
Ujian dilaksanakan dengan tenang setelah guru memisahkan Reka dan Sandri yang hampir berkelahi.
Hani berusaha tenang meski jantungnya dari tadi tak karuan,gadis itu menoleh kearah Reka,pria itu sangat tenang mengerjakan soal ujiannya.
" Kamu dah selesai ?" tanya Reka tak sengaja berpapasan dengan Hani.
" Hah belum " Jawab Hani.
" Kerjain,jawabannya gak ada dimuka aku " Kata Reka terkekeh.
Hani mengangguk dengan senyum kecilnya.
Gadis itu kembali melihat soal dan mencari jawaban.
Sepulang sekolah,seperti biasa Reka menemani gadis itu sampai didepan gerbang.
Hani terlihat sangat was2,gerakan gadis itu membuat Reka gerah.
" kamu kenapa gak bisa diem ?" tanya Reka.
" Bisa gak kita gak usah deket2 ?" tanya Hani.
" Hah kenapa ?" Tanya Reka kaget
" Hm soalnya ada yang gak suka kalo kita deketan " Jawab Hani menunduk.
" Siapa Vero ?" tanya Reka.
" Bukan " jawab Hani.
" Terus siapa ?" Tanya Reka heran.
" Sanda sama temennya " Jawab Hani jujur.
" Hah Sanda ?" Pekik Reka terbelalak.
Hani mengangguk pelan.
" Kenapa dia gak suka ? emang dia siapa ?" tanya Reka geram.
" Aku gak tau apa hubungan kalian,tapi bisakah kita berjauhan saja,aku juga gak enak sama Vero " Ucap Hani sedih.
" Kau ingin aku menjauh ?" tanya Reka.
Hani mendongak menatap wajah datar pria itu
" Maaf Reka,aku tidak mau terjadi kesalahpahaman diantara mereka,aku disini ingin sekolah dan membahagiakan Vero serta keluarganya dengan nilai baik ku,aku tidak ingin mengecewakan mereka " Ucap Hani berkaca kaca.
Reka diam menatap gadis itu akan menangis.
" Tak bisakah kita hanya berteman ? aku tak punya siapa2 untuk berbagi cerita " Ucap Reka sedih.
" Aku ingin melakukannya tapi...
" Baiklah,tak apa " Potong Reka cepat.
" Maafkan aku Reka huhuhu " Hani menangis sedih.
Reka tersenyum dan menepuk pundak gadis itu pelan.
" No problem,ini hanya masalah sepele jangan diambil hati " Kata Reka tenang.
" Aku juga ingin berteman dengan mu Reka tapi aku harus menjaga perasaan Vero dan banyak orang tak suka dengan kedekatan kita " Ucap Hani sedih.
" Iya aku mengerti,kau memang dalam posisi sulit " Balas Reka.
__ADS_1
" Baiklah,kalau begitu aku pulang dulu ya " Kata Reka pamit.
Hani diam,lelaki itu melambaikan tangan dan langsung berlari keluar.
" Reka " Gumam Hani kembali menangis.
Pria itu melesat pergi ke toko yang menjadi tempat tongkrongan lelaki itu,Reka terlihat sangat enjoy tanpa beban.
Hani menunduk lalu berbalik badan menunggu jemputan.
Tak lama Vero sampai,pria itu turun dari mobil mendekati Hani yang duduk memainkan kakinya ke pasir.
" Hei " Sapa Vero.
" Sayang " Ucap Hani mendongak.
" Udah lama nunggunya ?" Tanya Vero mengusap kepala gadis itu.
" Gak kok,ayo pulang " Ajak Hani.
Vero mengangguk dan melihat sekitar.
" Kemana bocah itu ?" Gumam Vero pelan.
Vero ingin bertemu dengan Reka,ia berharap bisa mendapat banyak informasi tentang Hani saat disekolah karna Hani mulai tak jujur kepadanya.
Keduanya pun masuk kedalam mobil,Hani terlihat lesu gadis itu menyender dikursi mobil dengan tubuh lemas.
" Sayang kamu kenapa ?" tanya Vero lembut.
" Gak papa,cuma capek aja " jawab Hani.
" Susah isi soalnya ?" tanya Vero.
" Hm,beberapa nomor aku gak tau jawabannya " Jawab Hani mengkrucut.
" Aku minta jawaban sama Reka,eh ternyata dia juga ngarang dari kancing baju haha " jawab Hani tertawa.
