
2 minggu berlalu,keluarga Laura belum juga memberi kabar membuat Daddy Justin mulai merasa putus asa.
Kondisi Justin makin memburuk,lelaki itu tidak mau lagi minum obat atau pergi berobat ke Dokter,Justin seperti pasrah akan hidupnya.
Lelaki itu juga mengurung diri didalam kamar,Mama Justin juga sampai jatuh sakit memikirkan anak tunggalnya.
Daddy Justin ingin anak itu pulang ke ibu kota tapi Justin menolak keras,dia tak ingin melihat siapapun dan tak ingin kemana pun.
Seorang pria yang sudah kehilangan arah hidupnya.
" Gimana ini Pa,Justin ngak mau makan bahkan Dokter aja dibentak " Kata Sandra curhat kepada suaminya di telepon.
" Coba di bujuk Ma " Ucap Abraham diseberang.
" Aku sudah mencoba membujuk tapi yang ada malah Justin ngamuk,aku ngak bisa maksa takut anak itu nekad bunuh diri " Kata Sandra sedih.
" Keluarga Laura belum memberi aku kabar,aku sangat khawatir mereka menolak menolong Justin " Ucap Abraham sendu.
" Beri mereka uang yang bapak Pa,mereka pasti mau " kata Sandra tersenyum miring.
" Orang tuanya bukan orang susah dan sebelum itu juga aku sudah ditolak mereka membicarakan perusahaan "
" Sombong sekali mereka!" Cibir Sandra geram.
" Nanti aku usahain lagi " Kata Abraham tenang.
" Hm " Jawab Sandra cuek.
Tut...
Panggilan terputus,Sandra menaruh hapenya asal dan menatap tajam.
" Gadis itu benar2 !" Kata Sandra kesal.
Praaaaaangggggg....
Bunyi pecahan beling terdengar di kamar putranya,Sandra langsung bangkit berlari melihat.
" Astaga Justiiinnn " pekik Sandra melihat tangan Justin berdarah2 disertai pecahan yang berderai di lantai.
" aaaaakhhhhhh " Pria itu mulai mengamuk histeris.
Sandra berusaha menenangkan anaknya yang sulit dikendalian.
" Justin tenang Nak " Pinta Sandra menahan tangan Justin.
Justin terus berteriak tak karuan membuat Sandra harus punya tenaga extra untuk menenangkan lelaki itu.
Dirumah Abraham,pria yang sedang memakai piyama itu baru saja ingin tiduran diranjang.
tiba2 hape berdering,Abraham pun melihat nama dilayar dan mengernyit.
" Mengapa Mama nelfon lagi ?" Gumam Abraham heran.
" Halo Ma..." Sapa Abraham.
Bukannya suara yang terdengar malah teriakan anaknya yang membabi buta,terdengar juga disana Sandra menangis meminta Justin berhenti.
" Maaf Tuan,Nyonya meminta saya menghubungi anda untuk memberitau kondisi Tuan Justin makin memburuk " Ucap seorang wanita yang diyakini Abraham sebagai pembantu anaknya.
Abraham menghela nafas panjang dan memejamkan mata.
" Baiklah,saya akan kesana berapa hari lagi " Ucap Abraham lesu.
Tut.
Panggilan pun kembali terputus,lelaki tua itu mengurut kepalanya pusing.
Abraham bingung apa yang harus ia lakukan untuk membuat Justin kembali waras.
__ADS_1
" Apa aku harus meminta Laura lagi ? atau aku menculiknya dan membawa ke Justin ?" Gumam Lelaki itu nanar.
Abraham bangun dan mengambil jaketnya,pria itu memutuskan untuk pergi.
Dirumah David,mereka sekeluarga baru pulang dari pantai.
Wajah Cila terlihat merah kehitaman karna berjemur dibawah sinar matahari.
Bukan hanya Cila saja Vero dan David juga kemerahan sebadan2 karna 2 lelaki itu bermain basket di pantai.
Hanya Laura yang tak terjadi apa2 karna gadis itu memilih berdiam di karpet dibawah pohon.
" Uh capeknya " Gumam Cila menyeret tubuhnya masuk kedalam rumah.
" Maa laper " Rengek Vero manja.
" Haist,Mama ngak punya tenaga lagi buat masak,beli aja " Balas Cila.
" Mager Ma harus keluar rumah lagi " kata Vero mengkrucut.
" Papa juga laper Ma " kata David ikut2an
" Hadohhh Lauraaa " Pekik Cila nyaring.
" Kenapa Ma ?" tanya Laura seraya membawa karpet yang ia pakai untuk tiduran tadi.
" Pesenin Papa sama Adik kamu makanan mama mau tidur " Kata Cila seperti orang mabuk.
" Makan apa ?" tanya Laura tenang.
" Nasi goreng Kak " Request Vero.
" Papa ayam geprek " kata David mengacungkan tangan.
Laura tersenyum mengangguk,gadis itu pun berjalan masuk dapur menaruh karpet kotor disana.
Wanita itu sangat kelelahan seharian bermain beraneka ragam.
