
David lebih banyak diam hari ini,ntah apa yang sedang dipikirkan lelaki itu Cila pun tak tau.
" Mas,ayo makan " Ajak Cila masuk kedalam kamar.
" Aku ngak laper " Kata David cuek.
" Kok gitu sih,kamu belum makan sama sekali loh dari pagi " Kata Cila lembut.
David menghela nafas dan melihat perut buncit istrinya.
" Anak mu minta di temani makan " Kata Cila cengengesan.
" Iya,yuk " Kata David mengalah.
Jika Cila sudah menyangkut pautkan calon anaknya,pria itu tak bisa menolak apapun yang Cila minta.
David bangkit dari berbaringnya dan menggandeng tangan perempuan itu.
" Kayak mau nyebrang aja gandengan " Kata Cila tertawa geli.
" Biar aman " Kata David menutupi rasa malunya.
" Haha iyaaa " kata Cila bermanja2.
Mereka pun menuju dapur menikmati masakan Cila.
" Nanti kita pindah rumah ya " Kata David tenang.
" Pindah kemana ?" Tanya Cila kaget.
" Nanti aja,makan dulu yang bener " Titah David memberikan sayur di piring Cila.
Perempuan itu mengangguk tersenyum.
Mereka pun makan dengan tenang,Cila tak berani lagi mengungkit kejadian tadi takut membuat David tersinggung.
Setelah makan dan berberes,pasangan itu masuk kekamar,David bermanja dengan menaruh kepalanya dipaha sang istri.
" Yank " Panggil David lembut.
" Hmm " Gumam Cila memainkan rambut suaminya.
" Nanti kita beli rumah baru ya,terus bayar hutang Bang Reno " Kata David pelan.
" Uang dari mana ?" Tanya Cila kaget.
" Dari warisan orang tua aku,sekarang kan semuanya udah jadi milik aku,nanti jual 2 lahan buat bayar hutang2 "
" Emang banyak ya ?" Tanya Cila hati2.
" Iya,lumayan banyak,Paman dan Bibi ku juga harus ganti rugi atas kesalahan mereka " Jelas David.
" Terserah,aku ikut aja kita tuh seperti orang kaya mendadak ya Mas " Kata Cila terkekeh pelan.
" Iya,aku juga ngak nyangka loh,Bang Reno bener2 top dah " Kata David mengakui.
" Hmm,udah rejeki dia kali ya " Lanjut David mengusap perut Cila.
" Iya sejak ada dia,ekonomi kita mulai membaik aku bahagia banget " Kata Cila tersenyum cerah.
__ADS_1
" Semoga dia juga bahagia dan sehat didalam sana " Kata David mencium perut buncit Cila.
Mereka pun melanjutkan obrolan tentang anak mereka,hingga tak terasa kini usia kehamilan Cila sudah mendekati akhir,David sudah tak sabar lagi menanti kelahiran anak pertama yang mereka tunggu2 selama ini.
" Mas,kenapa sih kalo kontrol kamu tegang terus ?" Tanya Cila heran.
David sudah pucat pasi memasuki area rumah sakit untuk memastikan keadaan anaknya.
" Aku gugup Yank " Kata David pucat.
" Dia baik2 aja,lihat nih emak nya ceria gini " Kata Cila semangat.
" Jangan lebar2 ih senyumnya,itu lipstik kamu nelpel di gigi " Kata David ingin tertawa.
" Hah yang bener " Pekik Cila kaget.
" Iya,make up kamu makin hari makin tebel " Kata David takut2.
" Ck,ini tu buat kamu tau,biar kamu pangling liat aku " Decak Cila malas sambil berkaca membersihkan giginya.
" Aku lebih suka liat kamu biasa2 aja,kenapa sih dandan2 mulu ?" Tanya David penasaran.
Saat kehamilan Cila memasuki umur 6 bulan,Cila mulai aneh perempuan itu mulai suka berdandan yang tebal2,dulu tak pernah pakai pensil alis kini alis Cila layaknya jalan tol memanjang sedikit menikung diakhir,bahkan kuota David habis dengan tutorial make up dan kawan2nya.
" Biar cantik lah " Kata Cila pede.
" Serah deh " Kata David malas berdebat.
Sejak mendapatkan warisan,David membeli rumah baru meski sederhana tapi layak di huni,Cila tak masalah mau tinggal dimana yang penting masih bersama suami tercintanya.
" Ih cewek itu gatel banget sih liat2 suami orang " Gerutu Cila kesal melihat seorang gadis melihat David tersenyum malu.
