
Laura sedikit berlari kearah konter chek in karna pesawat nya akan berangkat sebentar lagi,saat gadis itu akan sampai tiba2 seseorang menariknya dari belakang.
" aaaakkhh " Pekik Laura kaget dan langsung berbalik badan.
Deg...
Gadis itu melotot kaget saat melihat siapa orang yang menarik dirinya itu.
" Abang !" Pekik Laura terkejut melihat Bara disana.
" Mau kemana kamu ?" tanya Bara dingin seraya menyelisik penampilan gadis yang ia kenali itu.
" A ak aku mau em liburan Bang,ah iya liburan " Kata Laura gugup.
" Liburan ?" Ulang Bara mengernyit.
" Iya,Abang mau kemana ?" Tanya Laura berusaha tenang.
" Luar kota " Jawab Bara tenang.
" Oh,em aku duluan ya Bang,pesawatnya mau berangkat " Kata Laura buru2.
Bara mengangguk meski merasa ada yang aneh dengan gadis itu.
Lelaki itu pun kembali mengantri kebagian pesawat yang akan ia taiki.
" Huh huh untung Bara ngak curiga " Gumam Laura menghela nafas tenang.
Gadis itu kembali berjalan mendekati seorang wanita yang sudah menunggu dikonter.
Laura memberi identitasnya kepada petugas dan langsung diarahkan menuju loket tunggu.
Gadis itu celingak celinguk takut2 Bara mengikuti dari belakang,Laura takut nanti Bara memberitahu keluarganya.
Tak lama,gadis itu naik pesawat dan duduk dibagian jendela.
Orang2 mulai masuk,saat Laura mematikan semua ponselnya seseorang duduk disamping gadis itu dengan tenang.
Laura tak menyadarinya,gadis itu sibuk sendiri dengan isi tasnya.
" Huh,jangan nangis Laura kamu bisa " Gumam Laura pelan seraya mengusap air matanya.
Semua penumpang sudah duduk tenang,pesawat pun sudah lepas landas.
Gadis itu kembali menangis saat harus benar2 meninggalkan semua kenangannya di kota itu.
" Maafin Laura Pa,Ma Vero,selamat tinggal " Gumam Laura melihat kearah luar jendela.
Seseorang yang duduk disamping gadis itu mengernyit aneh melihat Laura terus menangis.
Pria tersebut memberi sapu tangannya kepada sang gadis.
" Tidak terima kasih " kata Laura terkejut melihat sapu tangan dipahanya.
" Ambilah,dan lap air matamu " Titah orang itu tenang.
Deg...
Laura tersentak saat suara pria itu terdengar sangat pamiliar di telinganya.
Gadis itu menoleh cepat dan terbelalak dengan apa yang ia lihat.
" Kenapa kamu ada disini ?" Tanya Laura langsung berdiri.
Semua orang menoleh kearah gadis tersebut.
"Tenang lah dan duduk kebangku mu " Titah pria itu dingin.
Nafas Laura tercekat gadis itu melihat sekeliling dan langsung duduk saat semua pandangan mengarah kepadanya.
" Kenapa kamu disini ?" tanya Laura kesal kepada pria itu.
" Ya bisa saja " Jawab lelaki itu santai.
__ADS_1
" Kau mengikuti ku ?" Tanya Laura geram.
" Tidak,aku tidak mengikuti siapapun " Jawab lelaki itu tersenyum miring.
Laura menelan ludah kasar dan duduk menghadap jendela.
" Kenapa Kak Justin ada disini ? akh ini pasti akan sangat berantakan " Gumam Laura pelan.
" Kamu mau pergi kemana ?" Tanya Justin tenang.
" Bukan urusanmu " Jawab Laura kesal.
Justin tersenyum dan memegang bahu gadis itu.
" Lepas !" Kata Laura mengibas tangannya.
Justin menghela nafas dan melihat sekitar,pria itu tersenyum karna rencananya cukup berhasil.
" Laura " Panggil Justin lembut.
Laura tak menyahut,gadis itu masih menghadap jendela.
" Jangan membuat ku marah " kata Justin sedikit berbisik.
" Menjauh dari ku !" Kata Laura kesal.
" Apa aku harus melakukannya disini ?" Tanya Justin ambigu.
" Melakukan apa ?" Batin Laura mengernyit.
Justin menarik paksa bahu perempuan itu menghadapnya.
Deg...
Manik mereka bertemu,Justin menarik dagu gadis itu hingga mendongak menghadapnya.
" Apa yang kamu lakukan ?" Tanya Laura susah payah mendorong tangan Justin.
Laura menelan ludah kasar,manik gadis ngelirik sekitar dan terkejut banyak bangku kosong di area mereka.
" Sudah menemukan jawaban sayang ?" Tanya Justin tersenyum manis.
" Kamu melakukannya ?" Tanya Laura melotot.
