Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sebuah Alasan


__ADS_3

Disebuah pemakaman umum seorang pria bersimpuh dimakam orang tua serta adik nya,David menangis tersedu sedu.


Hancur sudah pertahanannya selama ini,pria itu kini meluapkan semua kesakitannya diatas makam sang Ayah dan Ibu yang sudah kering.


" Ibu,Ayah hiks hiks David datang " Kata David menunduk dengan air mata berderai.


Dibelakang pria itu,sudah ada Rehan dan Ibunya yang menemani David berkunjung.


Bukan hanya David yang menangis,ibu Rehan pun ikut menangis merasakan sakit batin yang di derita pria itu.


" Maafkan semua kesalahan David Ayah,Ibu, David baru bisa berkunjung sekarang,karna rasanya David tak sanggup melihat kalian disini " Kata David terus menangis memeluk makam orang tua serta adiknya yang berdekatan.


" Sudah Nak,sudahi penderitaan mu Nak " Kata Ibu Rehan memeluk pria itu.


" David sendirian Bu " Gumam David lirih.


" Tidak Nak,setelah ini kebahagiaan akan menjemput mu " Kata Ibu Rehan memeluk pria itu.


David sangat lemah dan rapuh,rasanya diri nya ingin menyusul kedua orang tua serta adiknya yang sudah pergi jauh meninggalkannya.


" David kehilangan semuanya Bu hiks " Kata David memeluk wanita parubaya itu.


Rehan ikut menitikkan air mata tak tega melihat sahabat yang menurutnya sangat jantan itu,kini lemah tak berdaya.


" Kamu akan mendapatkan nya setelah ini,lupakan masa lalu kamu yang kelam,kamu harus bangkit harus kuat untuk dirimu sendiri " Kata perempuan itu mengusap kepala belakang David.


" Ini sudah mendekati waktu pernikahan loe Vid,kita harus bergegas " Kata Rehan mengingatkan.


David hanya menunduk dalam dan melihat lagi nisan orang tuanya.


" Gue ngak bisa Han " Kata David lirih.


Deg.


Rehan dan ibunya sangat terkejut dan tak percaya.


" Jangan Nak,calon istrimu sudah menunggu,kamu tak bisa meninggalkannya begitu saja " Kata Ibu Rehan menyadarkan pria itu.


" Aku harus gimana Bu,bahkan aku tak membawa apapun,David ngak pantas buat dia Bu,David yatim piatu Bu " Kata David lirih.


" Kamu masih punya Ibu,ibu akan menjadi pengganti orang tua kamu,sekarang ayo kita kerumah calon istri kamu,mereka pasti sudah menunggu,dan soal seserahan,mereka sudah taukan bahwa kamu bukan orang berada "


David mengangguk kecil.


" Bahkan mereka pun menerima kamu tanpa pamrih Nak,jaman sekarang susah mencari keluarga yang mengikhlaskan putri nya begitu saja "


" Iya Vid,loe ngak boleh mundur,itu sangat berbahaya buat loe,loe kan tau gimana keluarga itu,mereka bisa aja berbuat yang ngak kita ketahui " Kata Rehan serius.


David terdiam,dirinya kembali mengingat lagi pertemuan nya dengan Cila,Reno dan Beni.


Senyum gadis itu terlintas dipikirannya saat Cila terlihat bahagia dengan cincin yang dia beri,begitupun Beni yang kembali ramah kepadanya meski awalnya membuat jantung pria itu hampir copot karna ketakutan.

__ADS_1


" Huuuuuuffftttt " David menghela nafas merasa pusing memikirkan semuanya.


" Ayo kita pergi sekarang " Kata Ibu Rehan bangkit.


David pun ikut bangkit dan menunduk melihat lagi makam ibunya.


" Restui David Ayah,Ibu,Adek,David akan menikah hari ini,maafkan David yang tak bisa membawa nya menghadap kalian,jujur saja ibu,ini juga bukan yang David inginkan,David tak menyukai perempuan itu Bu,tapi David tak mempunyai pilihan selain menikahinya,David harus melakukan ini semua demi bisa hidup dengan tenang,dan bisa membayar semua hutang2 kita " Batin David sedih.


Ibu Rehan menarik tangan pria itu keluar dari area pemakaman.


****


Dirumah Beni,suasana makin panas Cila bahkan tak bisa menangis,dirinya sangat kecewa meski David tak menyukai pernikahan ini,dirinya berharap David tak mempermalukan keluarga nya seperti ini.


Gadis itu sangat terpuruk,apalagi maniknya melihat Beni emosi dan Sintia yang terbaring lemah dengan nafas tersenggal.


" Maafkan Cila Ayah,Bunda " Batin Cila menangis pilu meski wajahnya menatap nanar kedua orang tuanya.


Disamping Cila ada Clara dan Yuni,bahkan sampai detik ini Clara tak tau siapa calon adiknya,dirinya tak sempat bertanya karna selalu diganggu sang putri dan juga triplet yang selalu bergentayangan.


