
Suasana makin tegang,pertahan Vero mulai melemah.
Cila dan Denis terlihat sangat panik,lelaki itu ingin bersuara tapi Cila selalu menghalanginya karna itu akan membuat Vero dalam bahaya meski sebenarnya lelaki itu ingin membuat Vero lepas.
" Ya Tuhan,bagaimana ini Kak,Vero bisa terkena pasal berlapis " Kata Denis takut.
" Kenapa bisa begini ?" Gumam Cila frustasi.
Pihak Alm.Ayah Hani menuntut Vero sebagai tersangka penculikan Hani.
Mereka menuntut lelaki itu dengan pasal 332 ayat 1 KUHP yang berbunyi barang siapa membawa pergi seorang wanita yang belum dewasa tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya dengan maksud untuk memastikan penguasaan terhadap wanita itu baik didalam maupun diluar perkawinan,diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,dan 9 tahun dengan ancaman serta tipu muslihat.
Cila yang mendengar tuntutan langsung melemas begitu pun Vero yang sangat terkejut.
" Tidak itu tidak benar !" Teriak Hani tak terima.
" Aku tidak diculik siapapun !" kata Hani emosi.
Gadis itu berjalan mendekati Vero yang sangat syok dengan keberaniannya.
" aku dan lelaki ini tidak melakukan hal yang salah,dia tidak memanfaatkan aku sama sekali Pak ! yang ada malah dia yang melindungi aku,mengasihi aku " Kata Hani gemetar.
" Hani " Ucap Vero nanar.
" Aku tidak akan membiarkan mereka menuduh mu Sayang,kau tidak bersalah " kata Hani ingin menangis.
Vero mengangguk lemah.
Dirinya sudah banyak kehabisan tenaga menjelaskan apa yang terjadi.
" Hanya karna kamu dibodohi lelaki ini kamu rela meninggalkan Ayah mu yang sakit2an mencari kamu bahkan lelaki yang disamping mu saat ini merupakan pembunuh ayah mu sendiri,harusnya kau membela ayah mu bukan si pembunuh !" Ucap wali dari alm.Ayah Hani.
" Cihh,aku sudah muak dengan tipu daya kalian semua,kalian melebihi liciknya iblis !" kata Hani emosi.
Tok tok...
" Harap tenang " ucap Hakim mengetuk palu.
" Pak,saya ini korban,saya tau apa yang terjadi kepada saya,Vero tidak bersalah,dia memang membunuh ayah ku tapi karna lelaki itu ingin membunuh ku " kata Hani serius.
Pengacara Reno ikut membantu buka suara.
Persaingan pun kembali terjadi,pihak lawan terus menyerang Vero dengan hal2 lain yang menyangkut Hani.
Pasal berlapis sudah memenuhi tuntutan,Vero sampai pusing mendengar orang berdebat didepan matanya.
Tak terima keponakannya terus dicecar dengan hal2 gila,Denis maju kedepan dan menghajar jaksa penuntut.
" Denis " Teriak Cila terbelakak.
" Kurang ajar,kau pikir kau siapa hah bisa menuntu seenak jidat !" Bentak Denis emosi dan menghajar jaksa itu lagi.
Suasana seketika heboh,para aparat langsung menangkap Denis yang akan membabi buta.
" Denis jangan Dek hiks hiks " Cila sudah menangis menarik adiknya mundur.
" Aku tidak terima Kak,mereka pikir Vero itu apa !" Kata Denis masih emosi.
Hakim langsung mengusir Denis keluar atau tidak lelaki itu mendapat sanksi.
" Tunggu saja Bro,hasil visum saya akan membawa anda kebalik jeruji " Ucap jaksa itu tersenyum miring melihat Denis seraya mengusap ujung bibirnya yang berdarah.
" Sialan,mati lo brengsk !" Teriak Denis ingin kembali menghajar.
" Jangan Nis,lo bisa kena masalah " Ucap Aparat yang kebetulan senior Denis.
" Bajingan dia tuh Kak !" kata Denis geram.
" Sudah,mending lo keluar sekarang " Kata aparat itu menarik Denis.
Lelaki itu mengangguk pasrah daripada Vero semakin sulit.
" Astagfirullah Denis " Ucap Cila mengusap wajahnya.
__ADS_1
Belum selesai satu masalah,kini sang adik juga terlibat membuat wanita itu begitu setres.
Vero melihat pamannya sedih,lelaki itu tau Denis sangat menyayangi nya meski pria itu sering marah2 saat ia remaja.
Denis duduk diluar mengumpat kesal,dirinya benar2 sudah tersulut emosi.
" Harusnya Vero menembak mereka semua saat itu!" Gumam Denis mengepalkan tangan.
Lelaki itu kini diam didepan pintu tertutup dengan polisi berjaga disana.
" Akhhhh brengsek !" Kata Denis meledak2.
Saat sedang rusing2nya tiba2 suara langkah terdengar.
Denis mendongak dan terdiam melihat 3 orang pria berjalan cepat diikuti 5 orang lelaki besar tinggi dengan memegang beberapa berkas..
" Denis " Panggil David berlari.
Denis bangun dan mendekati iparnya.
" Abang kemana saja hah,Vero hampir mendekam dipenjara seumur hidupnya !" kata Denis emosi.
