Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bujuk


__ADS_3

Malam semakin larut,seorang gadis duduk merenung disebuah rumah kost yg berada diplosokan gang.


Gadis itu terlihat menatap bulan yg begitu terang dilangit.


" Huuuffttt " Helaan nafas terasa berat didada.


Sudah hampir 2 bulan Rania tidak pulang kerumah.


Gadis itu juga tidak mencari tau kabar orangtuanya,egois ? Yap.


Gadis itu mengakui bahwa dirinya sudah sangat egois,tapi ia juga tidak ingin terus dikambing hitamkan dikeluarganya sendiri.


Rania benar2 menjauh,rasa rindu kerap kali menghantam gadis itu saat dirinya merasa lelah akan kehidupan,terutama rindu dengan sosok pria yg selalu menyayanginya dari kecil.


" Maafin Rania Pa,Rania kangen " Ucap Rania lirih sambil memeluk tubuh dinginnya sendiri.


Tak banyak yg bisa ia lakukan,Rania sudah membuat keputusan sangat besar didalam hidupnya dan gadis itu enggan untuk menyesali.


" Papa hidup dengan bahagia ya sama Mama dan Tania serta adik,Rania baik2 saja disini Pa,Rania ga akan ganggu kebahagiaan kalian " Ucap Rania penuh sesak.


Tak terasa air matanya menetes tapi gadis itu langsung menyeka.


" Ga boleh cengeng Ran,ingat ini jalan terbaik " Ucap Rania menguatkan dirinya.


Rania tak ingin goyah,ia berusaha menunjukkan bahwa ia akan hidup layaknya seperti manusia lain tanpa rasa bersalah yg terus menghantui.


" Hufft,dah la mending tidur,besok harus kerja " ucap Rania bangkit.


Gadis itu pun masuk kedalam rumahnya yg sudah ia tempati 2 bulan terakhir.


Bukan hanya menjauh dari kehidupan Denis dan Miska,gadis itu juga menjauhi neneknya walaupun kadang ia begitu rindu apalagi Neneknya sering terlihat berada dipasar jika pagi hari.


Hingga kini,Ibu Miska masih berjualan kue walaupun sebenarnya Miska sudah mampu menghidupi wanita tersebut.


Rania berbaring dikasur singglenya dan mulai memejamkan mata.


Tak terasa sudah 1 jam berlarut,gadis itu mulai masuk kedalam mimpi,tapi belum juga membuka gerbang mimpi yg indah,tiba2 suara ketukan pintu membuat gadis itu terbangun.


" Ck,siapa sih malam2 gedor pintu " Decak Rania kesal.


Suara ketukan berulang terdengar,gadis itu mencoba untuk tenang meski darah tingginya mulai naik.


Rania kembali berbaring,berharap pintu akan tenang dengan cepat.


Tapi semakin ditunggu,ternyata pintu kayu itu memaksa Rania untuk membelaskasihainya karna ketukan makin merajalela.


" Iyaaaaa " Teriak Rania dari dalam.


Dengan wajah kesal Rania bangun dan berjalan kedepan.


Ceklek...


Pintu terbuka dan alangkah terkejutnya Rania melihat siapa tamu yg lancang mengganggu tidurnya tersebut.


" Tania " Ucap Rania syok.


" Kakak" Ucap gadis berhodie putih menatap Rania.


" Kenapa kamu disini ?" tanya Rania mencoba tenang.


" Harusnya aku yg bertanya,kenapa Kakak ada disini?" Balas Tania.

__ADS_1


Rania diam,gadis itu menutup pintu tapi langsung ditahan sosok pria.


" Biarkan dia masuk " Ucap pria tersebut tenang.


" Pergi kalian dari sini !"Usir Rania kesal.


" Hei,tidakkah kau menghargai perjuangan kami yg harus tengah malam mencari dirimu " Ucap pria tersebut ketus.


" Aku tidak menyuruh kalian mencariku " Jawab Rania.


" Ck,keras kepala sekali " Gumam pria itu heran.


" Kak,aku mohon pulanglah " Pinta Tania memegang tangan Rania.


Rania mengibas tangannya hingga keduanya terlepas.


" Kak,aku mohon kasian Mama " Ucap Tania mulai menangis


Rania diam seolah tak perduli.


" Mama dan Papa sering bertengkar Kak,bahkan Papa sempat mukul Mama huhuhu " Ucap Tania terus menangis


Deg....


