Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hujan


__ADS_3

Daniel pulang kerumah dengan hati was2 mendengar pemberitahuan dari sang adik.


Lelaki itu terlihat begitu khawatir dengan keadaan ibunya yg kini tak sadarkan diri.


" Senang kalian melihat ibu kalian sakit hah ! ini yg kalian cari ?" tanya Ayah mereka melihat kedua putranya.


" Bu,bangun Bu " pinta Ridho memegang tangan Sang ibunda.


Daniel sibuk sendiri mencari cara agar membuat ibunya terbangun.


" Percuma status mu sebagai dokter hebat kalau kelakuan kamu begitu memalukan !" Cibir sang ayah.


Daniel menoleh dengan menggeram tangannya yg ingin terbang ke wajah lelaki tua itu.


Ridho melihat sang Abang dan menggeleng pelan.


" Bawa kerumah sakit Do " kata Daniel tegas.


" Apa ini berbahaya bang ?" tanya Ridho takut.


" Abang gak tau,aku lagi gak konsen " jawab Daniel.


" Baiklah " kata Ridho paham.


Lelaki itu pun langsung menggendong ibunya keluar.


Daniel yg ingin melangkah langsung ditahan oleh sang ayah.


" Tinggalkan gadis itu !" Pinta sang ayah serius.


" Tlong jangan ikut campur lagi " Pinta Daniel tenang.


" Daniel !" Bentak pria tua itu kesal.


" Cukup Yah ! aku muak mengikuti semua kemauan kalian selama ini !" Teriak Daniel emosi.


Dada pria itu terlihat naik turun menahan emosi yg meledak2.


" Hentikan kegilaan Ayah,jangan campuri urusan aku,Nial dan kekasih ku !" Lanjut Daniel.


" Nial itu istri mu Daniel,lihat dia bukan gadis lain !" pinta sang Ayah memelas.


" Aku tidak mencintai Nial ayah,aku akui ini salah ku diawal,tapi aku gak bisa berbohong lagi,aku sakit Yah gak bisa menentukan pilihan sendiri " Kata Daniel gemetar.


" Nial pilihan yg baik Nak,kasihan anak kalian " kata Ayah Daniel sedih.


" Aku sudah bilang tidak usah mengkhawatirkan anak ku karna aku akan bertanggung jawab penuh " kata Daniel tenang.


" Tapi tidak dengan keluarga mereka,kau tau bukan mereka bukan keluarga sembarang dan kau telah menyoret nama baik mereka " Kata sang Ayah serius.


" Jika mereka bukan keluarga sembarang harusnya mereka menjaga sikap dengan baik,aku tau kalian ingin menyingkirkan Hani,dan ingat satu hal aku tidak akan melepaskan gadis itu !" Kata Daniel tegas.


Deg....


Ayah Daniel tersentak mendengar ucapan anaknya yg tak main2.


" Kau akan menyesal Nak,ini peringatan terakhir Ayah " Kata Pria tua itu serius


" Jika Ayah masih menganggap ku anak,maka biarkan aku memilih pilihan ku sendiri " Balas Daniel tajam.


Tanpa bicara lagi pria itu langsung keluar menyusul adiknya yg pasti sudah menunggu diluar.


" Sialan !" Umpat pria tua itu geram dengan sikap sang anak.


" Gadis itu sudah merubah putra ku menjadi pembangkang !"


Dengan tangan terkepal,pria tua itu keluar dari kamar mencari sesuatu.


Daniel langsung berangkat membawa ibunya kerumah sakit terdekat.

__ADS_1


Sungguh pikirannya saat ini begitu kalut,belum selesai masalah satu kini masalah baru kembali lagi.


Ridho melihat Daniel dengan wajah kasihan,ia merasa bersalah telah membuat ibunya pingsan tadi.


Sampai detik ini Daniel belum tau bahwa Ridho punya anak diluar nikah,Ridho takut memberitau abangnya tersebut karna akan menambah rumit kisah mereka nanti..


" Bang lo gak papa ?" tanya Ridho ngeri melihat Daniel tak berkedip.


" Kenapa Ibu bisa pingsan ?" tanya Daniel tanpa menoleh.


Ridho diam tak menjawab.


Daniel kembali fokus tanpa memperpanjang pertanyaannya.


Sesampai dirumah sakit,kedua lelaki itu langsung meminta bantuan.


Ditempat lain,seorang gadis menarik nafas panjang melihat kopernya sudah terisi penuh.


Pemilik rumah benar2 membuat sabarnya harus ditingkatkan lagi bagaimana tidak ia diusir dari rumahnya sendiri.


Hani harus pindah hari ini juga karna anak pemilik rumah akan segera datang.


" Maafkan saya Mba Hani,saya gak punya pilihan " Ucap si pemilik rumah merasa kasihan.


