
Untuk pertama kalinya Laura keluar dari apartemen mewah Justin,dengan bermodalkan uang dolar dalam dompet Justin dan keranjang makanan,gadis itu melangkahkan kakinya melihat dunia luar.
" Uawaw " Gumam Laura takjub melihat gedung2 menjulang tinggi ditambah bule yang halur mudik dijalan raya.
" sorry miss, I'm Revan are you named Laura Steve ?" Tanya seorang pria menegur Laura.
" Hah em Laura Steve ?" tanya Laura kaget.
" Ya,i have orders from Mr. Justin to take you to where he works (saya mendapat perintah dari tuan Justin untuk membawa anda ke tempat dia bekerja )"
" Benarkah ? eh maksud saya really ?" Kata Laura belepotan.
" Yes " Jawab pria bule itu tersenyum kecil.
" Em okay,I'll call Justin first " Kata Laura menunduk hormat.
Pria tinggi berpakaian jas lengkap itu mengangguk mengerti.
Laura mengeluarkan ponsel yang baru semalam di beri Justin dan menelpon pria itu.
" Hello " Sapa sapa seseorang diseberang.
" Halo Kak,ada yang menjemput ku " kata Laura melapor.
" Ya,langsung saja aku memantau mu dari sini " kata Justin tenang.
" Apa ! memantau ku ?" Pekik Laura kaget.
Laura celingak celinguk mencari sesuatu yang mencurigakan tapi gadis itu tak melihatnya.
" Sudahi tingkah bodoh mu itu,masuk kedalam mobil dan jangan lupa bawakan rantang makanan ku !" titah Justin tegas.
" Ap...
Tut.
Panggilan terputus sepihak,Laura mendengus kesal menaruh hapenya dikantong.
" Sialan bener tu cowok,ngapain juga dia mantau aku,dia kira aku tahanan apa !" Gerutu Laura kesal.
" Lets go miss Stve " Kata anak buah Justin menegur.
" Aku bukan miss Stve nama ku Laura " Ucap Laura kesal.
Pria itu terlihat bingung dengan bahasa yang Laura ucapkan.
Gadis itu menggerutu sendiri dan masuk kedalam mobil.
Diperusahaan,Justin duduk dikursi kebesarannya seraya menunggu kekasih hatinya datang.
" Pergilah " Ucap Justin kepada 2 wanita yang siap melayaninya.
" Kita belum melakukan apapun " Ujar wanita berambut pirang dengan baju sexy.
" Aku tidak menginginkan kalian " Kata Justin datar.
" Hah,kau yang memanggil kami kesini,dan kau mengusir kami ?" Tanya wanita itu bangkit dengan wajah kesal.
" Aku berubah pikiran,menjauh lah dari ku kalian sangat jelek " kata Justin asal.
" Apa !!!" Pekik wanita itu bersamaan.
Justin menekan intercome yang langsung terhubung dengan asistennya.
" Usir mereka,mata ku sakit melihatnya " Ucap Justin tegas.
2 wanita itu terbelalak dengan lelaki yang telah membooking mereka.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang pria berparas tampan dengan setelan jas yang tak kalah keren dengan Justin.
" Silahkan nona2 " Ucap lelaki itu dingin penuh ancaman.
__ADS_1
" Brengsek,kau pria brengsek !" Umpat 2 wanita itu kesal kepada Justin.
Justin mengangkat bahu acuh dan memutar kursinya membelakangi.
" Lewat sini " Ujar asisten Justin mempersilahkan.
" Aku berdoa hanya gadis bodoh yang mau dengan lelaki bajingan seperti mu " Umpat salah satu wanita mengacungkan jari tengahnya.
Justin tersenyum miring tak memperdulikan.
Asisten Justin langsung keluar menutup pintu ruangan.
" Haist,lama sekali Laura datang !" Kesal Justin melonggarkan dasinya.
Pria itu terlihat uring uringan karna tak ada kerjaan yang harus ia tangani.
Semua berjalan baik membuat Justin sedikit punya waktu luang.
2 wanita itu masuk ke lift dengan mulut terus menyumpahi Justin,saat pintu lift terbuka nampaklah seorang gadis berdiri disana dengan menenten rantang.
Meski menjadi pusat perhatian sejalan jalan,Laura berusaha cuek saja apalagi dia tak mengerti apa yang diucapkan orang2.
" Huh,lihatlah dia seperti gadis kampungan " Kata salah satu wanita tersenyum miring melihat Laura.
" Ya,jangan sampai gadis bodoh ini ditipu sama pria bajingan tadi,dia mungkin akan menangis darah meratapi kebodohannya " sahut gadis lain.
Laura diam menunduk,meski dirinya kurang mengerti bahasa mereka tapi Laura tau bahwa kedua gadis itu menceritakan dirinya.
Kedua perempuan panggilan itu pun keluar dari lift dan berjalan cepat ke pintu lain.
Laura menghela nafas panjang berusaha tenang.
