
Malam ini suasana sedikit suram,seorang pria tak bisa kemana pun lantaran ada orang dirumah yg ia tempati.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,tapi gadis cantik itu seolah enggan untuk pulang.
Keduanya diam disofa seraya menonton film.
Daniel merasa sangat suntuk,ia ingin keluar dan berlari dari situasi yg menurutnya memuakkan tersebut.
Daniel ingin bertemu Hani,pria itu ingin bercengkrama dengan tetangga belakang rumahnya tersebut.
" Duhh Hani lagi ngapain ya jam segini ? pasti udah molor " Gumam Daniel menebak.
" Kenapa Beb ?" tanya Nial yg duduk disamping lelaki itu.
" Hah em gak papa " Jawab Daniel tenang.
" Jalan yuk,aku bosen deh " kata Nial tersenyum.
" Mau kemana udah larut " Balas Daniel mengernyit.
" Larut dari mana baru jam 9 " Kata Nial heran.
Deg...
Daniel tersentak,karna bergaul dengan Hani yg keluarnya habis magrib kini Daniel merasa baru keluar jam 9 itu sudah sangat larut.
" Yuk Beb,aku dah lama gak jalan2 disini " kata Nial merengek.
Daniel diam sejenak seraya melihat jam didindingnya.
Tak ada siapapun dirumah,lelaki itu tinggal sendiri karna orang tua nya pun berada diluar kota.
Ntah mengapa Daniel merasa tak ada yg special,ia merasa biasa2 saja kedatangan gadis tersebut padahal sebelumnya pria tersebut bisa dibilang sangat bucin.
Keduanya keluar dari rumah,Daniel berjalan kesamping dan melihat gang.
Tak ada siapapun,kondisi begitu sepi sunyap.
" Kamu cari siapa ?" Tanya Nial merasa aneh.
" Hah bukan siapa2 " jawab Daniel mencoba tenang.
Nial menatap aneh lelaki itu,keduanya pun menaiki mobil.
Pikiran Daniel tak tenang,ia belum puas jika tak melihat Hani baik2 saja hari ini.
Mobil melaju kejalan raya,pria itu menyetel musik untuk menghilangkan kejenuhan.
" Sayang " Panggil Nial pelan.
" Hm " Jawab Daniel menoleh.
" Kamu kenapa diam banget sih ?" tanya Nial mengkrucut.
" Gak,mana ada aku diam " jawab Daniel mengernyit.
" kamu dingin,aku bingung " kata Nial sedih.
" Gak sayang,aku gak diem kok emang gini kan " kata Daniel mengusap kepala gadis itu.
Nial merebahkan tubuhnya ke pundak lelaki itu,Daniel yg tadinya duduk menyender langsung menegakkan tubuhnya.
" Gimana keadaan kamu disana ? apa berjalan lancar ?" Tanya Daniel lembut.
" Hm lumayan,aku pulang karna kangen kamu dan Papa " jawab Nial manja.
Daniel terkekeh pelan,pria itu mencoba mengasikkan diri agar gadis disampingnya merasa nyaman.
" Kita mau kemana nih ?" tanya Daniel teringat.
__ADS_1
" Terserah,beli makan gitu " Jawab Nial tersenyum.
Daniel mengangguk setuju,lelaki itu menambah laju kendaraannya hingga mereka tiba ditujuan.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat sibuk memilah2 kertas.
Besok Hani akan tes fisik,gadis itu benar2 sudah mantap akan mendaftarkan dirinya.
" huh kayaknya aku harus olahraga deh,ini perut gelambirnya ya ampun " Ucap Hani melihat perutnya yg berlipat.
" Aku ajakin Kak Daniel aja kali ya,kan mumpung dia juga sering joging pagi " Gumam Hani pelan.
Tanpa pikir panjang,wanita itu mengambil hapenya dan menelfon pria tersebut.
Berdering,Hani merapikan duduknya dan menunggu jawaban.
Tuttt.....
Panggilan masuk,gadis itu terlihat sangat bersemangat menunggu jawaban.
Tuttt...
" Nomor yang anda tuju tidak bisa dihubungi " Ucap operator tiba2.
" Loh kenapa gak aktif ?" Gumam Hani kaget.
Gadis itu mengernyit bingung,padahal tadi sempat nyambung.
" Apa Kak Daniel lagi diluar ya ? tapi tadi udah pulang ?" Gumam Hani mengingat.
