
Pria itu duduk di kursi VIP yang sudah disiapkan,acara tiup lilin pun dimulai,lagu ulang tahun versi dj mulai dinyanyikan.
Sumi terlihat antusias menyanyikan lagu ulang tahun bersama Doni,beda hal dengan Laura yang hanya diam,gadis itu memperhatikan gerak gerik Justin.
Ada yang sakit tapi bukan gigi di rasakan oleh Laura,ntah mengapa gadis itu merasa ada yang hilang dari dirinya.
" Ternyata Kak Justin baik2 aja " Gumam Laura menatap nanar pria itu.
Terlihat Justin berdiri tegap disamping Kakak nya Doni,mereka terlihat sangat serasi.
Justin yang tinggi berotot dengan wajah tampannya,dipadukan dengan Deva yang mempunyai body bak gitar spanyol.
Tatapan gadis itu tak lepas dari Justin,setiap gerakan pria itu selalu Laura pantau dengan teliti.
Setelah Deva menyebukan lilin,kini tibanya potong kue.
Deva memberi kue pertama untuk Doni selaku adik kandungnya lalu untuk Justin yang Laura tak tau sebagai apa.
Sorak ramai pun terdengar.
" Ayo dimakan kue nya " Kata Deva sudah siap dengan sendok berisi kue.
Justin melihat sekeliling dan berhenti di satu orang.
" Laura " Gumam Justin kecil dengan mata terbelalak.
Laura masih melihat dengan tatapan yang sulit dimengerti.
Justin menelan ludah kasar dan melihat Deva.
" Ayo,antrian banyak ni " Goda Deva mencium pipi pria itu.
Laura menunduk dan detik berikutnya gadis itu bangkit.
" Maaf Deva,aku em masih kenyang " Tolak Justin menjauhkan tangan Deva perlahan.
" Tapi Tin aku..
" Nanti aku habiskan kue nya,aku ke toilet dulu " kata Justin mengusap kepala perempuan itu.
Deva mengangguk tersenyum dan menyuapkan kue itu ke teman dekatnya.
Acara kembali dilanjutkan.
Sumi dan Doni berjoget dengan ria ala2 anak alay,gadis itu baru pertama kali merasakan nikmatnya dugem.
" Waaah jantung aku rasa nya jedag jedug " Pekik Sumi tertawa.
" haha iya,emang gini kalo udah masuk club " kata Doni semakin menggila.
2 bekawan itu pun berjoget ala mereka,sedangkan disebuah ruangan Laura menangis dalam diam.
" Aku kenapa sih " Kata Laura membenturkan kepalanya ke dinding.
Gadis itu sangat kesal melihat Justin bermesraan dengan Kakaknya Doni,perasaan aneh itu muncul begitu saja.
Laura terus menangis mengesalkan dirinya sendiri.
" Huh,aku ngak boleh sedih,apa urusannya pria brengsek itu sama aku " Kata Laura mencoba menyadarkan dirinya.
Gadis itu mengusap air matanya dan keluar dari tempat persembunyian tersebut.
Saat Laura akan melangkah tiba2 tangan gadis itu ditarik keras dan menyeret dirinya hingga membentur dinding.
" Au siapa kam...Kakak " Kata Laura terbelalak melihat siapa yang berada didepannya saat ini.
Justin menatap Laura nyalang,nafas pria itu terlihat memburu.
" Mengapa kamu ada disini !" Tanya Justin garang.
" A ak aku aku..." Kata Laura terbata.
__ADS_1
" Jawab ! ini bukan tempat untuk mu " Bentak Justin menggebrak tembok.
Laura menutup matanya kaget dengan perlakuan lelaki itu.
Manik Justin menatap Laura dengan tatapan tajam.
" Memang apa salahnya jika aku disini ?" Tanya Laura berusaha tenang.
Deg...
Justin melotot kaget.
" Maksud kamu ?" Tanya Justin mengerjabkan matanya.
Laura mendorong dada lelaki itu agar menjauh darinya.
Seketika Laura merasa harus kuat menghadapi lelaki didepannya saat ini.
" Aku disini bersama teman2 ku menikmati suasana malam,kenapaa?" tanya Laura membusungkan dadanya.
Justin menelan ludah kasar pria itu tak menyangka dibalik sikap polos Laura tersimpan kekuatan yang cukup berani melawannya.
" Kamu menantang ku ?" tanya Justin mendesis.
Laura menoleh kesamping,jantungnya berdegub kencang,sungguh manik lelaki itu membuat Laura lemas.
" Buat apa aku menantang Kakak,toh apa salahnya aku berada disini ?" tanya Laura berusaha tenang.
" Ini bukan tempat untuk kamu Laura !" Desis Justin berusaha sabar.
" Lalu,apa ini tempat kalian ?" tanya Laura tersenyum miring.
Justin terdiam.
" Sudah lah Kak,aku ingin bergabung dengan teman2 ku dulu " Kata Laura mendorong Justin menjauh.
Gadis itu berjalan cepat menghindari Justin yang masih melihatnya.
Justin sangat terkejut melihat Laura berada disana tadi,pria itu benar2 tak menyangka gadis sepolos Laura bisa terbawa kesana,apalagi sikap Laura barusan benar2 asing baginya.
