
Dirumah sakit semua orang terlihat panik,Cila tak henti henti nya menangis melihat kedua anaknya tak sadarkan diri.
" Apa aku bilang Mas,ini akan menyakiti mereka " Kata Sintia terlihat marah.
" Sudah lah kasihan Cila dan David,mereka juga tak ingin ini terjadi " Kata Beni mencoba menenangkan istrinya.
" Apa yang akan terjadi kepada Cucu ku,kasihan mereka " Kata Sintia langsung menangis tersedu sedu.
David memeluk Cila yang sudah terisak,orang tua Justin terdiam disana.
Mereka baru tau bahwa Laura dan Vero bersaudara meski Laura anak angkat.
" Ck,kamu sih ngak melarang Justin tadi jadi ribet kan urusannya " Gerutu Mama Justin pelan.
" Justin sudah dewasa Ma,biarkan dia menentukan pilihannya " Kata Papa Justin tenang.
" Haist,mereka tidak sepandan dengan kita Pa " Kata Mama Justin kesal.
Reno mendengar pembicaraan pasangan tua itu,senyum miring tercetak diwajah bulenya.
" Sepertinya Laura akan mengalami hal sulit nanti" Batin Reno menghela nafas.
Mereka semua menunggu Dokter keluar dari sana.
Diruangan lain,Justin tak henti2 memanggil nama Laura agar gadis itu membuka mata.
Laura masih belum sadar dari pingsannya,Dokter bilang Laura mengalami setres yang cukup berat.
Justin merasa sangat bersalah karna dirinya juga yang menyebabkan gadis lugu itu berpikir yang berlebihan.
" Sayang aku mohon bangunlah " Bisik Justin pelan sambil mengusap rambut Laura.
Ana dan Hanin saling melihat,mereka masih bingung dengan kondisi yang terjadi saat ini.
" Pria ini siapanya Laura Na ?" Tanya Hanin kepo.
" Ngak tau,Luara ngak pernah cerita " Kata Ana mengangkat bahu.
" Sepertinya lelaki ini sangat mencintai Laura,dia dengan berani membatalkan pernikahan " Bisik Hanin salut.
" Iya,aku rasa Laura juga mencintainya,karna tadi aku lihat Laura langsung menangis saat lelaki ini sampai " Bisik Ana balik.
Justin mendengar percakapan 2 gadis itu,tapi Justin tak menimbal karna ia fokus kepada Laura.
" Engh..." Lenguh Laura menggerakkan tangannya perlahan.
" Laura " Panggil Justin terkejut.
" Laura " Panggil Ana dan Hanin langsung bangun mendekati brangkar.
Laura membuka matanya secara perlahan dan mengernyit melihat seorang pria berada tepat didepannya.
" Kak Justin " Gumam Laura memegang kepalanya sakit.
" Iya,ini aku sayang " Kata Justin terharu.
Laura berusaha bangun,tapi Justin menahannya untuk tetap berbaring.
" Tenang lah " Kata Justin lembut.
" Kak Ana,Kak Hanin " Panggil Laura kembali kaget melihat 2 gadis itu.
" Kamu pingsan tadi,berbaring lah " Kata Ana tersenyum lembut.
" Aku pingsan ?" Tanya Laura terkejut.
" Iya,dan kami membawa mu kerumah sakit " Kata Hanin ikut tersenyum.
" Vero " Gumam Laura tiba2 teringat akan calon suaminya.
Laura langsung berusaha untuk turun,Justin menahan tangan gadis itu agar tetap disana.
" Aku mohon tetap lah disini Laura " Kata Justin langsung memeluk Laura.
__ADS_1
Gadis itu menggeleng cepat dan mendorong dada Justin.
" Aku sudah menjadi istri Vero,tolong lepaskan aku " Kata Laura menangis mendorong dada Justin.
Justin menggeleng.
" Kamu masih milik ku Laura,aku yang akan menikahi mu " Kata Justin tidak mau melepaskan gadis itu.
" Tidak aku sudah punya suami,tolong lepaskan aku aku mohon " Kata Laura berderai air mata.
" Laura " Panggil Ana dan Hanin ikut menangis melihat Laura yang berontak.
" Aku harus menemui suami ku,aku harus pulang hiks hiks " Kata Laura terisak dalam.
" Kamu tidak menikah dengannya Laura !" Bentak Justin kesal.
Deg...
Ketiga gadis itu terkejut bahkan Ana sampai melototkan mata saking terkejutnya.
" Maksud mu ?" Tanya Laura bingung.
Gadis itu sudah lupa apa yang terjadi kepadanya sebelum pingsan tadi.
" Pria ini membatalkan pernikahan kamu " Kata Hanin takut.
" Apa " Kata Laura lemas.
Justin melepas pelukannya dan memegang tangan Laura.
" Aku tidak akan mengizinkan kamu menikah dengan siapapun kecuali aku !" Kata Justin tegas.