" Emang aku jelek banget ya ?" Gumam Laura melihat penampilannya di kaca depan lift.
" Huh sudah lah,mereka juga tak mengenali diriku " Ucap Laura menghalau pikirannya.
Gadis itu keluar dari Lift saat pintu terbuka lebar,Laura celingak celinguk mencari ruangan pria yang sempat ia cintai dulu.
Bruk...
Seketika tablet yang dibawa lelaki itu terjatuh dan menghantam kerasnya lantai.
Laura melotot kaget begitupun sang pria yang langsung mengambil tabnya dan berdiri menjulang.
Laura menelan ludah kasar melihat tatapan lelaki itu bagaikan pedang yang siap menghunusnya saat ini.
" What are you doing !!!" Tanya lelaki itu kesal.
" Sorry Sir,aku tidak sengaja eh maksudnya im a.." Kata Laura tak bisa melanjutkan bahasanya.
Lelaki itu mengernyit mendengar bahasa Laura yang asing baginya.
" Im so sorry Sir " Ucap Laura membungkuk berulang ulang.
Lelaki itu menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan.
" What are you doing here ?" Tanya lelak itu tenang.
" em i want to meet someone " Jawab Laura pahan arti bahasa pria itu.
" Who ?"
" Justin " Ucap Laura.
" What ?? Justin ?" Tanya lelaki itu kaget.
" Yes " Jawab Laura mengangguk polos.
" Oh may God,follow me now " Kata lelaki itu menunduk hormat.
" Why ? kamu kenal dia ?" Tanya Laura dalam bahasa inggris.
" Ya,ayo cepat " Kata lelaki itu menarik tangan Laura.
__ADS_1
Laura kaget dan ikut melangkah lebar mengikuti pria tersebut.
Mereka tiba diruangan,Laura masuk dengan tergesa karna langkah lebar pria itu membuat Laura harus berlari.
" Excuse me Sir " Sapa pria tinggi itu menunduk hormat.
Justin yang sedang memainkan laptop mendongak.
" Oh sudah datang " Kata Justin tersenyum lebar melihat Laura sudah berdiri dibelakang asistennya.
" Pergi lah,urusan mu sudah selesai " Kata Justin mengibas tangannya.
" Baiklah " Ucap lelaki itu sopan.
Laura dan Asisten Justin saling menatap saat lelaki itu melalui Laura yang masih diam berdiri.
" Kemarilah " Tegur Justin saat pintu ruangan tertutup.
Laura tersadar dan mendekati lelaki itu.
" Kenapa kamu lama sekali ?" Tanya Justin sedikit kesal.
" Aku banyak bertanya kepada orang suruhan mu,aku takut dia membawa ku ketempat lain " jelas Laura menunduk.
" Itu tak akan terjadi,aku selalu memantau mu " Kata Justin tersenyum.
" Kamu masak apa hari ini ?" Tanya Justin duduk disofa.
" Aku masak ayam goreng tepung sama sayur capcay,aku bingung apa yang harus aku masak,bahannya2 tak sama " Kata Laura menggebu.
" Kamu banyak bicara " Kata Justin membuka rantang makanan gadis itu.
Laura mengkrucut dan bersedekap dada.
" Ambilkan aku minum " Titah Justin.
" Ambil aja sendiri " kata Laura merajuk.
Justin yang ingin menggigit ayam pun seketika terhenti dan menoleh kearah gadis itu.
" Kamu menolak ?" tanya Justin menaruh lagi ayam dalam mangkuk.
Laura tak menjawab dan membuang muka.
" Lauraaa " Desis Justin gemas.
" Kakak selalu menyuruh ku ini dan itu,aku lelah Kak,aku butuh istirahat bahkan aku tidak bisa tidur dengan tenang dimalam hari !" kata Laura berapi api.
Justin melotot kaget mendengar gerutuan gadis itu kepadanya.
" Jadi apa yang harus aku lakukan ?" Tanya Justin polos.
" Huh kita seperti pasangan yang sudah menikah,aku mengurus mu seperti bayi tua,membersihkan pakaian mu,menyiapkan kamu makan,menyemir sepatu mu bahkan aku juga harus menyuapi mu makan dan menemani mu tidur semalaman !" Pekik Laura kesal.
" Jadi kau ingin aku menikahi mu ?" tanya Justin bersedekap dada.
Deg...
Laura terdiam dan menelan ludah kasar.
" Em em ngak,em bukan begitu " kata Laura seketika mundur.
" Aku pikir kamu sedang merengek minta aku menikahi mu sekarang agar kau punya tugas khusus lagi " Kata Justin mendekat dengan wajah menggoda.
Laura terbelalak mendengar penuturan pria itu.
" Jangan mendekat " Kata Laura menahan dada Justin yang kian menghampirinya.
" Merengek lagi sayang,aku sangat menyukainya " Kata Justin dengan nafas memburu.
Laura menggeleng lemah dan terus mundur.
" Aaaaaaaaaaaaa " Teriak Laura heboh saat lelaki itu menangkapnya dengan cepat.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.