
Vero mendekati Hani yang berjalan dibantu lelaki asing yang mengenakan seragam yang sama.
" Kamu kenapa ?" Tanya Vero mengernyit.
" Dia jatuh Bang " jawab lelaki asing itu.
" Kamu siapa ?" Tanya Vero sedikit garang.
" Aku Reka teman Hani " Jawab lelaki itu tersenyum.
Vero diam menyelisik lelaki itu,Hani yang melihat wajah tak suka Vero berdiri tegak.
" Dia Reka Om,yang nolongin aku " Ujar Hani serius.
" Ayo pulang " Ajak Vero menarik tangan gadis itu.
" Ssttttt " Ringis Hani saat Vero mencengkram tangan lukanya.
" Telapak nya luka Bang " Ucap Reka ikut meringis.
Vero melepaskan tangannya dan melihat tangan Hani.
" Astaga kenapa bisa jatuh,lecet kayak gini " Kata Vero gemas.
Hani menunduk dalam.
" Em gue balik dulu ya Han " Kata Reka melihat aura kesal lelaki dewasa depannya.
" Iya,makasih Reka " Jawab Hani tersenyum.
Lelaki itu berjalan menjauh.
Vero menatap gerak gerik remaja itu dengan tatapan dalam.
" Om " Panggil Hani menegur.
" Dia siapa kamu ?" Tanya Vero datar.
" Bukan siapa2,dia tadi nolongin aku waktu aku jatuh " Jawab Hani pelan.
" Siapa yang dorong ?" Tanya Vero.
" Bukan siapa2 aku jatuh sendiri " Jawab Hani berbohong.
" Masa sih ? hebat banget bisa jatuh sendiri gak ada ujan gak ada badai " kata Vero bersedekap dada.
" Ayo pulang " Ajak Hani mengalihkan.
" Aku lapar " Kata Vero mendengus.
" Iya nanti aku masakin " Jawab Hani terkekeh.
Vero mengangguk setuju,keduanya pun berjalan kearah mobil yang Vero bawa.
" Pantesan marah2 ternyata lapar toh " Batin Hani ingin tertawa.
Vero fokus mengendara,saat diperjalanan lelaki itu berhenti disebuah warung.
Vero membeli nasi bungkus untuk mereka makan karna tak mungkin Vero menyuruh Hani masak dengan keadaan terluka.
" Loh kok beli makanan ?" tanya Hani bingung.
" Gak papa,makan ini aja " Jawab Vero.
Hani mengangguk paham..
Keduanya pulang kekontrakan gadis itu.
Seperti biasa Hani menyiapkan semua yang diperlukan,Vero dilayan sepenuh hati oleh gadis tersebut membuat Vero merasa sangat dihargai sebagai seorang pria.
" Bekal kamu habis ?" tanya Vero seraya menunggu Hani menyiapkan makanan mereka.
" Hm,Tante masaknya enak " jawab Hani tersenyum.
" Ya dong,kan Mama aku " Balas Vero bangga.
__ADS_1
Hani mengangguk tersenyum.
" Ayo dimakan " Kata Hani setelah semuanya selesai.
Vero mengangguk,keduanya pun makan siang ala kadarnya.
Lelaki itu terlihat sangat lapar,wajah lelah Vero membuat Hani merasa kasihan,gadis itu ingin membantu tapi apa daya dirinya tak bisa melakukan apapun selain mematuhi apa yang Vero inginkan.
Selama ini Hani merasa tak terbebani,gadis itu menerima lapang dada karna Vero juga tak menuntut aneh2 apalagi sampai meminta menyerahkan dirinya.
Bisa dibilang lelaki itu merupakan pria yang cukup bertanggung jawab,tak heran karna Vero punya ibu yang sangat garang.
Setelah makan,Vero mengobati luka gadis itu.
" Kamu gak dijahatin orang kan ?" Tanya Vero tenang.
" Gak " Jawab Hani tersenyum.
" Jangan memendamnya sendiri,jika ada masalah cerita,kalo ada yang jahatin kamu,kamu balas aja gak papa,atau laporin sama aku biar aku yang balas " kata Vero menatap wajah gadis itu.
" Iya " Jawab Hani mencubit gemas pipi lelaki itu.
Vero tersenyum lembut dan kembali mengolesi obat merah ke lutut Hani.
" Om " Panggil Hani pelan.
" Hm " Jawab Vero tanpa menoleh.
" Aku mau kerja " Ucap Hani hati2.
" Kerja buat apa ?" tanya Vero mengernyit.
" Ya buat bayar sekolah,beli buku,jajan dan semuanya " Jawab Hani semangat.
" Hah " Kata Vero cengo melihat gadis itu.
" Aku gak mau nyusahin Om terus,Om juga punya tanggungan " kata Hani menunduk.
" Kamu itu calon istri aku,dan aku ikhlas nolong kamu jadi kalo ada apa2 kasih tau aku aja " kata Vero mengusap kepala gadis itu.
" Kerja apa ?" tanya Vero gemas.
" Ya terserah yang penting dapat uang " Jawab Hani.
