
Ridho menceritakan semua masalah keluarganya dengan Hani,pria itu merasa Hani bisa menjadi teman curhat yg baik hingga tak ada yg ditutupi2.
" Jadi istrinya Kak Daniel masih mau balikan ?" tanya Hani terkejut.
" Iya ngancem2 gitu Han,dan kecelakaan kamu itu..." Ucap Ridho menggantung.
" Dia yg buat juga ?" tebak Hani.
Ridho mengangguk kecil.
" Dan bersongkol2 dengan Ayah ku " Jawab Ridho.
" Apa !" Pekik Hani terbelakak.
" Maafkan kami Han,aku tau ini begitu salah tap...."
" Sahabat ku hampir mati dijalanan !" Potong Hani tegas.
" Iya aku tau " Kata Ridho melemah.
" Kau tau,Reka itu sangat berharga untuk aku,aku mungkin gak umur panjang kalo gak ada dia !" kata Hani kesal.
Ridho diam dengan wajah tertunduk,memang ia akui kelakuan Ayahnya sangat tidak benar dan bisa pidana jika Hani melaporkan.
" Makanya Han aku datang kesini untuk..." Kata Ridho kembali tersendat.
" Aku akan melepaskan Kakak mu,ini tidak boleh terjadi lagi " Kata Hani tegas.
" Han,Bang Daniel itu cinta banget sama kamu " Kata Ridho terkejut.
" Cinta atau gak,itu urusan kami dan nyawa kita semua terancam karna cinta itu !" Kata Hani geram.
" Apa kau tidak menyukai abang ku ?" Tanya Ridho serius.
Hani diam,gadis itu terlihat tak berani menjawab pertanyaan.
" Han,pleaseee aku juga menghilangkan rasa suka ku kepada mu karna Bang Daniel " Kata Ridho melas.
" Kau menyukai ku ?" tanya Hani melotot.
" Ya awalnya,kau gadis menarik tapi aku memudarkan rasa itu sekarang " Jawab Ridho.
" Mengapa kau menyukai ku ?" tanya Hani bingunh.
" Kau unik,ah sudahlah jangan bahas kita " Jawab Ridho malu hati.
Hani mengulum senyum,gadis itu tak menyangka lelaki setampan Ridho menyukai gadis seperti dirinya.
" Jadi bagaimana Han ? temui Bang Daniel ya ?" Pinta Ridho memelas.
" Aku harus bertemu istrinya " Jawab Hani.
" Hah apa ! jangan Han dia itu ular " Kata Ridho terbelalak.
" Mau ular,kejawak atau dinosaurus sekalipun aku harus menemui dirinya " Jawab Hani.
" Dia akan bersikap baik kepada mu Han,tapi dibelakang mu dia akan membunuh " kata Ridho ngeri.
" Gak papa,ini demi aku dan kalian juga,kasihan Bang Daniel menanggung semua sendirian " Balas Hani.
Ridho diam sejenak memperhatikan raut wajah gadis didepannya,Hani begitu berani dan tak takut dengan resiko.
__ADS_1
" Ahh bisa2 ny gue lupa nih bocah abdi negara " Batin Ridho teringat.
Hani bangun dari duduknya dan mengambil laptop dikamar.
Keheningan mulai terjadi,Hani sibuk dengan laptop tersebut sedangkan Ridho fokus melihat gerak gerik Hani yg mencurigakan.
Jam terus berputar hingga tak terasa sudah menunjukkan pukul 10 malam.
" Aku balik dulu ya,mau tukeran sama Bang Daniel dirumah sakit " Kata Ridho pamit.
" Ayah kalian gak bantu jaga ?" tanya Hani mendongak.
" Kami tidak berharap,datang atau tidak itu terserah dia " Jawab Ridho tenang.
" Terus nanti Kak Daniel pulang kemana ?" tanya Hani.
" Ntahlah,aku rasa dia tidak pulang kerumah " Jawab Ridho.
Hani diam,gadis itu merasa iba dengan apa yg terjadi kepada keluarga lelaki yg telah menolongnya tersebut.
" Baiklah,nanti aku hubungi dia " Kata Hani menarik nafas.
Ridho pun pulang dari rumah gadis itu.
Perasaannya sedikit lebih tenang,beban yg ia tanggung pun terasa tak begitu berat lagi.
Ditempat lain,seorang pria terlihat tenang melihat wanita didepannya makan dengan lahap.
