
Sepasang suami istri baru saja selesai melakukan aktivitas intim mereka,seperti dugaan David sebelumnya Cila kembali berulah membuat nya pusing 7 keliling.
" Mas,maaf ya aku pusing " Kata Cila tak enak.
" Kalo ngak pengen jangan gini dong Cil,aku bisa gila ini " Kata David memasang handuk dipinggangnya.
" Aku juga ngak mau gitu Mas,tapi ya gimana aku em... "
" Sudah lah,aku mau mandi dulu " Potong David kesal.
Cila menunduk sedih,dia juga bingung kenapa dirinya membuat sang suami marah lagi..
Gubrak..
Pintu kamar mandi tertutup,Cila sedikit kaget melihat David benar2 kesal kepadanya.
" Duh,aku kenapa sih ?" Gumam Cila frustasi.
" Em ueeek "
Cila kembali mual dan pusing,perempuan itu berlari kearah kamar mandi..
Tok tok tok..
" Mas,buka Mas " Teriak Cila dari luar.
" Mas aku ueek "
David yang baru saja ingin memulai aktifitas lanjutannya pun kembali kesal dengan ulah istrinya itu.
Ceklek
Pintu terbuka lebar,Cila langsung nyelenong masuk
" Ada apa sih " Tanya David heran.
" Mas,aku ueeekkk " Kata Cila langsung muntah didepan suaminya.
" Astaga kamu kenapa ?" Pekik David kaget.
Cila langsung berlari masuk kedalam kamar mandi memuntahkan isi perutnya.
David membantu mengusap punggung Cila.
Setelah memuntahkan isi perutnya,Cila hampir pingsan jika tak ditahan David.
" Kamu kenapa Yank ?? Tanya David panik.
" Ngak tau Mas,mual pusing " Kata Cila lemah.
David langsung menggendong Cila membawanya ke ranjang.
" Ini minum dulu " Titah David memberi air putih.
Cila mengangguk lemah dan menyesap air digelas.
" Tunggu disini aku panggilin Bunda " Kata David mengusap wajah pucat Cila.
Wanita itu hanya mengangguk lemah.
David sedikit berlari keluar dengan hanya mengenakan handuk sepinggang.
Tok tok tok...
" Bunda " Teriak David mengetuk pintu kamar Sintia dan Beni.
" Bunda,ini David Bun "
Tak lama pintu terbuka,muncul lah Beni dengan wajah mengantuk.
" Kenapa Vid ?" Tanya Beni serak.
" Cila sakit Yah,dia muntah2 " Kata David panik.
" Apa !" Pekik Beni kaget.
Pria itu langsung berlari keluar menuju kamar anaknya,David masuk kedalam membangunkan Sintia yang masih tidur.
Setelah sedikit usaha,Sintia terbangun dan ikutan panik berlari kekamar putrinya.
Didalam kamar Cila tergolek lemas dipangkuan Beni.
" Kamu kenapa Nak ?" Tanya Beni lembut.
" Pusing Yah hiks hiks " Kata Cila mewek.
" Jangan nangis,sini Ayah urut ya " kata Beni lembut.
Cila berbaring memeluk pinggang Beni,perempuan itu terlihat sangat manja dengan Ayah tirinya.
__ADS_1
Tak lama Sintia datang dengan terburu buru.
" Cila kenapa Mas ?" Tanya Sintia panik.
" Ngak tau katanya pusing " Lapor Beni.
Cila berbalik dan merengek didepan Bundanya.
" Kepala Cila pusing Bunda,perut Cila juga mual banget " Kata Cila melas.
Sintia menghela nafas dan duduk diranjang mengusap kepala anaknya.
Beni baru sadar David tak memakai baju,hanya di selimuti handuk saja.
" Kalian habis ngapain ?" Tanya Beni menelisik.
Deg.
David menegang dan melihat penampilannya.
" Astaga,bisa2 nya aku keluar ngak pake baju " Batin David.
" Em anu Yah,anu itu Yah " Kata David menggaruk kepalanya malu.
Beni ber oh ria,cukup tau jawaban menantunya.
" Vid,cari minyak angin " Titah Sintia.
" Baju nya dipake dulu " Tegur Beni.
" Iya Yah,aku mandi dulu hehe " Kata David cengengesan.
" Dasar kamu,pantesan Cila sampe gini,kamu kelebihan " Tegur Beni.
" Dimana lebihnya,aku aja sampe sakit kepala ini ngak tuntas " Batin David.
Pria itu tak ingin membantah Beni,hanya bisa mengangguk lemah.
Sintia menggeleng pelan melihat anak dan menantu nya itu.
" Kamu sih gatel banget " Tegur Sintia kepada putrinya.
" Ih Bunda,kami main aja ngak tuntas loh tu Mas David lagi pusing " Kata Cila kesal.
Beni dan Sintia melotot kaget.
Cila kembali mengangkat tangan Sintia untuk mengurut kepalanya.
