Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rs


__ADS_3

Dirumah,Lulu mendapat kabar putranya dan langsung jatuh kelantai.


Putri kecilnya yg sedang main langsung menangis melihat ibu tersayang lemah lunglai tak berdaya.


" Nonnn " Pekik Art kaget melihat salah satu nyonya mereka hampir pingsan.


" Arshad " Ucap Lulu seketika menangis.


" Ada apa Non ?" Tanya Art memapah Lulu.


" Biii,Arshad terluka Bi hiks hiks " Jawab Lulu menangis.


" Bagaimana bisa ?" tanya Art kaget.


Lulu menggeleng tidak tau,dirinya hanya menerima foto dari Angel tanpa keterangan apapun.


" Bi aku harus kerumah sakit " Kata Lulu buru2.


" Ehh jangan Non,Bapak ga kasih Non kemana2 " Ujar Art melarang.


" Tapi aku harus ketemu anak ku Bi,Arshad butuh aku Bi huhuhu " Pinta Lulu pilu.


" Jangan Non,biar Bapak yg urus Den Arshad " Ujar Bibi membujuk.


Lulu diam masih dengan air mata yg mengalir,bahkan dirinya juga tidak tau Aktam sudah menerima kabar atau belum.


Dibawah,seorang wanita itu berhasil memecahkan 1 gelas yg baru saja ia minum.


" Nyonyaa hati2 " Ucap Art kaget.


" Maaf Bi,tangan aku licin " Kata Nisa langsung memungut pecahan.


" Ga usah Nyonya,biar aku saja " Larang Art.


" Ga papa Bi " balas Nisa.


Art yg sedang memixer kue tak bisa berbuat apa2 untuk menghentikan nyonya besar terssbut.


Nisa memang rendah hati sama halnya dengan penghuni lain,jadi tidak heran para Art mereka betah bekerja lama2 dirumah tersebut.


Nisa memungut satu persatu hingga lantai kembali bersih.


" Bi,kalo ada yg ketinggalan,tolong dibersihin nanti ya takut kena kaki " Kata Nisa tersenyum.


" Ia siap nyonya " Jawab Art mengangat jempol tangannya.


Nisa tertawa,wanita tua itu pun keluar dari dapur menuju kamar.


Perasaan Nisa sedikit tak enak,tapi wanita itu menepis untuk tidak berpikir yg aneh2.


Dirumah sakit,Reno datang bersama Romi.


Kedua lelaki tua itu tergopoh gopoh masuk keruang UGD yg ternyata disana sudah ada seorang gadis.


" Itu siapa ?" Tanya Romi kepada Reno.


Keduanya terus berjalan hingga pundak gadis itu ditepuk.


Sania sontak berbalik badan dan mengejutkan kedua lansia tersebut.


" Astaga Sania " Ucap Romi mengenali gadis itu.


" ishhh ngagetin " Ucap Reno mengusap dadanya.


" Aku juga kaget " Balas Sania menunduk.


" Kamu sendiri disini ?" Tanya Romi.


Sania menggeleng pelan,Reno menatap gadis itu dari ujung kepala hingga kaki.


Sania persis seperti UPO batin Reno.

__ADS_1


Lelaki itu menggelengkan kepalanya agar tersadar dan mendekati Arshad yg terbaring memejamkan mata.


Foto yg beredar benar,Arshad terluka didaerah wajah yg menyebabkan ujung bibirnya berdarah dan pipi sebelah kirinya membiru.


" Siapa yg berani nyakitin kamu Syad ?" Ucap Reno mengepalkan tangan.


" Apa kakinya beneran patah ?" Tanya Romi


" Aku ga tau Kek " Jawab Sania menunduk.


" Baiklah,kamu sama siapa kesini ?" Tanya Romi lagi.


" Sama Kak Angel,dia lagi beli sarapan " Jawab Sania


" Ya udah,kamu tunggu diluar ya " Pinta Romi lembut.


Sania mengangguk pelan.


Gadis itu pun berjalan keluar dengan perasaan campur aduk.


Arshad membuka matanya dan merasa silau dengan lampu putih diruangan.


" Jangan ajak aku bicara " Ucap Arshad pelan.


" Siapa yg ajak bicara,kita diem aja " Balas Reno heran.


Arshad diam dan memejamkan mata lagi.


Romi terkekeh,yg dibilang Reno benar adanya mereka belum mengajukan pertanyaan satupun tapi sudah dilarang oleh korban.


" Kadang nih bocah lawak Rom " Ucap Reno ikut terkekeh.


Romi mengangguk setuju.


Arshad diam saja seolah cuek kakeknya mengolok.


Tak lama,Aktam sampai pria itu tidak sendirian melainkan membawa 2 orang polisi.


