
Setelah tamu Histi pulang,Serkan pun datang.
Lelaki itu membawa 2 pucuk bunga mawar beda warna.
Histi yg sedang mencuci piring didapur mendapat pelukan hangat dari lelaki tersebut.
" eh Mas " Ucap Histi terkejut.
" Buat kamu istri ku sayang " Bisik Serkan seraya menyerahkan bunga tersebut.
" Eehh " Kata Histi seketika menoleh.
Cup...
Serkan langsung mengecup bibir istrinya membuat Histi melotot seketika.
" Ihh Mas nakal " Kata Histi menampar lengan Serkan.
Lelaki itu terkekeh geli dan mencium lagi.
Histi merasa sangat malu,tapi detik berikutnya wanita beranak 2 tersebut mengalungkan tangannya dileher Serkan dan keduanya pun bercumbu mesra.
Sejenak keduanya lupa mereka berada dimana.
Kakak ipar Sania yg menjadi pengasuh anak Histi dadakan terkejut melihat adegan dewasa itu saat akan masuk kedapur.
" Mass " Pekik Histi menampar Serkan agar berhenti.
Serkan menoleh dan seketika terbelakak.
Kakak ipar Sania terdiam diambang pintu sambil memegang botol susu anak Histi.
" Maaf maaf " Ucap wanita hamil itu kelabakan sendiri.
" Aduhhhh malunyaaa " Ucap Histi menutup wajah.
Serkan menggaruk kepala malu dan berlalu kabur dari sana.
Kakak ipar Sania mengulum senyum merasa lucu dengan pasangan romantis tersebut.
" Aduh Maaf banget yaa harus liat ginian " Kata Histi tak enak.
" Hehe gak papa Mba,salah aku juga tadi asal masuk " balas wanita hamil tersebut.
" Oh iya,aku mau bikin susu buat adek,kayaknya dia mau tidur " Lanjut ipar Sania.
" Oh iya,maaf ya ngerepotin Mba buat jaga adek " Balas Histi.
" Gak papa Mba,aku juga ga ada kerjaan " Balas wanita itu santai.
Histi tersenyum,adanya ipar Sania dirumah begitu membantu pekerjaan ibu 2 anak tersebut apalagi Kakak Sania tak canggung untuk membantu mengurus rumah.
" Aku udah masak Mba,nanti makan dulu ya " Ucap Histi menunjuk masakannya diatas kompor.
" Iya Mba " Jawab ipar Sania tersenyum.
Serkan menuju kamar Sania dan bertemu putrinya yg sedang berbaring di ruang keluarga sambil menonton tv.
" Halo anak Papa " Sapa Serkan mendekat.
Gadis kecil itu terkejut dan langsung bangun.
" Papaaa " Ucap dengan bibir mungilnya.
Serkan tersenyum dan langsung menggendong gadis itu.
" Gimana kabarnya sayang ?" Tanya Serkan seraya mencium2 wajah sang buah cinta.
Gadis itu tersenyum sambil memberi pelukan erat.
" Ihh anak Papa cantik bangettt " Kata Serkan takjub..
Lelaki itu terlihat sangat menyayangi buah hatinya yg begitu berharga.
__ADS_1
" Ayo temuin Kak Sania " Ajak Serkan.
Gadis itu mengangguk pelan.
Mereka pun menuju kamar Sania.
Saat pintu terbuka,terlihat Sania sedang tidur.
Tak banyak yg bisa ia lakukan,Sania belum bisa bangun meski dirinya sangat ingin.
" Yaahhh Kakak lagi bobo sayang " Ucap Serkan berbisik.
Gadis kecil itu mengangguk pelan.
" Ya udah kita keluar lagi ya " Kata Serkan berlalu.
Pintu kembali tertutup,Sania tak terbangun dengan kedatangan Serkan barusan.
Ditempat lain,sepasang suami istri terlihat bersitegang dikamar mereka.
" Udah aku bilang,jangan menyentuh Rania lagi !" Ucap Denis kesal.
" Aku gak ngapain2 dia Mas,Rania yg nyaktin dirinya sendiri " sahut Miska.
" itu karna pasti omongan kamu yg keterlaluan " Bentak Denis.
Miska diam tak mmebalas.
" Mau berapa kali sih harus gini terus,kasian anak itu Miska " Kata Denis frustasi.
" Mas,Rania itu udah keterlaluan,dia berani menginap dirumah temennya cowok Mas "
" Apa !" Pekik Denis kaget.