" Ya,aku bisa melakukan apapun sesuka ku " Kata Justin sombong.
Laura terlihat ketakutan,Justin melepas tangannya dan menarik Laura duduk dipahanya.
" akh " Pekik Laura kaget dengan keberanian lelaki itu.
" Akh sial,tempatnya sangat sempit !" Kata Justin kesal karna tubuhnya terpojok.
" Lepaskan " kata Laura bergerak gelisah.
" Sssttt,kamu ingin terkenal ?" Tanya Justin tersenyum jahat.
" Kamu pria bajingan !" Umpat Laura geram.
" Yes its me honey " Kata Justin menarik pinggang gadis itu.
Tubuh mereka semakin berdekatan,seorang pramugari lewat Laura langsung menyembunyikan wajahnya di dada lelaki itu.
Sang pramugari terlihat biasa saja melihat pemandangan seperti itu karna mereka sudah dibayar mahal oleh Justin untuk pura2 buta dan tuli disana.
" Haist aku sangat malu " Batin Laura kesal setengah mati.
" Good girl " Ucap Justin seraya mengusap kepala Laura.
" Aku akan membunuh mu Justin !" Bisik Laura tajam.
Justin terkekeh dan mencium kilas pipi gadis itu.
" Aku takut sayang " Kata Justin setengah mengejek.
__ADS_1
Laura semakin kesal,gadis itu melirik sekilas setelah merasa aman Laura kembali menarik kepalanya melihat kearah pria itu.
" Sekarang lepaskan aku !" Kata Laura tenang.
" Untuk apa ? bukankah begini lebih nyaman ?" tanya Justin tersenyum mesum.
" Aku tidak mungkin seperti ini Kak,kau tak melihat semua orang akan menertawai ku nanti !" Kata Laura ingin menangis.
" Tenang saja,aku akan memotong lidah mereka jika berani menggibahi mu " Kata Justin tersenyum.
" Akh dia pria gila " Batin Laura bingung.
" Ayo kita mengobrol,aku sangat merindukan suara mu " Kata Justin memeluk tubuh gadis itu.
" Aku tidak ingin seperti ini " Kata Laura mendorong dada Justin.
" Hanya 1 jam sayang,aku sangat kuat menompang tubuh mungilmu dipaha ku " Kata Justin santai.
" Kamu pria mesum " Hujat Laura.
" Ya,you know that " Kata Justin terkekeh..
Laura kehabisan kata2,pria itu selalu punya cara mematahkan ucapannya.
" Kamu akan pergi kemana ?" Tanya Justin mulai serius.
" Tidak kemana mana " Jawab Laura cuek.
" Benarkah ?? apa aku harus mencari tau juga kemana tujuan mu saat ini ?" Tanya Justin mengangkat sebelah alisnya.
" Cukup Kak,jangan mencampuri urusan ku !" Kata Laura Marah.
" Jangan mengeluarkan suara keras mu sayang,itu tidak cocok dengan wajah mu yang imut " Kata Justin membelai wajah gadis itu.
" Akhhh kenapa aku harus bertemu dengan mu disini " Pekik Laura geram.
Justin hanya tersenyum.
Pria itu menarik wajah Laura mendekat dan menatap manik gadis itu dalam.
" Kamu tidak akan bisa lari lagi Laura,kamu yang datang kepada ku sekarang " Kata Justin tajam.
Laura menggeleng.
" Aku tidak mau lagi berhubungan dengan mu " Kata Laura tajam."
" Sayangnya kamu tidak bisa lari dari kenyataan girl,kita akan terus bersama " kata Justin tersenyum miring.
Deg..
Jantung Laura terasa meloncat melihat raut wajah Justin yang sangat mengerikan,gadis itu merasa Justin akan berbuat jahat kepadanya.
" Jangan takut,aku tidak akan menyakiti mu " Ucap Justin meraba bibir gadis itu.
" Aku ngak mau ikut Kakak " kata Laura berkaca kaca.
" Aku tidak bisa melepaskan kamu sayang,kamu harus menjadi milikku,titik !" Kata Justin tegas.
Laura melotot bersamaan dengan pria itu langsung menciumnya dengan cepat.
" Akh empptt " Pekik Laura kaget,Justin mengunci tubuh gadis itu dengan cepat seraya terus menurus mencumbu kekasih hatinya.
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Batin Laura ketakutan.
Gadis itu berusaha menolak Justin,tapi tenaga pria itu lebih kuat dari dugaannya,Justin dengan lihay memainkan bibir sang gadis dengan cukup brutal dan menuntut.
" Akh " Lenguh Laura terdengar saat Justin berhasil menerobos membelit lidahnya dengan penuh hasrat.
Pria itu seolah tak perduli jika penumpang lain melihat mereka,meski setengah kursi sudah kosong karna pria itu sudah membookingnya.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1