" Mata mu ga papa,ga liat apa anak mu dah terkapar gini " Jawab Reno gemas.


Aktam langsung terdiam dan melihat Arshad.


Romi mengulum senyum,ternyata bukan hanya Reno saja yg receh tapi anak cucunya juga sama.


Polisi yg belum tau apa2 diam saja melihat Aktam malah dicaci oleh bapaknya sendiri.


" mm maksud aku ada patah mematah ga ?" Tanya Aktam meralat pertanyaan.


Reno menunjuk kaki Arshad yg kini menggunakan perban.


" Kenapa bisa ? Gimana ceritanya Syad ?" Tanya Aktam kesal.


" Dilarang bertanya " Jawab Reno.


" Apaan sih Pa,aku mau tau kondisi Arshad bukan Papa " Cibir Aktam.


" Lah itu jawaban Arshad tadi sama kita,iya ga Rom " Kata Reno meminta Romi mendukungnya.


Romi mengangguk,lelaki tua itu ingin tertawa,Reno dan Aktam benar2 kocak


Polisi menghela nafas,pria itu bingung dirinya disuruh datang untuk apa.


Dokter datang dan sedikit terkejut melihat ramainya yg mengelilingi pasien baru masuk tersebut.


" Gimana anak saya Dok ?" Tanya Aktam serius.


" Kondisinya tidak apa2,cuma kakinya seperti terkena injakan keras jadi ada tulang yg bergeser " Jawab Dokter.


" Kurang ajar !" Umpat Aktam emosi.


" Apa akan kembali seperti semula ?" Tanya Reno tenanv.

__ADS_1


" Ya,mungkin dia akan dirawat dulu beberapa hari nanti baru rawat jalan dan terapi " Jawab Dokter.


" Baiklah lakukan yg terbaik " Balas Reno.


Dokter mengangguk,Arshad diminta pindah ruangan dan Reno mau cucunya diruangan terbaik rumah sakit.


Didepan,Angel menjelaskan secara detail kejadian yg ia lihat kepada Bara.


" Aku lihat gadis itu ada dimobil Om,aku yakin dia pelakunya " Jawab Angel.


" Kamu lihat juga ?" Tanya Bara kepada Sania.


" Ga Kek " Jawab Sania menunduk.


" Ya udah rekaman cctv hari ini akan dikumpul jadi kita akan tau siapa pelakunya " Balas Bara.


" Iya paman,kalo beneran tuh cewek,huh akan aku bejek2 kk adonan empiyang !" Kata Angel kesal.


" Wahh seru tuh pake cuka " Balas Bara mencoba melawak.


" Hisstttt kesel aku tuh Paman,kok ada orang jahat gitu,masa iya cinta ditolak kekerasan bertindak,ihh gak level banget " Hujat Angel.


" Iya,biasanya kan dukun ya " Celetuk Sania.


" Udah modern,ga pake dukun lagi " Balas Bara terkekeh.


Ketiganya ikut terkekeh,Bara pun masuk keruangan dan Angel serta Sania sarapan diteras rumah sakit.


Kejadian tak terduga hari ini membuat Sania lupa tujuan awalnya dan Angel juga lupa ia harus bekerja.


Arshad dibawa keruangan lain untuk melakukan perawatan intensive.


Malam hari,Lulu datang kerumah sakit dan langsung memeluk putranya tersebut.


Kabar Arshad juga terdengar ditelinga sang kakak yaitu Azura.


Ruangan besar itu seketika sesak dengan anak beranak Salders.


" Mending kalian pulang aja " Kata Arshad pusing.


" Kenapa ?" Tanya Jack mengernyit.


" Berisik,ini rumah sakit apa tempat hiburan " Gerutu Arshad gemas.


Bagaimana tidak,ruangannya yg tadi sepi kini ramai pengunjung apalagi para ponaannya menangis bahkan ada yg tinju2an karna mainan.


Arshad yg ingin istirahat pun terganggu apalagi lelaki itu suka keheningan.


" Ayo bubar2 " Kata Angel mulai mengusir.


" Mama tidur disini ya temenin kamu " Kata Lulu berharap.


" Ga usah Ma,Mama tidur dirumah aja " Tolak Arshad.


" Yaahhh,terus kamu siapa yg jagain ?" Tanya Lulu.


Arshad diam,dari banyak keluarganya tak ada satupun yg ia minati untuk ditemani tidur.


" Aku bisa sendiri " Jawab Arshad.


" Sayang " Panggil Lulu lembut.


" Aku mau berpikir tentang gadis itu Ma " Ucap Arshad lirih.


Lulu menghela nafas panjang,ia tak bisa memaksa sang putra.


Lulu juga sebenarnya tidak terima dengan perlakuan buruk orang lain,tapi dirinya tau sang anak pasti bisa mengurus diri sendiri.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2