Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Seorang Anak


__ADS_3

Justin menemui Daddynya yang kini mengontrak disebuah rumah kecil,Daddy Justin tak ada pilihan lain selain mengikuti titah Justin karna hanya pria itu yang ia miliki saat ini.


" Dad " Panggil Justin mengetuk pintu.


" Ya " Jawab seseorang dari dalam.


Ceklek...


Pintu rumah terbuka,tampilah seorang pria dengan pakaian bagus.


" Udah siap ?" Tanya Justin.


" Iya " Jawab pria itu mengangguk.


" Daddy masih ingat alamatnya kan ?" Tanya Justin memastikan.


" Daddy belum pikun " Jawab lelaki tua itu sedikit kesal.


Justin terkekeh pelan mengangguk paham.


Mereka pun pergi dari sana mengendarai mobil yang dipinjamkan David kepadanya.


Flashback On..


Siang tadi Justin kekantor sang mertua untuk melakukan sesuatu.


Sebelumnya mereka sudah kongke untuk ketemuan dikantor.


2 pria itu duduk bersama diruangan David yang terkesan aesthetic.


Justin memberitahuan keinginannya kepada sang mertua dan ditanggapi serius oleh David.


" Jadi kamu beneran mau minta hutang2 itu ?" Tanya David mulai paham.


" Iya Pa,Daddy bilang temannya banyak yang berhutang " Jawab Justin tegas.


" Papa sih terserah kamu aja ya,tapi urusan hutang ini sedikit bahaya Tin " kata David menghela nafas.


" Yang berhutang lebih garang dari yang memberi hutang ?" Tebak Justin terkekeh.


" Iya,kamu tau kan manusia jaman sekarang tingkahnya gimana " kata David terkekeh.


" Makanya aku minta bantuan Papa,kalo aku kenapa2 nanti tolong tenangin Laura karna dia takut banget " Kata Justin lesu.


" Gimana ngak takut,yang kamu hadapi nanti orang2 besar,bukannya Papa mau rendahin kamu tapi kan sekarang kamu sama Daddy kamu levelnya dibawah mereka,mereka bisa aja putar balik fakta " Kata David ngeri.


David sebenarnya trauma dengan hutung piutang karna masa mudanya sangat kacau gara2 hutang2 itu apalagi berurusan dengan pamannya yang sangat rakus.


" Iya juga sih Pa,tapi kan itu tetap hak aku sama Daddy " kata Justin lemah.


" Ngak papa,dicoba aja dulu siapa tau mereka mengerti dengan kondisi kalian " Kata David menepuk pundak menantunya.


" Bawa mobil Papa,kasihan Daddy kamu keluar malam2 " Kata David tersenyum.


" Makasih Pa " Ucap Justin terharu.


David mengangguk dengan wajah hangatnya.


Flashback Off.


Kini Justin dan sang Daddy telah tiba disebuah rumah gedung bertingkat.


Keduanya saling melihat untuk meyakinkan diri.


Justin sudah menulis nama siapa saja yang berhutang kepada keluarganya bahkan teman2 Justin pun masuk kedalam list.


" Ayo " Ajak Justin semangat.

__ADS_1


Pria tua itu menatap anaknya dan tersenyum kecil,Justin benar2 sudah berubah lelaki itu kini terlihat sangat bertanggung jawab.


" Ayo " Kata Daddy Justin mengangguk setuju.


Ayah dan Anak itu pun keluar dari mobil dan masuk ke pekarangan rumah.


" Cari siapa ?" Tahan seorang penjaga rumah itu.


" Sebastian ada dirumah ?" Tanya Daddy Justin.


" Ada keperluan apa ?" Tanya Penjaga itu menelisik mereka berdua.


" Panggilkan dia kemari " Kata Justin membuka suara.


" Tuan Sebastian dan keluarga nya sudah beristirahat,datanglah besok !" Kata penjaga tegas.


Justin terkejut dan melihat Daddynya yang bersikap tenang.


" Jangan membohongi kami atau saya laporkan kebejatan dia kepada istrinya !" Kata Daddy Justin tegas.


Deg...


Penjaga terkejut bukan main dengan ucapan lelaki tua itu.


Daddy Justin menarik tangan anaknya masuk,penjaga langsung memberi sinyal kepada anak buah yang lain.


2 lelaki itu masuk dengan langkah gagah,seorang pria sedang mengopi santai dimeja tamu terkejut melihat temannya datang.


" Abraham " Gumam lelaki itu langsung berdiri.