Vero menatap gadis itu nanar,saat Hani bercerita Reka mood gadis itu terlihat baik tak seperti saat tadi.
" Jadi kamu ikut dia ?" tanya Vero berusaha tenang.
" Ya,karna waktunya udah mepet juga " Jawab Hani.
" Kamu sering bagi2 isi sama dia ?" tanya Vero seraya menghidupkan mesin mobil.
" Hm lumayan,dia juga gak pelit sama aku,cuma dia yang mau jadi teman aku sayang " jawab Hani manja.
Vero mengangguk tersenyum dan mengusap kepala Hani.
Keduanya mulai berjalan,dari kejauhan Hani menatap Reka yang sedang duduk sendirian dengan asap mengepul.
Gadis itu bangun dari bahu Vero menatap kearah Reka.
Terlihat Reka juga melihat kearahnya karna lelaki itu mengenali mobil Vero.
Hani menghela nafas panjang dengan senyum kecilnya kearah lelaki itu.
" Kenapa ?" tanya Vero menoleh.
" Hm gak papa " jawab Hani tersenyum.
Vero mengangguk paham dan fokus menyetir.
Ditempat tongkrongan Reka mendesah lesu,ucapan Hani tadi berputar dikepalanya.
__ADS_1
Pria itu merasa sangat kesal dan ingin protes tapi Reka mengerti berada diposisi Hani memang sangat sulit apalagi gadis itu hutang budi dengan Vero.
" haistt kenapa aku mikirun dia sih " gumam Reka mengacak rambutnya kesal.
Pria itu menyesap rokok lagi dan menginjaknya saat sudah habis.
" Hei hei mau kemana ?" tanya seseorang menahan bahu Reka saat akan bangun.
" Mau apa Lo ?" tanya Reka santai.
" Mau gue ? urusan kita belum selesai Bro " Ucap Sandri mendorong Reka hingga lelaki itu terduduk lagi.
" Terus ?" tanya Reka menantang.
" Wah2 besar juga nyali lo ya " Jawab Sandri takjub.
" Cuiih " Reka meludah kesamping tanda tak getir dengan pria tinggi itu.
" Jangan dsini San,mending ditempat lain aja kita masih pake seragam " Ucap Teman Sandri.
Reka yang sudah menebak tersenyum miring dengan gerombolan anak2 pembawa masalah itu.
" Oke,,kali ini lo bebas tapi tidak dengan malam ini " Ucap Sandri bersedekap dada.
" Lo mau ajak gue duel ?" tanya Reka menantang.
" Ya,itu pun kalo lo berani !" Ucap Sandri.
" Lo pikir gue takut sama lo hah !" bentak Reka mendorong lelaki itu.
" Woi woi seloww ini area sekolahan !" Ucap anak murid lain yang menonton mereka.
Sandri tertawa miring dan mendekati Reka lagi.
" Stadion jam 10 " Ucap Sandri berbisik.
Reka diam dengan tangan terkepal.
" Kalo lo gak datang,Hani bakal jadi pacar gue dan lo tau gadis itu banyak membuat masalah disekolah,dan gue harus beresin semuanya !" ucap Sandri lirih.
" Brengsek lo dia gak salah !" Kata Reka menarik kerah baju Sandri.
Sandri tertawa dan menjauhkan dirinya dari lelaki itu.
" Gue tunggu kegentelan lo " Ucap Sandri melambaikan tangan.
" **** ! bajingan lo !" Umpat Reka emosi.
Lelaki itu terlihat sangat kesal,apalagi Sandri membawa nama Hani yang tak bersalah sama sekali.
" Gak usah diladen Rek,biarin aja dia membacot " Ucap teman Reka menasehati.
" Iya Reka,mending lo tidur jam 10,besokan masih sekolah " Celtuk yang lain.
" Hajar aja Rek,kasih pelajaran sama si Sandri,mentang2 dia anak pejabat seenaknya aja bersikap,sok2an ajak orang duel " ucap yang lain ikut geram.
" Lagian ada hubungan apa sih lo sama si cewek baru itu,cakep juga kagak " Sahut yang lain heran.
" Hani berbeda " Ucap Reka nanar.
" Kayaknya lo udah jatuh cinta sama tuh cewek " Kata teman Reka menepuk bahunya.
" Gue gak cinta sama dia,cuma gue rasa dia temen yang pas aja " Jawab Reka menatap temannya2.
Semua orang terdiam menatap Reka yang terlihat begitu serius.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.