" Gimana aku gak marah coba kalo anak kamu tingkahnya kk gitu " Kata Miska lagi
Denis diam masih dengan rasa terkejutnya.
" Tapi gak harus pake kata2 kasar ngomong sama dia " Ucap Denis.
Denis diam sejenak,detik kemudian lelaki itu keluar kamar dan menemui anaknya ke kamar.
Ceklek...
Pintu terbuka dengan kasar,terlihat Rania duduk dipinggiran ranjang melihat Denis dengan wajah terkejut.
" Pa " Ucap Rania pelan.
Denis mendekat,lelaki itu menatap anaknya dengan perasaan tak menentu.
Denis duduk disamping Rania dan mengambil tangan gadis tersebut.
" Apa ini sakit ?" Tanya Denis.
Rania diam melihat wajah Denis.
" Papa tanya apa ini sakit ?" Tanya Denis lagi.
Rania mengangguk pelan.
" Jika tau akan sakit,kenapa melakukan hal bodoh ?" tanya Denis lagi.
Rania menunduk dalam.
" Maaf Pa " Ucap Rania lemah.
" Raaann " Panggil Denis nanar.
Rania terus menunduk memainkan jemarinya,gadis itu sadar kelakuannya pasti membuat Denis kecewa.
" Maafin Papa ya " Ucap Denis lembut.
Seketika Rania mengangkat kepalanya terkejut.
__ADS_1
" Maaafin Papa gak bisa didik kamu dengan bener,gak bisa kasih contoh yg baik " Lanjut Denis.
" Maksud Papa apa ?" tanya Rania nanar.
Denis tersenyum kecil sambil mengusap kepala Rania dengan lembut.
" Papa gagal jadi orang tua yg baik buat kamu dan adik2 mu " Kata Denis bergetar.
Rania menggeleng pelan dengan wajah yg hampir menangis.
" Siapa bilang Papa gagal ?" Tanya Rania sedih.
" Kalo gak gagal,kamu gak mungkin gini Ran " Jawab Denis.
" Maafin Rania Pa,ini semua salah Rania " Kata Rania mulai menangis.
" Kamu gak salah Nak " Ucap Denis.
Rania memeluk tubuh pria yg memberinya cinta terbaik tersebut dengan erat.
Sungguh hati kecilnya merasa tergores dengan ucapan denis barusan.
Bagi Rania,Denis segalanya jika bukan karna Denis mungkin Rania tidak akan sanggup bertahan hidup selama ini.
" Maafin Rania Pa,gara2 aku Mama sama Papa jadi berkelahi " Ucap Rania merasa bersalah.
Denis tersenyum kecil.
" Ya,Papa dan Mama selalu berkelahi gara2 kalian " Kata Denis membenarkan.
" Kamu mau gak janji sama Papa ?" Tanya Denis.
" Janji apa Pa ?" Tanya Rania melepas pelukannya.
" Hm janji kalo Rania anak Papa Denis akan selalu menjaga diri dari hal yg gak baik " Kata Denis semangat.
Rania diam mendengar permintaan lelaki itu.
" Papa gak percaya sama aku?" Tanya Rania balik
" Bukan gak percaya,hanya saja Papa ini seorang aparat dan banyak nanganin berbagai kasus " Jawab Denis.
Rania mengangguk paham,profesi Denis memang tak bisa diragukan lagi.
Lelaki itu begitu banyak pengalaman.
" Mau gak ?" tanya Denis lagi.
" Papa harus percaya sama aku Pa " Pinta Rania
" Bagaimana caranya ?" Tanya Denis
" Ya percaya saja " Jawab Rania
" Hahaha bagaimana bisa seperti itu Ran " Ucap Denis tertawa.
Rania tersenyum geli,ia merasa obrolan Denis terlalu serius saat ini.
" Aku ingin jadi anak Papa yg baik,jadi Papa gak boleh mikir yg aneh2 " Kata Rania tegas.
" Papa khawatir Raannn " Kata Denis menghela nafas.
" Aku sayang Papa,dan aku juga sayang diri ku Pa walaupun Mama gak...
" Shuuuttttt " Potong Denis cepat.
" Mama juga sayang kamu Ran " Lanjut Denis lembut.
Rania menggeleng pelan.
" Dari kecil aku selalu dibandingkan Pa,aku selalu menjadi tempat Mama buat marah2 karna aku bikin adek pergi " kata Rania menghela nafas panjang.
" Raniaaa,itu gak bener !" Kata Denis tak suka dengan ucapan anaknya.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.