
Sofia terus berlari tanpa memperdulikan pekikan Vero yg mengejar dari belakang.
Lelaki itu terlihat sangat takut anaknya menyebrang dan terbarak kendaraan.
" Sofia berhentiiii " Pekik Vero kencang.
" Hiks hiks " Sofia terus menangis sambil berlari.
Keduanya tak memakai sandal membuat para pengendara merasa aneh..
Kaki kecil itu melangkah dengan kencang hingga ia melihat kerumunan orang2 ditengah jalan.
Gadis itu diam sejenak hingga ia melihat kebelakang dan Vero sudah sangat dekat.
" Jangan lari lagi " Ucap Vero sedikit ngos2an.
Sofia tak mendengar,ia kembali berlari dan masuk kerumunan.
Terlihat beberapa orang berkumpul ditengah,pinggir dan pojok jalan..
Gadis itu merasa aneh dan tidak tau apa yg sedang terjadi.
Melihat Vero juga masuk kerumunan dan mencari dirinya,Sofia bersembunyi dibelakanh pria tinggi besar yg juga sedang kepo.
" Aku gak mau sama Papa dan Mama " Ucap Sofia tajam.
Gadis itu mundur perlahan dan kembali berlari lagi.
Disebelah jalan,terlihat beberapa orang mengelilingi sebuah mobil.
Tanpa pikir panjang gadis itu berlari kearah sana dan diam.
" Cepat bawa masuk " Ucap seorang pria dengan pakaian putih.
" Ayo para warga dibantu " Ucap bapak2 meminta orang2 berkumpul.
Sofia mundur,gadis itu melihat seorang wanita cukup tua seumuran Neneknya dimasukkan kedalam mobil dengan kerlap kerlip diatas dan bunyi emergency.
Sofia terus melihat dengan air mata yg masih basah hingga sebuah ide terlintas dikepalanya.
Gadis itu mendekat dan ingin menaiki mobil ambulance tersebut.
" Eh kamu siapa ?" tanya seorang wanita terkejut melihat aksi gadis itu.
" Nenekkk huhuhu mau nenek " Ucap Sofia menangis kencang.
" Nenek ?" Ulang wanita itu mengernyit.
" Ayo tutup pintunya " Ucap seorang pria menarik Sofia menjauh.
" Huaaaaa Neneekkk " Pekik Sofia menangis kencang.
" Tunggu !" Ucap wanita tadi menahan petugas.
" Kenapa Mba ?" tanya si supir ambulance.
" Bawa anak ini sekalian,didalam itu neneknya yg jadi korban kecelakaan " Jawab wanita itu tegas.
Petugas melihat Sofia,gadis itu masih menangis dengan menyebut nama Nenek.
" Ya sudah,nanti kita cari informasinya dirumah sakit " Ucap perawat yg ikut berpartisipasi.
Supir mengangguk,Sofia pun dibawa masuk kedalam duduk didepan disamping supir.
Mobil ambulance pun melaju memecah jalanan yg masih padat.
Ditengah kerumunan,Vero celingak celinguk mencari sang putri.
Pria itu tak menyadari bahwa mobil yg melewati dirinya mengangkut serta sang anak.
__ADS_1
" Ini kecelakaan tunggal " Gumam Vero pelan melihat motor dipojokan.
Pria itu diam sejenak hingga tersadar lagi tujuannya berada disana.
" Kemana Sofia pergi,cepat sekali anak itu berlari ?" Ucap Vero heran.
Tadi ia ketinggalan cukup jauh lantaran sandalnya tak ada didepan rumah.
Sibuk sebentar mencari tapi tak kujung ketemu membuat lelaki itu berlari ceker tanpa sandalnya meski kaki terasa sakit menginjak bebatuan dijalan yg belum teraspal sempurna.
Vero terus mencari dan bertanya2 kepada warga tapi sayang tak ada satupun yg memperhatikan bahwa ada gadis yg berlari2 ditengah mereka.
Vero berjalan melewati kerumunan menyusuri jalanan kota.
"Kemana kamu Nak ?" Tanya Vero sedih.
Hatinya begitu terluka mengetahui fakta menyakitkan yg baru dibeber oleh Yuna,wanita itu benar2 sangat kejam kepada dirinya yg sudah berkorban banyak selama ini..
Langkah Vero semakin lemah,ia berhenti dijalan dan diam mematung.
" Sofia bukan anak mu !" Ucap Sofia menggenang dikepala pria tersebut.
Vero memukul dadanya sendiri merasa sangat sesak dan sakit yg luar biasa.
