
Hani langsung dilarikan kerumah sakit oleh David.
Lelaki itu terlihat sangat panik dengan keadaan anak menantunya apalagi gadis itu sampai pingsan dan terguling dianak tangga.
Meski hanya berapa tangga tapi itu sangat beresiko pikir David.
Didalam ruangan,David tak bisa diam,lelaki itu tak tau harus berbuat apa saat para dokter menyiapkan tabung oksigen dan memakainya kepada Hani.
" Ya Tuhan tlong selamatkan anak ku " Ucap David berharap.
" Pak tolong keluar dulu,kami akan berusaha semampu kami " ucap Dokter menegur.
" Bagaimana keadaannya Dok,tadi dia jatuh dan terbentur " kata David khwatir.
Dokter melihat lagi rekannya yg berusaha membuka jas hujan yg masih melekat ditubuh gadis itu.
Memang David membawa Hani tadi dalam keadaan basah dan tanpa pikir panjang.
" Kami akan melakukan yg terbaik,bapak diluar saja " kata Dokter tenang.
David mengangguk,lelaki itu pun berjalan gontai keluar.
Pintu tertutup rapat,para Dokter langsung bergerak cepat.
Diluar,seorang wanita berjalan mondar mandir seraya menggigit ibu jarinya.
Sungguh wanita itu merasa takut dengan apa yg telah terjadi.
" Gimana Pa ?" tanya Cila melihat David keluar.
" Keterlaluan kamu Ma !" Bentak David.
Deg...
Cila langsung tersentak dan mundur melihat aura membunuh David.
" Kalo kamu gak suka sama dia,gak perlu kayak gini caranya !" kata David emosi.
" aku gak sengaja Pa " kata Cila melawan.
" Gak sengaja apa nya ! Kamu dorong dia berapa kali sampe terguling ke tanah !" Kata David geram.
Cila terdiam,perempuan itu tak bisa mengelak karna David melihat semuanya dengan jelas.
" Kalo Hani kenapa2 gimana !kamu mau dipenjara !" Kata David marah besar.
Cila menggeleng pelan.
" Heran aku sama kamu,Hani udah berusaha jadi menantu yg baik malah kamu perlakukan dia dengan buruk !" kata David tak bisa meredam emosi.
" Itu karna dia yg memulai semuanya Pa !" Lawan Cila emosi.
" Apa ? Dia hanya korban " Balas David.
Keduanya mengeluarkan suara keras di UGD membuat para pengunjung dan perawat heran.
David diam sejenak menarik nafas panjang.
Jika tak berpikir ini dirumah sakit mungkin lelaki itu akan lebih mengeluarkan emosi yg tertahan.
" Dia yg memulai semuanya,Vero dipenjara dan sekarang Sofia hilang,semua karna dia !" kata Cila tak berhenti.
" Vero dipenjara karna kesalahannya sendiri " kata David menghela nafas.
" Ya karna bodoh mau membela gadis tak tau diri itu !" Kata Cila garang.
" Ya Tuhan " Gumam David menyugar rambutnya.
__ADS_1
Tanpa bicara lagi David sedikit menjauh dan merogoh saku celananya.
Lelaki itu menelfon sang anak angkat untuk memberitahu keadaan.
" kamu dimana ?" tanya David tenang.
" Dirumah Pa,ada apa ?" tanya Justin diseberang.
" Kami dirumah sakit,Hani kecelakaan " Jawab David.
" Apa ?" Pekik Justin kaget
" Dia jatuh dari tangga karna didorong Mama mu " Jawab David seryaa melirik Cila.
Cila yg disebut namanya membuang muka dengan wajah kesal.
" Astagaaa " kata Justin syok.
" Datang lah kesini,bawa baju ganti Hani dan kamu cari Sofia " Titah David.
" Loh Sofia mana ?" tanya Justin bingung.
" Sofia hilang,gak tau dia kemana " Jawab David kesal.
Hening...
David mematikan panggilan sepihak dan menaruh hapenya lagi.
Pria itu berjalan keluar membuat Cila heran.
" Masss " Panggil Cila.
" Tunggu disana " kata David tanpa menoleh.
Cila mengangguk pelan meski bingung suaminya mau pergi kemana.
Dan seperti dugaan,Laura begitu terkejut dan tak menyangka apa yg telah terjadi.
" Jadi Mama yg mendorong Hani sampe jatuh ?" tanya Laura tak percaya.
