Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rasa dan duka


__ADS_3

Hampir 2 jam dirumah orang asing dengan perasaan campur aduk,akhirnya Ridho menyudahi sandiwara.


Hani diperkenalkan kepada keluarga bahwa dirinya merupakan calon anggota keluarga.


Daniel tak banyak bicara,keduanya berpura2 seolah tak mengenal satu sama lain.


" Kau mau bawa aku kemana lagi ?" Tanya Hani malas mengikuti langkah kaki Ridho.


Pria itu tak membalas,ia terus melangkah seraya menarik tangan Hani.


Mereka tiba didepan pintu,Hani melihat kiri kanan dan mengernyit bingung.


Pintu terbuka,Hani terkejut lelaki itu menyeretnya masuk kedalam kamar.


" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Hani melotot.


" Tidurlah " Jawab Ridho singkat.


" Hah maksud mu ?" tanya Hani bingung.


" Aku tau kau lelah,aku juga merasa hal yg sama " Jawab Ridho tenang.


Hani diam,gadis itu menatap Ridho dalam.


Jika dilihat dengan seksama Ridho sangat mirip dengan Daniel bahkan cara mengeluhnya juga mirip sang kekasih.


" Kenapa kau menatap ku ?" Tanya Ridho merasa aneh.


" Siapa yg melihat mu ?" tanya Hani mengelak.


" Ck,istirahat saja disini aku akan keluar " Ucap Ridho menaruh dompet dan hapenya di nakas.


" Ini kamar siapa ?" tanya Hani bangkit dari duduknya.


" Kamar Kakak ku,tapi dia sudah menikah dan memakai kamar yg lain " Jawab Ridho.


" Kak Daniel ?" Tebak Hani.


" Iya " jawab Ridho tenang.


Sebelumnya Hani sudah berkenalan dengan anggota keluarga Ridho,bahkan gadis itu mengulurkan tangan saat Daniel menatapnya dengan tatapan kesal dan tajam.


" Kau lapar ?" tanya Ridho sbelum keluar.


" Kau ingin membuat perutku meledak ?" tanya Hani gemas.


" Siapa tau masih mau " Jawab Ridho terkekeh.


Hani mengkrucut,dirinya sudah begah gara2 lelaki itu dan ibunya,bagaimana tidak ia dipaksa makan semua menu yg sudah tersedia.


Hani awalnya memang lapar tapi saking banyaknya makanan membuat gadis itu kekenyangan.


Ridho keluar dari kamar dan menutup pintu.


Hani menghela nafas panjang dan membuka jilbabnya.


Gadis itu merasa panas,seharian berpakaian serba panjang membuat gadis itu gerah.


" Jadi ini kamar Kak Daniel saat bujang ?" Gumam Hani melihat2.


Didinding terlihat banyak animasi Marvel dan para artis action.


Gadis itu terkekeh sendiri,ia ingat sahabatnya Reka jika mengenai poster2 khas anak alai.

__ADS_1


" Huh kenapa aku jadi kepikiran sama dia ya ?" Gumam Hani kembali diam.


Sekilas ingatannya kuat mengenang bagaimana ia melalui moment menegangkan tadi.


Hani sungguh tak percaya bahwa lelaki asing yg membawanya tanpa izin ternyata punya hubungan yg akrab dengan Daniel pria yg ia sembunyikan..


Helaan dan gelengan kepala kembali terulang mengenang kejadian tadi.


Dibawah,2 orang pria saling berhadapan.


Ridho mendekati Kakaknya yg sedang melamun seorang diri dibelakang orang2.


" Lo kenapa Bang ?" Tanya Ridho sambil mengambil rokok disaku bajunya.


Daniel menoleh dan diam melihat sang adik.


" Bakal jadi bapak lo habis ini " Ledek Ridho terkekeh.


" Hm " Jawab Daniel menghadap kedepan.


" Gue tadi gak mau datang rencananya " Kata Ridho menyesap benda berapi tersebut.


" Terus ?" Tanya Daniel mengernyit.


" Gue berubah pikiran " Jawab Ridho santai.


Daniel diam,pria itu kembali memperhatikan adiknya yg sudah lama tak pulang.


Ridho Alfatih,seorang pria dengan tinggi 178 cm berparas tampan dengan sedikit berewok dan kumis tipis ditambah bulu alis dan mata yg lebat nan lentik.


