Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Masak


__ADS_3

Disebuah rumah seorang wanita terlihat duduk dihadapan kedua mertuanya.


Yap,sepulang dari cafe Nial langsung pergi kerumah ibu Daniel yg kebetulan berada dikota yg sama.


Wanita itu menangis terisak menceritakan kejadian yg baru saja ia alami.


" Jadi Daniel meminta berpisah ?" tanya Ibu Daniel terkejut.


" Iya Bu,Kak Daniel gak cinta sama aku " Jawab Nial tersedu.


" Anak itu benar2 kelewatan " Ucap Ayah Daniel geram.


" Dia akan menikah dengan wanita lain Yah,dia mencintai gadis itu " Kata Nial begitu terluka.


" Apa !" pekik orang tua Daniel kaget.


" Dia sudah jujur sama aku huhuhu " Nial terus menangis menumpahkan rasa sakit dan kecewa.


Ibu Daniel terlihat syok,bgitupun ayahnya.


Daniel sejak menikah memang tak banyak bunyi,bahkan pria itu juga sering pulang tanpa membawa Nial dengan alasan ia ada kerjaan.


" Apa yg dipikirkan anak itu " Batin Ibu Daniel heran.


Tak lama seorang pria masuk kedalam rumah,semua orang menoleh dan mengernyit Ridho datang tidak sendirian.


Pria itu masuk dengan wajah sddikit tegang.


" Ridho " Panggil sang Ibu berdiri.


Ridho menoleh dan berjalan mendekati orang yg ada dirumahnya.


" ini siapa ?" tanya Si Ibu melihat gadis kecil yg memegang tangan sang anak.


" Namanya Sofia " Jawab Ridho berusaha tenang.


" Anak siapa ?" tanya Ayah Ridho.


Ridho diam melirik Sofia yg terlihat bersembunyi dibelakang tubuhnya.


" Em anak em temen " Jawab Ridho gugup.


" Temen kamu ?" Ulang sang ibu.


" Iya Bu " Jawab Ridho mengangguk.


Mereka semua melihat Sofia dengan wajah menyelisik membuat gadis kecil itu merasa takut.


" Nial kenapa ?" tanya Ridho mengalihkan


" Oh apa kau melihat Daniel ?" tanya sang Ayah.


" Hari ini aku gak ketemu sama dia " Jawab Ridho tenang.


" Ck,suruh abang mu pulang " Titah sang ayah lagi.


" Emangnya kenapa ?" tanya Ridho kepo.


" Mereka bercerai " Jawab sang Ibu.


" Apa !" Pekik Ridho terbelalak.


Pria itu melihat iparnya dan Nial terlihat masih menangis.


" Apa Kak Daniel benar2 ingin bersama Hani ?" Batin Ridho menerka.


" Kau tau sesuatu ?" tanya sang Ayah menyelisik.

__ADS_1


" Em gak Ayah,aku terlalu sibuk untuk tau urusan rumah tangga orang " jawab Ridho.


Ayah Ridho mengangguk paham karna ia tau Ridho memang jarang ikut campur.


" Baiklah kalo begitu aku masuk dulu " Kata Ridho pamit.


" Mmebawa anak ini ?" tanya Si ibu melihat Sofia.


" Ya,dia kurang sehat jadi harus banyak istirahat " Jawab Ridho mengangguk.


Mereka mangut2 mengerti,Ridho yg tak ingin ditanya banyak hal langsung berjalan sambil menenteng tangan Sofia.


Setibanya didepan kamar,Sofia menahan tangan Ridho yg mau melepaskan dirinya.


" Kenapa ?" tanya Ridho menunduk.


" Aku lapar Om " Jawab Sofia nanar.


" Hah lapar ?" Ulang Ridho kaget.


" Iya,Via mau makan bubur sama ayam goreng " Jawab Sofia.


Glek...


Ridho menelan ludah kasar,jam siang begini mana ada orang jual bubur pikir pria itu..


" Hm nasi sama ayam gak mau ?" Tawar Ridho hati2.


Sofia menggeleng pelan.


" Em ya udah em kalo gitu Om lihat didapur dulu ya " kata Ridho bingung.


Sofia mengangguk,Ridho pun mengantar gadis kecil itu sampai keranjang dan meminta Sofia menunggu.


" Duh gue harus ngapain nih ? bikin bubur ck mana bisa,yg ada malah gosong nanti " Gumam Ridho mengacak rambutnya kesal.


" oh iya Ibu,aku minta tlong sama Ibu aja " Ucap Ridho teringat.


