
Dirumah besar,seorang pria baru pulang dari kantor.
Seperti biasa Arshad lembur jika pekerjaannya menumpuk dan malam ini lelaki itu terlihat lelah.
" Arshad " Panggil seseorang membuat Arshad menoleh.
" Iya Pa " Jawab Arshad melihat Aktam.
" Sini " Ajak Aktam melambaikan tangan.
Arshad mendekat,disana juga ada ibunya yg sedang mengeteh cantik.
" Gimana kerjaan kamu ?" tanya Aktam.
" Baik Pa " Jawab Arshad tenang.
" Sudah makan sayang ?" tanya Lulu.
" Belum Ma " Jawab Arshad lagi.
" Yahhh nasinya habis didapur,Mama masak dulu ya " Kata Lulu bangun.
" Jangan "
" Gak usah " Sahut Aktam dan Arshad bersamaan.
" Hah kenapa ?" tanya Lulu bingung.
" Ga usah Ma,aku makan diluar aja " Jawab Arshad.
Aktam mengangguk setuju.
" Mau bicara apa Pa ?" tanya Arshad mengalihkan
" Hm gini Syad,tadi Papa udah ketemu sama calon mertua kamu " Jawab Aktam hati2.
" Terus ?" tanya Arshad tenang.
" 1 minggu lagi anaknya akan datang kemari jadi kamu em siap2 ya " Jawab Aktam
Arshad mengernyit,hingga detik ini pria itu tidak tau siapa gadis yg akan ia nikahi.
" Pa " Panggil Arshad pelan.
" Kenapa ada apa ?" tanya Aktam.
" Hm apa bisa ditunda dulu,rasanya aku belum siap " Jawab Arshad.
" Kenapa ?"
" Aku menyukai orang lain Pa " Jawab Arshad.
" Hha siapa ?" tanya Lulu syok.
Arshad diam tak menjawab.
" Siapa yg kamu sukai ?" tanya Aktam penasaran.
Arshad tetap bungkam.
" Belum pasti Pa,aku akan membawanya jika sudah siap " Jawab Arshad.
Aktam dan Lulu saling melihat,pasangan tersebut tidak tau siapa yg mendekati anak bujang mereka.
" Aku kekamar dulu " kata Arshad pamit.
Lulu mengangguk,Arshad pun berlalu menuju lift.
Lelaki itu tampak tenang,Arshad memang bukan pria grasak grusuk yg suka kehebohan.
" Kamu tau Yank ?" tanya Aktam melihat istrinya.
Lulu menggeleng cepat.
" Arshad mana ada dekat dengan perempuan Mas " Balas Lulu.
" terus siapa perempuan itu ?" tanya Aktam bingung.
" Nanti aku selidiki " Jawab Lulu.
Aktam mengangguk setuju,soal percintaan Aktam tak terlalu paham.
Lelaki itu kini hanya sibuk bekerja dan mengurus rumah tangganya agar tak retak.
Dikamar,terlihat seorang gadis sedang duduk nyaman menghadap laptop.
__ADS_1
" Eh kenapa kamu disini?" tanya Arshad kaget.
" Eh kamu dah pulang " Jawab Angel cengengesan.
" Kamu nonton apa Njel ?" Tanya Arshad penasaran.
" Ni nonton film yg kamu dowload,dikamar aku Ac nya lagi rusak jadi pindah kesini " Jawab Angel santai.
" Berencana tidur disini ?" tanya Arshad melotot.
" Hehe boleh ya Syaddd " Melas Angel.
" Gak ah,kamu tidurnya berisik " Tolak Arshad.
" untuk malam ini ngga,pleaseeeeee " Rengek Angel manja.
Arshad memutar mata dan berlalu kekamar mandi.
" Yessssss " Ucap Angel merasa berhasil membujuk saudaranya.
Keduanya memang sangat dekat,bahkan Angel lebih dekat dengan Arshad daripada adiknya di jack..
Lelaki itu bisa diandalkan meski wajah Arshad selalu datar.
15 menit kemudian,Arshad keluar dengan handuk sipinggang
" Wah2 badan mu cakep banget syad " Ucap Angel terpana.
" Gak usah gatel " Cibir Arshad.
" Wahahaha gak gatel,cuma pengen nyentuh aja hihi " Kata Angel tertawa jahat.
" Ishhh nih bocah " Ucap lelaki itu kesal.
Arshad berganti pakaian di kamar mandi,lelaki itu tak leluasa bergerak karna Angel pasti akan menggodanya habis2an.
Setelah selesai,Angel mematikan laptop.
" Mau kemana Syad ?" Tanya Angel melihat Arshad berpakain rapi.
" Keluar " Jawab Arshad.
