
Pagi hari seorang gadis terbangun dari tidurnya,Hani merenggangkan badan dan mengernyit ia berada disebuah kamar yg tak ia ketahui.
" Loh aku dimana ?" Gumam Hani kaget.
Gadis itu langsung bangun dan kembali terkejut melihat seorang pria meringkuk disofa.
" Astaga aku gak pulang semalam ?" Gumam Hani mencoba mengingat.
Keasikan ngobrol dan bercanda membuat gadis itu lelah hingga akhirnya ketiduran.
" Tapi bukannya semalam aku di ruang tamu ya kenapa bisa dikamar ?" Gumam Hani bingung.
Gadis itu melihat bajunya dan bersyukur semua masih lengkap.
Hani bangun dari ranjang dan melihat jam.
Pukul 6.20 pagi yg menandakan matahari akan segera menampakkan sinar.
Gadis itu mendekati pria yg meringkuk tersebut dan menampar lengan.
" Bangun Rid,aku mau pulang " Ucap Hani pelan.
" Hmmm " Lenguh Ridho masih asik dengan tidurnya.
" Bangun ih,aku mau kerja ini " Kata Hani lagi.
Perlahan Ridho mulai membuka matanya dan melihat Hani sayu.
" Jam berapa ?" Tanya lelaki itu serak.
" Jam 8,ayo cepetan " Jawab Hani asal.
" Hah " Pekik Ridho kaget.
Pria itu langsung bangun dan mencari hapenya.
Wajah Ridho seketika datar setelah melihat jam yg sesungguhnya.
" Ck,baru jam 6 !" Kata Ridho kesal.
" Hehe cepetan,anterin aku pulang " Kata Hani cengengesan.
" Pulang sendiri aja aku ngantuk " Kata Ridho kembali rebahan
" Ehh mana bisaa,kamu yg ajak aku kesini !" kata Hani menolak.
" Aku ngantuk Hani " Kata Ridho manja memeluk bantal gulingnya.
" Bangun gak !" kata Hani menarik rambut lebat lelaki itu.
" Aduhh aduhhh Sakkiiiittt " Pekik Ridho kaget.
" cepetan bangunnn " pekik Hani semakin menjadi.
" Akhhh iya iyaa jangan ditarik nnti rontok " Kata Ridho kesakitan.
Hani melepas tangannya dan celingak celinguk mencari barang.
Tak ada yg berharga,gadis itu hanya membawa hape saja bahkan dompet pun tak dibawa.
Dengan terpaksa Ridho bangun menuju kamar mandi.
Semalam pria itu menggendong Hani masuk kamar karna tak tega melihat Hani ketiduran disofa menemani dirinya minum.
Ridho tak melakukan apapun meski terbesit sedikit hasrat,tapi pria itu bisa menahannya hingga akhir.
Mereka berberes sebentar,Hani tau diri gadis itu merapikan kamar Ridho yg sedikit berantakan dengan tas dan baju berserakan dilantai dan kursi.
" Dia kameramen ya ?" Gumam Hani melihat banyaknya kamera.
" Ck hidupnya pasti selalu selamat " Lanjut Hani terkekeh.
Hani merasa geli sendiri teringat disalah satu aplikasi viral jaman sekarang yg mana seorang kameramen selalu selamat dalam bahaya mengancam.
Tak lama Ridho kembali,wajah pria itu basah dengan air dan sialnya Hani cukup terpana dengan penampilan lelaki itu.
" Cepetan " Tegur Ridho mengambil baju baru dan membuka baju lama.
" Aku tunggu diluar " Kata Hani buru2.
Ridho mengangguk,lelaki itu diam sejenak melihat Hani yg seperti malu kepadanya.
Pria itu tersenyum kecil dengan gelengan pelan.
__ADS_1
" Lihat gini aja udah baper apalagi kalo gue tampilin yg lain,bisa terbakar itu mukanya saking malu " Gumam Ridho geli.
Mereka keluar apartemen,pria itu berhenti dijalan untuk membeli sarapan.
" Kenapa ?" tanya Hani merasa aneh.
" Makan dulu,nanti gue langsung kerja " Kata Ridho membuka sabuk pengaman.
" Hm ya udah " Kata Hani mengangguk.
Keduanya turun dari mobil,terlihat warung itu cukup ramai pengunjung.
Tanpa tunggu lama Ridho memesan makanan dan mereka pun mulai sarapan.
Hani merasa damai,ia tak takut lagi dengan Ridho karna beberapa kali pertemuan mereka lelaki itu tak pernah macam2 kepadanya meski dalam satu kamar.
Ridho sangat lapar membuat gadis itu terkekeh geli.
" Mau sekalian dianter ?" Tanya Ridho ambigu.
" Kemana ?" Tanya Hani.
" Akhirat " Jawab Ridho asal.
" Eh uhuk uhuk...." Hani langsung tersedak mendengar jawaban nyeleneh pria itu.
" Gila kamu !" kata Hani menampar lengan Ridho.
" Ya kerja lah,emang mau kemana lagi ?" Kata Rihdo gemas.
" Oh gak usah,aku ada motor " Jawab Hani tenang.
Ridho mangut2 mengerti,15 menit makan akhirnya mereka selesai.
Hani tak bisa membayar makanannya membuat gadis itu merasa malu.