Hampir 10 menit memanjakan putrinya,kini Cila sudah tertidur.
" Vid,besok bawa Cila kerumah sakit ya " Pinta Beni menepuk pundak pria itu.
" Iya Yah " Kata David mengangguk.
" Ya sudah,jaga Cila,Ayah sama Bunda kekamar dulu " Kata Beni tersenyum.
" Makasih Yah,Bun " Kata David ikut tersenyum.
Kedua mertuanya pun berlalu dari sana.
David menutup pintu dan menghela nafas melihat istrinya sudah tertidur dibawah selimut.
Jam masih menunjukkan 3 pagi,David pun memilih berbaring didekat istrinya.
" Kamu jangan sakit dong Yank " Kata David lirih seraya mengusap kening Cila.
"Aku ngak sanggup liat kamu sakit gini " Lanjut David sedih.
Cila tertidur dengan nyenyak,David menarik perempuan itu mendekat kepadanya.
Kebesokan pagi nya,Cila kembali muntah2 tak jelas.
David sudah tak tega melihat istrinya terduduk dilantai dengan baju basah.
" Kita kerumah sakit ya " Kata David memelas.
" Iya Mas,kepala ku pusing huhu " Kata Cila menangis.
" Iya,yuk aku bantuin ganti baju " Kata David menggendong istrinya.
Cila hanya pasrah saja saat tubuhnya di bopong David.
Diruang makan,Sintia memberitahu Nisa bahwa Cila sakit,Nisa yang terkejut pun langsung menemui adiknya kekamar.
" Loh Vid,Cila kenapa ?" Tanya Nisa panik.
David yang sedang memasang baju Cila pun sedikit kaget dan mempercepat gerakannya.
" Cila sakit Kak,semalam muntah " Kata David menunduk.
__ADS_1
" Beneran ?" Tanya Nisa kaget.
Cila mengangguk lemah.
" Apa jangan2 kamu hamil ?" Tanya Nisa polos.
Deg..
Cila dan David saling melihat,senyum kecil pun terukir disana.
" Benarkah ?" Tanya David berbinar.
" Ayo kerumah sakit,periksa dulu " Kata Nisa semangat.
Cila menunduk takut tak bangkit dari duduknya.
" Kenapa diam ?" Tanya Nisa heran.
" Aku takut kecewa Kak " Kata Cila berkaca kaca.
Nisa tersenyum hangat dan duduk disamping adiknya.
" Jangan takut,mau hasilnya positif atau negativ yang penting di cek dulu " Kata Nisa lembut.
Manik Cila melihat kearah suaminya,David masih dengan senyuman yang tak lepas dari bibir sexy pria itu.
" Gak papa Yank,sekalian cek keadaan kamu " Kata Ďavid lembut.
" Beneran ??" Tanya Cila nanar.
" Iya sayang,ayo " Kata David tersenyum.
Cila mengangguk dan bangkit dari duduknya.
Nisa pun langsung keluar memberitahu supir.
Saat mereka melewati ruang makan semua mata menoleh.
Triplet dan Bara mengernyit melihat Cila yang lemas.
" Kak Cila kenapa ?" Tanya Bara.
" Sakit " Jawab Nisa.
" Sakit apa ?" Tanya Aktam.
" Sakit mau punya anak " Celetuk Andrew.
" Hah " Semua orang kaget langsung melihat bocah itu.
" Hehe nebak aja " Kata Andrew cuek.
" Benelan Bang ?bealti Ante mau punya dedek dong ?" Pekik Laura girang.
" Hem,habis ini pekerjaan kamu nambah lagi " Kata Ana menimpali.
" Siap Bos,bial aku banyak temannya " Kata Laura polos.
" Nih anak taunya dari mana coba ?" Gerutu Reno heran.
" Biasanya kan gitu Pa,kata Zaiva Kak Clara juga suka gitu dulu " Jawab Andrew.
Reno ber oh ria,cukup takjub dengan pemikiran anaknya.
" Kalo Kak Cila mau punya anak,anak nya cewek aja ya jangan cowok " Kata Ana menggigit rotinya.
" Kenapa ?" Tanya Cila kaget.
" Ya biar asisten aku nambah " Kata Ana cuek.
" Apaaaaa !!!" Pekik Cila terkejut.
Reno sampai tersedak meminum kopinya mendengar celetukan anak itu.
" Ngak mau ah,belum lahir aja udah digituin,gimana kalo dia ada beneran,aku ngak terima anak aku jadi asisten kamu " Kata Cila kesal.
" Jangan marah2 nanti bayi nya ngak mau nongol " Kata Ana santai.
Mereka semua melotot kaget,Reno langsung menyentil kening anak bungsunya.
" Kalo ngomong itu jangan asal ceplos " Tegur Nisa.
" Hehe becanda Bun " Kata Ana cengengesan.
Mereka menggeleng pelan tak percaya dengan tingkah anak itu.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1