" Kamu jaga rumah Do,Ayah sama Ibu mau datengin orang tua Nial " Ucap sang Ayah tenang.


" Hah " Kata Ridho terkejut.


" Iya dirumah aja Ya,kami mau urus masalah kakak mu dulu " Sahut sang Ibu.


Ridho menelan ludah kasar,pria itu melihat Nial dan sama masih seperti dulu iparnya tak banyak bicara.


" Ya udah " kata Ridho pasrah.


Semua orang berjalan keluar meninggalkan lelaki dewasa itu dengan sejuta kegalauan nya.


" Ck mereka pada pergi lagi,uh masa gue harus masak sendiri sih ?" Gumam Ridho bingung.


Dengan langkah berat lelaki itu berbalik badan menuju dapur..


Ia harus melakukan semuanya sendiri agar perut sang anak terisi apalagi mengingat Sofia sedang sakit.


Sebenarnya Ridho belum siap membawa gadis kecil itu menemui orang tuanya,tapi jika harus menyerahkan Sofia kepada Vero lagi ia merasa tak sanggup karna bagaimana pun Sofia merupakan anaknya meski belum terbukti nyata.


" Aku mulai dari mana nih ?" Gumam Ridho melihat beras dn canting yg belum tersentuh.


Lelaki itu baru kali ini masuk dapur dan belum tau tata cara membuat bubur yg benar,selama ini semua kebutuhan makannya terpenuhi karna sang ibu selalu masak atau Ridho biasa membeli diwarung.


Dengan tekad dan niat,lelaki itu mulai melakukan sebisanya.


Asik berkutat sendiri,pria itu tak menyadari bahwa sang Kakak sudah pulang.


Daniel melihat sekeliling rumah yg terasa sepi.

__ADS_1


Saat ingin berjalan kekamar,pria itu mendengar suara berisik dari kamar sang adik.


" Ridho lagi ngapain denger nyanyian anak2 ?" Gumam Daniel heran.


Pria itu mendekat dan memasang telinga dipintu.


Suara nyanyian anak2 semakin jelas membuat pria tersebut merinding mengingat adiknya bukanlah pecinta bocah2 kecil.


" Apa ada orang didalem ya ?" Gumam Daniel masih menerka.


Karna makin penasaran,pria itu membuka sedikit pintu dan mengernyit.


" Anak siapa itu ?" Gumam Daniel kaget.


Terlihat seorang gadis kecil sedang bernyanyi sambil melihat barang2 sang adik disana.


Kamar nuansa laki rok n roll itu membuat si gadis merasa tertarik.


Daniel terus mengintip hingga sepasang mata sang gadis melihat kerahanya.


" Duh ketahuan " Ucap Daniel langsung bersembunyi.


" Siapa ?" tanya Sofia dari dalam.


Gadis kecil itu berjalan mendekat sambil memegang bantal tidur Ridho.


" Apa ada maling ya,kata Papa aku harus hati2 sama orang asing " Ucap Sofia membentengi dirinya.


Langkah kecil terus berlanjut hingga ia membuka pintu.


" Bang " Panggil Ridho membuat Daniel kaget.


" Astagaa " Kata Daniel terkejut.


Cretttþttt.....


Pintu terbuka lebar,nampaklah Sofia keluar dari kamar dengan wajah curiga.


Daniel dan Ridho melihat gadis itu dan langsung tersadar.


" Astaga gue masih pake apron " ucap Ridho kelabakan melihat kostumnya.


Lelaki tampan itu langsung berlari lagi kedapur membuat Daniel terkekeh geli.


" Kamu siapa ?" tanya Daniel melihat Sofia.


" Aku ?" ulang Sofia menunjuk dirinya.


" Iya "


" Aku anaknya Papa Vero " jawab Sofia bangga.


" Hah Vero siapa ?" tanya Daniel mengernyit.


" Papa Vero,Om gak kenal sama Papa ?" tanya Sofia polos.


Daniel mengernyit mencoba mengingat,pria itu merasa tak asing dengan nama yg disebut.


" Apa Ridho punya temen namanya Vero ?" Batin Daniel menerka.


" Uhh Om udah selesai masak belum ya,aku udah laper " Gumam Sofia sambil berjalan keluar.


Daniel terus mengingat hingga satu nama terlintas dikepalanya.


" Apa Vero yg itu ?" Gumam Daniel menebak.


" Kalo iya,apa Ridho dan dia berteman ?" Lanjut Daniel lagi.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2