Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jaket


__ADS_3

Laura menghubungi nomor yang tertera dikertas saat sudah tepat didepan gedung apartemen yang tinggi menjulang.


" Duh kok ngak diangkat ya ?" Gumam Laura kesal.


Gadis itu mencoba sekali lagi dan masih belum diangkat juga.


Karna waktu terus berjalan,akhirnya Laura memutuskan untuk masuk kedalam.


Drt drt...


Hape Laura berbunyi,gadis itu dengan cepat melihat siapa yang menelfonnya..


" Uh alhamdulillah dia nelfon balik " Kata Laura semangat melihat no tadi menelpon kembali.


" Halo " Sapa Laura cerah.


" Siapa ini ?" Tanya seorang diseberang.


" Aku em Laura,ini yang punya no ya ?" Tanya Laura ambigu.


" Hah iya,ada apa ?" tanya pria itu.


" Aku didepan gedung apartemen kamu,em aku mau nganterin jaket " Kata Laura to the point.


" Jaket ?"


" Iya,cepetan ya datang aku sibuk nih " Kata Laura polos.


Tut.


Panggilan pun dimatikan oleh Laura,gadis itu tersenyum cerah.


" Akhirnya bisa ketemu sama lelaki itu " Gumam Laura pelan.


Selama menunggu,Laura melihat interior gedung yang sangat mewah dan berkelas,Laura yakin pria itu sangat kaya.


Disebuah mobil mewah seorang pria mengumpat kesal saat panggilannya mati sepihak.


" Sialan nih cewek,berani2 nya dia matiin telepon gue " Umpat Justin geram.


Karna suasana hatinya pun kurang baik lelaki itu dengan cepat mengemudikan mobil menuju apartemen.


Saat sampai,Justin langsung masuk dan celingak celinguk di ruang tunggu deretan receptionis.


Terlihat gadis yang ia tolong waktu itu memperhatikan lampu besar yang terpajang indah ditengah ruangan.


Senyum lelaki itu terbit melihat Laura girang saat lampu mulai menyala kerlap kerlip dengan indah.


" Dasar kampungan,liat lampu aja seneng " Cibir Justin tapi wajahnya tersenyum lembut.


Pria itu langsung berjalan menuju lift tanpa melihat Laura lagi.


Lama Laura menungu disana bahkan matanya mulai sakit melihat pemandangan yang itu2 saja.


" Huh dia kemana sih lama banget " Gumam Laura melihat jam murah yang bertengger ditangannya.


Karna tak tahan lagi menunggu akhirnya Laura kembali menghubungi Justin..


Didalam kamar,Justin baru saja selesai berendam di bathup,lelaki itu tak berniat bekerja,Justin ingin menghabiskan waktunya untuk bersantai2 saja karna otaknya sudah mumet dengan banyaknya pekerjaan malam tadi dan kemarin..


Hape Justin berbunyi,lelaki yang sedang menyesap rokok menghadap jalan raya pun menoleh dan tersenyum miring.


" Apa dia masih menunggu dibawah ?" Gumam Justin melihat no Laura menghubunginya.


Lelaki itu menjawab seraya memainkan gelas wine ditangan..


" Hm " Kata Justin dingin..


" Kamu dimana sih,aku udah berjam jam nunggu disini " kata Laura kesal diseberang.

__ADS_1


" Siapa yang menyuruh mu menunggu " Kata Justin santai.


Terdengar Laura mengumpat kecil..


Justin terkekeh mendengar sumpahan gadis itu.


" Kemari lantai 20 " kata Justin tenang.


Tut.


Panggilan pun mati.


Pria itu melempar hapenya keranjang dan kembali meminumkan anggur merah digelasnya.


Dibawah sana,Laura sudah kehabisan sabar menghadapi pria yang telah menolongnya itu.


" Huh bener2 ya,dia pikir dia siapa seenaknya menyuruh orang menunggu tanpa kepastian !" Gerutu Laura tersungut sungut.


Dengan langkah kasar Laura menuju lift dan memencet tmbol 20.


Laura memencet bel dengan tak sabaran,gadis itu sudah benar2 kesal.


Ceklek...


Pintu terbuka,tampilah seorang pria dengan handuk sepinggang menatap Laura dari kaki hingga kepala.


Laura melihat tubuh atletis pria itu pun langsung menutup wajahnya.


" Ihh kamu pornografer baget sih " Hujat Laura kesal.


" Hah pornografer ?" Tanya Justin bingung.


" Itu baju kamu kenapa ngak dipake,mau ngaduin otot kamu sama aku ya !" Tuduh Laura kesal.


" Ada apa dengan anak kecil ini ?" Gumam Justin tak mengerti.


Laura mengangguk mengintip sedikit dari tangannya.


