Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Dibawah pohon


__ADS_3

Vero dan Yuna menuju hotel,pria itu terlihat begitu khawatir dengan kehamilan istrinya.


" aku gak papa Vero " Ucap Yuna menenangkan pria tersebut.


" Kamu masih merasa sakit ?" Tanya Vero menoleh.


Yuna menggeleng pelan.


" Aku baik2 saja,anak kita sangat kuat " Kata Yuna terkekeh.


" Aku takut dia terluka " Kata Vero sedih.


Yuna tersenyum dan mengusap wajah pria tersebut.


" Gak papa " Kata Yuna tenang.


Vero mengangguk,lelaki itu tersenyum melihat wajah istrinya yg tenang.


" Aku kerja dulu " Kata Vero melepaskan Yuna.


" Iya cari duit yg banyak " Balas Yuna tersenyum.


Vero mengangguk,lelaki itu pun mendekati laptopnya untuk melanjutkan pekerjaan.


Sudah 2 hari ini,mereka berada dikota yg sama dengan Hani.


Bukan tanpa alasan,Vero datang kesana untuk bekerja,ia pun membawa ikut serta istrinya karna Vero tak tega membiarkan Yuna sendirian apalagi Vero tau sang istri dan Sang Mama tak terlalu akur.


Lelaki itu ngeri Yuna menjadi setres yg berakibat fatal dengan kehamilan sang istri.


Ditempat lain,seorang pria mengusap punggung seorang gadis yg menangis pilu disamping mobil dinasnya.


Daniel keluar dari gedung pemerintah dan terkejut melihat Hani membungkuk menangis seorang diri disana.


Lelaki itu awalnya mengira Hani seorang pencuri,tapi saat melihat wajah gadis tersebut membuat Daniel kaget bukan main.


" Kau sudah tenang ?" tanya Daniel melihat Hani tak terisak lagi.


Gadis itu mendongak dan menatap wajah lelaki yg sudah mengusap punggungnya dari tadi.


" maaf " Ucap Hani serak.


" Gak papa,ayo bangun dulu " Balas Daniel tersenyum.


Hani mengangguk,lelaki itu membantu si gadis bangun dengan hati2.


Hani mengusap air matanya yg sudah banjir.


" Kau mau kemana ?" tanya Daniel lembut.


" Aku mau pulang saja " jawab Hani menunduk.


" Aku antar ya ?" tawar Daniel.


" Tidak usah Pak,terima kasih " jawab Hani menggeleng.


" Aku tidak mungkin membiarkan gadis polos seperti mu pulang sendirian dengan air mata berderai " Kata Daniel mengulum senyum.


Hani mengusap air matanya dan menarik ingus membuat Daniel merinding.


" Hehe maaf " kata Hani merasa malu.


Daniel mengusap kepala Hani dan membuka pintu mobil depan.


" Loh ini....?" tanya Hani terbelalak.


" Ya kau menangis disamping mobil dinas ku " Jawab Daniel mengembangkan hidung


" Astaga,maaf Pak saya tidak tau " Kata Hani melotot.

__ADS_1


" Kau harus bertanggung jawab,dan oh ya jangan terlalu formal aku geli mendengarnya " Kata Daniel terkekh.


" Hah em ya soalnya Bapak terlihat lebih tua dari saya " kata Hani menggaruk kepala.


Daniel mengkrucut,lelaki itu mempersilahkan Hani masuk kedalam.


Dengan wajah malu Hani pun masuk kedalam mobil tempat ia berteduh dari kemalangan tadi.


Keduanya melaju meninggalkan lokasi..


Sesekali Hani melirik Daniel,lelaki itu terlihat sangat tenang dan tanpa beban sedikit pun.


" Impiaaan mu terbangkan lah tinggi,tapi selalu pinjakkan kaki dibumiii,senyumlah kembalii bahagiakan hari ini,buatlah hidup mu bersinar lagiiii " Begitulah lirik yg disampainya si pemilik lagu dalam musik yg diputar oleh Daniel.


Hani memejamkan matanya merasakan aura yg menusuk hati terdalamnya saat kata2 itu keluar tanpa diduga yg sialnya ia memang butuh semangat hidup.


Daniel menoleh sejenak melihat raut wajah Hani yg kembali berkaca kaca.


" Kalau ada masalah cerita saja " Ucap Daniel tenang.


" Tidak Pak eh Kak " Kata Hani menampar mulutnya sendiri.


" Haha ya gitu lebih baik " Kata Daniel terkekeh.


Hani mengangguk malu dan kembali diam.


