
" Nek sempit " Pekik seorang bocah yg duduknya sudah kesusahan.
" Iya sabar bentar lagi sampe " Ucap si Nenek yg terlihat focus berkendara.
Seorang gadis yg duduk dibelakang menghela nafas panjang merasa tak enak hati.
" Pegangan Han " Kata Cila ngeri gadis itu terjengkang.
" Iya Ma,jangan numbur lubang ya aku udah duduk diujung " Kata Hani ngeri jatuh.
Cila mengangguk dan membenarkan helmnya yg kebesaran.
Tadi Cila memaksa Hani untuk kerumahnya saja mengingat gadis itu sendirian.
Cila merasa tak tega melihat Hani apalagi gadis tersebut membawa koper.
Motor butut itu terus berkendara dijalan raya,Cila ngeri2 sedap ditilang oleh polisi tapi jiwa nekadnya tak bisa tertandingi dengan apapun.
Sofia yg duduk didepan memasang wajah datar.
Muatan mereka terlalu penuh,bahkan tak ada tempat lagi untuk menaruh tas berbienya dan terpaksa di gendong oleh Hani yg duduk paling belakang.
Tintin.....
Klakson dibunyikan,beberapa warga melihat kearah mereka dengan wajah terkejut.
" Wahh si Cila bawa siapa tuh ?" Gumam seorang ibu2 yg sedang memayungi anaknya yg baru pulang sekolah.
Motor butut Cila berhenti didepan rumah,Sofia buru2 keluar karna merasa sudah tak tahan lagi.
" Huh alhamdulillah sampe " Ucap Cila bersyukur.
" Ayo turun Han " Kata Cila melihat Hani masih diam dengan wajah basah terkena hujan.
Hani mengangguk dan mulai menurunkan kopernya yg berada ditengah.
Sungguh ajaib motor kecil itu bisa muat dengan muatan yg tidak sedikit.
" Cepetan mandi sana nanti masuk angin " Titah Cila kepada Sofia.
" Iya Nek " Jawab Sofia semangat.
Cila tersenyum dan mengambil tas gadis kecil itu dipunggung Hani.
" Ayo masuk Han " Ajak Cila semangat.
" Ma " Kata Hani pelan.
" Ck udah masuk aja gak ada orang dirumah " Kata Cila mengerti perasaan gadis itu.
Hani menunduk,detik berikutnya Cila menarik tangan gadis itu untuk masuk karna akan turun hujan yg lebih besar.
Saat masuk kedalam,Hani menarik nafas panjang.
Ia merasa belum siap masuk kerumah itu lagi dimana dulu ia pernah merasakan kasih sayang yg luar biasa.
" Sofia cepetaan mandi,malah makan " Pekik Cila mencidyuk cucunya yg asik didapur mengambil lauk.
" Laper Nek " kata Sofia dengan mulut penuh.
" Nanti,habis mandi baru makan,gak sopan kamu ini " Kata Cila gemas.
Sofia mengkrucut dan turun dari kursinya.
Gadis itu ngomel2 sendiri sambil masuk kekamar mandi.
" Haissstt bisa2 nya bocah itu bukan anak Vero,tapi kelakuannya mirip banget " Gumam Cila heran.
__ADS_1
Hani masuk kedapur dan membuat Cila terkejut.
" Eh Maaf Ma kaget ya " kata Hani ikut terkejut.
" Hah em iya " kata Cila mengusap dadanya.
" Tadi Hani denger gak ya aku ngomong barusan " Batin Cila ngeri.
Wanita itu menampar mulutnya sendiri dan berlalu.
" Oh iya Han,kalo mau ganti baju dikamar itu aja,Mama mau mandi dulu " Kata Cila menunjuk kamar yg dulu pernah Hani pakai.
" I iya Ma " Balas Hani tersenyum canggung.
Cila berlalu dan meninggalkan gadis itu sendirian.
Tak banyak berubah,rumah Cila masih hangat seperti dulu hanya saja ada beberapa bagian yg dirombak.
Hani duduk diam dikursi sambil mengingat masa lalunya..
Dulu ia sangat senang berada dirumah itu bahkan David dan Cila sudah dianggap sebagai ibu sendiri dan Vero menjadi orang yg sangat berjasa kepadanya,tapi sekarang semua berubah.
Ia tersadar akan keadaan yg sudah tak sama lagi saat manik Hani melihat Sofia keluar dari kamar mandi dengan handuk sedada.
" Tante gak mandi ?" tanya Sofia mendekat.
Hani menggeleng tersenyum..
" Harus mandi Te,nanti sakit " Kata Sofia serius.
Hani diam memperhatikan gadis kecil itu.
