dengan sopannya.


Glek....


Hani menelan ludah kasar,gadis itu mencubit pipinya sendiri dan merasa kesakitan.


" Aku tidak bermimpi,ini nyata " Ucap Hani melotot.

__ADS_1


Para maid mulai berdatangan,orang2 dekor pun tak kalah mereka membawa beberapa tas besar yg Hani tak tau apa isinya.


" Ini gak bisa dibiarin,enak aja ngawinin orang sembarangan " ucap Hani tak terima.


Gadis itu mengambil ponselnya dan deg...


Manik gadis itu seketika melotot melihat hapenya tak nyala.


" Loh bukannya tadi batrenya banyak ya ?" Gumam Hani mengingat.


Seingat gadis itu ia sudah mengecas full,tapi hape nya ternyata mati total dan tak bisa dihidupkan.


" Dimana colokan ?" Gumam gadis itu melihat kiri kanan.


Hani mencari sekeliling dan menemukan colokan lampu yg belum terpakai.


Dengan gerakan cepat,Hani mencarger dan menghidupkan hape tersebut.


" Huhhh ada apa ini ? mereka gak bisa seenaknya gini " kata Hani masih kesal.


Setelah hape hidup,Hani langsung mencari nomor hape Reno tapi naas,saat membuka kontak gadis itu kembali terbelalak karna tak ada nomor siapapun disana kecuali operator.


" Loh kok hilang sih,kemana para kontaknya ?" Gumam Hani bingung.


Gadis itu membuka lagi sosial media yg lain dan sama saja tak menemukan apapun,grup kerja Hani pun hilang tanpa sebab.


" Abang tadi " Ucap Hani teringat.


Dengan cepat Hani langsung berlari keluar dan mencari lelaki asing yg membawanya kesini.


" Itu dia " Ucap Hani menemukan lelaki tersebut sedang merokok.


" Bangggggg " teriak Hani langsung berlari.


Lelaki itu menoleh dan mengernyit melihat Hani tergopoh menghampiri dirinya.


" Bang,kenapa no hape orang gak ada dikontak ku ?" Tanya Hani dengan wajah kesal.


" Emang saya tau ?" tanya lelaki itu mengernyit.


" Pasti ini ulah kalian kan !" Tuduh Hani kesal.


Lelaki itu diam,Hani begitu yakin bahwa hapenya rusak ulah pria tersebut.


" Bang,ayo tanggung jawab,aku bisa dimarahin kalo sampe ini gak balik !" Kata Hani geram.


" Bukan saya " jawab lelaki itu.


" Lalu siapa kalo bukan Abang ?" Tanya Hani emosi.


" Pasti Tuan Arshad " Batin lelaki itu yakin.


" Bang ayo jawab !" Paksa Hani kesal.


Lelaki itu tetap diam dan berlalu dari sana.


" Bangggg,,,,balikinnn dulu iniiii " Teriak Hani emosi.


" boleh juga tuh anak ngilangin semua kontak gadis ini " Gumam Bodyguard terkekeh takjub.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2