Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Perihal Kolor


__ADS_3

Kini David sudah berada di ruang persidangan,mereka bertatap muka langsung dengan paman David.


" Tenang saja ngak usah takut " Kata Reno menangkan David yang terlihat gugup.


" Iya Kak " Kata David tersenyum.


Mereka pun masuk keruang sidang,meski awalnya ingin melakukan mediasi tapi pihak David langsung menolak tegas dan ingin melanjutkan kasus ini.


Paman2 David sedikit terkejut dan tak menyangka David akan senekad itu.


Mereka pikir David masih polos seperti dulu,tapi ternyata tidak,karna David sebelumnya sudah merencanakan strategi yang bagus oleh pengacaranya dan Reno.


" Gawat Bang,David dilindungi orang2 kuat " Kata Adik kedua sedikit takut.


" Tenang aja semua aman " Kata Abang pengacara mereka.


" Aku ngak mau miskin Bang " Kata adik ke 4.


Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu pun sedikit ketakutan,apalagi dia mengenal pengacara yang dipakai David bukan orang sembarang.


" Jangan mencoba bermain curang jika tak ingin hancur sekarang !" Kata Pengacara Reno tegas.


Paman David langsung tersentak kaget,trik nya sudah terbaca oleh sesama nya.


" Mari bermain aman " Ejek pengacara Reno.


David hanya diam saja melihat pamannya langsung berubah pucat.


Mereka pun pergi dari sana.


Pamam David mengumpat kesal.


" Brengsek,bisa gawat nih kalo ketahuan " Kata Pamam David takut.


Mereka mulai ketar ketir saat tau lawan mereka bukan orang sembarang kali ini.


Acara hari ini pun selesai,meski sedikit gugup tapi David percaya bahwa Reno akan membantunya sampai akhir.


" Abang pulang dulu ya nemenin Nisa kerumah sakit " kata Reno berjalan dikoridor.


" Emang Kak Nisa sakit apa ?" Tanya David kaget.


" Bukan dia yang sakit tapi istrinya Ben,teman Abang " Kata Reno tersenyum.


" Oh kirain Kak Nisa " Kata David bernafas lega.


" Ya udah Bang,aku juga mau pulang nemenin Cila liat kontrakan " Kata David pamit.


" Nih buat ongkos " Kata Reno memberi uang 300 ribu.


" Ngak usah Bang,aku ada bawa uang " Kata David tak enak.


" Ambil aja " Kata Reno memaksa.


David tersenyum malu dan mengambil uang itu.


" Ya udah,kamu pulang naik taksi ya " Kata Reno cengengesan.


" Sep " Kata David mengangguk.


Mereka pun berpisah,dengan David menyetop taksi pulang kerumah besar Reno.


Saat David sudah datang terlihat Cila dan Siti sedang menunggu dirinya.


" Udah selesai Mas ?" Tanya Cila terkejut.


" Udah,yuk berangkat " Ajak David.


" Makan dulu Den " Kata Siti menegur.


" Hehe iya Bu,kebetulan aku juga laper " Kata David cengengesan.

__ADS_1


Siti dan Cila terkekeh pelan.


" Ya udah,biar saya yang ambil kedapur " Kata Siti tersenyum.


" Makasih ya Bu " Kata Cila tak enak hati.


Siti mengangguk,dirinya juga tak punya kerjaan karna Laura pergi mengikuti Nisa tadi ntah kemana.


" Mas hari ini badan aku ngak enak banget " Rengek Cila.


" Kenapa,kamu masuk angin ?" Tanya David khawatir.


" Kayaknya iya deh Mas,bawaannya mual mulu "


" Ya udah ntar kita ke puskesmas ya " Kata David tersenyum.


" Ngak usah,kamu kerokin aja ntar " Kata Cila manja.


" Ya udah,jadi mau pergi apa kerokan dulu ?"


" Pergi dulu lah,aku dah cantik gini masak ngak jadi keluar " Gerutu Cila.


David terkekeh pelan mengusap asal rambut istrinya.


Tak lama Siti pun datang dengan sepiring nasi.


" Makasih ya Bu " Kata David tersenyum malu.


" Sama2 " Kata Siti ikut tersenyum.


Wanita itu sedikit menjauh membiarkan Cila dan David bersama2.


" Sini biar ayank Beb suapi " Kata Cila gombal.


" Kamu ngak papa nyuapin aku ?" Tanya David polos.


Cila tertawa renyah dan menampar lengan suaminya.


" Kamu kira aku sakit akut apa " Gerutu Cila.


