Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak Sengaja


__ADS_3

Hampir magrib tiba,Justin baru pulang setelah seharian keluar dari rumah dengan alasan mencari pekerjaan.


Saat Justin masuk kedalam,keadaan rumah sangat sepi tak ada bunyi suara tv atau suara mertuanya yang ngomel2 kepada Vero hanya untuk menyuruh mandi.


" Sayang " Panggil Justin kepada Laura.


Justin sedikit kaget karna Laura tak menyambutnya.


Justin membuka pintu kamar,pria itu mengernyit tak melihat siapapun disana..


" Maa " Panggil Justin memanggil mertuanya.


Ceklek...


Pintu kamar mandi dapur terbuka,keluarlah Laura dengan handuk sedada dan handuk kecil dikepalanya.


" Sayang " Panggil Justin mendekati.


Laura tersenyum kecil menyalami lelaki itu dibalas kecupan hangat di kening Laura.


" Mama sama Papa mana ? kok sepi Vero juga ngak ada ?" Tanya Justin.


" Mereka keluar kota " Jawab Laura datar.


" Hah luar kota ?" tanya Justin syok.


" Iya,tadi sore berangkatnya " jawab Laura berjalan kekamar.


Justin terdiam didapur melihat sang istri terus melangkah.


Laura berganti baju dengan tenang meski Justin duduk dibelakangnya.


" Kerja dimana ?" tanya Laura dingin.


Deg...


Justin menelan ludah kasar,seketika pria itu terlihat gugup dengan pertanyaan sepele istrinya.


Laura menoleh kebelakang melihat Justin diam.


" Kak " tegur Laura.


" Eh ya sayang " Jawab Justin tersentak.


" Kerja dimana ?" Ulang Laura.


" Hah em kerja di studio freelance sih " Jawab Justin pelan.


Laura menyelisik lalu mengangguk paham.


" Nih mandi dulu " kata Laura memberi handuk kepada suaminya.


" Iya " jawab Justin patuh dan berjalan kekamar mandi.


Laura mengintip Justin sebentar lalu mendekati baju kotor lelaki itu.


Laura mulai mengendus2,mencari apakah ada yang mencurigakan atau tidak.


" Tisu apa ini ?" Gumam Laura melihat tisu bekas yang terlihat seperti bekas bedak dan lipstik.


Laura semakin mengobrak abrik baju dan celana Justin dan mengernyit melihat uang 250 ribu dalam saku celana.


" Kak Justin dapat uang dari mana ?" Gumam Laura kembali heran.


Tak lama Justin keluar dengan tubuh sedikit fresh,terlihat Laura tak ada lagi dikamar itu.


Justin mendekati keranjang kotor dan mengambil uang hasil kerja kerasnya hari ini.


Karna baru pemula,Dimas tidak bisa memberi honor tinggi kepada Justin karna belum tentu barang pria itu laris manis dipasaran.


" Uh alhamdullilah dapat segini " Gumam Justin pelan.


Malam harinya,pasangan itu makan malam bersama.


Suasana sepi sangat dirasakan keduanya,Laura berapa kali menghela nafas merindukan kehebohan rumah itu.

__ADS_1


" Sayang kenapa ?" tanya Justin disela makannya.


" Ngak papa " jawab Laura.


" kok murung ? marah sama aku ya ?" Tanya Justin pelan.


" Ngak kok " Jawab Laura tersenyum kecil.


" Nih makan " Kata Justin menyuapi Laura.


Perempuan itu menganga lebar menerima suapan suaminya.


" Mau jalan2 ngak ?" Tanya Justin mengangkat alisnya.


" Kemana ?" Tanya Laura mengernyit.


" Serah " Jawab Justin.


" Emang punya uang ?" Tanya Laura pelan.


Deg...


Justin tersentak menaruh sendok makannya cukup keras di piring.


Ntah mengapa,pertanyaan Laura membuat Justin tersinggung.


" Maaf Kak maksud aku.." Ucap Laura merasa tak enak hati.


" Huhh ya " Kata Justin mencoba menetralkan perasaan kesalnya.


Laura menelan ludah kasar,seketika rasa tegang terjadi antara mereka berdua.


Justin yang terbiasa hidup dengan penuh kemewahan merasa terlecehkan dengan pertanyaan istrinya meski itu sebenarnya tidak terlalu menyakitkan.


" Maaf Kak aku ngak sengaja " Ucap Laura bersalah.


" Ngak sayang,kamu ngak salah,itu wajar karna sekarang keadaannya udah gak sama lagi kayak dulu " Kata Justin lembut.


Laura menunduk takut,mendengar Justin menghempas sendok membuat nyalinya menciut.


" Kakak ngak marah ?" Tanya Laura takut.


" Ngak,ngapain marah sama kamu sayang,ngak usah dipikirin lagi ya " Jawab Justin lembut.


