
Berita kepulangan Laura pun terdengar sampai ditelinga orang tuanya,David dan Cila sangat semangat menjemput putri mereka dibandara.
" Mas,aku udah cantik belum ?" Tanya Cila bergaya didepan kaca.
" Kenapa pake jeans sih Yank,alay banget " kata David mulai komentar.
" Ini keluaran terbaru tau,banyak anak muda yang make " Kata Cila bangga.
" Hadeh kamu kan dah tua Cila " kata David menepuk jidatnya.
" ya biarin lah itu kan cuma umur,goyangan sama gaya harus tetap muda " kata Cila sedikit menunjukkan bokong montoknya.
David menggeleng pelan melihat istrinya yang sangat unik.
" Awas aja nanti dilirik sama cowok lain " Kata David pelan.
" Hehe itu salah satu tujuan nya sih " Celetuk Cila kedengaran.
" Ehh " Kata David melotot kaget.
" Hahaha " Cila langsung tertawa ngakak dan berlari keluar dari kamar.
" Bener2 dah nih bini satu,ngak puas apa sama aku yang keren ini " Kata David membusungkan dadanya kedepan.
" Aduh2 susah nafas " kata David terpaksa mengempes lagi perut buncitnya karna lama tak olah raga.
" Hehh kemana perginya otot2 ku dulu ?" Gumam David sedih sambil memainkan lemak perutnya.
Lelaki itu berjalan gontai keluar,diruang tamu Cila kembali diprotes oleh Vero yang menganggap ibunya berlebihan.
" Aduhh pake gamis aja Ma,astaga aku malu ntar dikira orang pacar aku lagi " Kata Vero mengkrucut didepan ibunya.
" Haist apa sih kalian ini,Mama mau kelihatan muda aja salah " Kata Cila kesal.
" Ya ngak salah sih,tapi baju sama celananya kan anak remaja yang pake Ma " Rengek Vero ingin mengasal dilantai.
" Hist,Laura aja bilang baju ini cocok sama Mama,udah ah kalian bikin mood Mama rusak aja " Kata Cila memakaikan sepatu skatenya.
David dan Vero saling melihat menggeleng bersamaan.
Cila tertawa cekikikan dan bergaya dengan angkuh didepan 2 lelaki itu.
" Jan maen2 sama emak2 berdaster,kalo dah keluar rumah kelar idup lo " Kata Cila mencolek dagu Vero yang mengkrucut.
Vero mendengus dan mengambil kesal sepatunya di rak..
David tertawa ngakak melihat ibu dan anak itu.
" Ya Tuhan,moga istri aku panjang umur " Doa David mendongak keatas.
"Amin " Celetuk Cila berada didepannya dan langsung tertawa ngakak.
" Cepetannnnn !" Pekik Vero sudah siap dengan style santainya.
" Yuhuuu im comiiingg " Pekik Cila berjalan lenggak lenggok layaknya di catwalk.
David hanya bisa tertawa dengan recehan sang istri.
Keluarga kecil itu pun memasuki mobil dan pergi menjemput Laura.
Dibandara,pesawat yang ditumpangi Laura dan Justin baru saja sampai.
Lelaki itu terlihat sangat tampan dan gagah dengan style ala korean nya.
Justin sangat percaya diri membuat Laura sangat bahagia karna tak ada lagi rasa takut lelaki itu saat ia berjalan cepat.
" Kita pulang sayang " Ucap Justin sedikit menunduk.
" Iya " Jawab Laura tersenyum.
Justin mendorong troly berisi kopernya dan sang kekasih.
Mereka berjalan beriringan dengan senyum mengembang.
Justin tak memakai anak buahnya,pria itu melakukan semua sendiri agar waktunya dan Laura berharga meski hanya sedetik.
__ADS_1
" Kamu pulang sama aku ya " Kata Justin saat mereka sampai digerbang.
" Aku udah dijemput Papa sama Mama " Kata Laura cengengesan.
" Beneran ngak mau pulang sama calon suami ?" Tanya Justin menggoda.
" Kan nanti malam ketemu lagi " Kata Laura malu.
" Hmm,ngak sabar ya mau aku lamar depan orang tua kamu ?" Goda Justin terkekeh.
" ih apaan sih " Kata Laura sangat malu.
Saat pasangan itu sedang asik2nya bergurau,pekikan seseorang pun terdengar.
" Lauraaaaaaa " Panggil seorang wanita melambaikan tangan.
Laura dan Justin menoleh dan tersenyum hangat.
" Mama " Pekik Laura tak kalah heboh berlari kearah wanita itu.
Cila dan Laura berpelukan.
" Om,Vero " Sapa Justin menyalami mereka berdua.
" Waw kau sudah sembuh ?" Tanya David kaget.
" Iya Om,terima kasih sudah membantu " Kata Justin sopan.