Karna penasaran Hani kembali menelfon.
Tuttt...
Panggilan kembali masuk tapi terjadi lagi tiba2 langsung tak aktif.
" Oho dia menolak panggilan ku " Gumam Hani mulai menerka.
" Hm mungkin dia emang lagi sibuk,ya udah lah aku gak usah ganggu " ucap Hani positif thingking.
Gadis itu menaruh lagi hapenya dan berjalan kedapur.
Ia lupa belum makan malam karna terlalu sibuk mengurus berkas.
Jam terus berlalu,tak terasa sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Di tempat hiburan 2 anak manusia terlihat santai menikmati alunan musik..
Nial belum mau pulang meski Daniel sudah menganjaknya.
" huh sampai kapan bakal begini " Gumam Lelaki itu mulai kesal.
Ia terpaksa menolak panggilan Hani karna tau mau gadis disebelahnya tau.
" Ayo pulang sayang ini udh larut,nanti Papa mu marah " ajak Daniel lagi.
" Bentar lagi Yank,aku masih mau disini " Kata Nial manja.
" Ck kenapa gak diskotik aja sekalian " kata Daniel kesal.
" Kamu mau kesana ? aku ikut " kata Nial semangat.
" Eeh " ucap Daniel melotot.
" Hehe kalo sama kamu aku berani " kata Nial bergelayutan manja.
Daniel memutar mata,meski ia lelaki bebas tapi Daniel bukan tipe pria yg suka dugem.
" Dah ayo pulang " kata Daniel tak sanggup lagi.
__ADS_1
Nial mengangguk pasrah,jika pria itu memasang wajah serius siapapun tak bisa menolaknya.
Keduanya pun pulang,Daniel mengantar Nial ke hotel karna tak mungkin ia mengantar gadis itu pulang kerumah orang tua Nial.
" Kamu nginep juga kan ?" tanya Nial menoleh.
" Aku gak bisa " Jawab Daniel tenang.
" Kenapa ?" tanya Nial kaget.
" Aku ada kerjaan dirumah dan besok harus kerja pagi juga " Jawab Daniel.
" Yaaahhh,masa aku sendirian sih gak seru ah " kata Nial mengkrucut.
" Ya mau gimana lagi,kamu itu harus jaga diri " Kata Daniel tegas.
" Kan sama kamu " Balas Nial santai.
" Aku ini masih orang asing " kata Daniel pelan.
" Apa !" Ucap Nial terkejut.
" maksud ku kita belu..."
" Ya makanya kita nikah biar jadi orang dekat bukan asing !" Sambung Nial marah.
" Huhhh belum bisa sayang " Jawab Daniel menoleh.
" kamu selalu aja gitu,ngeles terus !" kata Nial bersedekap dada.
" Sayang.." Panggil Daniel lembut.
" Udah lah,kamu pasti udah punya selingkuhan ya makanya kamu sekarang berubah " Kata Nial tajam.
Deg..
Manik lelaki itu melotot kaget.
" Kenapa kamu ngomong gitu ?" tanya Daniel mengernyit.
" Ya habisnya kamu cuek banget,aku pulang aja kamu gak tanya2 banyak tentang aku " jawab Nial emosi.
Daniel menghela nafas,pikirannya memang sedang kabut hari ini dan Daniel pun merasa lelah karna sudah 2 hari kurang istirahat.
Mereka tiba dihotel,Nial langsung turun tanpa basa basi.
" Nial " Panggil Daniel kencang.
" Pulang aja,gak usah ikut !" Jawab Nial dengan wajah marahnya.
" Naafin aku sayang,kalo kita bareng nanti ak...."
" Iya2 aku tau,dah sana pulang " Sambung Nial memutar mata.
Daniel tersenyum kecil,ia tau Nial pun begitu menjaga diri karna perlindungan Papanya begitu ketat.
" Aku pulang ya,besok aku jemput lagi " Kata Daniel pamit.
" Hm " jawab Nial malas.
Daniel tersenyum,gadis itu langsung berlari memasuki lobi..
" Huh dia seperti anak2 " Gumam Daniel menggeleng pelan.
Pria itu menutup kaca mobilnya dan tancap gas.
" Huh aku harus menemui Hani,bisa gila aku kalo gak ketemu tuh bocah satu " Ucap Daniel menambah laju kendaraannya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
Kasih tips dong guyss😕😕