Tak terasa air mata lelaki itu turun untuk pertama kalinya,hancur sudah hidup yg Vero pertahankan selama ini.
Gadis kecil dengan mata binar tersebut bukanlah putri kandungnya.
" Sofia " Ucap Vero lirih..
" Sofiiaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Vero menggelegar.
Dijalan,Sofia mulai diam.
Isakan masih terdengar membuat lelaki yg memangkunya merasa kasihan.
Sofia menoleh dan ingin menangis lagi.
" Om " Panggil Sofia serak.
" Iya cantik " Jawab pria tersebut manis.
" Dada Via sakit " Kata Sofia menunjuk dadanya.
" Hah sakit ? kamu terbentur ?" Tanya pria itu kaget.
Sofia menggeleng pelan dan menunduk.
" Mana yg sakit coba Om periksa ?" tanya Pria itu khwatir.
" Gak boleh sentuh Via,kata Papa itu gak sopan " Jawab Sofia menepak tangan pria tersebut dari dadanya.
" Oh ya maaf maaf,Om hm anu " Ucap perawat kelabakan.
Si supir mengulum senyum melihat rekannya kena skak matt oleh anak sekecil itu.
Perawat menggaruk kepala merasa sangat malu dengan sikapnya.
" Ya udah nanti kita periksa sama Dokter ya " Kata perawat mengalah.
" Kaki Via juga sakit Om " Ucap Sofia menunjuk telapak kakinya..
" Hm boleh Om lihat ?" tanya Perawat hati2.
Sofia mengangguk pelan.
Si supir kembali ingin tertawa,disaat kondisi tegang pun gadis itu bisa menghibur dengan kepolosan.
Sofia mengangkat kakinya dan menunjukkan telapak.
__ADS_1
" Ini kenapa apa ?" tanya perawat mengernyit melihat kkai gadis itu sangat hitam.
" Tadi Via lari " Jawab Sofia jujur.
" Hah sempat lari juga ?" tanya perawat kaget.
Sofia mengangguk,gadis itu mengusap kakinya dan memasang wajah melas.
" Dimana waktu larinya ? emang pas jatuh dia gak merasa sakit apa gimana ya ?" Gumam Perawat bingung sendiri.
Supir mengangkat bahu acuh tanda tak mengerti karna pas kejadian terjadi mereka belum sampai.
Pelan2 perawat memeriksa kondisi Sofia mulai dari tangan pundak lutut kaki dan kepala.
Mereka mengira Sofia memang korban kecelakaan bersama Nenekny.
Setiba dirumah sakit,gadis kecil itu digendong sedangkan korban yg sebenarnya dibawa menggunakan brangkar.
Sofia memeluk lelaki itu erat merasa takut dan tegang melihat wanita seusia Cila terluka cukup parah..
Mereka tiba diruangan,Sofia menangis tak mau masuk kedalam.
Perawat yg sejak tadi bersama dirinya mencoba menenangkan gadis tersebut.
" Jangan takut,Nenek mu gak kenapa napa " ucap perawat lembut.
" Gak mau huhuhuu " Sofia terus menangis dan menggeleng.
" Ya sudah,kita keluar saja " Kata perawat menghela nafas.
Sofia tak menjawab,gadis itu masih setia dengan tangisnya.
Dokter meminta anak itu dibawa keruangan untuk diperiksa.
Sofia berbaring dibrangkar,Perawat menjelaskan apa saja keluhan gadis kecil tersebut.
" Masih sakit dadanya ?" Tanya Dokter anak.
" Masih " Jawab Sofia pelan.
" Penyebabnya apa,boleh Dokter tau ?" Bujuk wanita tersebut tersenyum..
" Papa dan Mama berkelahi Bu Dokter " Jawab Sofia sedih.
" Hah " Pekik Dokter kaget.
" Baju Via sampe sobek " Kata Sofia mengangkat keteknya.
Dokter pun skeetika melotot melihat ketek gadis itu beneran sobek..
" Terus kamu dipukul ?" tanya Dokter serius.
Sofia menggeleng pelan.
" Papa marah,Via takut,Via mau nenek huaaaaaaaaa " Jawab Sofia kembali menangis.
Dokter langsung diam dan melirik perawat yg masih setia.
" Apa hanya mereka berdua ?"
" Iya Dok,Neneknya terluka cukup parah " Jawab perawat pelan.
Dokter melihat Sofia,gadis kecil itu masih menangis pilu.
" Baiklah,kita bersihin dulu luka dikakinya dan biarkan dia istirahat " Ucap Dokter memutuskan.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1