Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sesuatu


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu kini David dan Cila sudah pindah kerumah baru mereka,bertetanggan dengan Siti dan Laura.


" Assalamualaikum Ante Om " Panggil Laura dari luar.


Ceklek..


Pintu terbuka tampil lah David dengan handuk sepinggang.


" Eh Laura,ada apa ?" Tanya David dengan rambut basah.


" Ini Ibu suluh aku ngantelin ini Om " Kata Làura memberi goreng pisang.


" Wah kebetulan nih Om juga belum sarapan,ayo masuk " Ajak David mengambil piring bocah itu.


" Ngak usah Om,aku mau mandi hehe " Kata Laura cengengesan.


" Ngak kerumah Bos kamu ?" Tanya David tertawa.


" Belum ada pelintah Om " Kata Laura serius.


" Misi kami belum selesai Om,kata Bos Ana saat dia libul balu misi nya jalan " Lapor Laura.


" Ya udah,kamu kerja dulu ikut ibu biar gaji kamu nambah " Kata David masih tertawa.


Laura mengangguk patuh dan meninggalkan David.


Dari dalam kamar,Cila baru saja bangun.


" Yank " Panggil David melihat Cila menguap lebar.


" Hm " Jawab Cila malas.


" Bangun dong,jangan tidur mulu " Kata David lembut.


" Anak mu nih mageran Mas,masak nganjakin aku tidur terus " Kata Cila menyalahkan calon anaknya.


David hanya diam saja tak mau memperpanjang,karna dia sudah tau Cila kembali akan menyalahkannya lagi nanti.


" Nih ajak anak aku makan goreng pisang aja masih anget " Kata David menyodorkan piring ke Cila.


" Dapat dari mana ?" Tanya Cila heran.


" Dikasih Laura " Kata David membuka lemari.


Cila beroh ria dan mengambil gorengan tersebut.


" Aku mungkin pulang agak sore hari ini " Kata David sela memakai baju kerjanya.


" Emang cs bisa lembur ?" Tanya Cila polos.


" Ya bisa lah,kan kami petugas kebersihan kata Bang Romi ada meeting sampe malam hari ini "


" Oh Bang Romi yang ganteng itu ya " Kata Cila mengingat2.


David langsung berubah masam mendengar Cila mengagumi orang lain.


" Ya tapi lebih gantengan aku " Kata David kesal.


" Hm,tapi dia ganteng juga,baik " Kata Cila belum sadar.


" Ck " David berdecak malas.


" Sisirin rambut aku Yank " Pinta David memberi sisir kepada istrinya.


Cila mengangguk dan memberi tempat untuk David duduk.


" Berdiri aja " Pinta David.


Cila berdiri dan mulai berjinjit menyisir rambut suaminya.


" Nunduk dikit aku ngak sampe " Titah Cila.


" Iya " Kata David nurut.


Pria itu memegang pinggang Cila dan tersenyum manis.


" Dia ngapain ya didalam,aku ngak sabar mau ketemu " Kata David mengusap bokong Cila.


" Anak mu didepan bukan di belakang " Gerutu Cila.


David terkekeh pelan dan mencium pucuk kepala Cila.


" Hehe habisnya nonjol dibelakang " Kata David tertawa.

__ADS_1


Cila cuek saja masih menata rambut David.


" Halo anak Papa lagi ngapain sayang dipelut Mama,pasti lagi main sama cacing ya " Kata David mengusap perut Cila.


Cila tertawa geli melihat David menganjak anaknya mengobrol.


" Papa jangan ganjen ya,cari duit yang banyak kayak nya Mama butuh shopping nih " Kata Cila berbicara seperti anak kecil.


Deg.


David kaget dan langsung menggaruk kepalanya gatal.


" Hehe Papa usahain ya,nanti minta Mama beliin baju ya " Kata David tertawa.


" Bukan aku loh Mas yang minta " Kata Cila tertawa geli.


" Hm " Kata David datar.


" Ya udah aku berangkat dulu ya nanti telat " Kata David pamit.


" Iya,hati2 " Kata Cila mencium tangan suaminya.


" Ngak kiss dulu nih ?" Goda Cila.


" Ngak mah,kamu belum mandi " Kata David berlalu.


" Hahah awas aja ya kalo aku udah mandi dah wangi jangan harap kamu mau kiss aku " Kata Cila pura2 merajuk.


" Biarin,kalo kamu dah tidur aku bisa puas mau ngapain " Kata David cuek.


Cila bukannya marah malah tertawa.


" Huh dasar pencuri " Hujat Cila.


" Pencuri cinta wkwkw " Sambung David.


Mereka tertawa bersama keluar rumah.


" Kamu berangkat kerja hati2 ya " Kata David serius mengusap perut Cila.


" Iya sayang" Kata Cila hangat.


Pria itu pun berlalu menaiki motor bututnya yang baru di antar beberapa hari yang lalu.


" Mas,Clara bentar lagi mau melahirkan kita kasih apa ya ?" Tanya Nisa galau.


" Terserah kamu aja yang penting bermanfaat " Kata Reno tenang menyesap kopinya.


" Kasih adik lagi aja Bunda " Saran Aktam.