Daniel menambah lajunya hingga mereka tiba disebuah lapang.


" Kita dimana ?" tanya Hani melihat kiri kanan.


" Kita makan siang dulu disini " Jawab Daniel.


" Hah " Pekik Hani terbelalak.


" Tenang saja aku sudah membawa 2 kotak makan siang hehe " Kata Daniel menunjuk kebelakang.


" Aku mendapatnya pas diseminar tadi,itu punya temen tapi ya udah lah kita aja yg makan " Kata Daniel terkekeh.


" Tapi nanti temen kamu...." Kata Hani melotot.


Drt drt...


Hape Daniel bergetar,keduanya diam sejenak dengan manik saling melihat.


" Dia menelfon " Kata Daniel terkekeh.


Pria itu mendehem sejenak dan mengangkat panggilan.


" Iya kenapa ?" tanya Daniel.


" Nil,nasi padangnya kau makan lah ya,aku makan siang nih sama cewek aku " Jawab seorang diseberang.


" Wah beneran ? cewek mana lagi kau ?" tanya Daniel terkekeh.


" Sialan kau ! dah aku mau berangkat dulu " Jawab pria diseberang.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Daniel menaruh hapenya di depan dan melihat Hani.


" Sudah selesai,ayo kita keluar " Kata Daniel semangat.


" Dia tidak mau nasinya ?" tanya Hani polos.


" Dia akan makan lebih dari ini " Jawab Pria dewasa itu tersenyum.


Hani terkekeh geli,keduanya pun turun dari mobil.


Daniel membuka kap belakang dan mengambil karpet kecil.

__ADS_1


Hani menghirup udara sebanyak banyaknya,cuaca mulai panas tapi angin sepai sepoi membuat hatinya sedikit membaik.


" Kita duduk dibawah pohon sana " Ucap Daniel menunjuk.


Hani mengangguk setuju dan membantu membawa bungkusan minuman.


Keduanya terlihat serasi,Daniel begitu baik meski mereka baru berkenalan tapi pria itu sangat renyak dan hangat.


Hani tak tau apapun mengenai lelaki itu,ia juga tak mencari tau karna mereka memang tidak dekat.


Daniel mencari pohon paling besar,terlihat hanya ada mereka berdua disana karna jauh dari kota juga.


" Kakak sering kemari ?" tanya Hani setelah mereka duduk lesehan dikarpet kecil.


" Hm saat suntuk " Jawab Daniel.


" Disini adem,pohonnya juga rindang " Kata Hani tersenyum.


" Iya dulu aku pernah tinggal disekitaran sini jadi tau " Ucap Daniel membuka air.


" Sini tangan mu " Kata Daniel melihat gadis tersebut.


" Kenapa ?" Tanya Hani polos.


Tanpa menunggu jawaban,lelaki itu mengambil kedua tangan Hani dan membasuhnya dengan air.


" Tangan mu banyak kuman bekas ingus " Kata Daniel terkekh.


" Ihh Kakak !" pekik Hani melotot dan menampar lelaki itu.


" Hahaha ayo cepetan,aku dah laper " Kata Daniel tertawa rnyah.


" Ihh iya2 " kata Hani menurut.


Gadis itu mencuci tangannya dan mengelap dengan tisu yg ternyta Daniel bawa.


Kedua anak manusia tersebut membuka nasi kotak dan....


" Wawww ayam goyeng " Kata Daniel berbinar.


" Iya " Balas Hani tersenyum.


Lelaki itu mulai makan,Hani mengernyit melihat Daniel seperti manusia kelaparan.


" Bukannya Kakak gak suka ayam ya ?" tanya Hani mengingat.


" hah siapa bilang ?" Tanya Daniel sambil menggigit paha ayam tersebut.


" Dulu waktu di..." Kata Hani mengingat lagi.


Daniel diam dan melepas ayam dari giginya.


" Oh itu,aku lagi gak mood aja " Kata Daniel tersenyum.


Hani diam memperhatikan lelaki dengan rambut rapi tersebut.


Daniel sangatlah dewasa ntah itu secara pikiran dan tingkah laku..


" Kenapa diam,ayo makan nanti hujan " Kata Daniel menegur.


" Hah em iya Kak " Balas Hani tersenyum kecil.


Gadis itu pun mulai makan,keduanya fokus menghabiskan makanan karna sama2 kelaparan.


" Alhamdulillah ya Tuhan,bisa makan gratis " Ucap Hani dalam hatinya yg paling dalam..


❤❤❤


Hay guys jangan Lupa vote,Like,coment donggg

__ADS_1


__ADS_2