
Disebuah rumah seorang wanita kembali sibuk dengan kegiatannya.
Siang ini Hani kembali ingin mengunjungi Vero,dalam 1 minggu sudah 2x ia menemui lelaki itu.
Hani merasa rindu dan ingin melihat wajah suaminya,tak banyak yg bisa ia lakukan karna dirinya pun merasa bosan jika seharian dirumah apalagi Sofia sedang dirumah sang Nenek.
" Hm aku masak apa ya ?" Gumam Hani pelan.
Beberapa alat dapur sudah memenuhi kulkas nya,bahkan ikan segar dan para pedaging pun ready disana.
Hani tak ingin sering2 belanja karna ia harus melaporkan pengeluaran kepada Vero meski Vero tak pernah melarang gadis itu belanja.
" Hm aku telfon Reka aja kali ya,sudah lama juga gak ketemu " Gumam Hani teringat.
Gadis itu mengambil ponselnya dan menelfon sang sahabat.
Tak menunggu waktu lama,panggilan pun tersambung.
" Halo Rek " Sapa Hani semangat.
" Hm " jawab Reka dengan serak.
" Kamu baru bangun ?" tanya Hani kaget.
" Iya Han,badan aku gak enak " Jawab Reka.
" Duh kamu sakit ya ?" tebak Hani.
" Hm " Jawab Reka.
" Astaga,kemarin aku mau kerumah kamu tapi gak jadi " kata Hani merasa bersalah.
" Kenapa gak jadi ?" tanya Reka lagi.
" Ya aku pikir kamu kerja " Jawab Hani menggaruk kepala.
" Gak,aku udah izin 2 hari ini " Balas Reka.
" Kamu gak ke dokter ?"
" Rencana nya hari ini,tapi masih tiduran soalnya pusing " Jawab Reka.
" Hm ya udah,nanti aku temenin " Balas Hani.
Reka mengiyakan,gadis itu pun bertanya sang sahabat ingin makan apa.
Reka yg kurang semangat langsung berbinar dan memberitahu apa yg ia inginkan.
Setelah selesai bertelfon,Hani mulai memasak.
Gadis itu harus menyiapkan beberapa bahan penting.
" Aku masak lada hitam aja buat Vero " Gumam Hani semangat.
Dengan bermodal buka tutorial,gadis itu pun mulai berselancar.
Siang hari,Hani berangkat dengan 2 rantang berbeda.
Ia akan mampir dulu ke Reka karna tak mungkin membawa 2 rantang ke Vero.
Saat berada dilampu merah,sebuah taxi berhenti disampingnya.
Hani menoleh kesamping dan alangkah terkejutnya gadis itu melihat seorang wanita sedang sibuk bermain ponsel.
" Bukankah itu mantan istrinya Bang Daniel " Gumam Hani pelan.
Terlihat wanita dengan masker terbuka tersebut sibuk mengetik sesuatu di hape,Hani terus melihatnya hingga wanita itu menoleh.
Dan benar saja,itu adalah Nial.
Keduanya saling melihat,Nial tersenyum smirk seolah memberikan sesuatu yg waspada kepada Hani.
Lampu hijau menyala,taxi itu berjalan duluan meninggalkan Hani yg masih terdiam.
" Tiinnnnn.
__ADS_1
Suara klakson mobil motor terdengar,Hani pun langsung tancap gas.
" Dia belum tertangkap ?" Gumam Hani deg degan.
Wanita itu berjalan lagi menyusuri jalan raya hingga ia sampai dirumah Reka.
Tanpa tunggu lama Hani langsung masuk.
" Rekkk " Panggil Hani..
" Disni Han " Jawab Reka dari arah kamar.
Hani berjalan cepat dan mendapati Reka sedang memakai celana jeans pendeknya.
" Astaga " ucap Hani menggeleng pelan.
" Sorry Han " Kata Reka mempercepat gerak.
Hani keluar dengan helaan nafas panjang.
Beberapa saat Reka pun keluar dengan full baju.
" Hehe " Reka terkekeh geli melihat Hani sudah membongkar rantang.
" Kamu mau kemana dandan ?" tanya Reka mengernyit.
" Mau ke penjara nemuin Vero " Jawab Hani dengan gerakan cepat.
" Cieee jenguk suami " Olok Reka.
" Hm " Jawab Hani memutar mata.
" Uluhh pasti kesepian ya dirumah gak ada Ayank " Olok Reka lagi.
" Dah ah kamu cepetan makan,nanti aku temenin kerumah sakit " Kata Hani jengah.