Mereka kini berjalan ke ruangan bidan tempat Cila akan di periksa.
" Apa sih Yank,marah2 sendiri " Tegur David heran.
" Dia lihat kamu Yank,naksir kali ya "
" Ya mereka punya mata lah buat ngelihat " Kata David lembut.
" Mereka liatnya kamu aja,aku ngak " Gerutu Cila kesal.
" Pppffffttttt " David menahan tawa melihat wajah mengkrucut istrinya.
Bobot Cila yang bertambah membuat perempuan itu sangat imut ditambah pipi Cila mulai mengembung.
" Dah yuk jalan lagi aku dah sakit perut nih " Kata David menyeret perempuan itu.
Cila layaknya anak kecil yang sedang berebutan mainanan bersama temannya.
Dengan langkah kesal perempuan itu berjalan sendiri sambil memegang pinggang nya.
David tertawa renyah seraya menggeleng kepala melihat tingkah absurd istrinya itu.
Kini mereka tiba diruang Dokter,wajah David kembali pucat keringatnya bercucuran meski ruangan disana ber Ac.
" Bapak yang tenang ya istrinya ngak kenapa2 " Kata seorang perawat ingin tertawa melihat David.
" Hehe iya Dok,saya ke toilet dulu " Kata David pamit.
__ADS_1
Cila menggaruk kepalanya frustasi antara malu dan kesal dengan lelaki itu,David sudah 3 kali bolak balik kamar mandi karna gugup,padahal acara periksanya pun belum dimulai.
" Maaf ya Dok,suami saya emang udik " Kata Cila malu.
" Ngak papa Bu,memang ada tipe lelaki seperti itu,istri nya yang mau melahirkan bapaknya yang ketakutan " Kata seorang dokter ramah.
" Hehe tiap kesini pasti gitu Dok,aku juga bingung takutnya dia itu dimana,padahal aku cuma dibaringin gini doang " Kata Cila terkekeh malu.
" Hahah,itu artinya suami Ibu sangat mencintai Ibu dan calon anak kalian,apalagi ini pertama " Jelas Dokter.
" Ah Dokter bisa aja " Kata Cila menampar gemas lengan wanita itu.
Mereka tertawa renyah dan langsung terdiam saat David masuk kembali keruangan.
" Gimana Mas dah enakan ?" Tanya Cila.
" Udah,ayo mulai hehe " Kata David menggaruk kepalanya malu.
Dokter wanita itu mengangguk paham dan mulai menjalankan tugasnya.
Saat calon bayi mereka terpampang di layar monitor,David menutup mulutnya terharu.
" Hadehhhh mulai kambuh,punya suami mewek banget sih " Kata Cila malas melihat wajah sedih suaminya.
" Ini anak aku Dok ?" Tanya David polos melihat ke layar.
Dokter,Perawat dan Cila melotot kaget mendengar pertanyaan lelaki itu.
" Emang kamu pikir itu anak siapa ?" Tanya Cila garang.
" Tenang Bu " Kata perawat menenangkan Cila.
David langsung menciut bersembunyi di belakang Dokter itu.
" Maksudnya aku cuma nanyak apa itu bener anak aku,aduh maksud nya hm anu " Kata David ketakutan.
" Ya anak kamu lah,masag anak nya Bambang sih" Gerutu Cila kesal.
" Jangan ngegas Bu,nanti anaknya merojol " Kata perawat ngeri.
Dokter kandungan itu sudah menutup wajahnya tertawa melihat drama suami istri absurd itu.
" Biarin Sus,biar anak nya sendiri yang nabokin kepala bapaknya biar sadar " Kata Cila emosi.
David mengulum senyum ingin tertawa dan takut.
" Tarik nafas hembuskan " Kata Dokter memberi arahan.
Cila melakukannya perlahan seraya mengusap perutnya.
" Untung kamu ngak lemah kuping Nak dengerin pertanyaan bapak mu barusan,kalo ngak aduh ngak bisa aku bayangin kalo kamu nangis dalam sana " Kata Cila ngeri sendiri dengan bayinya.
" Hehe maaf ya anak Papa,jangan merajuk ya " Kata David mengusap layar monitor.
" Anaknya disana Pak bukan disini " Kata Dokter itu tertawa.
" Hehe ngak berani Dok,disini aja " Kata David tersenyum malu.
Dokter dan Perawat lagi2 tertawa melihat David yang sangat takut kepada istrinya itu.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA