
Justin mengantar Hani pulang.
Sepanjang jalan gadis itu hanya diam duduk dibelakang tanpa mengeluarkan kata.
" Dimana rumah mu ?" Tanya Justin melihat ke kaca depan.
" Didepan Kak gak jauh lagi " Jawab Hani serak.
Justin mengangguk menambah laju mobilnya.
Pria tersebut tak banyak bicara,Justin tau keadaan Hani sangatlah kacau.
Tak lama mobil berhenti didepan gang,gadis itu membuka pintu mobil dan langsung ditahan Justin.
" Kenapa Kak ?" tanya Hani menoleh.
" Jangan menjadi gadis lemah Hani,kamu hebat dan pintar " jawab Justin tegas.
Hani diam mendengar ucapan pria yg jarang bicara tersebut.
" Jangan karna Vero kamu berputus asa,Kakak tau ini sangat sulit tapi jangan pernah menyerah " Lanjut Justin.
Hani mengangguk pelan dengan manik berkaca kaca.
" Jangan khawatir kami tidak akan melupakan kamu begitu saja meski kamu gak berjodoh sama Vero " Lanjut Justin.
Tes....
Air mata Hani kembali menetes setelah tadi sempat reda.
Ucapan Justin begitu menusuk hatinya yg memang sudah terluka.
Senyum mengembang seolah dipaksa untuk menunjukkan bahwa dirinya akan baik2 saja.
" Terima kasih Kak,aku sangat menyayangi kalian dan hanya kalian yg aku punya " Ucap Hani mengusap air matanya.
Justin mengangguk tersenyum,gadis itu pun turun dari mobil.
" Hati2 dijalan Kak " Ucap Hani melambaikan tangan.
Justin mengangguk lalu meninggalkan gadis malang tersebut.
Hani diam sejenak melihat mobil yg kian menjauh,tatapan Hani begitu memilukan.
" Huh ini sangat menyakitkan " Gumam Hani meraba dadanya pelan.
Sungguh wanita itu tak menyangka kisah cintanya akan kandas dengan tragis.
Lelaki yg begitu ia cintai benar2 sudah menghancurkan hati dan kepercayaannya begitu saja..
Hani berjalan gontai menuju kost yg ia tempati selama ini.
Gadis itu kembali tak bekerja karna kondisi hati dan pikirannya sedang tak baik2 saja.
Dirumah,Laura melihat Vero dengan tatapan tajam.
Wanita beranak satu itu terlihat kesal dengan ulah adik angkatnya tersebut.
" Kak " Panggil Vero menòleh melihat Laura.
" Aku kira melepas Hani bukan hal yg sulit " Kata Vero menghela nafas.
" Dia berada dipihak kalian membuat aku tak berdaya " Lanjut Vero.
" Ya karna kami sudah menganggapnya keluarga " Balas Laura ketus.
" Ya suatu kesalahan aku membawanya kerumah ini " Ucap Vero terkekeh.
Deg...
__ADS_1
Manik Laura melotot mendengar ucapan adiknya.
" Kesalahan kau bilang ?" Tanya Laura melotot.
" Ya,jika aku tak membawanya kerumah ini mungkin ini akan mudah " Jawab Vero seperti menyesal..
" Kau !" Ucap Laura tajam.
Vero berdecih dan mengeluarkan sesuatu dari laci nya.
Laura diam melihat Vero menyalakan rokok sebatang.
" Kau ini !" Kata Laura merebut rokok tersebut.
" Ehh " Ucap Vero kaget.
" Kak !" Kata Vero kesal.
" Gak usah merokok napa ! gak baik " Kata Laura tegas.
" Aku lagi pusing Kak " Kata Vero berusaha mengambil lagi rokoknya.
" Gak ! Kakak gak suka !" Ucap Laura tegas dan membagi dua benda kecil tersebut.
Vero melongo melihat miliknya sudah teronggok ditong sampah.
Ceklek....
Pintu kamar terbuka,nampaklah Justin berdiri diambang pintu dengan wajah tenang.
" Tuh laki mu juga gitu kalo lagi setres " ucap Vero menunjuk iparnya
" Apa ?" tanya Justin mengernyit.
Lelaki itu berjalan mendekat dan duduk ranjang Vero.
" Wah rokok siapa nih ?" Tanya Justin melihat kotak kecil.
" Mau kemana sayang ?" tanya Justin aneh.
" Buang ini " jawab Laura ketus.