Laura mengangguk lemah dan kembali makan dengan tenang.


Hari semakin larut,keduanya tak jadi pergi karna Laura takut menghancurkan mood suaminya.


saat ini mereka sedang menonton film diruang tamu,suasana benar2 sepi senyap tak ada suara.


" Sayang sini dong,kenapa kek orang musuhan gini sih ?" Tanya Justin terkekeh melihat Laura duduk menjauh darinya.


" Ngak suka nonton film itu " Jawab Laura mengkrucut.


" Kenapa dengan filmnya ? ini seru loh banyak edukasi " Kata Justin terkekeh.


" Ngak,itu film ngak bener kalo ketahuan Mama bisa dimarahin " Kata Laura ngeri.


" Lah Mama sama Papa aja nonton kok " Kata Justin santai.


" Ini bukan bok*p sayang,ini film perang " Kata Justin menarik tangan perempuan itu.


" Ngak mau " kata Laura menggeleng menarik tangannya.


Keduanya saling tarik2an hingga Laura terjatuh dipangkuan Justin.


Laura bersemu malu,bahkan wajahnya memerah seperti udang rebus.


Pria itu terlihat tenang memapah Laura dipahanya.


Laura menyender dibahu Justin sambil memeluk punggung lelaki itu.


Kejadian yang sangat langka karna mereka tak bisa bermesraan ditempat lain kecuali kamar.


Justin terus menonton hingga film itu habis,pria itu tersentak saat melihat tubuh istrinya tak bergerak lagi.

__ADS_1


" Sayang " Panggil Justin lembut mengelus rambut Laura.


" Hm " Jawab Laura melenguh pelan.


" Tidur dikamar yuk " Ajak Justin.


" Hm " Lenguh Laura mengeratkan pelukannya.


Justin terkekeh geli,pria itu pun bangkit berdiri sambil mengendong Laura melingkar ditubuhnya.


Mereka masuk kedalam kamar,Justin membaringkan Laura di kasur empuk mereka.


" Cup cup sayang " kata Justin menggepok bokong Laura layaknya anak kecil.


Perempuan itu meringkuk tak mau Justin pergi.


Justin pun ikut berbaring di bersama istrinya.


Awalnya Justin pikir ia bisa menghabiskan malam dengan bercinta tapi kepolosan Laura membuat lelaki itu tak tega melihat Laura kelelahan nanti.


Ditempat lain,seorang pria terlihat hadir disebuah pesta pernikahan anak teman Papanya.


Cila dan David sibuk sendiri bersapa ria dengan kolega2 David bedahl dengan Vero yang duduk sendrian dimejanya.


Vero terlihat suntuk mengikuti David dan Cila apalagi Mamanya sangatlah rempong dan berisik membuat lelaki itu ingin kabur saja.


Vero berjalan keluar dari gedung,lelaki itu duduk di taman sambil menyesap Vape nya hingga asap mengepul.


Beberapa menit duduk di taman sebuah mobil tiba2 berhenti tak jauh dari gedung.


Seorang pria terlihat sudah sedikit tua keluar menyeret tangan seorang gadis dengan paksa.


" Keluar lo anj**** " Ucap lelaki itu kasar.


Vero cukup terkejut tapi pria itu masih terlihat tenang menyesap lagi Vapenya.


Brughh....


Seorang gadis pun terlempar keluar sambil menangis terisak.


" Sampah kayak lo ngak pantes hidup !" Ucap lelaki itu kasar.


Gadis itu tak menjawab hanya bisa terisak dalam.


Brummm.....


Mobil pun melaju kencang dijalan raya.


Gadis dengan pakaian hampir telanjang itu meringis kesakitan bahkan berjalan terseret ke pinggiran semak2.


Vero melihat kiri kanan,sepi tak ada satu mobil atau motor pun yang berhenti untuk memberi pertolongan malah ada yang meludahi gadis itu seperti jijik.


Vero menghela nafas dan mendekati gadis itu yang semakin sembunyi kesemak2.


" Hei " panggil Vero menegur.


Gadis itu melihat Vero dan langsung ketakutan.


" Jangan takut " Kata Vero sedikit menjauh.


" Aku bukan sampah " Ucap gadis itu menutupi tubuhnya dengan tangan.


Vero meringis melihat tubuh gadis itu dipenuhi cap merah bekas cambukan bahkan pipinya sampai terluka mengeluarkan darah.


" Kemarilah,aku bukan orang jahat " kata Vero pelan.


Gadis itu bukannya mendekat malah menyeret tubuhnya kesemak2.


Vero menghela nafas iba,ntah apa yang terjadi kepada gadis itu tapi yang pasti Vero merasa kasihan.


Lelaki itu membuka jasnya dan memberikan kepada gadis malang itu.


Si gadis terdiam melihat lelaki asing itu memberinya pakaian.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2