" Lama gak ?" tanya Reka mengkrucut.
" Gak,bentar doang " Jawab Hani.
" Ya udah aku tungguin dirumah ya " kata Reka duduk menghadap menu2 yg sudah tersaji.
Reka menatap sahabatnya dengan nanar.
" Alangkah beruntungnya Vero dapat wanita ssperti kamu Han,meski banyak cobaan tapi kamu selalu terlihat tegar dan kuat " Gumam Reka pelan.
Lelaki itu mengambil sendok yg sudah disiapkan dan mulai makan.
Hani sudah berlalu lagi,waktunya hampir sampai.
Ia tak ingin membuang waktu karna bertemu dengan Vero begitu sulit.
Hampir 20 menit berkendara akhirnya wanita itu sampai.
Dengan tergesa Hani masuk kedalam dan kakinya berhenti melangkah saat maniknya melihat beberapa orang polisi mengawal seorang pria.
" Pak Surya " Ucap Hani pelan.
Yap lelaki itu adalah Surya,Papanya Nial yg kini jadi tersangka atas kasus Hani kemarin.
Pria itu diduga terlibat apalagi sebelumnya Surya juga pernah melakukan tindak kriminal bersama Ayahnya Daniel.
Pria tua itu juga menjadi buronan polisi karna harus dimintai keterangan.
" Kenapa Pak Surya ?" Gumam Hani bingung.
" Permisi " Ucap seseorang dari belakang.
Hani berbalik badan dan kembali terkejut.
" Bang Ramon " Ucap Hani melotot.
" Hani " Jawab Pria itu sama kagetnya
" Apa kabar Bang ?" tanya Hani sopan.
__ADS_1
" Baik Han,mau jenguk Vero ya ?" Tanya pria dengan seragam polisi tersebut.
" Iya Bang " Jawab Hani sopan.
Ramon adalah teman seliting Hani,meski keduanya tak akrab tapi Hani tetap menegur lelaki tersebut..
" Oh iya Han,aku dengar minggu depan pencopotan kamu ya ?" tanya Ramon hati2.
" Iya Bang,maaf ya kalo punya salah " kata Hani malu.
" Haha gak papa Han,santai aja " Balas lelaki itu tertawa.
Hani ikut tertawa,keduanya masuk kedalam.
Ramon membantu Hani bertemu dengan Vero.
Terlihat suaminya sedang mengobrol bersama teman satu sel.
" Vero " Gumam Hani lemah.
Sungguh hancur hati wanita itu menatap sang suami dikurung dalam jeruji besi berdempetan dengan para napi lain.
Ramon terlihat bicara dengan Vero,lelaki itu menoleh kesamping dan langsung terdiam.
" Sejak kapan dia disana ?" tanya Vero kepada Ramon..
" Baru saja " Jawab Ramon tenang.
" Kenapa diajak kesini ?" tanya Vero lagi
" Setidaknya dia tau keadaan mu disini " Jawab Ramon.
Vero menarik nafas panjang dan melihat Hani lagi.
Gadis itu berjalan mundur tak sanggup berlama lama.
Jeruji dibuka,Vero pun keluar.
Lelaki itu sedikit deg degan bertemu dengan istri mudanya tersebut.
Hani menunggu disebuah ruangan temu,gadis itu mengepalkan tangannya dengan erat menahan tangis yg ingin terjun.
" Ya Tuhan tolong kuat kan aku " Gumam Hani melihat langit2.
Pintu terbuka,terdengarlah langkah kaki yg tak terlalu jelas ditelinga.
Hani menarik nafas panjang dan berbalik badan.
" Hay " Sapa gadis itu dengan senyum hangat.
Vero diam melihat sambutan Hani.
" Hay " Balas lelaki itu tenang.
" Hm kau sudah makan ? Aku masak enak " kata Hani masih dengan senyum hangtnya.
Vero mendekat dan duduk didepan wanita itu.
Hani mulai membuka rantang,ntah mengapa hatinya begitu sesak hingga tangannya tak bisa dikontrol.
" Greb....
Tiba2 Vero menahan gadis itu membuat Hani terkejut.
" Biar aku saja " kata Vero mengambil alih rantang.
Hani mendongak,maniknya tak bisa disembunyikan lagi.
" Mengapa kamu repot2 masak hm ?" tanya Vero melihat wajah sang istri.
" Aku merindukan mu " Jawab Hani gemetar.
Deg....
Manik Vero terbelalak mendengar ucapan gadis tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.