Justin terdiam,Vero juga terdiam
" yaaahhh bakal jadi sampah tuh " Ucap Justin mengiba.
" Iya,padahal baru semalam beli,mana isinya masih banyak lagi " sahut Vero kesal.
Justin terkekeh dan menepuk bahu iparnya pelan.
" Udahh,sekarang apa rencana kamu ?" tanya Justin mulai serius.
" Gak ada " Jawab Vero santai.
" Jangan aneh2 Ver,kasian Mama dan Papa " Ujar Justin membujuk.
" Aku juga bingung mau gimana sekarang,semua orang udah kecewa sama aku,belum nanti Nenek sama Kakek " Kata Vero lesu.
" Kalo tau bakal gitu kenapa kamu lakuin ?" Tanya Justin.
" Gak sengaja Kak,aku kira aman2 aja " Jawab Vero polos.
Justin terkekeh,dirinya pernah berada diposisi Vero dulu saat masih nakal2nya,tapi Justin sangat pintar bermain,lelaki itu tak mau membuang benih supernya nya begitu saja sampai ia menemukan tambatan hati yg pas.
" Gak selamanya nasib baik berpihak sama kita " Kata Justin tenang
" Ya Kakak bener,aku gak bisa lepas Yuna karna dia mengandung anak ku " Ucap Vero lesu.
" Ya kamu harus tanggung jawab dan terima semua konsekuensi " Balas Justin.
__ADS_1
Vero mengangguk,lelaki itu meminta bantuan iparnya untuk keluar dari masalah yg menerpa dirinya saat ini.
Beberapa hari kemudian,berita mulai tersebar.
Sintia dan Beni mendengar berita mengejutkan itu hanya bisa pasrah karna mereka tau Vero sudah dewasa dan bisa mengambil langkah sendiri.
" Jadi kapan kalian akan menikahkan mereka ?" Tanya Beni tenang.
" Mas David gak setuju Yah " Jawab Cila sedih.
" Kenapa ?" tanya Beni mengernyit.
" Hani " jawab Cila menunduk.
Beni terdiam,lelaki itu cukup tau keterikatan gadis bernama Hani dalam keluarga anaknya.
Setau Beni,David memang menyukai Hani saat gadis itu datang kerumah,bukan hanya David tapi seluruh keluarga Cila menerima gadis malang itu dengan baik.
" Jangan biarkan mereka bertemu lagi " Ucap Sintia tegas.
" Kenapa ?" tanya Cila kaget.
" Karna itu akan menyakitkan bagi keduanya " Jawab Sintia.
" Mas David berapa hari ini selalu berkunjung ketempat Hani Ma " Ucap Cila menghela nafas.
" Ngapain ?" tanya Sintia kaget.
" Mas David pernah merasa sendirian tanpa ada satupun yg menemani dirinya " Jawab Cila ingin menangis.
Deg...
Sintia dan Beni tersentak,sekilas mereka teringat akan riwayat hidup menantu mereka yg memang tak seberuntung sekarang.
" Aku gak melarang,aku tau Mas David punya keterikatan antara dia dan Hani " Ucap Cila gemetar.
" Iya Ayah bisa mengerti " Ucap Beni menghela nafas.
Sintia mengangguk setuju,mereka pun melanjutkan obrolan mencari jalan tengah.
Di kost,seorang gadis tersenyum manis saat tamu dirumahnya makn dengan lahap.
" Papa belum makan ya ?" tanya Hani sedikit heran.
" Hah em udah sih pagi tadi,cuma sekarang laper banget " Jawab David mengukut nasi dipiringnya.
" Duhh aku jadi gak enak cuma nyuduhin lauk sayur aja sama ikan goreng " Ucap Hani menggaruk kepala.
" Gak papa,ini udah pas kamu masak enak banget " Kata David terkekeh..
" Ah Papa bisa aja " Kata Hani malu.
David tersenyum dan menimba lagi nasi yg disiapkan gadis itu.
Hari ini David pulang istirahat kerumah Hani,gadis itu pun beruntung hari ini bisa pulang cepat lantaran toko dalam perbaikan.
" Nanti ikut Papa keluar kota ya " Ucap David tenang.
" Hah " Kata Hani terkejut.
" Iya,Papa sudah siapkan keperluan kamu disana " Balas David.
Deg...
Manik gadis itu melotot seketika mendengar ujaran orang tua mantannya.
" Ke kenapa Pa ?" tanya Hani terbata.
David tersenyum kecil seolah menyimpan sebuah rahasia.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.