" Hahah mana bisa gitu " Kata Andrew tertawa.


" Kalo kalian yang dikasih adik mau ngak ?" Tanya Reno.


" Ngaaaakk mauuu " Pekik anak2nya bersamaan.


Reno mendesah lesu mendengar Bara dan Triplet sangat kompak.


" Kenapa ngak mau ?" Tanya Nisa tertawa.


" Ngak mau lagi lah Bunda,cukup Ana aja itu pun udah bikin aku darah tinggi sebelum waktunya " Kata Aktam kesal.


Ana hanya diam saja menghabisi makanannya.


" Iya Bunda,ngak mau nanti kalo dia jatuh sendiri malah kita yang disalahi " Lanjut Andrew.


" Iya,dia yang bongkar2 barang malah kita yang disuruh beresin " Aktam menimpali.


" Iya Bun,kalo ada apa2 malah aku yang disalahin semuanya " Kata Bara ikut protes.


Reno dan Nisa terkekeh pelan,mereka sadar anaknya selama ini banyak memendam rasa kesal dihati masing2 dengan tingkah saudaranya.


" Bersaudra emang gitu sayang pasti ada senang dan sedihnya,kalo diantara kalian ada yang pisah pasti kalian sedih " Kata Nisa lembut.


Mereka saling melihat satu sama lain.


" Kalo Bunda mau punya anak lagi ngak papa,tapi suruh Papa aja yang urus,Bunda tugasnya ngurus kita aja " Kata Ana santai.


Deg..


Reno langsung melotot kaget melihat anaknya.


" Kenapa begitu ?" Tanya Reno heran.

__ADS_1


" Kan Papa yang ngebet mau punya anak lagi,ya udah kalo lahir Papa lah yang urus " Kata Ana tersenyum.


" Papa kan kerja cari duit buat jajan kalian " Kata Reno protes.


" Bunda juga kerja cari duit,tapi ngak pernah tuh ngeluh " Kata Andrew menimpali.


Deg..


Reno mendesah lesu di skak matt anak2nya.


" Yang sabar ya Mas " Kata Nisa iba.


" Kamu ngak usah kerja lagi lah " Kata Reno kesal.


" Loh kok gitu,ngak mau lah aku mau kerja Mas " Kata Nisa kaget.


" Lihat tuh anak2 kamu nyalahin aku semua " Kata Reno ingin menangis.


" Kalo ngak mau gitu,ya udah ngak usah punya anak lagi " Kata Bara santai.


" Tapi Papa mau punya anak " Rengek Reno.


" Udah,Papa ngak usah sedih,nanti Ana buatin anak biar Papa ada cucunya " Kata Ana santai.


" Apa !!!!" Pekik Reno dan Nisa kaget.


" Iya aku juga bakal otw " Kata Bara menjahili.


" Oh astaga " Kata Reno menepuk pipinya tak percaya.


" Jangan macam2 kalian !" Kata Nisa kesal.


" Tenang Bun,aku ngak gitu kok " Kata Andrew mencoba menenangkan Nisa.


" Emang ngak boleh gitu,kalian belum umurnya tau begituan " Kesal Reno.


" Lah Papa seumuran aku udah punya banyak mantan,mana mantannya model2 lagi uduh mantul." Kata Bara tertawa.


Jeddeeer...


Reno langsung melihat kearah istrinya,terlihat Nisa menusuk roti menggunakan garpu,dengan tatapan sinis melihat Reno.


" Beneran Mas ?" Tanya Nisa garang.


" Ngak Nis,kamu dikabulin Bara " Kata Reno menelan ludahnya kasar.


" Iya Bun,aku pernah lihat Papa ciccwit sama cewek dijalan waktu beli siomay " Kata Aktam menimpali.


Deg..


Reno semakin menggeleng menghadap istrinya.


" Oh,udah berani sekarang ya main cwitcwitan sama cewek " Kata Nisa tertawa sumbang.


" Tuhan,Boleh hujat anak sendiri gak ?" Tanya Reno kepada Tuhannya.


Seketika anak2 itu langsung kabur dari meja makan,hanya tinggal Ana yang masih cuek melihat orang tuanya..


" Dasar bucin " Hujat Ana terkekeh pelan.


Gadis itu masih makan dan tiba2 teringat akan sesuatu.


" Pa,Om Romi punya pacar ya ?" Tanya Ana teringat.


Nisa yang tadinya akan mencubit Reno pun langsung tak jadi mendengar celetukan anaknya.


" Romi asisten Papa.?" Tanya Nisa kepo.


" Iya,Om ganteng itu Bunda,aku pernah liat dia sama cewek,dan Bunda tau ngak siapa ceweknya ?" Tanya Ana tersenyum misterius.


" Siapa ?" Tanya Reno dan Nisa bersamaan.


" Hehe ada deh " Kata Ana tertawa..


" Kasih tau dong sayang,Papa penasaran nih " Rengek Reno.


" Kalo Papa dan Bunda tau pasti kalian langsung syok " Kata Ana tertawa.


Nisa dan Reno mengernyit dengan kata2 anak bungsu mereka saat ini.


" Siapa ya ?" Tanya Reno mengingat2.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2