Laura melewati orang2 yang berjoget ria di lantai dansa,bokong gadis itu diremas dari belakang oleh orang tak dikenal.
" Mau kemana gadis imut ?" Tanya seorang lelaki merayu Laura.
" Jangan mendekat,dasar kurang ajar !" Kata Laura mendorong pria itu menjauh.
" Hei,jangan galak2 sayang,ayo berjoget bersama saya,kita nikmati dunia tipu2 ini " Ajak lelaki itu memegang pinggang Laura.
Gadis itu mengibas tangan lelaki itu dan kembali mendorong hingga pria itu terduduk dilantai.
" Jangan kurang ajar kamu sama saya !" Bentak Laura emosi.
Gadis itu ingin berlari dari sana dan naas tubuh Laura langsung ditarik dari belakang.
" Auuuuu sakit " Pekik Laura kesakitan saat rambutnya ditarik.
" Jangan sok jual mahal kamu cwek jal*ng !" Hina lelaki itu geram.
" Lepasin !" Pekik Laura kesakitan.
Dari arah lain,Justin melihat Laura dianiaya lelaki tak dikenal tersebut,Justin hanya melihat tanpa menolong gadis yang tadi beradu mulut dengan nya.
Pria itu dengan santai menegak minuman beralkohol digelasnya sambil menatap Laura kesakitan,Justin ingin melihat sampai mana nyali gadis pembangkang tersebut bertahan.
" Lepasinnn " Teriak Laura berontak.
Lelaki itu tak perduli dan melecehkan Laura dengan meremas bokong sintal gadis itu.
Orang2 disikitarnya tak ada yang perduli dan masih berjoget ria,mereka menganggap itu hal biasa.
2 teman Laura yang lain masih berjoget sambil tertawa,mereka mengira Laura masih duduk diam menikmati pemandangan.
__ADS_1
" Nikmatin sayang uhhh " Kata Lelaki itu menggesekkan miliknya ke belakang Laura.
Laura yang merasakan ada benda tumpul yang menyentuh bokongnya pun seketika melotot kaget.
" Aaaaaaaa Papaaaaa tolongin Laura Pa " Teriak Laura histeris.
Musik semakin kencang seolah tak perduli dengan teriakan gadis malang itu.
" Oh Papa,hahahha " Kata lelaki itu mengoloki Laura.
Rambut Laura masih ditarik agar gadis itu tak lepas.
Laura sudah hampir menangis.
Pria itu meminum minuman dalam botolnya dan menarik wajah Laura agar mendekat.
" Nikmati ini sayang,ayo habiskan malam panjang bersama " Kata Lelaki itu mencengkram dagu Laura agar bisa menggapai bibir gadis itu.
Justin yang melihat Laura makin tersiksa pun seketika murka,apalagi pria itu hampir mencium bibir Laura.
" Hmmppttt " Pekik Laura kaget saat bibir pria tak dikenal itu menyergapnya.
Bahkan minuman beralkohol itu mengenai bibirnya dan hampir tertelan.
Justin yang melihat pemandangan itu pun terasa mendidih,dengan cepat lelaki itu mendekat dan..
" Bangsat !" Teriak Justin melempar gelasnya kekepala pria itu.
Praaaaanggggg....
Gelas pun terpecah menghantam kepala pria itu hingga serpihannya menghantam lantai,darah dari kepala pria tersebut menetes keluar.
" Akkkhhhh " pekik pria itu kesakitan dan melepaskan rambut Laura.
Ciuman terlepas,Laura langsung terduduk di lantai dansa.
" Bajingannnnnnn !!" Teriak Justin mengamuk histeris.
Bugh bugh..
Justin membabi buta lelaki yang baru saja mencium Laura.
Musik seketika berhenti mendadak,riuh pikuk pun terjadi saat Justin seperti kerasukan membantai lelaki kurang ajar itu.
" Mati Lo Bab*" Teriak Justin menendang lelaki tak berdaya itu dengan kekutan penuh.
Lelaki lain menahan Justin agar pria itu tak sampai membunuh.
" Sini lo Bangs*t,mati lo sama gue !" Teriak Justin berontak.
2 teman Laura seketika panik melihat Laura tak ada lagi ditempatnya.
" Laura mana Don ?" Teriak Sumi histeris melihat kursi diduduki Laura kosong.
Deva melihat dari jauh Justin yang membabi buta.
" Ada apa dengan Justin,kenapa dia bisa semarah itu ?" Gumam Deva heran.
Setelah puas melihat pria mesum tadi hampir mati kehabisan darah,Justin langsung menggendong Laura yang menutup telinganya di lantai dansa.
" Ayo pulang " Ajak Justin dengan wajah marah.
Laura tak menjawab,gadis itu benar2 ketakutan.
Dengan sekali sentakan,kini Laura sudah berada di gendongan lelaki perkasa itu.
Justin membelah jalan membawa Laura keluar dari sana dengan gaya bridal style,Persetan dengan omongan orang2 yang mulai membicarakan mereka.
" Papa hiks hiks " Gumam Laura langsung terisak memanggil David.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys terus dukung author ya dengan cara VOTE,LIKE,COMENT