Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bulan Madu


__ADS_3

Suasana rumah Justin sangat ramai,beberapa kerabat datang memberikan ucapan selamat kepada pasangan lansia Abraham dan Nita.


Kedua sejoli itu terlihat menahan malu menerima ucapan menggoda dari para tamu,bukan hanya Abraham,sang anak juga tak kalah malunya saat beberapa tamu menggoda ia punya ibu baru.


" Habis ini sungkeman ya Tin " Kata Miska mencolek pinggang Justin.


" Haistt Mba udah dong,malu nih " Kata Justin kesal.


" Malu kenapa ? harusnya kamu seneng dong punya Mama baru " Kata Miska masih semangat.


" Iya Om,kan seru tuh dedek punya nenek baru " Kata anak pertama Miska tak mau kalah.


" Haistt gak usah ikut2an deh " kata Justin malas.


" Udah Yank,terima aja " Kata Laura tersenyum geli.


" Ihh kamu ledekin aku juga " Kata Justin mendengus.


" Lah emang kenyataannya gitu " Kata Laura tertawa.


Semua ikut tertawa,Justin menjadi bahan olokan seharian oleh keluarga dari Laura,apalagi Ibu mertuanya yang sudah lebih dulu menggoda sebelum akad dilakukan.


Laura tak banyak berdiri,wanita itu tak bisa menemani Justin menyambut tamu karna ia harus fokus kepada anaknya yang masih dini.


Pasangan David dan Cila juga sibuk menerima tamu paling depan,keduanya diutus menjadi penyambut karna Abraham tak punya keluarga lain lagi..


Hani dan Vero duduk makan bersama seorang pria.


Hani mengundang sahabat sekolahnya datang yaitu Reka.


Sebenarnya bukan Hani yang mengundang tapi Vero karna Vero pikir Reka berteman dekat dengan Hani dan Vero ingin tau lebih banyak tentang lelaki itu.


" Ni,aku mau lagi " Bisik Reka pelan.


" Mau yang mana ?" tanya Hani.


" Nasi sama lauk " Jawab Reka cengengesan.


" Kamu laper ?" Tanya Hani mengernyit.


" Iya aku gak sarapan tadi pagi sampe sekarang " Jawab Reka sedih.


" Ya ampun kenapa gak makan ?" tanya Hani terkejut.


" Gak ada nasi hehe " jawab Reka menggaruk kepala.


" Terus Nenek makan apa ?" tanya Hani kaget.


" Tadi sebelum pergi aku beliin nasi bungkus " Jawab Reka terkekeh.


" Ya ampun Rek,kamu sering gini ?" tanya Hani serius.


" Kalo belum gaji " Jawab Reka malu.


Hani menghela nafas,ia merasa kasihan dengan nasib Reka yang pernah ia rasakan dulu.


" Ya udah kamu tunggu biar aku ambilkan " Kata Hani berdiri.


Reka mengangguk cepat.


Gadis itu pun berjalan menjauh dan bertemu dengan Vero yang juga sedang mengambil makanan.


" Loh Yank makan lagi ?" tanya Vero kaget.


" Gak buat Reka " jWab Hani tenang.


" Bukannya tadi dia makan ?" tanya Vero mengernyit.

__ADS_1


" Ya tapi masih lapar " Jawab Hani.


" What ? itu perut apa karung gak pake kenyang ?" Tanya Vero terkejut.


Hani tersenyum mengusap lengan kekasihnya,gadis itu terus mengambil tanpa menghiraukan Vero yang kebingungan sendiri.


Hani tak mau banyak bicara,ia tau rasanya menjadi Reka saat ini,berjuang sendirian mencari makan dan biaya sekolah bukanlah hal yang mudah.


Lelaki itu harus pintar memposisikan diri agar hidupnya terus berjalan.


Setelah tamu pada pulang,Reka dan Hani membersihkan sampah2.


Lelaki itu tak mau hanya jadi sekedar tamu,datang makan dan pulang.


Reka seperti tulus ingin berteman dengan Hani,keduanya terlihat bekerja sama mengumpulkan sampah makanan.


" Udah Rek,bersih kinclong " Kata Hani memeluk ganggang sapu lidi.


" Iya akhirnya selesai juga " Kata Reka memegang kantong sampah.


" Ayo taruh ini dibelakang " Ajak Hani semangat.


Setelah selesai Reka pamit pulang,Justin mendekati lelaki itu dan menepuk bahu Reka.


" Makasih ya udah bantu " Ucap Justin tersenyum.


" Sama2 Bang " Jawab Reka sopan.


" Oh iya Hani bilang kamu bisa ngebengkel ya ?" Tanya Justin.