Vero hanya diam tak bersuara menatap lelaki itu.
" Gimana kabar kamu sayang ?" Tanya Cila menelisik tubuh Laura.
" Baik Ma " Jawab Laura memeluk lagi ibu angkatnya.
" Kakak " Panggil Vero tersenyum.
" Verooo " Kata Laura merentangkan tangan.
Vero terkekeh dan langsung memeluk wanita itu,bahkan Vero memutar tubuh Laura terbang.
David dan Cila terkekeh beda hal dengan Justin yang melihat tak suka.
" Kamu ngak papa kan ?" Tanya Laura menyelisik wajah Vero.
" Aman " Jawab Vero tertawa.
" Haist,awas bohong Kakak hukum kamu !" kata Laura tajam
Vero tersenyum mengangguk.
" Hm " Dehem Justin kepada gadis itu.
Laura tersadar dan mengandeng tangan Justin.
" Ma,Pa " Panggil Laura malu.
" Cieeeeeee " Olok Cila tertawa.
" Hehe " Kata Laura malu.
Mereka pun berpisah disana,David langsung membawa anaknya pulang.
Beda hal dengan Justin yang masih diam disana merogoh ponselnya.
Tak lama jemputan pun datang,Justin langsung naik dan duduk tenang didalam mobil.
Dirumah besar pria itu orang tua Justin sudah menunggu.
Justin masuk dengan tenang dan diam melihat orang tuanya tak sendirian.
" Selamat siang Om Tante " Sapa Justin sopan.
" Waw kau benar2 telah sembuh " Ucap seorang wanita dengan pakaian modis nya.
" Iya " jawab Justin tersenyum kecil.
__ADS_1
" Saya pamit ke kamar " Ucap Justin.
" Duduk dulu sayang " Ucap Sang Mama menepuk sofa mahalnya.
" Aku cape Ma " Kata Justin menolak.
" Gak papa " Ucap Daddy lelaki itu tenang menahan istrinya.
" Oke,istirahat lah dulu " kata Sandra pasrah.
Justin mengangguk dan berjalan menaiki anak tangga.
Saat sampai dikamar,Justin langsung berbaring merentangkan ototnya yang sedikit keram.
Semalaman ia menyangga kepala Laura agar tertidur dengan nyaman,lelaki itu begitu menikmati moment kebersamaan mereka.
Justin mengambil hapenya dan melihat galeri.
Pria itu tersenyum saat gambar kekasihnya memenuhi layar.
" Gadis ini tak punya bakat model sama sekali " Kata Justin terkekeh melihat fose Laura yang sangat kampungan.
" Tapi dia punya senyum yang manis,aahhh aku begitu merindukannya " Gumam Justin memeluk ponselnya.
Lelaki itu terlihat sangat bucin,semua tentang Laura ia sangat menyukainya.
" Aku sudah tidak sabar untuk memiliki mu Laura,kali ini aku tidak akan melepaskan mu apapun yang terjadi " Gumam Justin yakin.
Justin mengambil gulingnya dan memeluk dengan erat seolah bantal itu adalah kekasihnya Laura yang setiap hari ia peluk saat tidur.
Karna sangat lelah,lelaki itu pun tertidur dengan sendirinya.
Malam harinya,Laura mulai bersiap2 bahkan gadis itu masak banyak untuk menyambut Justin kerumahnya.
" Kamu lagi ngapain ?" Tanya Cila dengan daster andalannya duduk diranjang gadis itu.
" Lagi dandan Ma " Jawab Laura tersenyum malu.
" Tumben ? mau kemana ?" Tanya Cila kepo.
" Kak Justin mau kesini " Jawab Laura.
" Hah beneran ?" tanya Cila syok.
" Hm dia mau kasih suprise sama Mama dan Papa " kata Laura terkekeh.
Cila mengernyit bingung.
" Kamu pacaran sama Justin ?" tanya Cila serius
" Kenapa ?" Tanya Laura melihat gelagat aneh.
" Papanya nyerahin saham kepada Papa kamu waktu kamu masih disana " Kata Cila menghela nafas.
" Iya,Papa ada bilang sama aku " kata Laura tersenyum.
" Mama bukannya mau matahin semangat kamu,tapi kayaknya mereka bakal nahan Justin " Kata Cila takut2.
Deg...
Laura berhenti bergerak dan menoleh kearah wanita itu dengan tatapan syoknya.
Brakkk....
Justin menggebrak meja didepan kedua orang tuanya.
" Kalian mulai tidak waras atau bagaimana hah !" Teriak Justin kesal setengah mati mendengar penuturan orang tuanya.
" Kita tidak punya pilihan Justin " kata Daddy Justin menghela nafas.
" Aku tidak akan mengikuti rencana bodoh itu !" Kata Justin tegas dan langsung keluar dari rumah mengendarai mobilnya.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1