Terlihat Rena dan Nisa mengipasi Sintia yang terus menangis meratapi nasib putrinya,bahkan riasan Sintia pun sudah berantakan.


" Kasihan anak ku Nis,apa salah gadis kecil ku itu hiks hiks " Sintia menangis pilu melihat Cila yang sedang di tenangkan oleh Yuni dan Clara.


Beni mengusap wajahnya kasar,dirinya tak perduli lagi orang2 ingin berkata apa.


" Pak bagaimana ini,apa masih lama ?? Tanya penghulu itu mulai gerah.


" Saya tunggu 10 menit lagi,jika tidak datang juga mohon maaf saya harus pergi karna saya ada urusan penting lain nya " Kata pria itu tegas.


Reno mengangguk paham.


Rinto,Antoni,Dimas dan Bentley menunggu diluar.


Sedangkan Pony dan para keponakan nya yang lain berada di kamar menenangkan Denis yang terus menangis.


" Abang jangan sedih dong,Ana ikutan sedih nih " Kata Ana mengusap punggung pria itu.


" Iya Bang Denis,Hanin juga sedih liat Abang sedih gini,sini Hanin peluk biar tenang " Kata Hanin modus memeluk Denis yang masih terisak memikirkan nasib kakak nya.


Pria itu meski jarang bertemu dengan Cila dan Clara,tapi dirinya sangat menyayangi 2 perempuan itu,Denis tak akan terima jika sang Kakak di sakiti karna Denis sudah berjanji akan melindungi dan menjadi benteng pertahanan untuk kakak2 nya.


Hanin dengan sayang memeluk Denis yang rapuh.


Ana yang melihat pun ikut nimbruk juga karna tak rela lelaki idaman nya di babat habis oleh Hanin.


2 kembar,serta Abangnya2 hanya mencebikkan bibir dan berdecih malas melihat kedua bocah itu.


" Jangan mau Bang dimodusin sama 2 buaya betina itu " Kata Barra kesal.


" Iya Bang,mereka modus doang biar bisa meluk Abang " Kata Adelard ikut menimpali.

__ADS_1


Aktam mengangguk setuju dengan tangan kecil nya mengelus elus pipi anak Pony yang baru berapa bulan.


" Lihat2 itu tangannya,nanti nyolokin mata adek " Tegur Pony kepada Aktam yang tangannya bergerak kearah lain dengan mata melihat Hanin dan Ana.


Zaki dan Andrew yang sibuk main game pun tertawa cekikikan melihat tingkah anak2 itu.


" Hehe iya Aunty ngak bakal nyolok mata kok " Kata Akta cengengesan.


Pony mengangguk tersenyum geli.


Ana dan Hanin tak perduli dengan mereka yang menghujat dirinya,saat ini Hanin dan Ana sedang menang banyak bisa memeluk pria beranjak Dewasa itu.


" Jangan sedih ya Bang,nanti Hanin kasih semua cinta Hanin ke Abang kalo Hanin udah dibolehin Daddy menikah " Rayu Hanin tersipu malu.


Denis terkejut dan langsung melotot takut kepada perempuan itu.


" Jangan mau sama Kak Hanin Bang,dia cuma hoax doang,mending sama aku yang masih polos dan cantik " Sahut Ana tersenyum lembut.


" Ueeeeekkkkk " Kata mereka berbarengan bahkan Zaki pun sampai merinding mendengar nya.


" Ya Tuhan anak2 ini luar biasa sekali " Gumam Pony tertawa renyah.


Denis langsung beralih mendekati Barra dan Adelard.


Hanin dan Ana tersenyum malu dengan wajah memerah.


Diluar sana seorang pria baru saja turun dari angkot yang diikuti seorang wanita parubaya dan sang sahabat.


" Davidddd " Pekik Ben tak sengaja melihat pria itu pun langsung berlari kearah David.


" Kamu dari mana aja sih,kenapa baru datang sekarang Hah !!! Semua orang sudah menunggu ! " Bentak Ben kasar.


" Sabar Bang,nanti kami jelaskan " Kata Rehan menahan Ben yang sudah emosi.


Ibu Rehan memeluk David yang hanya bisa menunduk dalam.


" Sudah2,ayo kita masuk " Kata Rinto dan Antoni melerai.


" Ayo Nak " kata Dimas lembut.


David mengangguk lirih dan menatap rumah yang sudah ramai tamu itu.


" Ayo,sambut kebahagiaan mu setelah ini " Bisik Ibu Rehan menarik tangan pria itu.


David melihat wanita parubaya itu,dirinya tersenyum kecil dan mengangguk.


Mereka melangkah dengan mantap menuju rumah calon istri David.


Ben masih menggerutu kesal dengan pria itu.


❤❤❤

__ADS_1


Ayo guys VOTE,LIKE,COMENT nya mana biar Author semangat Up


__ADS_2