" Lo utang 10 ribu sama gue " kata Ridho jahil.
" iya nanti aku bayar " Kata Hani memutar mata.
" Hahaha " Ridho langsung tertawa membuat pengunjung lain menoleh.
" Ck cepetan pulang " kata Hani merajuk.
Ridho mengangguk,mereka pun langsung pulang.
Gadis itu sangat menarik dan lucu menurut Ridho,ia sejenak melupakan masalah kerjaannya yg kian menumpuk.
Sesampainya didepan gang,Hani minta turun.
Gadis itu tidak enak hati kepada tetangganya jika ia turun bersama seorang pria apalagi Ridho punya tato di lengan bawah dan leher.
" Yakin gak mau anter sampe dalam ?" Tanya Ridho merasa aneh
" Iya,dah sana pulang " Jawab Hani tenang.
" Ya udah,ntar temenin gue lagi ya " Kata Ridho mengerdipkan matanya
" Bayar !" Kata Hani kesal.
" Wahahaha,ya udah potong hutang bubur tadi,hutang lo lunas " Kata Ridhò jahil.
" Ihhhh mana bisa gituuu " kata Hani ngamuk.
Ridho tertawa ngakak dan menutup jendela kaca membuat gadis itu mencat2 diluar.
" Hahaha dia kenapaa lucu sekaliii " Gumam Ridho girang.
Hani berjalan menjauh dengan mulut marah2.
Aksi gadis itu sungguh menghibur pria yg kurang senyum tersebut.
Ridho berlalu,pria itu cepat pulang karna dirinya harus bekerja.
Hani berjalan cepat,waktunya sudah hampir terlambat..
Sesampainya di rumah gadis itu terkejut melihat seorang pria dduuk diteras dengan tubuh melungkup.
" Ya Tuhan " Ucap Hani menutup mulut tak percaya.
Gadis itu diam dan menyelisik siapa yg tidur diterasnya
" Kak Daniel " Ucap Hani terbelalak.
__ADS_1
Pria yg dipanggil mengangkat kepalanya dan diam melihat Hani..
" Kenapa Kakak ada disini ?" tanya Hani tak percaya.
" kamu dari mana aja ?" tanya Daniel berdiri.
Pria itu menatap Hani tajam menyelisik sesuatu.
" Aku ?" tanya Hani menunjuk dirinya.
" Aku menunggu lama disini " Kata Daniel datar.
" Hm ayo masuk Kak " kata Hani buru2 membuka pintu..
Daniel diam dan memperhatikan penampilan Hani dari ujung kaki hingga kepala.
Gadis itu masih menggunakan piyama yg pernah ia beli.
" Kamu dari mana Hani ?" tanya Daniel lagi.
" Hm aku em tidur dirumah temen " Jawab Hani hati2.
" Temen ?" Ulang Daniel.
" Ya dia em dia minta aku unt....
" Berbohong ?" Lanjut Daniel.
Deg....
Hani tersentak dan langsung menunduk.
Gadis itu tak pandai berbohong membuat dirinya bingung harus memberi alasan apa.
" Kau bersama siapa ? jujur sama aku " Pinta Daniel tenang.
" Maaf Kak " Kata Hani menunduk.
" Seorang pria ?" tanya Daniel pelan.
Hani mendongak dan mengangguk pelan.
" Pantesan aku tunggu lama disini kamu gak buka pintu " Kata Daniel terkekeh miris.
" Maaf Kak,aku gak tau Kakak kerumah " kata Hani merasa bersalah.
" Kamu sama siapa ? Reka ?" tanya Daniel.
Hani menggeleng cepat.
" Ridho ?" Sebut Daniel lagi.
Hani mengangguk pasrah.
Daniel mengusap kasar wajahnya,pria itu ingin sekali marah tapi melihat kejujuran Hani membuat ia tak tega.
" Kamu diapain sama dia ?" Tanya Daniel datar.
" Gak diapa2in Kak,aku cuma temenin dia minum terus...
" Minum ?" Ulang Daniel terkejut.
" Iya tapi dia gak ngapai2n aku suer " Jawab Hani serius.
" Aku cuma tidur dan dia juga tidur tapi ditempat terpisah,Kakak boleh tanya sama adik Kakak kalo gak percaya sama aku " Jelas Hani serius.
Daniel diam,pria itu terus memperhatikan wajah gadis tersebut hingga Daniel melangkah mendekat.
" Kamu begitu polos dan lugu,Kakak hanya takut kamu bertemu orang yg salah dan mencelakai kamu " Kata Daniel mengusap kepala Hani.
" Apa aku begitu bodoh ?" tanya Hani nanar.
" Kamu gak bodoh,hanya terlalu baik dan Kakak takut itu akan menyakiti dirimu sendiri " Jawab Daniel tersenyum.
" Oh iya apa kamu gak bekerja hari ini ?" tanya Daniel kembali tenang.
Hani mengangguk kecil.
" Ya udah,gih sana beres2 Kakak anter " Ucap Daniel lembut.
Hani mengangguk tersenyum,gadis itu pun langsung mencubit gemas pipi Daniel dan melangkah ceria.
" Ck dasar anak kecil " Gumam Daniel ingin menggigit gadis itu.
__ADS_1
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.