Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Permintaan


__ADS_3

Minggu ke tiga Laura ditinggal sendirian,gadis itu mulai pasrah dengan keadaanya,Laura banyak diam karna memang tak ada orang yang bisa ia ajak bicara.


Setiap minggu selalu ada orang yang mengantar bahan makanan untuk gadis itu,tapi Laura benar2 merasa kesepian meski semua kebutuhannya terpenuhi.


Malam hari saat Laura tertidur tiba2 pintu kamar gadis itu terbuka,seorang masuk kedalam mengendap dan duduk diranjang.


Lelaki besar tinggi itu mengusap wajah Laura yang tertidur dengan pulas meski ia merasa tubuh gadis itu sedikit kurus dari biasanya.


" Maafkan aku Laura " Ucap Justin pelan.


Justin memutuskan untuk pulang saat kondisinya benar2 sudah pulih total bahkan ia sudah bisa berjalan cepat.


Justin membuktikan ucapannya agar sembuh lelaki itu terpaksa membohongi Laura untuk tau apakah gadis itu mau menunggunya atau tidak dan kini Justin tau jawaban semuanya.


Dibalik sikap keras kepala Laura dan gengsi gadis itu ternyata Laura menyimpan perasaan yang sama dengan nya,dan Justin sangat yakin bahwa Laura mencintainya juga.


Pria itu menatap wajah Laura dengan senyum kecil,Justin sengaja tak memberitau Laura bahwa ia akan pulang dan Justin juga sengaja datang tengah malam agar bisa melihat Laura dengan leluasa.


" Mengapa kamu selalu membohongi hati mu sayang,kau akan merasa sangat kesakitan " Gumam Justin mengusap kepala Laura.


" Euungghh " Lenguh Laura merasa terganggu.


Justin mengangkat tangannya dan bangkit menjauh.


Lelaki itu membuka bajunya dan berbaring bersama gadis itu.


" Percaya lah sekali ini dengan ku Laura " Gumam Justin pelan.


Lelaki itu mencium pucuk kepala Laura dan mendekap Laura dengan hangat.


Dibawah alam sadar Laura,gadis itu merasa sangat nyaman,Laura merasa ada yang menyentuhnya tapi gadis itu sangat mengantuk untuk membuka mata.


Justin terkekeh melihat Laura tak terganggu dengan bibir nakalnya yang mencumbu wajah gadis itu.


" Aku sangat merindukan mu sayang " Gumam Justin tepat dibibir Laura dan ******* perlahan.


" Hmmm " Lenguh Laura tak sadar.


" Ahhhh " Desah gadis itu saat Justin membuat tanda cinta dileher Laura.


" Kau sangat menggemaskan " Ucap Justin tersenyum kecil.


Lelaki itu pun memeluk Laura dan memejamkan matanya.


Saat pagi tiba,Laura terbangun saat sebuah tangan berada diatas dadanya.


Gadis itu membuka mata dan menoleh kesamping.


Alangkah terkejutnya Laura melihat Justin tidur tengkurap didepan matanya dengn bertelanjang dada.


" Ka Justin " Gumam Laura melotot.


Justin melenguh dan mengeratkan pelukannya.


Bahkan gadis itu tak bisa bergerak karna Justin juga membelit kakinya.


" Kapan dia pulang ?" Gumam Laura bingung.


Dengan perlahan Laura mencoba melepas belitan Justin ditubuhnya dan berhasil terlepas.


Laura berjalan pelan kekamar mandi mencuci wajahnya.


Saat Laura kembali,gadis itu kembali kaget melihat Justin sudah duduk diranjang menatapnya dalam.


Glekkk...


Laura menelan ludah kasar melihat lelaki itu berbeda.


" Kemarilah " Kata Justin dingin.


Laura mendekat,Justin menarik tangan Laura hingga gadis itu terduduk bersama nya.

__ADS_1


" Kapan Kakak pulang ?" Tanya Laura melihat wajah lelaki itu.


Justin bukannya menjawab,lelaki itu menaruh tangan Laura didadanya yang kembali kekar.


Laura terlihat bingung tidak mengerti maksud lelaki itu.


" Kau tidak merindukan aku ?" Tanya Justin serak.


Laura diam menunduk.


Justin mengangkat dagu Laura melihat kearahnya.


" Aku begitu merindukan mu " Ucap Justin meraba wajah Laura.


Laura tersentak kaget dan menoleh kesamping tanda menolak.


Justin tersenyum dan menarik pinggang Laura agar lebih dekat dengannya.


Laura terlihat ketakutan tapi gadis itu berusaha untuk tetap tenang.