Malam ini Vero mengunjungi Yuna meski sebenarnya jam kunjung sudah habis,tapi berkat Denis pria itu bisa masuk dan melihat mantan istrinya.
" Kau terlihat kurus " Ucap Yuna melihat penampilan Vero.
" Hm,aku belum makan " Jawab Vero.
" Mengapa kau bisa disini,jam kunjungan sudah habis ?" Kata Yuna merasa aneh.
" Aku ingin melihat kondisi mu " Jawab Vero.
Yuna tersentak dengan jawaban Vero.
" Bagaimana Sofia ?" tanya Yuna lagi.
" Dia baik2 saja mungkin sudah tidur " Jawab Vero.
" Sendirian ?" tanya Yuna.
" Aku tidak berani terlalu dekat dengannya karna bukan darah daging ku " Jawab Vero.
Deg...
Yuna langsung terkejut dengan fakta tersebut.
" Maafkan aku Vero " Kata Yuna menunduk.
" Ya dan disini permintaan maaf mu diterima " Balas Vero.
Yuna mengangguk kecil,kedatangan Vero tadi sungguh membuatnya tak menyangka apalagi lelaki itu datang tidak dengan tangan kosong melainkan membawa beberapa makanan enak yg sudah lama tak ia lihat.
" Kau akan keluar 7 tahun lagi " Kata Vero tenang.
" Iya,kau menghukum ku sangat lama " Balas Yuna mengkrucut.
__ADS_1
" Mau aku tambah lagi ?" Tanya Vero santai.
" Heh jangan !" pekik Yuna terbelalak.
Vero tersenyum kecil melihat wajah panik wanita itu.
Meski sebenarnya Vero masih kesal dan membenci wanita itu tapi Vero tak mau berlarut,ia mencoba untuk memahami keadaan meski tak paham2.
" Ya sudah kau makanlah dan jaga kesehatan " Ucap Vero bangun.
" Hm terima kasih dan kau juga " Balas Yuna tersenyum.
Vero melangkah keluar tapi belum sampai pintu,Yuna memanggilnya.
" Kenapa ?" tanya Vero berbalik badan.
" Kau boleh tidur bersama Sofia,tapi tolong jaga anak ku " Ucap Yuna serius.
" Aku seorang duda muda kaya dan pemberani,kau tidak takut ?" Tanya Vero.
" Aku rasa kau lebih takut kepada ibu mu " Jawab Yuna terkekeh.
Vero langsung terdiam dan memasang wajah datar.
Seketika bayangan sangar Cila terpampang dikepalanya.
" Uh ya " Kata Vero malas.
Yuna tertawa geli,Vero pun keluar dari ruangan.
" Huh ternyata Vero manis juga,dan dia sangat baik " Gumam Yuna pelan.
Wanita itu merasa sedikit tenang dan bahagia dengan kedatangan Vero malam ini,,ia merasa terhibur dengan lawakan receh lelaki muda tersebut.
" Aku tidak tau mengapa bisa aku mengecewakan lelaki sperti mu Vero,sekarang aku berharap kau hidup bahagia meski tanpa aku dan Sofia nanti " Gumam Yuna pelan.
Sipir tahanan masuk keruangan dan membawa wanita itu bali ke sel.
Sebenarnya Yuna merasa setres berada disana tapi mengingat masa hukumannya masih lama,wanita itu berusaha untuk tetap rileks.
Vero pulang dari lokasi dengan wajah tenang.
Sedikit senyum ia tampakkan dikaca spion.
Bertemu Yuna malam ini sedikit menghibur karna obrolan mereka tak disuguhi pertengkaran hebat seperti dulu.
Kini Vero maupun Yuna mencoba untuk saling memahami situasi masing2.
" Aah aku kenapa ?" Gumam Vero menghilangkan senyum diwajahnya.
Dengan perasaan aneh lelaki itu pulang kerumah.
Sofia berada ditempat Cila,gadis kecil itu kini jarang pulang kerumah Vero karna ia lebih nyaman tinggal bersama Neneknya.
Vero pun tak melarang karna lelaki itu juga sedikit kerepotan mengurus Sofia yg sering marah2 apalagi dipagi hari.
Kdang masalah sarapan pun membuat bapak dan anak itu berperang dan merajuk satu sama lain.
Dan Cila sebagai ibu dan Nenek yg bijak harus melerai pertengkaran tersebut sebelum jiwa sengkleknya membara.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.