
Disebuah rumah sakit 2 orang pria saling berhadapan.
Daniel dan Ridho bertemu disana dan menunggu diluar ruangan setelah menyerahkan baju Nial.
Keduanya saling diam duduk berseblahan.
" gue pikir ini waktunya Bang " Ucap Ridho membuka suara.
" Ya kau benar " Kata Daniel pelan.
" Kau sudah menunggu lama untuk ini " Kata Ridho menoleh.
" Aku tidak tau harus melakukan apa " Balas Daniel.
" Mereka menjebak lo Bang,dan istri lo itu bikin gue muak " Kata Ridho geram.
" Ya tapi baru saja dia melahirkan seorang putra yg tampan " Kata Daniel lirih.
" Gue gak meminta lo buat ninggalin anak lo,tapi jika lo mau bebas dan kembali mengejar cinta lo lagi ya gak masalah kan " Kata Ridho ambigu.
Daniel terkekeh geli,jika diingat lagi posisi mereka saat ini begitu lucu bagaimana tidak,sang adik menyuruh Daniel untuk mengejar cinta yg jelas2 akan membuat hubungan persaudaraan mereka runtuh.
" Kenapa lo malah ketawa ?" tanya Ridho merasa aneh.
" Kamu tau siapa gadis yg aku suka ?" tanya Daniel.
Ridho menggeleng pelan.
" Yg gue yakin pasti gadis itu sederhana sampe bikin lo kelepek2 banget " tebak Ridho terkekeh.
" Ya " Jawab Daniel mengakui.
" Ya udah,gas lagi " kata Ridho mendukung.
" Hm gadis yg kamu bawa kemarin gimana ?" tanya Daniel mencoba mengalihkan.
" Oh si Hani " kata Ridho masih ingat.
" ya em itu beneran calon kamu ?" tanya Daniel.
" Ntah lah,gadis itu terlalu biasa Bang,dia cakep dan berani sih,gue suka " kata Ridho jujur.
" Ya dia memang gadis berani " balas Daniel tersenyum.
" Lo kenal ya sama Hani ?" Tanya Ridho menyelisik.
" Hah " Kata Daniel terkejut
Ridho masih menunggu jawaban sambil melihat expresi abangnya.
" Dia nilang gue Bang,makanya gue bisa tau sama dia " kata Ridho menghela nafas.
" Nilang ? kamu melanggar aturan ?" tanya Daniel spontan.
" Maksudnya ? Abang tau dia polisi ?" tanya Ridho terkejut.
Daniel kembali diam,mulutnya kecoplosan lagi membuat pria itu bergerak gelisah.
" Bang " Panggil Ridho menunggu.
" Ya nebak aja" jawab Daniel tenang.
" Masa sih,pas sasaran banget nebaknya " kata Ridho curiga.
Daniel tertawa sumbang dan bangkit dari duduknya.
" Ya udah aku mau masuk kedalam dulu liat kondisinya Nial " kata Daniel pamit.
" Hm ya udah " kata Ridho mengerti.
" Langsung pulang apa lanjut lagi ?" tanya Daniel melihat sang adik.
" Menurut lo ??" tanya Ridho balik.
" Ck kebiaasaan " Cibir Daniel.
Pria itu pun melangkah,baru ingin mendorong pintu tiba2 langkahnya terhenti saat sang adik bicara.
" Mau ke tempat Hani,buat numpang tidur " Celetuk Ridho terkekeh.
Deg...
__ADS_1
Daniel tersentak dan diam sesaat.
" ngomongin tentang dia,gue jadi kangen,dia tidur lucu banget pengen gue elon " Kata Ridho lagi.
Daniel menelan ludah kasar,mendengar ucapan asal adiknya membuat tangan pria itu terkepal.
Ridho tertawa geli dan berjalan menjauh.
Setelah adiknya semakin tak terlihat,Daniel berbalik badan dan menatap tajam.
Sungguh rasa panas didadanya tak terbendung lagi,ia begitu kesal jika Hani diremehkan orang lain bahkan adiknya sendiri.
" Huh sabar Dan,belum saatnya " Ucap Daniel pelan.
Lelaki itu menarik nafas panjang dan masuk kedalam ruangan sang istri.
Dimobil,Ridho mengambil hapenya dan mulai mencari sesuatu.
Ia melihat nama salah satu kontak dan langsung menelfon.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Kamu dimana ?" tanya Ridho tanpa basa basi.
" Aku ?"
" Hm " jawab Ridho langsung menditeks orang yg ia telfon melalui laptop yg sudah dia nyalakan.
