
Saat Cila dan sampai ke ruko Bara mengernyit melihat ada ibu dan anak yang menunggu disana.
" Assalamualaikum Non " Sapa wanita parubaya bersama anaknya Laura.
" Waalaikum salam Bu,ayo masuk " Kata Cila ramah.
Bara tersenyum kecil kepada mereka berdua,Laura bersembunyi dibelakang ibu nya sedikit takut melihat manik keabuan Bara.
Pria itu menggaruk kepalanya gatal melihat anak itu yang takut2 kepadanya.
" Maaf ya Den,anak saya masih takut " Kata Siti tak enak.
" Heehe iya " Kata Bara cengengesan.
Pria itu mengikuti Cila yang duduk dimeja.
" Bara kamu tolongin Kakak angkat barang nanti ya " Pinta Cila.
Bara mengangguk duduk diam dsana.
Siti mulai bekerja tanpa diperintah Cila,seperti biasa Laura duduk bersama ibunya bermain plastik bekas.
" Hay " Sapa Bara hangat kepada gadis kecil itu.
Laura menelan ludah kasar melihat lagi manik keabuan Bara yang tajam.
" Abang ngak jahat kok,Abang mau kenal sama kamu boleh ngak ? " Tanya Bara polos.
Laura melihat kearah ibu nya,wanita itu tersenyum tanda memberi izin kepada putrinya.
" Aku Laula Om " Kata Laura tersenyum kecil.
" Panggil Abang aja,Abang belum menikah " Kata Bara lucu.
Laura mengangguk setuju.
" Laura main apa ? " Tanya Bara.
" Main lastik Bang " Jawab Laura menunjuk plastik bekas yang ada bubble warp.
" Bisa bunyi ya ?"
Laura mengangguk menunjukkan bunyi plastik itu kepada Bara.
Pria itu tersenyum kecil mengusap kepala Laura dengan lembut.
Bara kembali mengenang dirinya dan adik2 nya,mereka masih beruntung memiliki banyak mainan dirumah,sedangkan anak ini hanya dengan bermain plastik bunyi itu saja sudah bahagia.
Bara yang kini mulai dewasa bisa berfikir cermat menilai sesuatu.
" Ya Tuhan,maafkan Bara yang kurang bersyukur " Batin Bara sedih.
Tanpa sadar Bara menitikkan air matanya tak tega melihat gadis itu,penampilan Laura yang biasa saja bahkan terkesan kumel dengan tubuh kurus membuat hati Bara teriris melihatnya,apalagi manik abu itu juga melihat Ibu Laura yang meski belum terlalu tua tapi kulit wajah nya sudah banyak kerutan.
" Abang kenapa nangis ? " Tanya Laura bingung.
" Hah em ngak papa kok,Abang cuma kelilipan " Kata Bara dengan cepat mengusap air matanya.
Cila tersenyum kecil melihat mereka berdua,Cila tau Bara sedang iba melihat Laura serta Siti yang tak senasib dengannya.
__ADS_1
Hp Cila bergetar,Cila melihatnya dan langsung bangkit keluar dengan cepat dari sana.
" Kakak mau kemana ? " Tanya Bara heran.
" Ada kerjaaan bentar,kamu tunggu dsini " Kata Cila cepat.
Bara mengangguk dan menganjak ngobrol lagi gadis di depannya.
" Kamu dimana Cila ?" Tanya Nisa tak sabaran.
" Di ruko Kak,kesini aja tapi dari jauh dulu ya takut ketahuan Bara " Kata Cila pelan.
" Iya " Jawab Nisa cepat dan langsung mematikan panggilan.
" Hufffftttt...." Cila menghela nafas dan melihat kedalam.
Bara masih bermain plastik bersama anak itu.
" Maafin Kakak Bara,ini untuk kebaikan kamu " Kata Cila pelan.
Cila menunggu diluar selama 10 menit,dan benar saja mobil yang ia kenali baru saja sampai di seberang.
Nisa membuka kaca mobil memberitau mereka sudah disana.
Cila mengangguk dan membuka lebar rolling dor,agar Nisa bisa melihat Bara.
Bara tak menyadari bahwa didepan sana ada orang tua dan adiknya yang melihat dirinya dari kejauhan.
" Kenapa kita berhenti di sini Pa ?" Tanya Aktam bingung.
" Iya Pa,coba berenti nya di minimarket kan aku bisa jajan " Kata Ana cengengesan.
" Sebenernya mau aku isi cowok ganteng Pa,tapi belum muat " Kata Ana tertawa menggoda Reno.
Pria itu terkejut dan menepuk jidatnya.
