
Setelah puas bersantai ditaman,Vero dan Laura memilih pulang karna mereka sudah mendapat teleponan dari Cila.
Pasangan baru itu pun pulang kerumah,Laura masih diam mengingat pria tadi,Laura yakin itu Justin karna wajah pria tadi sangat mirip.
" Huh,aku mikirin apa sih,Kak Justin udah gak dsini lagi,dia udah ingkar janji " Batin Laura berusaha sadar.
Laura melirik kearah Vero,terlihat pria itu serius mengemudi dengan aman,Laura merasa bersalah karna telah memikirkan pria lain yang jelas telah meninggalkannya tanpa jejak.
" Pelan2 aja " Kata Laura menepuk pelan punggung tangan Vero.
Pria itu menoleh tersenyum dan mengambil tangan Laura lalu menggenggamnya.
" Aku akan hati2 " Kata Vero lembut.
Pria itu menaruh tangan Laura di dadanya dan mencium sekilas.
Laura tersenyum,hatinya sedikit tersentuh dengan perlakuan lembut Vero memang pria itu tak pernah kasar kepadanya saat mereka masih kecil,Vero sangat manja apalagi jika dia sedang dimarahi Cila.
Tak lama mereka pun sampai dirumah,Laura berjalan beriringan bersama Vero,meski mereka pacaran 1 rumah tapi Vero sangat menjaga sikap.
" Wah wah dari mana kalian ?" tanya Cila keluar dari kamar sudah berganti kostum.
" Jalan2 Ma " Kata Vero ceria.
" Wah ngak mau kalah ya sama kami " Goda Cila cekikikan.
David terkekeh seraya menyesap rokok menatap anak dan istrinya..
" Iya dong,masa kalian doang yang pacaran kami ngak " Kata Vero mengkrucut.
" Mama sama Papa kan pacarannya halal " Kata Cila tak mau kalah.
" Aku juga bakalan halalin Laura,iya ngak say " Kata Vero menyenggol Laura.
" Uhuk uhuk.." David terbatuk batuk mendengar ucapan anaknya.
Laura langsung bangkit menepuk punggung sang Papa.
" Ngak papa Nak " Kata David menahan tangan Laura.
" Papa pelan2 dong,nanti asapnya masuk paru2 " kata Laura khawatir.
" Biarin Kak,ntar Mama kawin lagi kalo Papa kamu is deat." Kata Cila santai.
" Apa !!" Pekik David melotot kaget.
" Hehe,nunggu 40 hari dulu tapi " Kata Cila cengengesan..
David kembali terbelalak dan langsung mematikan api rokoknya.
" Jangan harapkan itu Zubaidah !" Kata David kesal.
" Hahahahaha " Cila tertawa ngakak melihat wajah merajuk suaminya.
David langsung berlalu masuk kekamar.
Cila kembali ngakak,saat kaki David menyepak pelan pahanya.
" Liat tuh Papa kalian sensi banget kek anak SD " Cibir Cila.
" Mama sih ngomongnya gitu,Papa sakit hati lah " Kata Laura kasihan kepada David.
" Ngak papa,nanti Mama kasih jatah tenang aja " Kata Cila santai.
Laura langsung terdiam,begitu pun Vero langsung masuk kekamarnya karna pria itu merasa aura mesum Cila kembali bergelora..
" Liat tuh anak sama Bapak,sensi amat bikin pusing kepala " Kata Cila menggeleng pelan.
__ADS_1
Laura tersenyum geli dan berbaring di karpet.
" Ma,ini bener ngak sih ?" Tanya Laura ambigu.
" Kenapa lagi ?" Tanya Cila seraya melipat baju David yang diambur sembarangan di lemari.
" Aku sama Vero udah jadian Ma " Kata Laura menatap Cila.
" Terus ?" Tanya Cila santai.
" Mama ngak kaget ?" tanya Laura heran.
" Kaget sih,tapi ya mau gimana lagi Vero suka sama kamu sebagai perempuan bukan Kakaknya " Kata Cila menghela nafas.
" Aku harus gimana Ma ?" Tanya Laura bingung.
Cila tersenyum lembut.
" Mama juga ngak tau,Mama bingung juga mau setuju atau tidak " Kata Cila mengangkat bahu.
" Kok gitu ?" tanya Laura heran.
" Ya mau gimana yang disukai Vero itu kamu,anak angkat Mama sendiri,Mama juga udah tau kelakuan kamu gimana " Kata Cila jujur.
" Iya,secara keluarga aku bukan anak kandung Mama dan Papa,jadi kalau menikah pun tak ada masalah " Kata Laura lesu.
" Iya,Papa kamu juga pasti akan setuju2 aja karna dia ngak bisa paksa Vero "
" Mama ngak mau gitu punya menantu dari luar ?" Tanya Laura takut2.
" Ya mau,tapi balik lagi ke Vero nya,Mama ngak mau ikut campur dalam dia mencari jodoh " Kata Cila pelan.
