Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Berita


__ADS_3

Hani tak langsung pulang,gadis itu mampir disalah satu rumah sakit terkenal di ibukota.


Hani kepikiran dengan anak Daniel yg saat ini masih dirawat dirumah sakit.


ia tak mau langsung pulang karna dirinya juga akan kesepian ditinggal Sofia.


Hani memarkirkan motornya diparkiran dan mengambil plastik snack yg sudah ia beli di minimarket tadi.


Walaupun kini hubungannya dan Daniel sudah berakhir tapi hubungan silahturahmi mereka masih terjlin.


Hani bukanlah gadis manis sampah dibuang,gadis itu tau diri siapa yg sudah berjasa dalam hidupny..


Saat tiba di koridor,Hani melihat sepasang suami istri yg pernah ia lihat waktu di pernikhan.


" Halo Kak " Sapa Hani sopan.


Pasangan itu diam melihat siapa yg menegur mereka.


" Kamu istri Vero ?" Tanya si wanita mengingat.


" Iya Kak " Jawab Hani tersenyum kecil.


" Kenapa disini ?" Tanya Ana mengernyit.


" Mau jenguk anak temen " Jawab Hani sopan.


" Ohh sama,kita juga habis jenguk anak temen juga " Balas Ana ramah.


" oh udah mau pulang ya ?" Tanya Hani basa basi.


" Iya,anak dirumah rewel mau minta emak bapaknya balik " Jawab Ana terkekeh.


" Ah iya hehe " Ucap Hani ikut terkekeh.


" Vero gimana ,?" tanya Prito teringat.


" Baik Kak " Jawab Hani tersenyum.


" Ya udah Han,kita balik dulu ya " Pamit Ana.


Hani mengangguk kecil,pasangan itu pun berlalu dengan saling bergandengan tangan.


" Mereka sosweet banget " Gumam Hani menatap keduanya.


Ana dan Prito tak ragu menunjukkan kepemilikan mereka didepan umum membuat Hani dan beberapa orang merasa iri dengan kemistri keduanya.


" Aah aku kenapa jadi gini sih " Gumam Hani menggelengkan kepalanya.


Tiba2 rasa rindu kepada Vero terbesit di pikiran gadis itu,ia juga ingin bermesraan seperti pasangan lain tapi apa daya suaminya jauh dimata.


Hani kembali melangkah dan mencari kamar Zini dirawat.


Tibanya disana,terlihat gadis kecil itu sedang duduk bersama sang Nenek disofa panjang.


" Assalamualaikum " Sapa Hani sopan.


Keduanya menoleh dan menjawab salam.


" Kamu datang " Ucap Ibu Daniel tersenyum.


" Iya Bu,apa kabar ?" tanya Hani mendekat dan menyalami wanita tua tersebut.


" Baik Nak " Jawab Ibu Daniel sopan.

__ADS_1


" Halo Zini,gimana kabarnya sayang ?" tanya Hani kepada gadis kecil yg terlihat baru selesai menangis.


Zini diam tak menjwab.


" Gimana hasil yg kemarin Bu ?" Tanya Hani teringat.


Ibu Daniel diam dengan wajah tertunduk.


" Ada apa ?" tanya Hani mengernyit.


" Kasihan anak ini Han " Jawab Ibu Daniel bergetar.


" Dia kenapa ?" Tanya Hani mulai deg degan.


" Leukemia " Jawab Ibu Daniel langsung menangis.


" Apa !" Pekik Hani terbelalak.


" Ibu gak tau lagi harus gimana Han,dia masih kecil dan gak kuat untuk menanggung semua ini " Ucap Ibu tua tersebut pilu.


" Ya Tuhannn " Ujar Hani lemas seketika.


" Kami sangat berduka,dia gak tau apa2 Han,kasihan Cucu Ibu " Kata wanita itu menangis.


" Zini " Panggil Hani berkaca kaca.


Gadis kecil itu diam dengan mata sembabnya menatap Hani nanar.


Hani memegang tangan kecil Zini dan tersenyum kecil.


" Zini anak yg kuat,Zini harus semangat ya " Kata Hani menahan tangisnya.


Zini mengkrucut seolah tau orang2 sedang mengkasihani dirinya.


Zini tersenyum kecil dan menyenderkan tubuh kecilnya di dada sang Nenek.


" Gimana Daniel Bu ?" tanya Hani menahan tangis.


