
Menjelang sore,Aktam dan Juna pulang kerumah.
Keduanya terlihat tenang dengan perawakan santai.
" Kalian dari mana ?" tanya Ana yg sedang menunggu Jack bermain ditaman.
" Rumah sakit " Jawab Aktam ikut duduk dibangku taman.
" Gimana keadaan Sania ?" tanya Ana.
" Huufttt ntah lah,sulit dijelaskan " jawab Aktam.
" Maksud Abang ?" tanya Ana mengernyit.
" Aku hanya melihat sekilas karna seluruh tubuhnya dibalut perban " Jawab Aktam sendu.
" Apa !" Pekik Ana terbelalak.
" Dia sangat kritis,aku gak tau gimana jawab pertanyaan Histy nanti " Balas Aktam mengusap kepalanya.
Ana diam sejenak,memang besar kemungkinan Sania akan terluka parah.
" Tapi keajaiban benar2 terjadi,Polisi bilang gadis itu begitu dekat dengan pelaku tapi masih bisa selamat,sedangkan yg jauh saja meninggal " Balas Aktam.
" Semangat hidupnya begitu kuat " Lanjut Aktam lagi.
" Ya aku rasa juga begitu,kasihan Histi dan Serkan mereka pasti terpukul " Kata Ana sedih.
Aktam mengangguk dan melihat kedepan dimana Jack dan Putrinya sedang bermain.
" Kau sudah dengar kalau Arshad demam ?" tanya Ana hati2.
" Dia sakit ?" ulang Aktam cukup.terkejut.
" Ya mungkin kelelahan bekerja " Jawab Ana.
" Huh ya aku rasa juga begitu " Balas Aktam menghela nafas.
" Jangan terlalu keras sama Arshad,kasihan Lulu jadi ikutan sedih " Kata Ana pelan.
" Dia harus kuat dan bergerak cepat,perusahaan tidak bisa menunggu terlalu lama " Kata Aktam serius.
" Ya aku tau,kan ada kalian yg handle sementara " Balas Ana.
" Kau tidak tau apa saja yg aku kerjakan ?" tanya Aktam gemas.
" Hm tauu " kata Ana terkekeh.
" Suami mu saja kini jarang pulang kan,kau harus berhati2 " kata Aktam tersenyum smirk.
" Maksud mu ?" Tanya Ana melotot.
" Ya siapa tau dia terlalu lelah dan...." Jawab Aktam menghentikan katanya.
Pletakkkkk....
Pria itu mendapat tamparan tepat dikepala membuat Aktam kaget.
" Mas Prito gak gitu,dia setia sama aku dan anak!" Kata Ana melotot.
" Hahahaha " Aktam langsung tertawa ngakak melihat wajah emosi sang adik.
" ya kan aku cuma ngasih saran doang biar kamu gak lupa " kata Aktam seraya mengusap kepalanya.
" Heh,berani dia bermain gila,hilang steven nya aku kelek " kata Ana tajam
" Ehhh Steven siapa ?" Tanya aktam mengernyit.
" Siapa lagi yg bisa bikin perut gede " Jawab Ana memutar mata.
" Wahahahaha " Aktam kembali tertawa.
Mulut adiknya masih saja lemes meski menggunakan hijab.
Wanita itu tak pernah berubah apalagi kata2 nyelenehnya yg membuat otak berpikir keras.
" Dah ah,aku mau mandi dulu,Lulu ada dirumah gak ?" tanya Aktam bangkit.
" Tadi ada,tapi gak tau sekarang " Jawab Ana santai.
__ADS_1
" Hm mungkin dikamar nungguin ayanknya balik " Balas Aktam Pede.
" Idihhhhh lebay " Hujat Ana merinding.
Aktam tersenyum geli dan berlalu masuk kedalam rumah besar.
Dikamar,Juna masuk kedalam dan mendapati Arshad sedang didepan komputer.
" Kamu ngapain ?" tanya Juna mendekat.
Arshad mendongak lalu duduk tenang.
" Udah balik Bang ?" Tanya Arshad.
" Hm " Jawab Juna berbaring diranjang.
" Gimana keadaan Sania ?" tanya Arshad lagi.
" Kamu khwatir ?" Tanya Juna bangun.
Deg....
Arshad tersentak dan diam sejenak.
" Aku mendengar semua orang membicarakannya " Balas Arshad.
" Ya,saat ini kondisinya sedang kritis dan tadi aku tidak mengenalinya " Balas Juna.
" Maksudnya ?" tanya Arshad bingung.
" Bom itu benar2 membunuh,aku tidak yakin nanti Sania akan bangun " Balas Juna lesu.
Jedeer....
Arshad tersentak mendengar kata akhir lelaki tersebut.
" Memangnya separah apa ?" tanya Arshad mencoba tenang.
