Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Usulan


__ADS_3

Sampai malam hari Hani masih berada dirumah Reka,tak banyak yg bisa ia lakukan lantaran Reka selalu melarangnya melakukan ini dan itu.


" Duh Han laper " Gumam Reka sambil bermain game.


" Iya " Jawab Hani pelan.


" Kamu mau makan gak ?" Tanya Reka lagi.


" Mau,tapi lauk kita habis Rek " Jawab Hani mengingat.


" Iya tadi aku yg habisin " Balas Reka menggaruk kepala.


" Ya udah aku keluar dulu ya cari makan " Kata Reka melepas hapenya.


" Aku temenin ya " Kata Hani bangkit.


" Gak usah,kamu dirumah aja luka mu belum terlalu kering " Kata Reka menolak.


" Bosen Rek dirumah mulu " Balas Hani mengkrucut.


" Gak ah,aku juga takut boncengin orang sakit " Kata Reka merinding.


" Ih kamu mah " kata Hani gemas.


Reka tersenyum,pria itu pun melangkah masuk kekamarnya..


Hani duduk lagi dengan helaan nafas panjang,sudah berapa hari ia terkurung gadis itu ingin keluar menghirup udara segar tapi bersama Reka ia makin tak bisa kemana mana.


Tak lama Reka keluar lagi dengan membawa kunci motor dan dompet.


" Rek " Panggil Hani merengek.


" Aku sebentar " balas Reka nyelonong keluar.


Hani mengigit bibir gemas,sungguh lelaki itu begitu menguji mental jika Reka sudah memasang tampang serius.


Disebrang jalan,sebuah mobil terparkir tak jauh dari rumah Reka.


2 pria terlihat serius melihat rumah kecil tersebut.


" Bener ini lokasinya Pa ?" tanya Aktam kepada Reno.


" Iya,anak buah Papa sudah mengintai mereka dari siang tadi " Jawab Reno.


" Terus kenapa kita diam disini,mending langsung jalan aja " Balas Aktam heran.


" Jangan,kita tunggu disini sebentar lagi " Balas Reno.


Aktam diam mengangguk,lelaki itu tak bisa membantahi Reno karna jika Papanya sudah bertindak itu artinya Reno sedang dalam On.


Dan benar saja seorang pria keluar dari rumah tersebut.


Aktam langsung bangun dan memperhatikan salah satu target yg mereka incar.


" Apa kita langsung keluar Pa ?" tanya Aktam.


Reno diam tak menjawab.


Motor Reka melewati mereka begitu saja,manik tajam Reno melihat pria muda tersebut dan membuka kunci mobil.


" Ayo " Ucap Reno tenang.


Aktam mengangguk,meski tak tau apa rencana Papanya tapi lelaki itu tetap patuh pada perintah.


Keduanya mendekati rumah tersebut dan Aktam mengetuk pintu.


Hening....


Tak ada jawaban,Aktam melirik Reno dan Reno masih diam.


Tok tok...


Aktam kembali mengetuk pintu dan....


" Ceklek....


Pintu rumah terbuka,nampaklah seorang gadis dengan kaos biru keluar.

__ADS_1


" Maaf cari siapa ?" tanya Hani sopan.


" Bisa bicara sebentar ?" tanya Aktam sopan.


" Sama saya ?" tanya Hani hati2.


" Iya " jawab Reno tegas.


Deg....


Jantung Hani mulai deg degan,gadis itu memperhatikan Kedua pria tersebut dari ujung kaki hingga kepala.


" Kita gak jahat " kata Aktam bisa membaca isi kepala gadis tersebut.


" Ah iya " Kata Hani sedikit tegang.


" Mau bicara disini atau diluar ?" tanya Reno.


" Maaf Pak,ini rumah teman saya em saya gak enak bawa tamu masuk kedalam " Jawab Hani sopan.


Reno diam memperhatikan gerak gerik gadis tersebut.


" Oh ya udah kalo gitu diluar saja " Kata Aktam tersenyum.


" Jangan disini " Tegur Reno.


" Dimana Pa ?" tanya Aktam lagi.


" Cari restoran atau tempat yg bisa diskusi " jawab Reno.


Aktam mengangguk kecil,kedua lelaki itu kembali melihat Hani yg sepertinya bingung.


" Mau ikut kita sebentar Mba ? Tenang aja kita bukan orang jahat " Kata Aktam meyakinkan.


Hani diam tak menjawab.


" Apa luka mu belum sembuh ?" tanya Reno menunjuk perut Hani.


Deg.....


" Bagaimana bapak ini tau aku punya luka ?" Batin Hani.


" Kita kerabatnya Vero " Ucap Reno meyakinkan


" Vero ?" Ulang Hani kaget.


" Ya,David dan Cila " Jawab Reno lagi.