" Dia pas tau langsung lemas Han " Jawab Ibu tua itu makin sedih.


" Kak Daniel pasti sangat terpukul " Gumam Hani yakin.


" Ridho sudah bergerak cepat,minggu depan Zini akan berobat ke luar negeri " Kata Ibu Daniel berusaha kuat.


" Apa Kakeknya sudah tau ?" tanya Hani hati2.


" Kakeknya belum diberitahu,dia juga sedang terkandung kasus mu kemarin " Jawab Ibu Daniel menghela nafas.


Hani lagi2 terdiam,kini yg menjadi korban bukan hanya dirinya dan Vero tapi keluarga Daniel juga dan sekarang putri tercinta lelaki itu juga menanggung akibat perbuatan mereka.


" Ibu gak menyalahkan kamu Nak,ibu tau kamu juga gak mau kayak gini " Ucap wanita tua itu mengerti.


" Maafin Hani Bu,semua bermula dari aku " Jawab Hani sedih.


Zini kembali menangis,gadis kecil itu terlihat kesakitan membuat Hani sedikit panik.


" Aku panggil Dokter dulu Bu " Ucap Hani buru2.


Ia pun langsung keluar memanggil Dokter yg bertugas.


Hampir 2 jam disana melihat kondisi Zini akhirnya Hani berpamitan untuk pulang.


" Kalau ada apa2 jangan ragu hubungin aku Bu " Ucap Hani lembut.

__ADS_1


" Iya Hani,terima kasih sudah perduli " Balas sang Ibu lembut.


" Hm boleh ibu minta tolong sama kamu ?" Tanya wanita tersebut hati2.


" Iya Bu,kenapa ?" tanya Hani.


" Tolong hibur Daniel,dia sangat menderita saat ini " Jawab si Ibu berharap.


" Iya Bu,nanti aku akan hubungi Kak Daniel " Balas Hani ramah.


Ibu Daniel tersenyum tipis,Hani pun berpamitan pulang dengan sejuta masalah dikepalanya.


Ditempat lain seorang lelaki terdiam di tengah ramainya orang2.


Yap,Daniel datang kesalahsatu cafe yg menyediakan fasilitas ajeb2.


Lelaki itu tak datang ke club langsung karna takut dirinya tak bisa mengontrol diri.


Dengan setelan serba hitam lelaki itu duduk diam dengan secangkir kopi panas.


Tak banyak yg ia lakukan,pria itu hanya diam menyesap rokok dan meminum kopi sedikit demi sedikit.


Biasanya Daniel lebih suka keheningan,tapi kali ini ia memilih tempat ramai agar suasana hatinya lebih baik.


Kabar mengejutkan yg tak pernah ia duga sungguh merampas isi mentalnya yg begitu kokoh selama ini.


Tapi sekarang 1 kabar buruk itu menghancurkan segalanya.


Dunianya terasa retak berkerak membuat sisihan luka dalam yg menganga lebar.


" Kenapa harus Zini ?" Gumam Daniel nanar.


Kepulan asap masih ia lantungkan keatas kepala,pria itu berubah menjadi monster yg mengerikan.


Pola hidup sehat yg ia jalani selama ini ia lupakan dalam sekejab mata.


Daniel tak bisa berpikir jernih,ia tak tau harus bagaimana memulai segalanya dari awal.


" Kenapa harus Zini ?" Tanya Daniel lagi.


" Kenapa harus anak ku !'' Teriak Daniel emosi.


Beberapa orang langsung melihat lelaki frustasi tersebut.


Daniel tersenyum smirk dan menyesap kopinya lagi.


Lelaki itu sperti mabuk,tapi ia begitu sadar karna memang tak sedang mabuk.


" Kenapa tidak aku saja yg menanggung semuanya,kenapa harus Zini yg masih kecil dan tak berdaya ?" Gumam Daniel mulai menangis.


Pria malang itu menghampus air matanya yg berembes tanpa diminta.


Sakit hati dan kecewa begitu ia rasakan,baru kali ini Daniel benar2 sulit memaklumi segala hal.


Tanpa pria itu sadari,seorang memperhatikan dirinya dari kejauhan.


" Itu bukannya Om Daniel ya ?" Gumam gadis cantik berponi tipis tersebut.


" Siapa ?" tanya pria disampingnya.


" Hm bukan siapa2 " Jawab gadis tersebut menggeleng.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2