" Tante udah pucat loh " Kata Sofia lagi.
Hani terus diam,kepalanya mulai pusing dan wajah gadis itu seperti berputar putar.
" Te " Panggil Sofia mendekat.
Hani tak menjawab,dirinya makin tak bisa mengontrol diri.
Brughhh.....
Gadis malang itu jatuh pingsan,Sofia yg melihat Hani memejamkan mata sontak terkejut dan langsung menjerit..
" Neneeekkk tolongggg " Teriak Sofia memanggil Cila.
" Te bangun Te,tante kenapa ?" Tanya Sofia menggoyang tubuh Hani.
Gadis itu tak sadarkan diri lagi.
Sofia berlari kekamar neneknya dengan handuk yg sudah melorot.
" Nekkkk Tanteee pingsan Nekkk " Teriak Sofia menggedor pintu kamar mandi.
Cila yg asik menyampo rambutnya dibuat kesal dengan suara cempreng sang cucu.
" Apa sih " kata Cila membuka pintu.
" Neeekkk,Tante pingsan " Kata Sofia ngos2an.
" Apa !" Pekik Cila terbelalak.
" Aduh gimana nih ?" Tanya Cila kelabakan sendiri.
Sofia kembali berlari sambil menyeret handuknya yg sudah terlepas.
Gadis kecil itu begitu panik dan tak tau harus bagaimana.
__ADS_1
Cila mandi seperti kesetanan,ia tak perduli lagi dengan kegiatan mandinya yg belum usai.
Seorang pria keluar dari mobil dengan berlari,hujan begitu deras membuat sebagian bajunya terciprat air.
" Ehhh Sofiaaa " Pekik Vero terkejut melihat sang putri tak memakai baju.
" Papa,tolongin Pa " kata Sofia berlari kearah Vero.
" Baju kamu mana ? duh kenapa telanjang gini sih ?" Tanya Vero kelabakan sendiri menutupi tubuh gadis kecil itu.
" Handuk aku lepas Pa,tolongin Tante Pa,dia pingsan " Kata Sofia menunjuk kedalam.
" Tante siapa ?" tanya Vero bingung.
" Gak tau namanya,cepetan tolongin " Jawab Sofia menarik tangan Vero masuk.
" Ya iya,tapi kamu pake baju dulu,astagaaa nanti diliatin cowok gimana " Kata Vero kesal sendiri.
" Ya udah aku kekamar " kata Sofia kembali berlari menuju kamar Vero.
Lelaki itu menggeleng pelan dengan sikap bar2 putrinya..
Sofia seperti punya kepribadian ganda,jika dirumah mereka gadis itu banyak diam dan kalem,beda lagi kalau sudah dirumah Cila,kelakuannya tak bisa diprediksi dan Vero yakin semua itu berasal dari ilmu Cila yg menghipnotis.
Pria itu berjalan santai hingga ia kembali dibuat terkejut dengan terbukanya pintu kamar sang ibunda.
" Mama " pekik Vero meloncat kaget.
" Wah ada kamu,kebetulan,ayo tolong Hani " Kata Cila ikut terkejut.
" Hah " Pekik Vero melotot.
Tangan lelaki itu ditarik menuju dapur,Vero yg masih belum paham mengikut saja hingga matanya melotot saat melihat seorang gadis terduduk dikursi dengan mata terpejam.
" Hanii " Pekik Cila berlari.
" Hani ? kenapa dia ada disini ?" tanya Vero melongo.
" Vero cepetannnn !" Teriak Cila kesal dengan kebatuan putranya.
" Kenapa Hani ada disini Ma ?" tanya Vero bingung.
" Nanti mama ceritain,cepat bawa dia kekamar !" Titah Cila tegas.
Vero mengangguk,lelaki itu mendekati Hani dan akan menyentuhnya.
" Vero " Ucap Cila terkejut melihat Vero tak jadi menggendong.
Vero menoleh dan menggeleng.
" Aku gak bisa Ma " Kata Vero pelan.
" Hah apa gila kamu ya,gak bisa apanya !" Hujat Cila kesal.
" Aku gak berani sentuh Hani " kata Vero menunduk.
Plakkkkk....
Kepala Vero langsung mendapat tabokan sakti sang ibunda,Cila menjambak rambut lelaki itu dengan geram.
" Cuma gendong doang,bukan perkosa,dia itu pingsan Vero !" Bentak Cila heran.
" Ta tapi Ma " Kata Vero kehabisan kata2.
" Cepetaaaannnnnnnn !" Teriak Cila kembali menjambak rambut lebat Vero.
" Eee iy yaaa aduh sakit Maaa " pekik Vero kelabakan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.