" Apa mungkin ini beneran kerabatnya Papa David,tidak banyak yg tau sama mereka " Batin Hani mengingat.


Privasi keluarga David begitu ketat,bahkan tak banyak yg tau bahwa David punya istri bernama Cila karna Cila memang jarang tampil.


" Ya udah " Kata Hani mengangguk.


Aktam tersenyum,gadis itu pun dipersilahkan jalan duluan.


Ketiganya menuju mobil,meski sedikit ragu tapi melihat penampilan dan tata krama kedua lelaki itu meyakinkan Hani bahwa keduanya bukan orang sembarangan apalagi mobil yg mereka naiki seharga 1 rumah dan lahannya.


Mereka langsung pergi menuju lokasi,Hani tak tau dirinya akan dibawa kemana.


Hening....


Tak ada yg bicara,wajah Aktam dan Reno terlihat tenang.


10 menit kemudian,mereka sampai disebuah cafe sepi.


Hani dipersilahkan keluar oleh Aktam dan disusul Reno.


" Disana " ucap Aktam menunjuk lokasi..


Reno berjalan duluan dengan gaya gagahnya.


" Wawww bapak ini terlihat begitu bugar,padahal rambutnya udah pada putih " Batin Hani memperhatikan Reno.


Wajah kebulean lelaki itu terlihat makin jelas,Hani seolah tak percaya Vero punya kerabat sekeren ini.


Mereka duduk dikursi masing2,suasana mulai tegang.

__ADS_1


" Langsung saja,saya membawa kamu kesini untuk membahas Vero " Ucap Reno tenang.


" Kamu sudah dengar bukan kalau Vero dipenjara ?" tanya Reno.


Hani mengangguk pelan.


" Dia sudah 2 kali melakukan tindak kriminal dan semuanya untuk melindungi kamu " kata Reno memperhatikan Hani.


" Iya Pak " jawab Hani menunduk.


" Ada hubungan apa dengan Vero ? Apa kalian berpacaran ?" tanya Aktam begitu kepo.


" Tidak Pak " Jawab Hani menggeleng.


" Kalau tidak berpacaran kenapa Vero mau melakukan hal bodoh itu untuk orang asing ?" tanya Aktam lagi.


Deg....


Hani tersentak mendengar kata Asing yg keluar dari mulut Aktam.


" Dia akan disidang besok,jadi saya minta kamu menjadi Saksi agar Vero dibebaskan " Kata Reno tegas.


" Apa yg harus saya ungkapkan ?" tanya Hani.


" Segalanya " jawab Reno.


" Termasuk isu perselingkuhan kamu dengan dokter itu " Sahut Aktam.


" Saya tidak melakukannya Pak " Balas Hani melihat sumber suara.


" Ya makanya kalo emang gak ada kamu harus buktikan " kata Aktam gemas.


Hani menghela nafas,ia sudah menduga lelaki itu akan menyerempet kemasalah lain karna memang masih berhubungan.


" Kalau tidak begini saja " Kata Reno mencari ide.


" Gimana Pa ?" tanya Aktam.


" Kamu sama Vero nikah saja biar semua clear " Jawab Reno enteng.


" Apa !" Pekik Aktam dan Hani terbelalak.


" Ya,Vero melakukan hal itu untuk melindungi calon istrinya " Balas Reno.


" Pa " Tegur Aktam memberi kode.


" Itu bisa meringankan Vero,tersangkanya sudah meninggal jadi semua bisa kita atur " Balas Reno santai.


Glek....


Aktam menelan ludah kasar begitupun Hani yg tak menyangka lelaki asing itu bisa memberi perintah seenak jidat.


" Lagian kamu kan mantan Vero juga " Lanjut Reno.


" Mantan ?" Ulang Aktam kaget.


Hani menunduk dalam,lelaki muda didepannya satu ini terlihat tidak tau dengan urusan mereka dulu.


" Kalo mantan mah mending kawin aja " Kata Aktam setuju.


" Pak " Panggil Hani melihat Reno.


" Pikirkan ini matang2,kau seorang aparat dan saat ini karir mu pun diujung tanduk,mungkin menikah dengan Vero merupakan jalan utama meski nanti tidak tau kedepannya " Kata Reno tenang.


" Aku akan mengundurkan diri " Kata Hani menunduk.


" Ya,jadi kau bisa leluasa menjadi Nyonya Vero nanti " Sahut Reno.


Aktam terbelakak,mulut bapaknya terlihat begitu absurd..


" Duhh Paaa,ngomongnya jangan asal ceplos napa,ini anak orang punya hati,,malah seenaknya bicara aneh2 " Batin Aktam gemas.


Reno terlihat tak perduli,lelaki itu berpkir realistis dan tak perduli jika Hani tersinggung dengan kata2nya.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2