Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perasaan


__ADS_3

Sebuah mobil terparking didepan pekarangan rumah yg ditumbuhi rumput hijau.


Rumah dengan nuansa putih kuning tersebut terlihat menarik jika malam hari.


" Ini mobilnya ada " Gumam Alexi melihat sebuah mobil mewah putih terparkir tak jauh.


Lelaki dengan kaos biru itu bergegas mendekati pintu rumah dan mengetùknya.


" Sannn " Panggil Alexi dari luar.


Hening...


Tak ada jawaban.


" Saniaaa,buka pintunyaa " Pekik Alexi seraya mengedor2.


Hape lelaki itu kembali berdering,Alexi melihat nama dilayar dan menghela nafas panjang.


Serkan sudah menelfon yg artinya keadaan sudah genting.


" Aduhh,Sania mana sih,ni aku angkat apa ngga ?" gumam alexi bingung.


Pintu kembali digedor dan bel pun dibunyikan.


Didalam rumah,ketiga anak manusia asik makan,lebih tepatnya 2 anak manusia yg kelaparan karna satunya hanya makan seadanya saja.


" Itu bel rumah bunyi ?" Tanya Arshad yg ssdikit peka.


" Hah " kata Sania kaget.


Gadis itu langsung bangun dan berjalan keluar dapur.


" Iya,itu bel rumah " Ucap Sania panik.


Arshad dan Angel diam saja,pria tersebut masih asik mengunyah hasil masakannya yg terbilang endul.


" aku kedepan dulu Kak " Kata sania bergegas.


Angel mengangguk tak bisa bersuara karna mulutnya penuh.


Sania sedikit berlari dan ceklek...


Pintu rumah terbuka.


" Astaga Saniaaaaa " Ucap Alexi kaget melihat gadis tersebut.


" Om " ucap Sania sama kagetnya.


" Is kamu ini,kenapa buka pintunya lama sih !" Omel Alexi.


" ma maf Om,aku ga tau Om disini " Jawab Sania sedikit takut.


" Kamu sama siapa dirumah dan kenapa ngga angkat telfon Orang tua kamu ?" Teter Alexi dengan banyak pertanyaan.


" Mama telfon ?" tanya Sania syok.


" Iya,kamu ga pegang hape ?" tanya Alexi mengernyit.


Sania menggeleng pelan,pria itu masuk kedalam rumah karna mendengar suara ngakak yg cukup keras.


" Duhh gawat " Ucap Sania panik.


Gadis itu menutup pintu lalu berlari kekamarnya.


Sania tak membawa hape,gadis itu kira tidak akan ada yg menelfon malam2 begini.


" Ya Tuhannn,20x " Ucap Sania terbelakak.

__ADS_1


" Duh gimana ini ?" Lanjut Sania ketakutan.


Nama Histi terlihat memenuhi kontak tak terjawab,bahkan disana ada panggilan serkan meski hanya 2x saja.


" Aku telfon balik aja " Kata Sania memberanikan diri.


Gadis itu pun memencet tombol hijau dan siap menerima konsekuensi.


" Halo " Sapa seseorang diseberang.


" Ha lo Pa,assalamualaikum " Sapa Sania deg degan.


" Kamu dari mana saja,kenapa tidak angkat telfonnya ?" tanya pria yg Sania tau itu Papa angkatnya


" I iya Pa,maaf tadi aku lagi di dapur " Jawab Sania merasa bersalah.


" San " panggil Serkan melemah.


" Maafin sania Pa,aku janji ga gini lagi " Kata Sania ingin menangis.


" Papa ga marah,cuma kami khawatir kamu kenapa napa,Mama kamu sampe ketiduran nungguin nya " Balas Serkan lemah lembut.


Sania terdiam,sungguh ia merasa begitu bersalah karna tak memenuhi panggilan Histy.


" Aku minta maaf Pa,sungguh aku..." Ucap Sania sambil menangis.


" Iya sayang ga papa,kamu baik2 saja kan ?" Tanya Serkan mengalihkan.


" aku baik Pa " Balas Sania.


" ya udah,ini udah larut,kamu tidur gih " Kata Serkan hangat.


" Aku lagi makan Pa,ada Kak Angel sama Kak Arshad " balas Sania hati2.


" ohhh baguslah,ya udah kalian lanjut aja "


" Iya " Balas Serkan.


" Aku sayang kalian,aku sayang Papa,Mama,Sutar sama adek " Ucap Sania serius.


" Hahahhaa " Serkan malah tertawa geli.


" Kenapa tertawa ?" tanya Sania bingung.