" Iya,aku gak tau apa yg telah terjadi,dan Papa bilang Sofia hilang " Jawab Justin setres.
" Astagaaa " kata Laura menutup mulut terkejut.
" Mereka pada kenapa sih ? Mau sampe kapan Mama gak akur gini sama Hani,kasihan dia " Kata Justin heran.
" Aku juga bingung Yank,Mama trauma banget kayaknya " balas Laura.
Justin menghela nafas panjang,lelaki itu juga merasa lelah dengan drama mertuanya yg tak berkesudahan.
" Ya udah,kamu siap2 kita kesana " Kata Justin berlalu.
" Bawa Boy juga ?" tanya Laura.
" Terus mau kamu tinggal lagi kayak tadi ?" Tanya Justin diambang pintu.
" Hehe dia udah gede Yank,gak rewel lagi " Jawab Laura terkekeh.
Justin menggeleng pelan,memang Boy kini sudah terbiasa ditinggal sendirian dirumah jika hanya keluar sebentar2,tapi kalau lama biasanya bocah lelaki itu akan dititipkan dirumah sang Daddy.
Pasangan tersebut pun langsung menuju lokasi.
Sesampainya disana terlihat David masih menunggu diruang Icu sendirian.
Laura berjalan cepat,putrinya digendong Justin yg berjalan sedikit lambat.
" Pa " Panggil Laura.
__ADS_1
" Kalian datang " Ucap David menoleh.
" Gimana Hani ?" Tanya Laura.
" Ntah lah,Papa gak tau " Jawab David menghela nafas.
" Kenapa Mama bisa lakukan itu ?" Tanya Laura heran.
" Mama kamu emosi denger Sofia hilang " Jawab David.
" Kenapa Sofia ?" Tanya Laura aneh
" gak tau,makanya mungkin Hani panik dan nekat kerumah hujan2 " Jawab David.
" Duhh Sofia kenapa lagi sih " Gerutu Laura kesal.
Sudah berapa kali gadis kecil itu membuat ulah,kemarin masih bisa mereka atasi tapi kali ini sedikit menjengkelkan karna ada orang lain yg menjadi korban.
Laura izin masuk kedalam,wanita itu menggeleng pelan melihat kondisi Hani yg cukup mengkhwatirkan.
" kasihan sekali kamu Hani " Gumam Laura pelan.
Suara detak jantung terdengar seirama disamping gadis malang itu,tangan Hani pun tertancap jarum impus.
" Huuhhh maafin Kakak ya,karna Kakak juga kamu harus nanggung semua ini " Gumam Laura merasa bersalah.
Wanita itu memang terlibat andil dalam masalah Hani,karna Laura juga yg memaksa Hani menikahi Vero.
Kedua wanita itu sama2 diam,tiba2 pintu terbuka.
Laura menoleh dan mendapati Ibu asuhnya masuk kedalam.
" Mama " Panggil Laura pelan.
" Dia sudah sadar ?" tanya Cila mendekat.
" Belum Ma " Jawab Laura menghela nafas.
Cila menatap Hani dari ujung kaki hingga kepala,gadis malang itu terlihat pucat.
Wajahnya yg ayu dan bekas luka diwajah yg tak bisa dihindari membuat hati kecil Cila terenyuh..
Segalanya memang bukan salah Hani,hanya saja ego yg tinggi dan rasa tak terima anak semata wayangnya diperlakukan tidak baik membuat Cila enggan memberi maaf.
" Ma,Hani sudah berusaha " Kata Laura hati2.
" Dia hanya korban Ma,dia korban keegoisan kita " Lanjut Laura.
" Mama tau " Jawab Cila tanpa melihat putrinya.
" Lembutkan hati Mama untuk menerima Hani,kasihan dia Ma,dia gak punya siapa2 kecuali kita " Kata Laura sedih.
Cila menghela nafas panjang dengan anggukan pelan.
" Mama terlalu keras kepala dan menutup hati untuk anak ini " ucap Cila pelan..
" Buka hati Mama,dia menantu Mama juga dan dia ibu sambung Sofia,Hani sangat menyayangi Sofia Ma lebih dari ibu kandungnya sendiri " Kata Laura berkaca kaca.
Cila mengambil tangan Hani dan mengusapnya pelan.
" Maafin Mama Nak,maaf Mama memberi ampunan terlalu lama untuk mu sampai hal ini terjadi " Ucap Cila nanar..
Laura tersenyum getir dan mengucap hamdalah mendengar perkataan Cila barusan.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1