Hani tak menjawab,gadis itu langsung pergi membawa kopernya berlalu.


Ia bingung mau tinggal dimana sekarang dan tak punya tempat tujuan juga.


" Duhh kepala ku sakit lagi " Gumam Hani memegang kepalanya.


Keadaan gadis itu belum benar2 sembuh,ia harus beristirahat untuk memulihkan keadaannya.


Hani menunggu dihalte sambil melihat kiri kanan.


Tadi Daniel pergi meninggalkan dirinya yg masih sibuk berdebat dengan pimilik rumah.


Hani melihat hapenya dan menghela nafas panjang.


Tak ada notif special selain membahas pekerjaan digrub.


" Aku butuh kamu Rek,aku gak tau harus kemana " Gumam Hani sedih.


Ia teringat akan Reka yg juga terbaring lemah dirumah sakit,Hani merasa sendirian dan tak punya tempat kembali,biasanya hanya Reka yg bisa menolong.


Tes....


Air mata Hani menetes lirih,gadis itu menangis mengingat nasib buruknya kembali terjadi.


" Kenapa aku gak pernah benar2 bahagia ?" Gumam Hani melihat langit yg begitu terang.


" Apakah dosa ayah dan ibuku begitu banyak hingga semua kebahagiaan untuk anak mereka disirnakan ?" Lanjut Hani lagi.


Air matanya terus menurun membuat Hani begitu lemah.


Beberapa pengguna jalan melihat aneh gadis itu,ada yg merasa kasihan ada juga yg cuek saja.


Beberapa saat kemudian,turun hujan tanpa diduga.


Hani yg sedang menangis sontak kaget melihat kelangit.


" Hujan panas " Gumam Hani pelan.


Gadis itu menghapus air matanya dan melihat orang2 yg mulai berlarian mencari tempat teduh.


Hani merapatkan kopernya dan duduk diam.


Tiinnnnnnn....


Klakson terdengar nyaring,terlihat seorang wanita berkendara ugal2an mencoba berhenti dipinggir.

__ADS_1


" Ayo cepetan turun !" Pekik wanita itu cepat.


" Tungguin Nek " Jawab si Bocah yg ternyata nempel dibelakang.


Hani terus melihat wanita paru baya itu yg kelabakan sendiri.


" Neeekkk nyangkuttt " Teriak si anak kecil kepada Neneknya yg siap berlari.


" Aduhhhh nih bocah nyusahin " Kata si Nenek kesal.


" Tolongin napa Nekk " Rengek gadis kecil yg sedang memakai masker tersebut.


Si wanita berhelm itu mendekati lagi cucunya dan menarik celana panjang yg dipakai sang cucu.


Breekkkkk...


Sobekan terdengar,wanita parubaya itu langsung terdiam begitupun cucunya.


" Aaaaaa Nenekkkkk,sobek celana akuuu " Teriak si bocah histeris.


Beberapa pengguna jalan melihat kearah 2 wanita beda usia tersebut.


Hujan semakin deras membuat keduanya basah kuyup.


" Ayo lari cepetan " Ucap sang nenek tak perduli dengan cucunya yg malah ngomel2.


Bocah kecil itu pun berlari mendekati Halte.


" Haisssttt kenapa bisa hujan sih,padahal tadi cerah deh " Ucap si wanita itu kesal melihat langit.


" Basah Nek " Rengek sang cucu.


" Iya tau,Nenek juga basah nih " Balas sang Nenek gemas.


Hani mengernyitkan wajahnya seperti mengenali suara.


" Huh pengep deh " ucap si wanita parubaya membuka helm.


" Iya Nek,aku juga engap " Balas si bocah kecil membuka masker.


" Astaga Mama " Ucap Hani terbelalak melihat wajah keduanya.


Bocah kecil itu berbalik badan dan ikut terkejut.


" Ini kan Kakak yg nolongin aku " Kata Sofia melotot.


" Siapa ?" tanya Sang Nenek heran cucunya bicara sendiri.


Wanita tua itu berbalik badan dan meloncat kaget melihat mantan kekasih anaknya disana.


" Hani !" Pekik Cila terkejut.


" Kok kamu disini ?" tanya Cila melihat Hani dan gadis itu.


Hani tersenyum kecil sambil menggaruk kepalanya.


" Mama kehujanan ya ?" tanya Hani bingung sendiri.


" Iya nih,jemput si Otot pulang sekolah " Jawab Cila menujuk Sofia.


" Tante,Om ganteng aku mana ?" tanya Sofia merangkul lengan Hani.


" Ehhh " Pekik Cila terkejut dengan aksi cucunya.


Hani cengengesan dan menggaruk kepala lagi melihat Respon Cila.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2