
Dirumah sakit seorang gadis tergolek lemah tak berdaya dengan banyak sekali perban yg menempel ditubuhnya.
Yap,Sania mulai sadar dari tidur panjangnya.
Gadis itu mencoba melihat keatas dan mengernyit menatap sinar lampu yg begitu terang.
" Aku dimana ?" Batin Gadis itu bingung.
Dengan lirikan pelan sania melihat sekeliling dan makin tidak mengerti dengan keadaan.
Tit tit tit......
Suara detak jantung terdengar cukup nyaring,gadis itu masih melihat sekeliling mencoba mengingat apa yg sudah terjadi.
Ceklek....
Pintu ruangan terbuka,suara napak kaki terdengar mendekat.
Gadis itu memejamkan matanya untuk mengetahui siapa yg datang.
Beberapa langkah makin dekat hingga Sania merasa salah satu anggota tubuhnya dipegang lembut.
" Kau masih ingin tidur ?" tanya orang itu pelan.
Sania diam tak menjawab,wajah yg tertutup perban membuat gadis itu tak bisa banyak berekpresi.
" Kau tau diluar sana banyak sekali keluarga mu sedang menunggu,mereka sangat khwatir " Ucap pria itu lagi dengan lembut.
" Siapa yg menunggu ku ?" Batin Sania bingung.
" Aku akan memeriksa mu,meski kau belum sadar aku yakin kau bisa merasakan setiap obat yg masuk kedalam tubuh mu " Kata lelaki itu tersenyum lembut.
Sang Dokter pun mengeluarkan alat medisnya dan menyuntikkan salah satu obat di tali infus.
Sania masih diam,otak gadis itu bekerja dengan baik mencoba mengingat dan mencari tau.
Setelah Dokter selesai,Sania kembali membuka matanya.
Gadis itu menatap lagi lampu kamar dengan manik sedih.
" Apa yg sudah terjadi,kenapa aku tidak ingat apa2 ?" Batin Sania ingin menangis.
" Aakhhh " Ringis gadis itu pelan saat tubuhnya bergeser.
Disana sangat sepi,hanya ada Sania seorang diri yg berada diruang Vvip rumah sakit ternama.
Kini gadis itu sudah dipindahkan berkat tangan Aktam yg ingin gadis itu menerima perawatan terbaik.
" Kenapa aku bisa ada disini ?" Batin Sania makin bersedih.
Air matanya tak bisa dibendung,rasa sakit badan yg berapa hari ini mati rasa kini hidup kembali membuat gadis itu meringis parah.
Tak ada yg bisa ia lakukan kecuali menahan diri.
Sania bagaikan mayat yg mempunyai nyawa lebih.
Ditempat lain,seorang bocah lelaki terlihat murung ditemani seorang gadis cantik.
" Kenapa sedih terus sih,aku cape nih " Ucap gadis kecil itu mengkrucut.
__ADS_1
" Aku lagi gak mood " Balas Sutar ikut mengkrucut.
" Iya aku tau,tapi kan gak harus seharian " Kata Suci menghela nafas.
" Huuuffttt " Sutar menghela nafas panjang.
" Kata Mama aku nanti Kak Sania bangun lagi kok,tenang aja " Kata Suci tersenyum kecil
" Tau dari mana ?" tanya Sutar mengernyit.
" Emang kamu gak mau Kak Sania bangun lagi ?" Tanya Suci cukup terkejut.
" Ya mau lah " Jawab Sutar sewot.
" Ya udah,tugas kamu sekarang doain dia,kata Nenek doa itu sampe ke langit " Balas Suci.
" Iya aku tau,tapi aku sedih " Balas Sutar.
" Hmm gimana caranya bikin kamu gak sedih lagi ?" Tanya Suci serius.
Sutar menatap gadis itu dalam,sebenarnya Sutar bingung kenapa Suci berada dirumahnya pagi2 sekali bahkan sempat subuhan dirumah.
" Gimana kalo kita main sepeda aja ?" Tawar Suci menaikkan alisnya.
" Aku yg bonceng " Lanjut gadis itu lagi.
" Emang bisa ?" tanya Sutar meremeh.
" Ya bisa lah,goncengin Papa juga bisa,masa kamu kecil gini gak bisa " Jawab Suci penuh kesombongan.
Sutar melotot tak percaya,bocah itu melihat badan Suci yg tak jauh berbeda dengan dirinya.