Pria berumur 27 tahun tersebut pergi dari rumah lantaran bekerja diluar kota dan ada masalah dengan Ayahnya yg keras kepala,tapi bagaimana pun ia masih tetaplah seorang anak dan punya ibu yg selalu menanyai dan meminta dirinya pulang..


Kedua lelaki itu saling diam dengan isi pikiran masing2.


" Lo kenal cewek tadi gak ?" Tanya Ridho teringat Hani.


" Yg gue bawa " Jawab Ridho.


" Kenal dari mana ?" Tanya Daniel penasaran.


" Ha em gak tau " Jawab Ridho terkekeh.


Daniel menelan ludah kasar,ia begitu penasaran adiknya kenal Hani dari mana karna Daniel tau gadis itu bukanlah gadis nakal.


" Lo gak ngapai2n dia kan ?" tanya Daniel hati2.


" Hahahaha " Ridho langsung tertawa mendengar pertanyaan konyol tersebut.


" Kenapa ?" tanya Daniel mengernyit.


" Lo pikir dia tipe gue ?" Tanya Ridho serius.


Daniel diam sejenak,memang jika dipikir Hani memang bukan selera adiknya karna yg Daniel tau selama ini Ridho selalu berpacaran dengan cewek berani dan menantang syahwat.


" Baguslah " Ucap Daniel menghela nafas.


Ridho melihat expresi senang dari wajah sang Kakak,pria itu merasa ada yg aneh.


" Tapi kalo Ibu mau ya gue nikahin " Sambung Ridho asal.


" Apa !" Pekik Daniel terbelakak.


" Huh kamu disini ternyata " Ucap seorang wanita menghampiri mereka.

__ADS_1


Ridho melihat wanita hamil itu dan tersenyum miring.


" Gue kesana dulu " Ucap Ridho menepuk bahu Daniel.


Daniel tak menjawab masih dengan wajah syoknya.


" Yank kamu kenapa ?" Tanya Nial menampar lengan Daniel.


" Hah gak papa " Jawab Daniel tersadar.


Ridho semakin jauh,lelaki itu tersenyum miring.


Ia tak menyukai kakak iparnya apalagi Ridho tau bahwa Daniel dipaksa keluarga menikahi wanita itu padahal Ridho tau Kakaknya punya pilihan sendiri.


Itulah yg membuat Ridho semangat meninggalkan rumah,lelaki itu merasa marah dan kecewa dengan orang tuanya yg seolah menjual sng Kakak demi jabatan meski itu menjadi milik Daniel sendiri..


Ridho menyukai kebebasan dan pantang jika ada yg menghadang dirinya.


Pria berprofesi sebagai fhotografer dan programer tersebut begitu sulit ditebak.


Nial berbicara panjang lebar dan hanya di iyakan saja oleh Daniel.


Otaknya masih belum tenang,ia terus memikirkan nasib Hani nanti jika sang adik berbuat nekad.


" Tidur yuk,aku ngantuk " Ajak Nial manja.


" Tamu masih ada " Jawab Daniel.


" Biarin aja " Kata Nial tak perduli.


" Kamu duluan gih nnti aku nyusul " Kata Daniel pelan.


" Maunya sama kamu " Rengek Nial.


Daniel menghela nafas,melihat perut besar sang istri mmebuat pria itu tak tega.


Daniel pun menyetujui keinginan istrinya dan melangkah bersama.


Saat akan menuju kamar mereka,terlihat Ridho juga sedang membuka pintu kamar.


Otak Daniel langsung berpikir keras.


Pria itu tersentak dan ingin berlari tapi tangannya ditahan oleh Nial.


" Mau kemana ?" Tanya Nial kaget.


Daniel melihat tangannya dan diam sejenak.


Ridho hilang ditelan pintu,Daniel memejamkan mata seraya mengepalkan tangan.


Cemburu dan marah,yapp pria itu merasakan semuanya saat ini apalagi ia sangat tau Hani begitu polos dan berbanding terbalik dengan adiknya yg begitu lihay soal perempuan.


" Shitt ! apa yg harus aku lakukan ?" Batin Daniel berperang..


Disisi lain ia ingin mengejar dan membawa Hani pergi tapi disisi lain ia tak bisa bergerak karna Nial selalu mengekori dirinya.


" Ayo Daniel,anak kamu mau tidur !" Ucap Nial mulai kesal.


Daniel melihat sang istri dan mengangguk pelan.


" Ayo " Ucap lelaki itu pasrah.


Mereka pun melangkah lagi dan masuk kekamar berbeda.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2