" Ngak usah macam2 kamu ya,Papa hukum kamu nanti " Ancam Reno.
" Ngak macam2 kok Pa,cuma macam ini aja " Kata Ana merangkul pria itu.
" Ck,malas sekali Papa liat gaya kamu ini " Decak Reno malas.
" Hustt diam,itu Bang Bara lagi main sama cewek " Kata Nisa kesal dengan anak dan bapak itu.
" Hah,mana mana ?" Tanya mereka langsung kepo.
Nisa menunjuk kearah dalam yang langsung menampilkan aktifitas disana.
" Bang Bara.....!!! " Teriak Triplet menggelegar.
Nisa kaget dan langsung menutup habis kaca mobil.
" Jangan teriak2 nanti Bara tau kita disini " Marah Nisa.
" Loh,kita kan mau bawa Bang Bara pulang Bunda " Protes Ana.
" Iya,tapi nanti kalo sekarang Bara kabur " Kata Nisa mengusap kepalanya pusing.
" Udah2 jangan berisik,Ana duduk yang bener jangan recokin Bunda " Kata Reno tegas.
__ADS_1
Gadis itu langsung duduk diam bersama 2 saudaranya yang langsung terdiam melihat Nisa mengusap kepala tadi.
Nisa melihat lagi kearah Bara yang tersenyum ceria bermain bersama gadis mungil itu,tanpa terasa air mata Nisa kembali menetes,wajahnya tersenyum tapi ntah kenapa air mata nya ikut turun melihat pemandangan yang cukup indah menurut Nisa,saat anak2 nya tak memandang status untuk berteman dengan siapa pun,Bara layaknya seorang Abang yang mengayomi adik2 nya.
" Huhuhu Abang Bara udah punya adik baru huhu " Kata Ana tiba2 menangis tersedu sedu.
" Iya,huhu Bang Bara udah ngak sayang sama kita " Kata Aktam ikut menangis.
Andrew pun menitikkan air mata melihat Bara yang begitu pengertian kepada gadis kecil itu,bahkan senyum mengembang Bara sesekali terlihat disana.
" Ngak gitu sayang " Kata Reno iba melihat ketiga anak nya yang cemburu.
" Bang Bara ngak sayang Ana lagi padahal Ana sayang banget sama Bang Bara huhuhu "
Nisa mengusap kepala Ana lembut menenangkan gadis itu.
" Abang Bara selalu sayang sama kamu " Kata Nisa sayang.
" Buktinya mana Bunda ? Bang Bara pergi dari rumah kesini dan ada adik baru disana " Kata Ana pilu.
Reno menyugar rambutnya gemas melihat putrinya yang sangat posesif.
Nisa dan Reno kehabisan kata2 untuk menterjemahkan keadaan Bara sekarang..
" Mas,gimana ini ?" Tanya Nisa bingung.
Perempuan itu ingin sekali turun dan memeluk putra nya itu,tapi Nisa mengurungkan niatnya saat mendengar penjelasan David semalam,Nisa tak mau Bara lari lagi dan membuat Reno semakin merasa bersalah,lalai menjaga anak.
" Aku telpon Cila dulu " Kata Reno mengambil hpnya.
Nisa mengangguk.
" Kami harus bagaimana ? " Tanya Reno kepada Cila diseberang.
" Tolong Kak,jangan keluar dulu aku mohon nanti Bara lari lagi " Kata Cila ketakutan.
Bahkan gadis itu menerima telepon naik dulu kelantai atas.
" Ya sudah kami juga tak bisa pulang sekarang,minta kunci rumah kamu,kami tunggu disana sampai kalian pulang "
" Iya Kak " Kata Cila patuh.
Reno memutuskan panggilan,pria itu memundurkan mobil nya sedikit agar Bara tak melihat Cila berjalan kearah mereka.
Terlihat disana Cila berjalan cepat memberi kunci untuk Reno.
" Ni Kak,jangan kaget ya liat dalam istana aku " Kata Cila cengengesan.
" Iya " Kata Reno terkekeh pelan.
Mobil mereka pun melaju pulang kerumah Cila,rencananya Reno akan membawa putra nya pulang malam ini bagaimana pun caranya, karna Reno sudah gemas,kesal,marah dengan apa yang terjadi kepada anak sulung nya itu.
❤❤❤❤
Selamat pagi guyssss....
Jangan lupa bersyukur hari ini
Selalu dukung author dengan cara VOTE,LIKE,COMENT YAAAA
__ADS_1
Jangan lupa juga masukin karya author ke FAVORIT kalian okaayyy !!!