" Aku gak mau jatuh ya,sakit ini belum sembuh " kata Sutar menyentuh dadanya.
" Hadeeh iyaaaaaa " Balas Suci memutar mata malas.
Keduanya pun berjalan kebelakang dimana tempat terparkirnya sepeda Sutar.
Dari dalam rumah,Histy menatap kedua bocah itu dengan helaan nafas panjang.
Histy juga sama galaunya dengan sang anak,tapi sekali lagi tak banyak yg bisa mereka lakukan selain berpasrah diri.
" Huh hari ini ibunya Sania meninggal,apa yg harus aku lakukan ?" Gumam Histy bingung.
Wanita itu baru mendapat kabar dari salah satu warga kalau Ibu Sania telah berpulang dan meminta Sania untuk diantarkan kesana.
" Yank " Panggil Serkan.
Histy berbalik badan dan terkejut melihat suaminya berpakaian rapi.
" Kamu mau kemana Yank ?" tanya Histy mengernyit.
" Aku akan kekampungnya Sania " Jawab Serkan tenang.
" Apa !" Pekik Histy melotot.
" Kita juga harus memberi kabar Sania meski...." Ucap Serkan menggantung.
" Tapi Yank,disana juga sedang berduka,apa yg harus kita kasih tau sama mereka " Kata Histy ketakutan.
__ADS_1
" Mereka meminta Sania pulang,tapi Sania belum bisa dan ini hari terakhir ibunya,aku mau jawab apa nanti kalo Sania sadar terus tanya tentang keluarganya ?" Jelas Serkan yg tak bisa menyembunyikan rasa sedih.
" Terus kamu jawab apa nanti sama keluarga Sania ?" tanya Histy balik.
" Aku akan ngomong yg sebenarnya terjadi " Jawab Serkan tegas.
" Sendirian ?" Tanya Histy melotot.
" Ya,kita mengambil Sania dengan hati2 dan kita harus sopan juga kepada mereka,aku harap nanti mereka akan mengerti karna ini musibah " Jawab Serkan.
" Kalo kamu diapai2n orang kampung yg gak terima gimana ?" Tanya Histy takut.
Serkan diam,memang sedikit rawan jika ia datang sendirian kesana membawa kabar duka,tapi sebagai orang tua Serkan harus siap menerima resiko.
" Semoga itu tidak terjadi " Balas Serkan singkat.
" Massss " Rengek Histy.
" Gak papa sayang,aku bakal pulang lagi " Kata Serkan mengusap wajah Histy.
" Aku takut Masss " Rengek histy ingin menangis.
" Aku bersama kalian,aku janji akan pulang dengan selamat " kata Serkan meyakinkan.
Histy menatap lama suaminya dan keduanya pun berpelukan hangat.
" Janji ya,kamu gak bakalan ninggalin aku dan anak2 kita " Kata Histy manja.
" Iya sayang,tapi kalo dah maut ya mau gak mau " Kata Serkan sedikit menggoda.
" Eeehhhh nggak !" Kata Histy melotot dan menampar lengan lelaki itu.
" hahahaha " Serkan tertawa dan menarik Histy lagi kedalam pelukannya.
Pasangan itu terlihat begitu harmonis,Serkan berusaha untuk menjadi pemimpin yg baik dalam keluarganya meski banyak sekali kekurangan.
Lelaki dewasa itu pun berangkat,Suci dan Sutar yg sedang bermain sepeda terlihat sedih dengan kepergian lelaki itu.
" Kamu hibur Sutar ya,jangan berkelahi " Kata Serkan berbisik pelan ditelinga Suci.
" Aku udah coba Om,tapi Sutar baperan " balas Suci.
" hehe iyaaa,Sutar lagi galau " Kata Serkan menahan tawa.
Sutar yg tau dirinya jadi bahan perbincangan berkacak pinggang dengan wajah kesal.
" Siapa ngomongin aku bokongnya gatal !" Kata Sutar ketus.
" Ehhh " Ucap Suci melotot dan langsung meraba bokongnya.
" Ihhh emang ngomongin aku ya !!" Pekik Sutar kesal.
" Waduhhh gggakkk " Balas Suci panik.
Serkan tertawa,lelaki itu merasa terhibur dengan kerecehan anak adiknya tersebut.
" Huhh Papa pergi dulu yaa,assalamualaikum " Ucap Serkan berpamitan dengan senyum manisnya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.