Vero diam menatap wajah gadis itu dalam
" Please Omm " rengek Hani memelas.
" Nanti aku tanyain Mama " jawab Vero pasrah.
" Yees " kata Hani semangat.
Vero menggeleng pelan dengan tingkah gadis itu,baru kali ini Vero bertemu gadis yang tak mau menyusahkan pacarnya,biasanya para gadis akan sangat bahagia jika ada pria yang mau menanggung hidupnya tanpa imbalan apapun tapi semua itu tak berarti untuk seorang Hani yang ditempa dengan keras melawan pahitnya hidup.
Gadis itu punya prinsip yang kuat dibalik sikap lemahnya dan itu semua makin membuat Vero jatuh kedalam pesona daun muda tersebut.
Malam harinya,Hani datang kerumah Cila.
Gadis itu mengerjakan pr disana,Cila meminta calon mantunya datang karna Vero tak tau lagi arah jalan pulang.
Didapur Cila menyiapkan camilan untuk menemani gadis itu belajar,David selalu setia menemani istri tercintanya.
" Ciee perhatian banget sama calon mantu " Goda David terkekeh.
" Hm kasihan nanti gak semangat " Jawab Cila cuek.
David mengangguk dengan ******* senyum.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka,Vero keluar dengan wajah fresh baru selesai mandi.
Cila masih sibuk dengan kegiatannya didepan kompor,Vero berjalan mengendap dan memeluk wanita itu dari belakang.
David yang melihat tingkah manja anaknya menggeleng pelan dan kembali menyesap kopiny seraya menghadap laptop.
__ADS_1
" Lagi ngapain Ma ?" tanya Vero mengintip.
" Senam " Jawab Cila asal.
Byuurrr...
David yang sedang minum pun langsung menyembur kaget dengan jawaban istrinya.
Cila menoleh melihat heran lelaki itu.
David langsung tertawa terpingkal pingkal,Cila tersenyum kecil.
" Mama ih bercanda mulu " Kata Vero ikut tertawa.
" Abisnya kamu gak liat Mama lagi ngapain ?" tanya Cila gemas.
" Ya kan basa basi Ma " kata Vero mengkrucut.
Cila berdecih malas.
Lelaki itu menaruh dagunya dipundak Cila,sudah lama sekali Vero tak bermanja manja dengan perempuan itu.
" Kenapa sih,aneh banget " Kata Cila merasa risih dengan kelakuan anaknya.
" Gak papa,pengen peluk Mama aja " Jawab Vero santai.
" Mama gak bisa gerak ini,kepala kamu berat " Cibir Cila.
" Ck,ngak bisa romantisan dikit apa " kata Vero kesal.
" Salah alamat boy,ini emak mu bukan Hani " Hujat Cila.
Vero tertawa geli,pria itu semakin mengeratkan pelukannya mencium pipi Cila sekilas dan berjalan menjauh.
" Bener2 tuh anak " Kata Cila menggeleng pelan.
" Biarin aja lah Yank,ntar dia gak bisa lagi manja2 sama kamu karna udah ada Hani " Koment David.
" Iya juga sih Mas,aku juga sebenarnya kangen sama sifat manja Vero,huh bakal kalah saing aku sama si Hani " Kata Cila mendengus.
" Tenang aja,kan masih ada Yayank David yang masih manja sama kamu " Ucap David terkekeh geli.
" Ueeekkk " Cila pura2 mual mendengar gombalan lelaki itu.
Keduanya tertawa bersama.
Diruang tamu,Hani sedang serius mengerjakan pr nya,beruntung tadi Vero membeli buku2 yang ia perlukan jadi Hani tak kesusahan,tapi gadis itu berjanji akan mengganti uang Vero suatu saat nanti.
" Mau dibantuin ngak ?" tanya Vero menatap gadis itu sedikit gelisah.
" Yang ini gak tau jawabannya Om " Jawab Hani lesu.
" Tenang,disini punya jawabannya " kata Vero menunjuk hape mahalnya.
" Oh iya,cepetan buka " Kata Hani semangat.
Vero mengangguk,keduanya pun langsung berselancar mencari jawaban dihape canggih lelaki itu.
Cila dan David mendekati pasangan itu yang saling serius,Vero mengeja sedangkan Hani menulis.
" Tuh liat serasi banget kan " kata David menyenggol Cila.
" Iya serasi,kek bapak2 ngajarin anak gadisnya belajar " Jawab Cila.
David langsung tertawa mendengar jawaban nyeleneh istri ajaibnya itu.
Wanita itu pun berjalan mendekat menaruh makanan yang sudah ia buat.
" Makasih Te " Ucap Hani tersenyum.
" Belajar yang bener ngak usah mesum2an " Sindir Cila.
Hani mengangguk lemah sedangkan Vero mendengus kesal.
" Siapa yang mesum,orang lain belajar juga " Gerutu Vero ingin menggigit kaki wanita itu.
__ADS_1
Cila mengulum senyum dan menyusul suaminya keluar menikmati angin malam diteras rumah..