
Malam ini Laura benar2 kesepian,mata gadis itu sudah sangat sembab menangis.
Justin tak memberi kabar apapun,Laura selalu menunggu tapi gadis itu tak mau memberi kabar duluan.
Laura mengambil hapenya dan melihat foto2 selama ia berada disana.
Senyum indah terukir meski ia tak bisa bergaya didepan kamera,gadis itu terus melihat2 hingga sebuah foto membuat Laura berhenti menggeser.
Disebuah restoran Laura dan Justin tersenyum bahagia dengan lelaki itu merangkul bahunya.
Terlihat sangat indah untuk dipandang.
Laura memperbesar gambar dan mengusap foto Justin dengan lembut.
Senyum kecil terbit dibibirnya menatap manik lelaki itu.
" Apa aku mulai menyukai mu ?" Gumam Laura pelan.
" Apa yang harus aku lakukan ? disaat aku mulai yakin kau malah mematahkan semangat ku lagi,mengapa harus seperti ini ? apakah kita memang tak ditakdirkan bersama ?" Gumam Laura sedih.
Drt drt drt..
Hape gadis itu tiba2 berdering tertulis nama Papa disana membuat Laura kelabakan.
" Astaga jangan sampai Papa mendengar suara ku serak " Gumam Laura langsung bangun dan mengambil minum.
Hape terus berdering seolah meminta gadis itu segera mengangkatnya.
Laura menarik nafas panjang dan menghembus secara perlahan.
" Huh tes satu dua tiga tes " kata Laura mengetes suaranya.
Dirasa sudah oke,gadis itu pun memencet tombol hijau.
" Halo Pa ?" Sapa Laura ramah.
" Halo anak Papa,lagi ngapain ?" Tanya David disebarang.
" Lagi tiduran Pa " Jawab Laura ceria.
" Hm udah malam ya disana ?" Tanya David.
" Iya jam 11 " jawab Laura.
" Wahhh kok belum tidur ?" Tanya David
" Mau tidur ini Pa "
" Oh haha maaf sayang,tadi Papa kepikiran sama kamu makanya nelfon " kata David terkekeh.
" Iya Pa,apa kalian sehat ?" Tanya Laura.
" Kau meragukan tugas ibu mu ?" Tanya David.
" Hahaha ya ya Mama pasti merawat Papa dan Vero dengan baik " Jawab Laura tertawa.
David ikut tertawa.
" Apa hubungan mu dengan Justin baik ?" Tanya David mulai serius.
Deg...
Laura tersentak,gadis itu diam sesaat.
" Sayang ?" Panggil David tak mendengar lagi suara putrinya.
" Ah iya Pa,kami baik " Jawab Laura.
" Baiklah,jaga diri kalian ya pulang lah jika sudah selesai " Ucap David lembut.
" Iya Pa aku akan pulang " Balas Laura pelan.
" G.nite sayang muach " Ucap David terkekeh.
__ADS_1
" Hahaha muaachh papa ku sayang " Balas Laura tertawa geli.
Tut.
Panggilan terputus,David menaruh hapenya di meja dan tertawa geli.
Cila baru masuk kerumah dan mengernyit melihat lelaki itu senyam senyum.
" Kenapa Mas ?" Tanya Cila kepo sambil menggendong keranjang baju yang baru selesai diangkat.
Ditempat mereka masih sore menjelang malam.
" Habis telfonan " Jawab David jujur.
" Sama siapa ?" Tanya Cila menyelisik.
" Ayo tebak teleponan sama siapa ?" Goda David.
Cila berubah datar dan mengambil bokser kesayangan lelaki itu.
" Jawab atau jadi abu ini celana !" Ancam Cila.
" Eh jangan dong Yank,limited edition itu sobek aja masih aku jahit " Kata David panik.
" Makanya jawab ! kamu telponan sama janda ya !" Tuduh Cila.
" Ngak mana ada " kata David syok.
Vero baru pulang bekerja dengan kemeja sudah keluar dari tempatnya,lelaki itu terlihat sangat kacau.
Melihat Cila emosi membuat Vero berjalan mengendap takut kena semprot wanita itu.
" Jawab cepetan !" Pekik Cila kesal.
" Iya iya telponan sama Laura heh cemburuan banget sih ampun dah " Kata David heran.
Cila ber Oh ria dan berjalan santai menuju kamarnya.
David melongo melihat expresi Cila berubah drastis.
