
Daniel memeriksa anak kucing tersebut dengan hati2.
Pria 37 tahun tersebut terlihat begitu telaten membuat Byanca menganga tak percaya.
" Bener kata Ayah,Om ini jago walaupun dia dokter manusia " Batin Byanca.
Awalnya gadis itu ragu untuk membawa kucingny berobat ke tempat Prito karna Angel bilang bahwa Papanya sedang keluar kota dan hanya ada Daniel disana yg kebetulan belum pulang.
Angel sibuk memperhatikan dan mendadak jadi asisten Daniel membuat pria itu ingin tertawa.
Anak sulung temannya tersebut sangatlah menggemaskan meski terkadang bkin jengkel.
" Masih lama ya Om ?" Tanya Byanca hati2.
" Bentar lagi,ini kakinya habis kejepit atau gak jatuh dari ketinggian " Jawab Daniel tenang.
" Gak ada yg tinggi Om " Balas Byanca mencoba mengingat rumahnya.
" Dia main diluar ?" tanya Daniel
Byanca diam sejenak mencoba berpikir.
" Hm kayaknya iya soalnya sore tadi main sama astagaaa " ucap Byanca terbelalak.
" kenapa ?" tanya Angel kaget begitupun Daniel yg juga kaget.
" Suci " Ucap Byanca mengingat satu nama.
" Suci ? Kenapa Dia ?" tanya Angel mengernyit.
" Pasti dia biang keroknya " Jawab Byanca kesal.
" Hah maksudnya gimana ?" Tanya Angel makin bingung.
" Tadi sore Ziko main tali2an sama Suci diluar,terus aku pergi kekamar pas malam nya Ziko didepan pintu kamar gak bisa jalan lagi " Cerita Byanca.
Manik Angel membulat sempurna.
" Terus Suci nya mana ?" Tanya Angel mulai paham.
" Suci ikut Kak Alexi kerumah temennya " Jawab Byanca mengepalkan tangan.
Daniel terkekeh geli,ia sudah bisa menebak kenapa kucing kecil ini terluka cukup parah.
" Ihhh tu anak pasti yg bikin Ziko kayak gini !" Kata Byanca emosi.
" Emang Ibu kamu gak ada dirumah ?" tanya Angel lagi.
" Ck ibu pasti diem2an gak mau aku ngamuk dirumah,pantesan tadi suruh aku cepet bawa Ziko kerumah sakit !" Kata Byanca geram.
" Udah gak papa,masih bisa diselamatkan " Kata Daniel menahan tawanya.
Kedua gadis itu menoleh dan melihat wajah Daniel sudah memerah.
" Kenapa ?" tanya Daniel merasa terintrogasi.
" Cepetan Om,aku mau pulang,lihat aja tuh anak akan aku bejek2 nanti !" Ucap Byanca mengepalkan tangannya.
" Eh jangan kasar2 nanti dia ngadu " Kata Angel tau watak keponakan Byanca tersebut.
" Biarin Kak,aku ada bukti kalo dia laporin aku sama Ayah !" Kata Byanca tak takut.
__ADS_1
Angel merinding,ia ingat dulu bagaimana bar2 nya Suci yg mengalahi dirinya apalagi teringat saat mereka ngutang dirumah sakit hanya untuk segelas Pop mie.
Daniel menggeleng pelan,kadang lelaki itu heran dengan keluarga besar Prito yg absurd luar biasa apalagi anak2nya yg begitu kocak.
Daniel disuruh serius oleh kedua gadis itu,Byanca yg awalnya tenang kini begitu emosi.
15 menit kemudian,kaki kucing tadi sudah diperban.
Tak tanggung dari 4 kaki anak kucing hanya 1 yg tak terkena kain perban.
Daniel sengaja melakukannya untuk menindai mana yg sakit dan tidak,agar Byanca tak keliru merawatnya.
" Berapa Om ?" Tanya Byanca mengeluarkan dompet.
" Ada mesin Edc gak ?" tanya Byanca lagi dengan kartu hitam.
Daniel melotot kaget mendengar ucapan gadis itu.
" Kamu pikir ini mini market ?" tanya Daniel gemas.
" Hehehe " Angel menahan tawa melihat wajah kesal Daniel.
" Terus gimana dong,duit cash aku gak cukup Om " Kata Byanca polos.
" Gak bayar,gratis " Balas Daniel.
" Hah beneran ? Gak mau ah harus bayar " Kata Byanca tak terima.
" Lah dikasih gratisan gak mau " Kata Daniel syok.