Plakkkkkkkk..
Dengan kuat Laura menampar pipi lelaki itu dan menatap nyalang Justin.
Ana dan Hanin kembali terkejut dengan keberanian Laura.
" Aku berhak,karna aku yang akan menikahi kamu,kita sudah berjanji Laura !" Bentak Justin kesal.
Ana dan Hanin mundur selangkah ngeri melihat pasangan itu.
" Na,kita balik aja gimana ?" Bisik Hanin takut.
Ana menggeleng.
" Kalau Laura disakiti gimana ? jangan tambah masalah deh " Kata Ana jengah dengan ketakutan gadis itu.
Hanin mengangguk mengerti dan memilih melihat dari jauh.
" Janji ? hahahahah " Laura tertawa mengejek melihat pria itu.
" Janji seperti apa hm ? kamu masih mengingat janji mu ?" Tanya Laura tajam.
" Maafkan aku,aku tidak berniat seperti itu Laura " Kata Justin ingin menyentuh pipi Laura.
naas gadis itu langsung mengibas tangan Justin dengan cepat.
" Kamu membuat aku ingin tertawa,aku hampir gila memikirkan hubungan kita yang tidak jelas,kamu meminta ku menunggu tanpa kabar ! apa kamu tidak ingat itu hah !" Teriak Laura geram.
" Aku tau aku salah,sekarang aku ingin memperbaikinya,kita akan menikah aku akan menepatkan janji ku kepada mu " Kata Justin memohon.
Laura menggeleng tegas.
" Sayangnya aku tidak tertarik lagi !" Kata Laura tajam.
Deg...
Justin sangat terkejut mendengar kata Laura barusan.
" Kamu tidak mencintai ku lagi ?" Tanya Justin nanar.
Deru nafas Laura terlihat memburu,gadis itu langsung turun dari ranjang berjalan memegang kepalanya kearah pintu keluar.
__ADS_1
" Laura " Panggil Ana dan Hanin menyusul.
" Aku mohon Kak,bawa aku pulang aku harus bertemu Vero " Kata Laura menangis memegang tangan Ana.
" Tapi keadaan kamu masih lemah Laura " Kata Ana kasihan.
" Aku ngak perduli,Vero pasti sangat syok dengan ini semua,aku mohon bawa aku pergi hiks hiks " Kata Laura memohon dikaki Ana.
" Ya Tuhan " Pekik Ana dan Hanin terkejut.
" Aku mohon Kak,kasihan Vero hiks hiks " Kata Laura terisak.
Justin terdiam melihat Laura menangis pilu dilantai rumah sakit.
Pria itu masih syok dengan penolakan Laura barusan.
" Bagaimana ini Na ?" Tanya Hanin bingung.
" Duh,coba kamu telfon Bang Andrew minta jemput kesini " Kata Ana bingung.
" Eh jangan Andrew lah,kan Abang kamu juga sakit " Kata Hanin teringat.
" Ya udah Bang Aktam aja " Kata Ana berubah pikiran.
Hanin mengangguk dan mencari nomor hape Aktam dihapenya.
Laura dibantu Ana berdiri,mereka berjalan keluar karna Laura terus merengek tak ingin melihat Justin.
" Laura,Ana mau kemana kalian ?" Tanya seseorang baru datang.
" Bang Ade " Panggil Ana kaget.
" Gimana keadaan Laura ?" Tanya Adelard khawatir.
" Bawa aku pergi dari sini Bang,aku harus bertemu Vero aku mohon " Kata Laura memelas menghadap Adelard.
" Ada apa sayang ? kenapa kamu seperti ini ?" Tanya Adelard mengusap wajah gadis itu.
Sinta terlihat sama khawatirnya dengan sang suami.
" Siapa dia ?" Tanya Sinta kepada Ana dengan bibir menunjuk Justin yang masih diam.
" Em ngak tau Kak " Kata Ana masih bingung siapa lelaki itu sebenarnya.
Sinta mangut mangut mengerti.
" Laura " Panggil Justin mendekat.
" Aku benci sama kamu,pergi dari sini !" Teriak Laura kencang.
Adelard terkejut dan menatap pria itu tajam.
" Siapa kamu hah ?" Tanya Adelard garang.
" Gue pacar Laura,gue yang akan nikahin Laura !" Kata Justin tegas.
Adelard melotot kaget,Laura menggeleng lemah.
Gadis itu masih memohon Adelard untuk membawanya bertemu Vero.
Laura tak tau bahwa Vero masuk rumah sakit.
" Ayo Abang antar ketemu Vero " Kata Adelard iba melihat Laura.
Pria itu menggendong Laura didepan,karna Laura sulit berjalan mengenakan kebaya sempit.
Sinta tak masalah karna ia tau siapa dan apa hubungan gadis itu dengan keluarga suaminya.
Justin berjalan gontai melihat kekasihnya dibawa pergi oleh keluarga gadis itu.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya
__ADS_1