" Apa kamu bilang !!!" Teriak Cila masih kedengeran.
David melotot dan langsung kelabakan sendiri.
" Ngak aku bilang kamu cantik banget kek bidadari turun dari kayangan " Kata David asal.
Cila bersemu merah menyembunyikan wajahnya di bokser pria itu.
David merinding disko dan cengengesan menggaruk kepalanya.
Vero yang dalam kamar mendengar percakapan 2 insan itu hanya bisa menghela nafas lelah.
" Aku kapan bisa soswitan gitu " Gumam Vero iri.
Ditempat Laura gadis itu sudah tertidur saat sudah lelah menunggu telepon dari Justin.
Hari pun berlalu dengan cepat tak terasa Justin tak pulang selama 2 minggu.
Laura yang ditinggal sendiri pun hanya bisa bersabar menunggu lelaki itu datang kepadanya.
Setelah rumah bersih,Laura mengambil ponselnya untuk menelfon lelaki itu.
Selama itu juga Justin tak memberi kabar membuat Laura kesal setengah mati,ini lah hal yang Laura tak suka dari Justin dia menghilang tiba2 tanpa jejak yang pasti,apalagi Justin pergi bersama seorang wanita cantik membuat otak Laura berpikir yang tidak2 terhadap lelaki itu.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Kakak dimana ?" tanya Laura tenang.
" Ada apa ?" tanya Justin dingin.
" Mengapa Kakak tak pulang ?" Tanya Laura masih tenang.
" Kau merindukan ku ?" Tanya Justin.
__ADS_1
Laura diam kaget dengan pertanyaan lelaki itu.
" Untuk apa ?" Tanya Laura balik.
" Aku pikir kau merindukan ku hingga kau menelfon " Kata Justin santai.
" Kau meninggalkan aku dirumah sendirian " kata Laura kesal.
" Kau merasa kesepian ?" Tanya Justin.
Laura lagi2 diam.
" Bahan makanan hampir habis,jika Kakak tak butuh lagi bantuan ku maka aku akan pulang " kata Laura mencengkram bajunya.
" Orang ku akan mengantar sebentar lagi " Jawab Justin.
" Kapan Kakak pulang ?" tanya Laura mulai dongkol.
" Kau merindukan ku ?" Tanya Justin lagi.
" Aku tidak tau " Jawab Laura.
Justin diam mendengar jawaban keras kepala Laura.
" Jika kau merindukan ku aku akan pulang sekarang " Kata Justin tegas.
" Mengapa seperti itu ? aku sendirian disini tak berpikirkah Kakak akan aku ?" Tanya Laura menahan tangis.
" Aku tidak meminta mu datang lagi " Jawab Justin.
Deg....
Hati Laura berasa hancur dengan perkataan pria itu..
" Ya aku bodoh " Jawab Laura dengan menggigit bibir bawahnya.
Justin diam tak membalas.
" Baiklah,lakukan apa mau mu "
" Daddy ku sudah menyerahkan setengah harta kami kepada mu,sebentar lagi kau boleh pulang " Ucap Justin.
Jedeeerrrr....
Laura terbelalak kaget.
" Apa maksud mu ?" Tanya Laura dengan jantung berdegub kencang.
" Kami tidak mungkin membiarkan kamu rugi Laura,semua ada timbal baliknya " Ucap Justin santai.
" Tapi aku ti...
"Aku rasa semua orang suka uang meski kau tidak meminta tapi itu imbalan mu,Daddy ku sedang mengurusnya " Ucap Justin.
Tesss....
Air mata Laura turun begitu saja merasa sesak yang luar biasa ia rasakan.
" Baiklah " Jawab Laura serak.
Tut....
Panggilan terputus sepihak,Laura menaruh lemas hapenya disamping ranjang dan langsung menangis terisak.
" Mengapa seperti ini,aku tidak menginginkan harta mu Kak aku aku tulus ingin merawat mu,mengapa kau menganggap aku seperti itu hiks hiks " Laura menangis merasa sangat hancur.
Ditempat lain seorang pria berdiri tegap menaruh hapenya di meja.
Yap selama 2 minggu Justin menjalani perawatan dengan serius dan benar saja kerja kerasnya sudah membuahkan hasil.
Lelaki itu sudah bisa berdiri dan berjalan meski masih terasa lemas karna otot kakinya belum begitu kuat.
" Aku akan membuktikan nya Laura " Gumam Justin yakin.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.