" Kau sudah menerima laporan dari Papa mu ?" Tanya Justin lembut.


" Mengapa kau melakukan itu ?" Tanya Laura getir.


" Kau menyukainya ?" Tanya Justin.


" Aku memang orang tak punya tapi aku.." Ucap Laura berhenti.


" Apa ?" Tanya Justin lembut.


Laura mendongak menatap manik lelaki itu dengan berkaca kaca.


" Jawab " Pinta Justin merapikan anak rambut Laura.


" Mengapa kau melakukan ini pada ku Kak ?" Tanya Laura menitikkan air mata..


Justin tersenyum mengusap air mata Laura yang menetes..


" Karna kau begitu berarti untuk ku " Jawab Justin serius.


" Aku akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya " Kata Justin memegang pundak Laura.


Gadis itu melihat tangan Justin melingkar dibahunya membuat gadis itu sangat getir.


" Ayo menikah " Ajak Justin serius.


Deg....


Laura terbelalak kaget.


" Menikahlah dengan ku Laura,mari hidup bersama sampai maut memisahkan kita " Ucap Justin menatap wajah Laura.


Laura mematung dengan keterkejutannya.


" Jika kali ini kau masih menolak ku,aku akan benar2 membebaskan mu selamanya,aku tidak akan menganggu hidupmu dan orang tuamu " Kata Justin tegas.


" Apa kau serius ?" Tanya Laura bergetar.


" Kau meragukan ku ?" Tanya Justin.


Laura mengangguk lemah.


" Kau pernah meninggalkan aku tanpa kabar saat aku benar2 berharap " Ucap Laura jujur.


" Aku punya alasan,aku bekerja demi masa depan kita " Kata Justin pelan.


" Lalu kau kemana minggu lalu ?" Tanya Laura kecil.


Justin tersenyum dan mengusap pipi gadis itu.


" Jawab pertanyaan ku " Pinta Justin.

__ADS_1


" Kau belum menjawab ku "Balas Laura mengkrucut.


" Kau akan mendapat jawaban setelah menjawab pertanyaan ku " Kata Justin tenang.


" Kau curang " Kata Laura kesal.


Justin mengangkat bahu acuh.


Laura diam menatap wajah lelaki itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Aku sudah banyak mengalami hal sulit,mau kah kau berjanji untuk tidak membuat aku merasakan hal yang sama ?" Tanya Laura sungguh2.


" Aku tidak janji,tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk kita " Ucap Justin.


Laura mengangģuk tersenyum kecil.


" Apa itu sebagai jawaban ?" tanya Justin.


Laura bersemu merah.


" Hei jawab aku ?" Pinta Justin memegang wajah Laura.


" Iya aku mau " Jawab Laura sangat malu.


Justin melotot kaget dan langsung memeluk gadis itu.


" Aku diterima ?" Tanya Justin heboh.


" Hm " Jawab Laura mengangguk tersenyum.


" Terima kasih sayang " Ucap Justin kembali memeluk gadis itu.


" Hmppttt " Pekik Laura kaget saat Justin mencium bibirnya..


Lelaki itu mengangkat tubuh Laura dan turun dari ranjang dengan kecupan yang tak lepas.


" hmmppt Kak Justiiin " Pekik Laura ketakutan.


" Terima kasih sayang aku mencintai mu " Kata Justin tak henti mencium gadis itu.


Laura tertawa hingga ia tersadar akan sesuatu.


Laura menepuk pundak Justin membuat lelaki itu berhenti mencumbunya.


" Ada apa ?" Tanya Justin menurunkan Laura.


Gadis itu melihat dari bawah keatas dan langsung mundur menutup mulutnya.


Justin tersenyum saat sadar apa yang dipikirkan gadis itu.


" Supriseee " Ucap Justin tertawa.


" Kakak udah bisa jalan ?" Tanya Laura heboh.


" Hm,persembahan untuk mu " Ucap Justin malu.


Laura meloncat girang berputar2 seperti memenagkan lotre.


Justin yang melihat gadis itu bahagia pun menyugar rambutnya dan menangkap Laura.


" Yeeeeee Kakak sembuhhhh " pekik Laura sangat bahagia.


Lelaki itu memutar2 tubuh perempuan itu dalam pelukannya.


Laura merentangkan tangannya seolah sedang terbang.


Mereka terjatuh di ranjang saling tertawa.


" Aku mencintai mu Laura " Ucap Justin merapikan anak rambut Laura yang menutupi wajah imutnya.


Laura menarik tengkuk Justin dan langsung mencium bibir lelaki itu,mereka pun berpelukan bersama dengan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2