" Dah ah,ntar Papa baper lagi,dah ngantuk nih Papa tidur dulu,bye " Jawab Serkan.


" Papaaaa ihh " Rngek Sania manja.


Tut.


Panggilan terputus,Sania mengkrucut melihat panggilannya diputus sepihak.


" Apa aku salah ungkapin rasa ini,aku beneran sayang sama mereka " Ucap Sania bingung.


Gadis itu kini mulai terang2an mengungkapkan perasaannya kepada keluarga yg sudah menerimanya dengan baik tersebut,Sania tak ingin menyesal dikemudian hari karna tak mengungkapkan perasaannya tersebut.


Didapur,Alexi sudah duduk manis saat dirinya disuguhi nasi goreng dengan toping seabrek.


" Ayo Om cicip " Ucap Angel memaksa.


" Aduh ini kebanyakan,nanti diet aku gagal " Kata Alexi ragu menolak dan menerima.


" Alahhhh,diet nya besok2 aja,mumpung sekarang ada loh " Kata Angel merayu.


" Iya Bang,ga baik nolak rejeki " Sahut Arshad terkekeh.


Glekk...

__ADS_1


Alexi menelan ludah kasar,pria itu sedikit tergoda dengan nasgor didepannya tapi melihat perut buncitnya membuat pria itu ingin puasa.


" Ayo Bang,ntar sampe rumah nyesel,gojek ga ada malam2 " Bujuk Angel lagi.


" Hm gimana ya ???" Kata Aleix penuh pertimbangan.


Sania datang,gadis itu kembali ke kursinya dan melanjutkan makan.


" Gimana San ?" Tanya Angel.


" Aman Kak " Jawab Sania tersenyum.


" Aman lah,kan ada kita " Jawab Angel bangga.


Sania mengangguk cepat,kehadiran Arshad dan Angel memang membawa keberuntungan.


Ketiganya pun makan kecuali Alexi yg masih berperang dengan otak dan nafsu makannya.


Saat asik makan,Alexi seolah tak sanggup lagi menahan apalagi wajah Angel mengunyah begitu membuat ilernya keluar.


" Haisssttt,masa bodohlah,diet besok aja hari ini lost dulu ga papa,mumpung Salsa ga tau " Batin Alexi bersorak.


Alexi senyum sendiri membuat Sania heran.


" Kenapa Om ?" tanya Sania menegur.


" oh hm,anu em baru terasa laper,masih ada gak sisanya ?" tanya Alexi basa basi.


" Mau ?" tanya Angel melihat Alexi mengernyit.


Alexi mengangguk pelan.


" Kayaknya masih dikit,tapi aku mau nambah " jawab Angel.


" Eeehhh jangan,itu buat aku " Kata Alexi bangun.


Pria itu mendekati kompor dan melihat nasi goreng Arshad tinggal sedikit.


Tak mau menyianyiakan kesempatan,pria yg bercita2 punya perut sixpack itu pun menuangkan semua hasil karya keatas piring.


Dengan semangat 45,Alexi duduk kembali dan makan dengan lahap.


Ketiga remaja itu tertawa geli melihat sikap Alexi yg ternyata bar2 juga.


" Tadi gengsian mau ambil,sekarang malah ngeraung " Cibir Angel.


" Hehe ini keputusan yg sulit guyss " Balas Alexi.


Arshad kembali tertawa,pria dingin itu merasa terhibur malam ini dengan tingkat kocak mereka.


Tanpa disadari,Sania memperhatikan Arshad diam2 apalagi saat lelaki itu mengeluarkan interaksinya.


" Masyaallah,Kak Arshad sempurna banget ya " Batin Sania takjub.


Gadis itu sama terpesonanya,bagaimana tidak sikap Arshad malam ini sungguh diluar dugaan apalagi lelaki itu sampai mengeluarkan bakat terpendam.


" Apa mungkin ya Kak Arshad suka aku juga ? Tapi ahhh Saniaaa,jangan berharap,dia itu langit yg tinggi dan kamu mencoba menggapainya ? Ah tidak mungkin " Batin Sania merasa tak pantas.


" Tapi kata Mama,kalo cinta itu harus diperjuangkan seperti Mama memperjuangkan Papa sampe berhasil,tapi ini Kak Arshad,dia ga sama seperti Papa yg gampang luluh " Lanjut Sania.


Arshad yg merasa diperhatikan,menoleh melihat Sania yg ternyata masih menatapnya dengan tatapan kosong.


" Kamu kenapa ?" tanya Arshad membuat Alexi dan Angel juga menoleh..


" Hah " Kata Sania terkejut dan kelabakan sendiri.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2