Daddy Justin masuk dan bersalam ria.


" Apa kabar ?" tanya lelaki bernama Sebastian.


" Kurang baik " Jawab Daddy Justin tenang.


" Ya " Jawab Daddy Justin tersenyum kecil.


" Oh iya ada apa gerangan kamu sampai kesini ?" Tanya Sebastian.


" Aku ingin uang ku kembali " kata Daddy Justin to the point.


" Apa !" Pekik Sebastian kaget.


" Ya,kau tau aku bangkrut,semua harta ku sudah disita bank dan investor " Kata Daddy Justin tenang.


Justin hanya diam mendengarkan.


" Ya aku mendengarnya " Sahut Sebastian.


" Makanya aku kesini meminta uang yang kau pinjam " Kata Abraham dengan tampang tenangnya.


" Shutt jangan berisik nanti istri ku tau " Kata Sebastian pelan.


" Aku bisa menutup mulut jika kau membayar sekarang " Balas lelaki tua itu santai.


Sebastian diam dan melirik Justin bersedekap dada melihatnya.


" Baiklah,tapi aku tidak bisa membayar full dulu " Kata Sebastian pasrah.


" Tak apa kau bisa menyicil " Ucap Daddy Justin tenang.


" Baiklah,aku akan bayar 100 juta dulu sisanya nanti aku hubungi " Kata Sebastian terlihat kesal.


Justin melirik Daddy nya dengan wajah kaget,sungguh Justin tak menyangka lelaki itu punya hutang pantastis kepada orang tuanya.


" Pantesan Daddy minta aku pake baju bagus ternyata nagihnya bukan recehan " Batin Justin takjub.

__ADS_1


Sebastian berjalan kebelakang melakukan sesuatu.


" Dad ini beneran 100 juta ?" Tanya Justin tak percaya.


" Iya,masih sisa 300 juta lagi " Ucap lelaki tua itu tenang.


" Astaga kalo gini kita bisa bikin perusahaan lagi " Kata Justin girang.


" Hmm,mereka licik Justin,kau jangan senang dulu " kata Abraham menghela nafas.


Justin langsung terdiam merasa bingung.


Sebastian kembali lagi dengan kertas cek ditangannya.


" Ini 100 juta " Ucap Sebastian sombong.


" Ya,aku harap kertas ini bisa dicairkan " Kata Daddy Justin tersenyum miring.


" Kau meragukan uang ku ? " Tanya Sebastian kesal.


" Tidak,aku hanya mewanti2 "


Sebastian diam menahan emosinya yang membludak.


" Bawa kertas itu dan pergilah " Usir Sebastian.


Abraham berdiri sedangkan Justin terlihat kaget tapi langsung mencoba tenang.


" Ayo pulang " Ajak Daddy Justin menarik tangan anaknya.


Mereka pun pergi dari rumah besar itu.


" Sialan! Jika aku tak membayar bisa hilang harta ku semuanya,Abraham punya bukti aku bermain perempuan diluar !" Gumam Sebastian kesal.


Selama dimobil Daddy Justin menghela nafas,ntah apa yang dipikirkan lelaki tua itu membuat Justin merasa aneh.


" Daddy kenapa ?" tanya Justin.


" Ayo kita selesaikan semuanya " Kata Abraham tegas.


" Kita bisa melakukannya perlahan Dad " Balas Justin tenang.


" Kita tidak banyak waktu Justin,mereka akan mengejar Daddy " Kata Abraham pelan.


" Apa !!!" Pekik Justin langsung mengerem mendadak.


" Maksud Daddy apa ?" Tanya Justin syok.


" Mereka pasti akan mengincar Daddy,mereka semuanya haus dengan uang Justin,Daddy takut Daddy tak bisa membantu mu lagi nanti " Kata Abraham sedih.


" Dad kenapa bicara begitu ?" Tanya Justin marah.


Abraham menyugar kasar rambutnya.


Teman2 Abraham bukanlah orang2 biasa,mereka semua sudah lihay dalam memusnahkan lawan.


" Itu hak kita mengapa mereka bermain curang !" Kata Justin emosi.


" Uang melakukan segalanya Justin " Kata Abraham pelan.


" Astaga,aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh Daddy,aku janji Dad " Kata Justin serius.


Abraham tersenyum mengangguk,lelaki itu seperti melihat Justin kecil yang sering berjanji akan melindungi dirinya saat dewasa nanti dan Kini Justin besar seperti ingin membuktikan janjinya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2