Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bogem


__ADS_3

Perkelahian terjadi,Reka mendapat tabokan kayu dari tangan Sandri membuat lelaki itu tersungkur ke aspal.


" Bajingan !" Umpat Reka bangun.


Beberapa orang mengelilingi mereka dengan wajah tegang.


" Jika kau benar laki tak perlu memakai balok untuk menghajar lawan " Ucap Reka meludah.


" Cih,kenapa lo takut ?" tanya Sandri menggulung lengan bajunya.


" Takut sama lo mending berubah jadi lekong !" Cibir Reka tersenyum miring.


" Banyak bacot lo !" Teriak Sandri emosi.


Lelaki itu melempar asal balok kayunya dan melangkah menghajar Reka.


Bugh...


Reka tertoleh kesamping,lelaki itu menatap Sandri nyalang lalu melayangkan bogeman mentah.


Saut2an terjadi,para penonton begitu heboh menyaksikan pertengkaran antar remaja itu.


Ditempat lain seorang pria baru pulang bekerja,Lelaki dengan mobil dinas itu berkendara dengan santai melewati jalanan stadion yang sepi.


Karna posisi stadion yang melingkar jadilah pria itu ikut mengikuti jalan hingga maniknya melihat segerombolan anak laki2 sangat ramai mengerumuni sesuatu.


" Ada apa itu ? kenapa ramai ?" Gumam pria tsb menerangkan lagi lampu mobilnya.


Pria itu mendekati kerumunan dan terbelalak melihat 2 orang remaja saling pukul ditengah jalan.


" Astaga mereka berkelahi "


Dengan cepat lelaki itu memasang sirene mobil polisi yang ia pakai.


Seketika kerumunan tadi langsung bubar dengan wajah panik.


Liu liu liu...


Suara mobil polisi makin memekakkan telinga,lelaki itu menepikan mobilnya dan turun dengan cepat seraya membawa senjata api.


Dorrr....


Tembakan peringatan pun terdengar.


Para remaja kalang kabut berlari mendekati kendaraan mereka,ada juga yang berlari kearah hutan untuk bersembunyi.


" Shittt " Umpat Sandri langsung melepaskan baju Reka dan berlari kearah mobilnya.


Reka berusaha bangun meski wajahnya sudah babak belur,ia melihat Sandri berlari memegang perut dan kepalanya yang sempat mendapat bogeman dari Reka.


Reka menoleh kebelakang dan terbelalak melihat seorang pria berseragam aparat mendekati dirinya sambil menodongkan senjata api.


" Jangan bergerak !" Ucap lelaki itu tegas.


" Gawat " Gumam Reka tak bisa kabur lagi.


Motornya cukup jauh dari dirinya saat ini membuat Reka tak punya waktu.


Reka diam hingga polisi itu mengeluarkan borgol dan menyematkan ke tangannya..


" Jangan melawan !" ucap Polisi itu tegas.


" Iya Pak,ini saya gak gerak " Jawab Reka malas.


" Mana teman2 kamu ?" Tanya polisi itu garang.


" Saya datang sendiri,kalo pun ada pasti mereka dah kabur duluan " Jawab Reka gemas.


" Ayo ikut !" Titah lelaki itu lagi.


Reka menghela nafas dan mengangguk pasrah.


Hanya dirinya yang tertangkap disana karna Reka memang tak menganjak siapa pun.


Saat keduanya mendekati mobil,tiba2 sebuah mobil lain melintas,Reka tak sengaja melihat plat dan membuka lebar matanya.


" Itu kan mobil Vero " Gumam Reka pelan.


" Masuk !" ucap polisi itu membuka pintu.


Reka mengangguk hingga mobil yang melintas tadi mundur dengan cepat dan mensejajari mobil.

__ADS_1


Seorang pria turun dengan tergesa begitu pun pintu disebelahnya.


" Om Denis " Panggil Vero mendekat.


" Vero " Kata Denis kaget melihat keponakannya.


" Reka " pekik Hani terkejut melihat sahabatnya bersama Denis.


" Hani " Gumam Reka menunduk.


" Kamu kenapa Rek ? astaga wajah kamu terluka " Kata Hani panik mengangkat wajah Reka.


" Dia salah satu komplotan anak muda berkelahi Han " jawab Denis.


" hah " pekik Hani kaget.


Reka hanya diam melirik Hani dan Vero bergantian.


" Terus dia mau dibawa kemana Om ?" tanya Vero tenang.


Hani mencoba bertanya kebenaran kepada Reka tapi lelaki itu belum mau bicara.


" Kantor polisi untuk dilaporkan " Jawab Denis tegas.


" Jangan Om " Pinta Hani memohon.


" Tolong jangan bawa Reka,dia pria yang baik " Kata Hani memelas.


" Dia pria nakal Hani " Kata Denis tegas.


" Gak Om,Reka baik " kata Hani memohon.


Vero hanya diam melihat kekasihnya begitu membela Reka.