" Gak boleh gitu Om,Om kan kerja " Kata Byanca tegas.
" Hm gini aja,kalo Om gak mau dibayar,gimana kalo kamu traktir aja Byan " Kata Angel mencari jalan tengah.
" Apa !" Pekik Daniel syok.
" Traktir apa ?" tanya Byanca melihat Angel.
" Makan,disana masih buka warung makanan " Jawab Angel sambil menunjuk kedepan.
Daniel melongo menatap Angel yg punya banyak ide.
" Emang ada mesin gesek nya ?" tanya Byanca lagi.
" Udah pake uang aku aja nanti kamu Tf " jawab Angel tak ragu.
" Oh Tuhan " Gumam Daniel tak percaya.
" Boleh,ayo Om aku trakterin makan " Kata Byanca dengan senyum manisnya.
" Hah " kata Daniel kembali syok.
" Aku gak mau ya hutang budi,pokoknya harus dibayar lunas " Kata Byanca tegas.
" Kan Om bilang gratis,lagian ini cum..."
" Gak bisa,ayo cepetan " Potong Byanca cepat seraya menarik tangan Daniel.
Daniel terbelalak,ia melihat kebelakang dan mendapati senyum mengembang Angel yg membuat pria itu makin tak berkutik.
" Ayo Om mumpung gratis " Kata Angel malu2.
__ADS_1
Daniel ingin menangis seketika,harga dirinya terasa dicabik2 oleh kedua gadis ingusan tersebut.
Mereka mulai berjalan dengan riang kecuali Daniel yg ingin kabur tapi tangannya digenggam 2 gadis sekaligus.
Daniel pikir Byanca akan begitu polos dan manis terlihat dari wajahnya yg ayu tapi lelaki itu salah,semua hanya fiktip belaka karna Byanca ternyata bar2 juga seperti Angel.
Bukannya bahagia digandeng gadis cantik,pria tampan itu malah takut dan trauma.
Tak lama mereka sampai didepan dan benar saja disana hadir beberapa grobak makanan.
" sejak kapan ini jadi tempat jualan ?" gumam Daniel terkaget.
" Biasanya ini hanya jadi tempat tongkrongan anak punk,tapi kenapa ada yg jualan sekarang ?" Lanjut Lelaki itu berpikir keras.
Daniel tak tau bahwa malam2 ada orang jualan ditempat yg cukup jauh dari kerumunan tersebut biasanya ia pulang siang atau sore dan tak ada tanda2 akan ramai.
" Waahhh asikkk " Gumam Angel girang melihat grobak2 dengan tulisan menggugah seleranya.
Daniel melihat Angel dan menggeleng pelan.
Meski anak konglemerat terkenal tapi gadis seperti Angel ini begitu berbeda.
" Kamu mau yg mana ?" tanya Daniel kepada Angel.
" Mau segalanya Om " Jawab Angel tanpa bebas.
" apa !" pekik Daniel syok
" Hehe soalnya enak2 semua,tuh lihat disana ada Sate jugaaa aaahhh kalo ajak Mama pasti makan besar nih " Kata Angel terus ngerocos.
Daniel melongo,untuk kesekian kalinya ia dibuat terkejut tak terkendali oleh sikap gadis cantik itu.
" Om mau yg mana ?" tanya Byanca mulai serius.
" Ngikut aja " jawab Daniel sedikit menciut dilihat para penjual dan orang2 yg membeli makanan.
" Byan,aku mau sate,es yg itu sama itu satu aduhh itu pasti enak " kata Angel mendipte satu persatu menunya.
Gadis itu berjalan duluan melihat isi grobak orang jualan.
Daniel diam begitupun Byanca.
" Kamu suka makan ginian ?" tanya Daniel melihat Byanca.
" Sering sama Ibu dan Kak Salsa " Jawab Byanca tersenyum.
" Temenan sama Angel ?" tanya Daniel lagi.
" Hm iya soalnya Ayah dulu kerja sama Kakeknya Kak Angel " Jawab Byanca.
Daniel mengangguk paham,lelaki itu kembali takjub dengan kedekatan keluarga Angel yg tak pandang status.
" Ayo Om,pilih aja mau makan apa,pokoknya aku yg bayar tapi gak usah banyak2 ya hehe " kata Byanca malu seraya menggaruk kepalanya.
" Hahaha ente kadang2 " Balas Daniel mengacak gemas rambut gadis itu.
Byanca tertawa renyah dan mengejar Angel yg sudah memesan 1 porsi besar.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1