" Mandi dulu Yank " Tegur David membuka kaosnya dan melempar asal.
Cila menoleh dan terkaget melihat kaos melayang diudara dan mendarat di lantai.
" ambil sekarang atau aku koyak2 semuanya !" Titah Cila garang.
David yang sedang membuka celananya pun menelan ludah kasar dan berjalan membungkuk mengambil kaos tersebut dan menaruk di keranjang kotor.
" Please lah aku udah lelah,jangan bikin aku meledak !" kata Cila menghela nafas kesal.
" Iya Maaf,lain kali ngak gitu lagi " Kata David menciut.
" Kamu tuh udah kebiasaan tau ngak,beruntung kamu punya istri modelan aku,coba kalo perempuan lain udah ditinggal lari kamu sama mereka " Kata Cila nyerocos.
" Kalo ditinggal ya aku cari yang baru lah,yang lebih muda dan hot " kata David cengengesan.
Cila melototkan matanya dan langsung melempar bantal kepada lelaki itu.
David tertawa ngakak dan berlari keluar kamar.
" Dasar suami tak tau diri,aku juga bisa cari laki yang lebih muda dan hot dari kamu !" Teriak Cila melengking.
Terdengar tawa David semakin kencang membuat Cila kesal setengah mati.
" Huh,kurang ajar ! awas kamu minta jatah sama aku !" Gumam Cila tersenyum miring.
Wanita setengah lelah itu pun berjalan kesal menuju kamar mandi dikamarnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,David dan Vero terlihat seperti ular kekeyangan sudah tak bisa lagi bergerak setelah memakan pesanan mereka versi jumbo.
Cila sudah terkapar diranjang karna memang sudah mengantuk,didapur Laura sedang mencuci piring bekas makan Vero dan sang Papa.
__ADS_1
" Hoaaam aku tidur dulu Pa " kata Vero sudah lelah duduk diam.
" Jangan lupa sikat gigi " titah David.
" Hm " Jawab Vero singkat.
Pria itu berjalan gontai menuju kamarnya membawa perut yang sudah membuncit.
Laura mendekat dengan membawa secangkir kopi.
" Wahhh pinternya " Kata David bertepuk tangan girang melihat Laura.
" Hehe " kata Laura malu seraya menaruh gelas di depan pria itu.
" Bakalan begadang kalo disuguhin gini mah " Kata David terkekeh.
" Iya ngak papa,besokkan Papa libur " Kata Laura tersenyum hangat.
" Iya,dah sana tidur " Titah David menyesap kopinya.
" Pa " Panggil Laura pelan.
" Hm " jawab David.
" Kayaknya aku mau bantuin Kak Justin Pa " Ucap Laura takut.
" Kamu yakin ?" tanya David tenang.
" Tidak ada salahnya kita saling membantu bukan ? lagian Kak Justin ngak pernah jahatin atau kasarin aku " Kata Laura menunduk.
" Tapi dia pernah culik kamu tanpa sepengetahuan kami " Kata David lembut.
" Aku ngak sengaja ketemu dia dibandara saat aku ingin keluar kota dulu,dia memang sedikit memaksa aku untuk ikut,tapi saat sampai disana dia memberikan apapun yang aku mau kecuali komunikasi kepada kalian karna dia takut aku meninggalkan dirinya " Cerita Laura.
David menghela nafas dan mengusap kepala gadis itu dengan lembut.
" Sebenarnya jika dia meminta mu baik2 kepada Papa dan Mama,bukan tak mungkin kami izinkan,cara dia salah mengambil kamu secara paksa " Ucap David penuh kasih sayang.
" Iya Pa,itu karna aku masih menolaknya tapi sekarang aku rasa...." Kata Laura terhenti.
" Kamu juga suka sama dia ?" Tebak David.
Laura menunduk dalam.
" Aku masih trauma Pa,aku takut gagal " ucap Laura lirih.
David tersenyum dan mengusap kepala gadis itu.
" Percaya pada diri mu sendiri,jika kamu yakin bisa maka semuanya akan bisa dilalui bagaimana pun caranya,kamu sudah mengalami banyak hal sulit selama ini,mulai sekarang tentukan sesuai kata hati mu,jangan merasa tak enakan kepada kami karna Papa dan Mama bukan orang tua kandung kamu,tapi ingat cinta kasih kami selalu menganggap kamu anak kandung bukan anak angkat atau anak pungut yang sering di ucap orang2 kepada mu " Kata David tersenyum sambil terus mengusap kepala Laura.
" Papa " Lirih Laura berkaca kaca.
David tersenyum kecil,gadis itu langsung memeluk tubuh pria yang telah merawatnya selama ini.
Tok tok tok..
Pintu rumah mereka diketuk dari luar,David dan Laura tersentak kaget dan saling melihat.
" Siapa Pa ?" tanya Laura takut.
" Tunggu disini " Kata David pelan.
Laura mengangguk lemah dan mewanti wanti.
David membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat seseorang berdiri tepat didepan rumahnya dengan wajah kusut.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1