" Kau lihat saja nanti,tapi Syadd aku merasa sangat bersalah " Kata Juna serius.
" Bersalah kenapa ?" tanya Arshad.
" Maksud Abang selingkuh ?" Tebak Arshad.
" Ngak selingkuh sih cuma ya aku dekat yg lain juga dan aku menyesalinya sekarang " Jawab Juna.
" Kenapa kakak lakukan itu ?" Tanya Arshad bingung.
" Gak tau,sampe sekarang kalo ketemu Bang Serkan aku ngerasa gak enak " Jawab Juna mengkrucut.
Arshad diam,lelaki itu paham dengan apa yg Juna rasakan sekarang apalagi posisi Juna yg merupakan adik Histy.
" Nanti aku juga mau kerumah sakit jenguk Sania " Ucap Arshad tenang.
" Hah beneran ? Tapi dia gak bisa ditemuin " Jawab Juna cukup terkejut.
" Gak papa " Balas Arshad singkat.
" Hm ternyata kamu punya hati juga hehe " Balas Juna terkekeh.
Deg...
Arshad tersentak mendengar ucapan pria tersebut.
" Ya udah deh,aku mau numpang tidur dulu " Kata Juna merebahkan lagi tubuhnya dikasur.
Arshad mengangguk dan berjalan keluar.
" Mau kemana Syad ?" tanya Juna mengernyit.
" Cari angin " jawab Arshad.
" Lah emang disini gak ada anginya ?" tanya Juna lagi.
" Sesak " Balas Arshad seraya menutup pintu.
Juna menggeleng pelan,lelaki itu terlihat heran dengan sikap dingin Arshad yg sulit ditebak.
Dibawah sudah ramai,Angel pulang bekerja seperti biasa dan sedang bermain dengan adiknya.
__ADS_1
" Kamu gak kerja ?" tanya Angel mengernyit.
" Lbur " Jawab Arshad simple.
" Hm capek ya ?" Tanya Angel lagi.
Arshad mengangguk pelan.
" Oh iya Syad tadi dikantor rame banget,orang pada bahas Bom " Kata Angel merinding.
Arshad diam melihat wajah gadis tersebut.
" Aku jadi takut ih,apalagi Kakek punya saingan berat " kata Angel berbisik.
" Gak mikir aneh2 " Balas Arshad.
" Aku jadi flashback sama kejadian dulu loh dimna aku diculik,ih ngeri " Kata Angel merinding.
" Dah lah Njel,Kakek lebih tau apa yg harus mereka lakuin buat lindungi kita " kata Arshad malas.
" Huh iya sih,Papa kamu juga sama Om Bara sibuk banget aku lihat " Kata Angel mengingat.
" Biarin aja,aku gabut nih temenin keluar yok " Ajak Arshad semangat.
" Gak ah,takut meninggoy " Kata Angel menolak.
" Ck nih bocah,mau ikut atau ngga ?" Kata Arshad mulai kesal.
" Hehe ya udah tunggu bentar " Jawab Angel langsung berlari naik ketangga.
" Haiissstttt " Arshad duduk disofa merebahkan kepalanya disana.
Pikiran lelaki itu belum terlalu jernih,banyak yg ia pikirkan saat inu.
10 menit kemudian Reno pulang,seperti biasa wibawa kakek bercucu banyak itu tak pernah kalah dengan anak muda.
" Udah sehat Syad ?" tanya Reno tenang.
" Udah kek " Jawab Arshad.
" Hm baguslah,nanti malam jam 10 temuin Kakek di ruangan " Kata Reno tenang.
" Iya Kek " Balas Arshad mengerti.
Reno berlalu meninggalkan tanda tanya dikepala sang cucu.
Angel turun dengan pakaian baru yg modis.
Mereka keluar dari rumah dan bertemu Ana serta Prito yg akan masuk kedalam.
" Mau kemana kalian ?" tanya Ana berkacak pinggang.
" Temenin Arshad ambil berkas " Jawab Angel ngasal.
" Hah berkas apa ?" tanya Ana melihat Arshad.
Arshad yg terkejut dengan ucapan Angel tadi planga plongo.
Prito menatap wajah putrinya,Angel tersenyum kecil seolah takut dimarahi dan ketahuan.
" Harus sekarang ? Mau magrib ini " Kata Ana melihat keluar.
" Bentar doang Ma,kita berenti dimasjid nanti " Balas Ana.
" mukenanya dibawa " Sahut Prito.
" Iya Pa " Jawab Angel mengangguk cepat.
Arshad tersenyum,mereka pun lolos dari pertanyaan orang2 dirumah yg begitu kepo.
" Kenapa harus berbohong ?" tanya Arshad melihat Angel.
" Biar Mama gak rewel " Jawab Angel santai.
Arshad menggeleng pelan melihat tingkah gadis itu.
Keduany pun menaiki mobil dan pergi dari rumah besar.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.