" Hm ya Bang sedikit " Jawab Reka.


" Mau kerja sama Abang gak ?" tanya Justin.


" Kerja apa Bang ?" tanya Reka mengernyit.


" Hah engineering ?" Ulang Reka kaget.


" Ya karyawan abang ada yang berenti dikantor,kalo kamu mau bisa kerja disana masuk sore pulang sekolah "


" Beneran Bang ?" tanya Reka terbelakak.


" Ya,kalo kamu mau sih,kerja nya gak berat2 kok cuma cek listrik dan kalo ada kerusakan aja " Jawab Justin.


" Waaaah kebetulan banget Rek " Kata Hani girang.


" Iya Han,bengkel juga makin sepi " Kata Reka terharu.


" Gimana mau gak ?"


" Tapi Bang aku masih sekolah " Jawab Reka ragu.


" Santai Abang bos nya " Kata Justin bangga.


" Haha oke2 Bang,,makasih banyak " Kata Reka tertawa geli.


" Kamu mau juga ?" tanya Justin kepada Hani.


" Hehe kayak nya nanti dulu Bang,nanti di amuk Vero " Jawab Hani terkekeh.


" Haha iya ntar Yayank ngamuk " Goda Justin.


Hani tersenyum malu,Justin menganjak Reka sedikit menjauh untuk membahas pekerjaan lelaki itu.


Di rumah,Amat begitu senang bisa punya Bapak lagi.


Godaan pun tak henti Abraham dapatkan dari besannya yang sangat jahil.

__ADS_1


" Mat mulai hari ini kamu tidur sendiri ya gak usah tidur sama Mak lagi " Ucap Cila melancarkan aksi.


" Kenapa Bi ?" tanya Amat bingung.


" Kan udah punya bapak,Mak kamu bakal sibuk " Jawab Cila mengedipkan mata.


" Iya Mat,mau punya adik gak ?"Celetuk David.


" Hm mau Om,tapi Bang Justin gak mau " Jawab Amat mengkrucut.


" Ck Justin gak usah dipikirin Mat " kata Cila berdecak.


" Ma gak usah racunin Amat napa,kasihan suami aku " kata Laura sedih.


" Bilang aja kamu juga gak mau adik baru " Cibir Cila.


" Malu lah Ma kita udah gede mana punya bayi lagi " kata Laura lesu.


Abraham mengkrucut,lelaki itu masih ingin punya anak tapi anak tunggalnya menolak dengan keras.


" Haistt kalian ini gak usah bahas anak napa " cletuk Nita gemas.


" Harus dirundingkan ini Nit,kan masih muda,Abraham juga kayaknya masih kuat " Goda Cila mengulum senyum.


" Ya dong,biar umur tua tapi stamina masih On " Kata Abraham memainkan alisnya.


" Wahhahahaah " David dan Cila tertawa ngakak.


Laura semakin kesal,kemarin ia menjahili Justin tapi kini perempuan itu merasakan hal yang sama dengan sang suami.


Kembali lagi Laura dan Justin menjadi bulian keluarga.


Amat hanya tersenyum saja,bocah itu tak masalah mau punya adik atau tidak yang penting ibunya bahagia dan ia bisa bersekolah dengan layak.


Malam harinya,Abraham dan Nita memutuskan pergi ke hotel untuk berbulan madu.


Mereka malu hati jika berada dirumah apalagi Justin selalu menggerutu tak jelas membuat Abraham pusing.


" Yank kita pindah aja yuk " Ajak Justin melihat Laura yang sedang menyusui anaknya.


" Pindah kemana ?" tanya Laura kaget.


" Serah,ambil perumahan kek atau apa gitu " Jawab Justin.


" Emangnya kenapa ?" tanya Laura heran.


" Gak mau ah,rumah ini sempit Yank buat kita rame2 " Jawab Justin.


" Sempit dari mananya,kan udah pas ada kamar masing2,Amat kan gak tidur sama kita " Kata Laura menggeleng pelan.


" Aku gak leluasa Yank,apalagi ada emak baru " Kata Justin menggaruk kepala.


" hahah takut dijahatin ibu tiri ya ?" Goda Laura tertawa geli.


" ishh emang aku anak kecil apa !" Kata Justin mendengus.


Laura semakin tertawa hingga wanita itu kaget anaknya menyesap kuat saat disusui.


" Tuh rasain,kualat ngetawain suami " Hujat Justin.


" Aduhhh Yank sakittt " Rengek Laura melihat dadanya.


Bocah kecil itu tersenyum melihat wajah sang ibu yang meringis kesakitan,seolah ikut membatu Papanya balas dendam.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2