" Aku di em dirumah "
" oke "
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu sudah mendapatkan lokasi dan langsung melaju meninggalkan rumah sakit.
Pria itu begitu pintar dalam hal melacak orang,Ridho memang diberkati dengan beberapa kelihaian dalam seni modernisasi.
Tak sampai 15 menit lelaki itu tiba dilokasi.
Ia mengetuk pintu dan taraaaa....
" Loh " Pekik Hani kaget.
" Jujur " Ucap Ridho tersenyum miring.
" Hah ?" tanya Hani bingung.
" Kamu ngapain disini dan kenapa bisa...?" tanya Hani tak menyangka.
" Apa begini cara mu menyambut tamu ?" tanya Ridho menyindir.
" ini sudah malam " Jawab Hani.
" Terus ?" tanya Ridho bersedekap dada.
" ya aku gak enak sama tetangga terima tamu jam begini " jawab Hani khwatir.
Ridho melihat sekitar dan tak ada siapapun yg melihat.
" Ya sudah keluar saja " kata Ridho santai.
" Hah,gila kamu gak mau ah " kata Hani menolak.
" Gue mau bicara sama lo !" Kata Ridho gemas
" Ya gak sekarang " Balas Hani.
" Sekarang,ayo ikut " Kata Ridho menarik tangan gadis tersebut.
" eeehhh " Pekik Hani terkejut.
Ridho terus menarik membuat gadis itu berontak
" Nanti aku kunci pintu dulu " kata Hani memaksa melepas tangannya.
Ridho mengangguk dan membiarkan gadis tersebut menutup pintu.
Mereka pun berjalan keluar dan masuk mobil.
Ridho melihat Hani dari ujung kaki hingga kepala,lelaki itu salfok dengan baju tidur yg Hani pakai.
__ADS_1
" Ck bocah " Cibir Ridho menggeleng pelan
Hani menoleh dan menyilang dadanya.
" Pake jaket " kata Ridho menunjuk belakang.
Hani mengambil dan langsung memakainya.
Gadis itu cukup peka dengan maksud lelaki asing tersebut karna ia memakai baju yg cukup nerawang.
Mereka tiba disebuah parkiran apartemen.
Pria itu turun duluan dan membuka pintu untuk Hani.
" Ini dimana ?" tanya Hani bingung.
" Ikut saja " Jawab Ridho dingin.
Hani menarik nafas panjang dan keluar dari mobil.
Gadis itu mencoba untuk tenang karna sebelumnya Hani sudah pernah mengalami hal yg sama.
Sepanjang jalan Ridho banyak diam hingga mereka tiba disatu unit apartemen.
Hani terus mengikuti dan terperangah melihat isi rumah.
" Waw keren banget " Ucap Hani takjub.
Nuansa rumah Ridho sungguh diluar expetasinya,lelaki itu begitu pandai bermain dengan warna dan estetika.
" Kau sudah makan ?" tanya Ridho tenang
" Sudah " Jawab Hani.
" Baiklah,tunggu sebentar " kata Ridho menghidupkan tv.
Pria itu pun berlalu meninggalkan Hani sendirian diruang tamu.
Adegan di tv membuat Hani kaget dimana sepasang kekasih sedang indihoy disana.
" Astaga pria itu gila " Kata Hani merasa malu.
5 menit kemudian,Ridho datang lagi dengan 2 botol minuman alkohol beserta gelasnya.
" Aku tidak minum " kata Hani langsung bangun.
" Ya aku tidak memaksa " balas Ridho.
" Untuk apa kau membawa ku kesini ?" tanya Hani duduk lagi.
" Aku ingin bertemu saja " Jawab Ridho.
" Hah ?" tanya Hani tidak paham.
" Ada orang menyebut nama mu membuat aku ingat kita sudah lama tak bertemu " jawab Ridho sambil menuangkan wine ke gelas.
" Benarkah ? siapa ?" tanya Hani penasaran.
Ridho meminum winenya dengan cepat dan merasakan sensani panas dan segar secara bersamaan melewati kerongkongan.
" Kau sudah punya pacar ?" tanya Ridho tanpa menjawab.
" Pacar ?" Ulang Hani mengernyit.
" Ya,atau teman tidur ?" Tanya Ridho lagi.
Plakkkkk...
Lelaki itu langsung mendapat lemparan bantal dari tangan mungil Hani.
Ridho langsung tertawa meski sempat terkejut
" Heii kau sangat sensitif " kata Ridho mengolok.
" Dasar pria gila !"Cibir Hani kesal.
Ridho kembali tertawa dan menjahili gadis tersebut.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1