David menunduk sedih.
" Mana mereka ?" tanya Reno berusaha tenang.
" Didalam,mereka membuat masalah baru " Jawab Denis kesal.
" Baiklah,ayo masuk " kata Reno tegas.
Denis mengangguk,Romi berbicara kepada aparat,mereka pun diperbolehkan masuk.
Saat pintu terbuka,terlihat hakim sedang berbicara ingin membuat keputusan.
" Tunggu !" Teriak David lantang.
Semua orang menoleh,Cila yang sudah menangis dari tadi makin kuat terdengar.
David mendekati istrinya dan menenangkan wanita itu.
Reno mengangguk kepada Romi seolah memberi isyarat.
Romi pun maju kedepan bersama 1 orang bodyguard yang membawa semua data yang telah mereka cari.
" Siapa orang ini ?" Gumam pihak lawan heran.
Romi berbicara pelan kepada hakim seraya menyerahkan beberapa bukti.
" Kenapa kalian datang lama ?" tanya Cila sedikit tenang.
" Mencari bukti tidak semudah mencari tahu bulat" Jawab Reno asal.
Cila langsung mingkem,wanita itu merasa menyesal bertanya kepada pria sengklek tersebut.
" Mas " Panggil Cila kepada David.
" Nanti aku jelaskan,yang penting sekarang Vero harus selamat " Ucap David mengusap kepala istrinya.
Cila mengangguk paham.
" Apa yang dilakukan Romi didepan,jangan bilang mereka main Bepe ?" Gumam Reno melihat asistennya masih betah berdiri disana.
" Mana sempat main Bepe sekarang " Sahut Cila memutar mata malas.
Reno terkekeh,lelaki itu berusaha melawak agar suasana tidak tegang.
Tak lama Romi pun berbalik badan,lelaki itu melihat pihak lawan dengan senyum smirknya.
" Bukankah itu tangan kanannya bos perusahaan terbesar ?" Gumam pengacara pihak lawan mengenali Romi.
Lelaki itu berjalan santai dan duduk disamping Hani.
" Jangan takut,semuanya akan selesai sebentar lagi " Ucap Romi tenang.
__ADS_1
" Apakah Vero akan bebas ?" tanya Hani khawatir.
" Ya,dan kau juga " Jawab Romi.
" Maksudnya ?" tanya Hani terkejut.
Romi diam,lelaki itu fokus kedepan tanda tak mau melanjutkan obrolan.
Hani mengkrucut kesal,lelaki itu benar2 aneh pikir Hani.
Romi akan bicara seperlunya saja apalagi jika sedang serius.
Terlihat didepan Hakim dan teman2nya sedang menatap satu persatu bukti.
" Kau akan selamat Bung " ucap pengacara Vero kepada lelaki itu.
" Benarkah ?" tanya Vero sumringah.
" Ya,bos besar dipihak mu " jawab lelaki berkaca mata itu ramah.
Vero tersenyum mengangguk.
Hakim melihat Vero dan pihak lawan bergantian,semua orang menjadi tegang,suasana sangat genting.
" Gimana ini Mas kenapa mereka semua diam ?" Tanya Cila menggigit kukunya takut.
David diam melihat hakim akan membuat keputusan.
Beberapa detik kemudian,hakim membuka suara.
Jantung mereka semua berdegub kencang.
" Jika Vero dinyatakan masih bersalah,aku hancurkan gedung ini " Gumam Reno seraya mengunyah permen karetnya.
Romi melirik lelaki itu dan diam.
" Baiklah para hadirin sekalian,melihat banyaknya bukti dan pengakuan korban,kami semuanya sepakat bahkan saudara Vero dinyatakan tidak bersalah karna kasus pembunuhan itu resmi ingin menolong orang sekarat dari maut dan membrantas pembunuh yang sebenarnya " Ucap hakim ketua tegas.
Tok tok tok.
Palu pun diketuk 3 kali.
" Dan menurut bukti yang beredar sangat nyata,kami menahan saudara Malik sebagai tersangka kasus penjualan anak dibawah umur dan pencemaran nama baik !" Ucap Hakim tegas.
" Apa !" Pekik pihak lawan terbelalak.
" Putar vidionya " Titah hakim kepada pengurus.
Mereka mengangguk dan memutarkan kaset yang di beri Romi tadi.
Terlihat disana sangat jelas para bajingan itu melakukan transaksi kepada pihak mucikari dan hidung belang,disana juga terlihat banyaknya para korban yang bersaksi atas tindakan keji tersebut.
Dan satu bukti lagi dimana saat Hani kedatangan Ayahnya pria itu terekam cctv jalan dan rumah warga yang memperlihatkan Hani diseret dengan paksa.
Cila menganga lebar melihat apa yang sedang ia tonton saat ini.
" Gimana keren gak ?" Tanya Reno berbisik.
" Bravo prok prok prok " Kata Cila bertepuk tangan.
Reno tertawa seraya menoyor kepada wanita itu.
Cila cengengesan dan menghambur memeluk Reno.
" Makasih Bang,aku gak nyangka Abang masih kuat cari bukti seakurat ini " Kata Cila terharu.
" Haissttt biar pun udah tua,aku masih strong lah !" kata Reno malas.
Romi dan David mengulum senyum melihat Reno tak terima dikatai Tua.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1