" Malahan aku pengen jalan2 Mas " kata Cila mulai menyuapi suaminya.


" Nanti ya kalo aku dah gajian kita jalan ke Mall " Janji David.


" Beneran ?" Pekik Cila.


" Ya,tapi tunggu bulan depan hehe " Kata David cengengesan.


" Asikkkk,,,makin sayang deh sama kamu " Kata Cila girang.


David tertawa geli dan meminta Cila menyuapinya lagi.


Mereka saling mengobrol sambil makan.


Cila tak ingin bertanya banyak hal tentang masalah suaminya tadi,karna dia percaya David bisa menyelesaikan nya sendiri dengan bantuan Reno.


Selesai makan mereka bersiap untuk pergi melihat kontrakan baru.


Hampir 1 jam perjalanan kini mereka sampai di ruko yang dimaksud Cila semalam.


" Kamu yakin Yank ?" Tanya David melihat2 ruangan.


" Iya Mas,aku yakin disini posisinya cukup bagus,terus murah lagi karna orang nya kepepet uang " Kata Cila semangat.


" Ibu gimana ?" Tanya David ke Siti.


" Saya ngikut aja Den " kata Siti no coment.


" Ya udah,kalo gitu aku coba nego harga lagi " Kata David berjalan keluar.


Mereka pun bernegoisasi dengan pemilik ruko itu.

__ADS_1


Setelah acara tawar menawar selesai,mereka pun resmi mentempati tempat itu 1 minggu yang akan datang.


Cila tersenyum lega dan menggandeng tangan suaminya keluar.


" Akhirnya kita bisa kerja lagi Mas " Kata Cila happy.


" Iya tapi maaf ya mungkin aku cuma bisa bantu dikit2 doang,karna aku kan kerja juga " Kata David tak enak.


" Ngak papa kan ada Bu Siti dan Laura " Kata Cila aman.


David mengangguk kecil.


" Ya udah yuk pulang,kasihan Laura ngak ada temen nanti " Kata David teringat akan bocah kecil itu.


Cila mengangguk dan mengusap lembut perut datarnya.


" Coba aja kamu ada disini Nak,pasti Papa David bakal happy banget " Batin Cila sedih.


Dirinya hanya bisa bersabar karna sampai saat ini mereka belum juga dikaruniai seorang anak.


" Mas,Bunda telepon " Kata Cila kaget mendengar suara hpnya.


Gadis itu dengan cepat merogoh tasnya dan mengangkat panggilan.


" Hal...


" Kalian dimana,kenapa pindah ngak bilang ?" Cerocos Sintia.


" Hah em maaf Bunda kami pindahnya mendadak " Kata Cila ketakutan.


" Dasar ya kalian,Bunda sama Ayah jauh2 kerumah kalian eh kaliannya malah pindah ke kota " Gerutu Sintia kesal.


" Hehe Sorry Bunda,Bunda dan Ayah kerumah Kak Nisa aja kami disana "


" Ya sudah Bunda sekarang kesana " Kata Sintia garang.


Tut.


Panggilan terputus,Cila cengengesan melihat David memasang wajah garang.


" Kenapa ngak bilang Bunda kalo kita udah pindah ?" Tanya David kesal.


" Lupa Yank,habisnya kamu panik banget " Kata Cila menunduk.


" Harus nya kamu kasih tau mereka dong,kasihan kan Ayah dan Bunda jauh2 datangi kita "


" Iya lain kali ngak gitu lagi " kata Cila menciut.


Pletak...


David menyentil kening perempuan itu dengan gemas dan langsung meninggalkannya berjalan duluan.


Siti yang melihatnya pun tertawa lucu,apalagi melihat Cila mengkrucutkan bibirnya.


" Yankk maafiiin dong,sumpah ntar ngak gitu lagi " Rengek Cila.


" Ngak mau,ntar aku ngak dapat kolor gratis lagi dari Bunda " Gerutu David.


" Nanti aku beliin selusin buat kamu " Rayu Cila.


" Ngak mau,kamu beliin yang ngak ada gambarnya " Kata David merajuk.


" Nanti aku beliin yang ada gambar aku nya mau ?" Tanya Cila polos.


" Ngak mau nanti kamu natap punya aku terus,kamu kan hoby sangean "


" Nanti aku fotonya merem " Kata Cila terus merayu.


Siti tertawa geli mendengar pembicaraan absurd pasangan itu.


" Duh dimana lagi aku nemuin Bos konyol kayak gini " Kata Siti geli sendiri.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment.


__ADS_2