" Malam2 begini ?" Tanya Lelaki itu lagi.
" Hm " Jawab Arshad cuek
" Gak usah,aku cuma sebentar " Balas Arshad.
" ya udah,aku tidur duluan ya " Kata Angel pamit.
Arshad mengangguk,gadis itu pun mulai berbaring seraya menarik selimut.
Arshad keluar dari rumah menghidupkan mobilnya.
Pria tersebut juga tak tau mau kemana,tapi perutnya terasa lapar karna belum diisi.
" Aku kemana ya ?" Gumam Arshad bingung
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,jalanan masih ramai karna berada dipusat kota.
Mobil terus melaju hingga lelaki itu melihat grobak mas2 jualan pinggir jalan masih nangkring sempurna..
" Beli disini aja " Ucap Arshad memutuskan.
Lelaki itu memarkirkan mobilnya dan mencari jajan yg ia mau.
Saat duduk menunggu,terlihat beberapa pasangan,anak muda dan orang tua bercengkrama hangat.
Arshad hanya diam tanpa menghiraukan orang2.
Drt drt...
Hape Arshad berdering,terlihat sebuah nama tampil dilayar.
" halo " Sapa Arshad tenang.
" Halo Syad,kamu dimana ?" Tanya gadis yg bukan lain adalah Angel.
" Kenapa ?" tanya Arshad mengernyit.
" Syad tolongin Kka Histi Syad " Jawab Angel.
" kenapa ?" tanya Arshad bingung.
" Rumahnya ga ada listrik,bahaya Syad " Jawab Angel terdengar panik.
__ADS_1
" bang Serkan mana ?" tanya Arshad menghela nafas
" Lagi keluar kota,tolongin sekarang Syad,kasihan mana si Sania pasti ikutan panik " Jawab Angel.
Arshad diam sejenak.
Lelaki itu mencoba berpikir jernih,rumah yg ditempati Serkan cukup mewah bahkan sekelilingnya juga.
" Cuma mereka yg mati listriknya ?" tanya Arshad lagi.
" Iya Syad,yg lainnya engga,makanya Kak Histi takut " Jawab Angel.
" Ya udah aku kesana " Balas Arshad.
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu bangun dari duduknya dan mendekati mamang penjual makanan.
Setelah mendapatkan pesanan,Arshad langsung tancap gas menuju lokasi.
Saat masuk kawasan,terlihat rumah2 mewah lainnya terang berderang,Arshad terus masuk kedalam dan berhenti disebuah rumah yg gelap gulita.
" Emang mati " Ucap Arshad pelan.
Lelaki itu langsung keluar dari mobil dan membuka pagar.
Saat melangkah,terlihat sebuah senter mengarah kearahnya membuat lelaki itu merasa silau.
" Sutar " Ucap Arshad mengenali.
" Siapa disana ?" Tanya seorang bocah duduk diteras rumah dengan raut takut.
" Ini Kakka " Jawab Arshad.
" Abang " Panggil Sutar kenal..
" Listrik kalian kenapa ?" tanya Arshad mengusap kepala bocah itu.
" Gak tau Bang,tadi mati aku kepanasan didalam " Jawab Sutar sendu.
" Mama kamu mana ?" tanya Arshad lagi.
" Mama lagi keluar cari lilin " Jawab Arshad.
" Terus didalam ada siapa ?" tanya Arshad syok.
" Kakka " jawab Sutar pelan.
" Sendirian ? Gelap2an gini ?" tanya Arshad terbelalak.
" Iya Bang,soalnya Tante balik kampung dan papa belum pulang" jawab Sutar sedih.
" astaga,ayo masuk " Kata Arshad panik.
Sutar mengangguk,keduanya pun masuk kerumah dengan bermodalkan senter hape.
Rumah benar2 gelap gulita,Arshad belum tau apa masalah dirumah tersebut.
Cekrekk...
Pintu kamar terbuka,terlihat seseorang duduk tenang dipinggiran ranjang.
" Mama " Ucap gadis berbalut perban itu terkejut.
Senter lampu mengarah kepadanya membuat gadis tersebut silau.
" Kakak " Panggil Sutar mendekat.
" Sutar " Ucap Sania pelan.
" Mama belum pulang Kak,kayaknya beli lilin jauh dari sini " Ucap Sutar duduk disamping Sania.
Sania mengangguk pelan.
Lelaki didepannya mematung tanpa bicara sedikit pun.
Bunyi klakson terdengar,semuanya melihat keluar.
" Itu Mama Kak " kata Sutar heboh.
Bocah itu berlari keluar memastikan itu ibunya atau bukan.
" Kamu ga papa ?" Tanya Arshad membuka suara.
Sania diam tak menjawab.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.