" Iya sih,Vero udah bisa menentukan pilihannya sendiri " Kata Laura menimpali.
" Kalau kamu mau juga sama Vero ya ngak papa,Mama restuin,kalau ngak mau juga ngak papa Mama ngak marah,tapi penyampaian nya harus baik,jangan sampai menambah beban pikir Vero karna dia sedang berusaha untuk sembuh " Kata Cila lembut.
Cila mengangguk setuju,perempuan itu cukup takjub dengan Laura yang mau berkorban apapun untuk keluarga.
Hari hari dilalui Laura dengan gembira bersama Vero,pria itu bisa diajak apapun yang Laura inginkan.
Perlahan nama Justin mulai redup dihati Laura apalagi gadis itu melihat kejadian yang membuat hatinya begitu pilu.
Suatu hari Vero mulai bekerja dengan serius tapak demi tapak Vero langkah menuju kesuksesan.
Lelaki itu mulai berkuliah disela waktu kerjanya,begitu pun Laura yang kini hampir menuju kelulusan.
Gadis itu sangat bersemangat untuk lulus agar bisa membantu orang tuanya bekerja.
Malam ini mereka berkumpul seperti biasa diruang keluarga.
David menyesap kopi panas buatan sang istri tercinta yang sedang asik berselancar main game di hape Vero.
" Pa " Panggil Vero pelan menatap manik pekat David.
" Iya ada apa ?" Tanya David melihat balik putranya.
" Aku boleh nikah ngak ?" Tanya Vero hati2.
Deg...
Cila dan David terbelalak kaget.
" Nikah ?" Tanya Cila melepas ponsel itu dimeja dan menatap Vero tajam.
" Iya Ma,aku mau nikahin Laura " kata Vero serius.
Cila melihat suaminya,David terlihat tenang.
__ADS_1
" Aku serius Pa,Ma,aku sayang sama Laura,aku udah bisa kerja cari uang sendiri " kata Vero memohon.
" Gimana ini Mas ?" Tanya Cila pelan.
David menghela nafas dan duduk tegak.
" Kamu pikir menikah itu gampang ?" Tanya David menatap putranya.
" Aku tau ini pasti mengejutkan kalian,tapi aku beneran mau nikah sama Laura Pa " Kata Vero serius.
David menggaruk kepalanya gatal,permintaan Vero kian hari kian membuat pria itu frustasi.
David dulu sangat terkejut mendapat kabar bahwa putra nya menyukai Laura,dan Laura mau menerima Vero yang sudah dianggap adik sendiri.
" Emang kamu punya modal buat nikah ?" Tanya David serius.
" Aku udah punya setengahnya Pa,aku akan berusaha lebih giat kalau Papa dan Mama merestui " Kata Vero serius.
" Emang Laura mau nikah sama kamu ?" Tanya Cila penasaran.
" Belum tau " kata Vero lesu.
Cila dan David terkekeh pelan.
" Ya sudah kamu cari dulu yang setengahnya,mandiri dulu baru minta kawin " kata David tenang.
" Papa dan Mama restui ?" Tanya vero girang.
David dan Cila tersenyum mengangguk.
" Tapi Laura juga harus setuju mau nikah sama kamu,kalau Laura ngak mau jangan dipaksa karna itu ngak baik " Kata David tegas.
" Iya Pa,aku bakal buktiin ke Laura kalo aku sungguh2 " Kata Vero semangat.
David mengangguk.
Vero langsung kembali kekamarnya meluapkan rasa bahagia yang baru saja ia dapatkan.
David menyenderkan punggungnya ke kursi seraya memejamkan mata.
" Mas,kamu serius ?" Tanya Cila menatap David.
" Aku juga ngak tau Cil " Jawab David mengusap wajahnya.
" Firasat aku kurang baik loh Mas,aku takut terjadi apa2 sama mereka " kata Cila menelan ludah kasar.
" Hust,ngak boleh gitu " kata David tajam.
" Aku hanya takut aja,nanti kalau Laura nolak gimana ?" tanya Cila takut.
" Ya udah,artinya bukan jodoh jika Laura menolak,dan kamu inget kata aku baik2,jangan pernah paksa Laura menerima Vero jika bukan dia sendiri yang mau " kata David tajam.
" Aku ngak pernah maksa " Kata Cila membela diri.
" Ya siapa tau kamu lebih mentingin Vero nanti,daripada perasaan Laura " kata David khawatir.
Cila diam menunduk.
" Iya Mas aku ngerti " Kata Cila lemah.
David mengangguk dan kembali menyesap kopi panasnya..
" Ya Tuhan,semoga ini hanya angin lalu saja jangan sakiti anak2 ku Tuhan " Batin Cila masih khawatir dengan firasatnya.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa terus dukung author ya dengan cara VOTE,LIKE,COMENT
__ADS_1