" uh jangan2 ada perempuannya lagi didalam ?" Gumam Laura takut.


" Cepatlah kenapa masih diluar " Teriak Justin kesal melihat Laura mematung.


" Ah iya " Kata Laura berlari masuk.


Pintu otomatis terkunci sendiri.


" Kak jangan dikunciin dong pintunya kalo gerbek orang gimana ?" Kata Laura ketakutan.


Justin menghela nafas kesal,Laura sangat berisik hingga membuatnya geram sendiri.


" Tak kan ada yang mau grebek,kamu pikir ini kost2an murah apa !" hujat Justin menggeleng tak percaya.


Laura diam menunduk malu.


" Oh iya,em aku kesini mau balikin jaket Kakak " Kata Laura teringat akan kedatangannya.


" Kan udah saya bilang ambil aja,lagian itu udah kena darah kotor kamu " Kata Justin seketika merinding mengingat kejadian lalu.


" Ya ngak bisa lah,ini kan punya Kakak lagian harga jaket Kakak pasti mahal ngak cocok sama aku " Kata Laura nyerocos panjang.


" Sadar diri juga nih bocah " Gumam Justin pelan.


" Iya lah,liat dari bahannya aja tau " Kata Laura mendengar celetukan pria itu.


Justin mendengus dan duduk disofa.


" Tajem juga pendengar bocah ingusan ini " Batin Justin tersenyum.


" Ngak usah ngomongin aku dihati " Cibir Laura bisa membaca situasi.

__ADS_1


Justin seketika tertawa,gadis ini benar2 ajaib pikir pria itu.


" Gimana keadaan adik kamu ?" tanya Justin menuangkan wine ke gelasnya.


Laura menunduk sedih,jika berhubungan dengan Vero gadis itu selalu terlihat galau.


" Lumayan baik,tapi ngak ingat apa2 " Kata Laura duduk di sofa.


" Ini minum dulu " Kata Justin memberi gelas berisi anggur merah.


" ini apa Kak,Fanta ?" Tanya Laura polos.


" Uhuk uhuk..." Justin terbatuk dengan ludahnya sendiri.


" Fa fanta ?" Tanya Justin mengulang sekali lagi.


" Iya,Fanta temannya sprit ?" Tanya Laura dengan wajah lugunya.


" Fttffttttttt " Justin ingin sekali tertawa ngakak.


" Yang benar saja Wine dikira Fanta " Kata Justin terkekeh.


" Bukan itu wine " Kata Justin berusaha tenang.


" Wah alkohol ya,pasti kalo aku minum ini bentar lagi mabuk ?" Tanya Laura masih dengan kepolosan yang akut.


Justin tertawa renyah dan ingin sekali menyumpal mulut gadis yang baru ia kenali itu dengan kertas.


" Iya kalo kamu minumnya sebotol penuh " Kata Justin disela tawanya.


Laura ber Oh ria dan mengaruk kepalanya malu.


" Ini jaketnya udah aku cuci dengan sangat bersih dan wangi " Kata Laura mengeluarkan jaket yang ia bawa tadi.


" Ngak kamu kasih kemenyan kan ?" Tanya Justin menggoda.


" Ya ngak lah,aku sama kemenyan ngak temenan tenang aja " Kata Laura mengeluarkan joke recehnya.


Justin tersenyum mengangguk.


" Lumayan juga " Batin Justin melihat Laura yang polos.


Karna haus gadis itu pun reflek meminum sedikit wine,dan rasa hangat mulai mengalir ditenggorokan nya..


" Kok panas Kak ?" tanya Laura kaget.


" Aduh,gawat jangan minum ini " Kata Justin merebut gelas gadis itu.


Laura mengedip ngedipkan matanya melihat gelas berpindah tangan,Justin dengan cepat menegak minuman di gelas Laura dan menjauhkan minuman itu ke tempat lain.


" Tunggu disitu " Titah Justin masuk kedapur.


Laura mengangguk polos dan duduk tenang.


" Waw,pria ini benar2 kaya " Gumam Laura terpesona melihat interior apartemen Justin yang megah.


Tak lama Justin datang dengan segelas air dingin.


" Minum ini " Kata Justin menyodorkan gelas


" Makasih " Kata Laura sopan dan mulai meminum air itu.


Justin tersenyum lembut melihat gadis yang ia tolong kemarin ternyata gadis yang ramah meski awalnya Laura sangat menjengkelkan dan tak tau terima kasih..


Setelah berbasa basi akhirnya Laura pamit,Justin sempat menawarkan ingin mengantar Laura kerumah sakit,tapi gadis itu menolak dengan alasan masih ada urusan ditempat lain.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa terus Dukung author dengan cara Vote Like Coment ya

__ADS_1


__ADS_2