Rania tersentak mendengar ucapan sang adik.


" Kakak ga kasihan,adik kita juga kena imbasnya,disekolah dia diskor guru karna sering bolos " Lanjut Tania.


Pria yg tak bukan adalah Reka juga sama terkejutnya.


" Kenapa bisa ?" tanya Rania dingin.


" Karna Kakak,Adik cari Kakak semua plosok,dan Kakak tau dia sempat ketabrak motor " Kata Tania kesal.


" Ya,dan dari sana Papa tau kalo dia sering bolos " Balas Tania melemah.


Rania langsung terdiam,sungguh ia tak menyangka adiknya akan senekad itu.


" Papa sangat marah sama Mama Kak,aku ga mau mereka pisah huhu " Ucap Tania kembali menangis..


" Aku tidak ada sangkut paut lagi sama kalian " Balas Rania tenang.


" Kak ! Kakak itu masih keluarga,aku ini adik Kakak !" Kata Tania kesal.


" Ya,tapi aku tidak demikian " Balas Rania terkekeh.


" jangan egois Rania !" Tegur Reka.


" Kalian pulang saja,aku ingin istirahat " Kata Rania ingin menutup pintu.


" Kak " Tahan Tania.


" Kau pulang dan urus semuanya,jangan libatkan aku,karna aku bukan bagian dari kalian lagi " Ucap Rania tegas.


" Kakak tega melihat keluarga kita hancur hah " Kata Tania emosi.


" Aku lebih hancur " Balas Rania.


" Aku tidak menyalahkan siapa2 tentang ini semua Kak,terutama adik kita yg sudah meninggal,itu sudah takdir dia,bukan salah siapa2 !" kata Tania menjelaskan.


Rania terkekeh mendengar penuturan sang adik.

__ADS_1


" Kau tau beban apa yg ada dikepalaku selama ini ?" tanya Rania berjalan selangkah membuat Tania mundur.


" Mama hanya khilaf Kak,tidak ada yg menyalahkan Kakak " Ucap Tania.


Rania tersenyum smirk dan itu membuat bulu kuduk Reka berdiri.


Gadis didepannya saat ini seperti singa lapar yg siap menerkam kapan saja.


" Pulanglah " Ucap Rania melemah..


Gadis itu masuk kedalam dan dengan cepat menutup pintu rumah tersebut.


" Kak " Pekik Tania panik.


" Kak,buka Kak,ayo pulang Kak " Teriak Tania menggedor2 pintu.


" kasihan Mama Kak,huhu " Tangis gadis itu tak bisa terbendung.


" Tan,udah " Ucap Reka menenangkan.


" Cuma Kak Rania bisa nolong keluarga kami Kak,hiks hiks "


Reka melihat pintu dan menatap nanar lama.


Pria itu tau luka batin Rania yg begitu besar,tapi sikap Rania sekarang juga tidak bisa dibenarkan.


" Kak,aku mohon Kak,apapun yg Kakak mau,akan aku lakukan,tapi aku mohon,pulanglah dan selamatkan orangtua kita Kak " Pinta Tania seraya menggedor.


" Ran,buka pintunya Ran " Ucap Reka membujuk.


Hening...


Tak ada jawaban dari Rania,gadis itu seolah menutup telinga mendengar ngemisan sang adik.


" Kak Reka tlong aku Kak " Pinta Tania memegang tangan Reka.


" Ak aku harus gimana ?" tanya Reka bingung.


Tania menunduk dan terus menangis.


Gadis itu sudah cukup setres dengan kondisi keluarganya setelah Rania memilih hengkang.


" kita pulang aja dulu,besok ksini lagi " Kata Reka memegang pundak Tania.


" Mau pulang kemana Kak,dirumah lagi gak nyaman " Balas Tania.


Reka diam sejenak,pria itu berpikir mencari jalan keluar yg aman.


" Aku akan menunggu disini sampai kak Rania buka pintu " Ucap Tania yakin..


" Jangan,dia ga akan buka pintunya " Balas Reka.


" Aku yakin Kak Rania pasti mau bukain pintu buat aku " Balas Tania.


Hening....


Pintu masih tetap tertutup rapat,Reka tidak tau apa yg sedang Rania lakukan didalam sana.


" Gadis itu sangat keras kepala " Batin Reka menghela nafas panjang.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2