" Kau kenal dia ?" tanya Denis kepada Vero.


" Dia teman sekolah Hani " Jawab Vero tenang.


" Jadi menurut mu bagaimana ?" Tanya Denis kepada Vero.


Lelaki itu melihat Reka dan Hani bergantian.


Hani begitu yakin bahwa Reka memang pria baik.


" Kau yakin ?" tanya Denis.


" Hm,aku akan bertanya kepadanya apa yang terjadi " Jawab Vero yakin.


" Ya sudah,cepat bawa dia pergi dari sini,tempat ini rawan " Ucap Denis menepuk bahu keponakannya.


Vero berjalan masuk dan meminta Reka ikut masuk kedalam mobil.


" Tangan gue dikunci " Kata Reka gemas seraya menunjuk tangannya yang masih di borgol.


Denis memutar mata dan membuka ikatan lelaki itu.


" Astaga Reka " Kata Hani menampar lengan lelaki itu kesal.


" Aduh2 sakit Han,kamu gak kasihan apa lihat aku udah bonyok gini " Kata Reka meringis.


" Siapa suruh kamu berkelahi hah !" Marah Hani.


" Karna kamu Han " Ucap Reka pelan.


Deg...


Vero mendengar cicitan lelaki itu,tapi Vero berusaha tetap tenang.


" Ya udah Om pamit dulu " Kata Denis berlalu.


" Makasih Om " Ucap Reka tersenyum kepada Denis.


Denis membuang muka tanda malas meladeni Reka.


" Idih sombong banget si Om polisi " Cibir Reka.


Hani terkekeh dan menyeret tangan Reka masuk kedalam mobil.


Ketiganya langsung meninggalkan lokasi,Hani duduk didepan bersama Vero sedangkan Reka di kursi belakang seorang diri.


Hening...

__ADS_1


Tak ada yang membuka suara,Hani melirik Vero yang memasang wajah tenang2 menghanyutkan.


" Semoga Vero gak salah paham " Batin Hani berharap.


" Yank " Panggil Hani menyentuh tangan Vero yang memegang kendali mobil.


" Hm " Jawab Vero menoleh.


" Kamu marah ?" Tanya Hani takut.


" Gak kok,kita cari tempat ngobrol ya " Jawab Vero tenang.


Hani mengangguk tersenyum.


Reka menatap wajah Vero dari kaca spion,jika diteliti lelaki dewasa itu memang tampan,badan Vero juga bagus dan perfect.


" Ngak usah lirik2 " Ucap Vero menyindir.


" I ya Bang " Jawab Reka kelabakan.


Hani menoleh kebelakang dan mengerjabkan mata meminta Reka untuk tenang.


" Dia galak ya ?" Bisik Reka pelan.


Hani menggeleng menaruh jarinya dibibir.


Reka mengangguk paham dan duduk mematung.


Tak lama mereka sampai disalah satu kedai pinggir kota,Vero mencari tempat yang sepi dan tenang untuk mengobrol.


" Lo udah makan ?" tanya Vero menoleh kebelakang.


" Belum Bang " Jawab Reka.


" Astaga gimana lo gak babak belum,isi tenaga aja belum " Cibir Vero.


Reka menutup wajah lebamnya dengan tangan merasa malu dengan sindiran lelaki itu.


Hani terkekeh geli,mereka pun turun berjalan menuju tempat tsb.


" Disini aja Bang,muka gue gak mendukung buat didalam " Kata Reka menahan baju Vero.


" Ya udah lo mau dimana ?" tanya Vero tenang.


" Hm disana aja " Jawab Reka menemukan tempat yang sepi dari keramaian.


Vero mengangguk dan menggandeng tangan Hani menuju tempat yang Reka mau.


Mereka pun duduk berhadapan dengan diterangi lampu kuning diatasnya.


" Jelasin !" Pinta Vero tegas.


" Minum dulu napa Bang,haus gue " kata Reka menggaruk kepala.


" Haistt ni bocah banyak maunya !" Hujat Vero.


Reka cengengesan dan mendapat sepakan kaki dari Hani.


Gadis itu melototkan matanya memberi kode Reka untuk sopan kepada sang kekasih.


" Sayang pesan minum gih " Pinta Vero kepada Hani.


" Iya,mau apa ?" tanya Hani.


" Yang seger dan mengenyangkan Han " Jawab Reka cepat.


Hani melirik Vero,lelaki itu mengangguk tanda menyetujui keinginan Reka.


" Dibayar kan Bang ?" tanya Reka tanpa malu.


" Iye,makan aja sepuasnya " Jawab Vero malas.


" Lagi gajian ya Bang ?" tebak Reka.


Deg...


Hani dan Vero seketika melotot,Hani mengulum senyum sedangkan Vero mengambil kotak tisu ingin menambah lebam diwajah Reka.


" Ehh ampun Bang " Pekik Reka menutup kepalanya.


Hani berjalan menjauh dengan tawa kecil dengan sifat bar2 Reka dan sang kekasih.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2