Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertemu


__ADS_3

Disebuah kantor 2 anak remaja terlihat kebingungan setelah dibawa lelaki yg mereka temui dijalan tadi.


" Duduk aja gak papa " Ucap pria dengan jas biru dongker.


" Iya Kak " Jawab Hani sopan.


Gadis itu menegur temannya,Reka menoleh dan duduk dibangku yg sudah disiapkan.


" Kalian berdua tadi mau kemana ?" tanya Justin tenang.


Yap..


Lelaki itu adalah Justin,suaminya Laura.


Justin masih mengenali Hani meski mereka sudah lama sekali tak bertemu.


Justin tak banyak waktu dirumah lantaran pria tersebut begitu sibuk bekerja.


Bahkan Justin sudah lama tak mengunjungi mertuanya.


" Tadinya mau kerja Kak,tapi gak ada angkot " Jawab Hani jujur.


" Kerja dimana ?" tanya Justin tenang.


" hm ditoko sembako gitu Kak " Jawab Hani.


" kamu sama juga ?" tanya Justin.


" Iya Kak " Jawab Reka mengangguk.


Reka sedikit canggung dengan Justin apalagi melihat papan nama diatas meja yg menunjukkan bahwa lelaki tersebut merupakan pria high class.


Justin mangut2 mengerti,pria itu melihat penampilan Reka dan Hani bergantian.


" Kamu gimana sama Vero ?" tanya Justin teringat akan iparnya..


" Udah gak lagi Kak " Jawab Hani tersenyum.


" Gak pernah kontak lagi ?" Tanya Justin.


" Iya " Jawab Hani mengangguk..


Justin menghela nafas,pria itu sangat tau bagaimana dekatnya Hani bersama iparnya tempo dulu..


" Ya udah gak papa,mungkin belum jodoh " Kata Justin tak mau membahas.


Hani mengangguk pelan.


" Em gimana kalo kalian kerja sama Kakak aja " Kata Justin merapikan duduknya.


" Kerja ?" Ulang Hani kaget.


" Iya kerja disini,kamu mungkin di receptionist dan Reka bisa jadi bell boy atau staff seperti yg lainnya " Jawab Justin tenang.


" Hah staff ?" Ulang Reka kaget.


" Iya " Jawab Justin tersenyum.


Glek.


Reka menelan ludah kasar seraya melirik Hani yg juga terkejut.


" Gak usah Kak makasih " Tolak Hani sopan.


" Apa " Pekik Reka kaget


" Kenapa Han ?" Tanya Justin mengernyit.


" Aku memang butuh kerjaan Kak,tapi rasanya aku tidak pantas menerima bantuan Kakak " Jawab Hani sopan.

__ADS_1


" Kenapa begitu ?" tanya Justin bingung


" Masalah ku dan Vero belum selesai,kami memutuskan untuk berpisah,meski aku belum bisa melupakannya tapi jika aku masih berada disini itu akan membuat keadaan semakin sulit" Jawab Hani menunduk.


" Han pekerjaan dan cinta itu 2 hal yg berbeda " Kata Reka heran.


" Ya aku tau,tapi aku tidak bisa " Kata Hani menoleh.


Justiñ diam sejenak melihat wajah lugu gadis didepannya.


Justin cukup banyak tau permasalahan yg Hani dab Vero alami hingga membuat keduanya berpisah.


" Aku akan bertahan ditempat lama,jika ada pekerjaan bagus untuk Reka,aku sangat berterima kasih kalau Kakak mau membantunya " Lanjut Hani tersenyum.


" Han " Tegur Reka terharu.


" Ya baiklah,Reka akan bekerja dengan Kakak " Kata Justin menerima permintaan gadis itu..


" Makasih Kak " Ucap Hani bahagia.


" Han kenapa ?" tanya Reka ingin menangis.


" Tanggungan mu banyak Rek jangan menolaknya " Ucap Hani lembut.


Reka melihat ketulusan yg begitu nyata dimanik hitam gadis yg menjadi sahabatnya tersebut.


" Baiklah kalau begitu,ayo mulai bekerja " Ajak Justin bangkit dari duduknya.


Hani dan Reka bangkit,gadis itu berpamitan pulang.


" Nanti aku akan bicara sama Bos kita " Ucap Hani tersenyum menepuk bahu Reka.


" Aku berhutang budi sama kamu Han " Balas Reka sedih.


" Nanti gaji pertama jangan lupa trakter makan ya " Goda Hani mengedipkan matanya..


" kerja aja belum udah dipalak " Balas Reka mengkrucut.


Bukan tanpa alasan Hani menolak pekerjaan yg bisa mengubah hidupnya,tapi Hani lebih mementingkan perasaannya saat ini.


Gadis itu belum sanggup dan siap harus berhadapan lagi dengan Vero,karna besar kemungkinan mereka akan sering bertemu.


Dan Hani takut hatinya terluka jika berpapasan dengan Vero nanti apalagi lelaki itu membawa gadis lain didepannya..


Hani keluar dari perusahaan dan menatap gedung tinggi bertingkat tersebut.


" Huh padahal keren banget bisa kerja disini " Gumam Hani nanar.


Dengan langkah gontai gadis itu pun menjauh.


Hani bingung mau kemana,suasana masih dibilang pagi.


" Aku kemana ya ?" Gumam Hani bingung.


Ia melihat jalan raya,tak ada siapa pun yg dikenal gadis tersebut..


" Huh apa aku kerumah Mama ya ? mereka apa kabarnya aku sudah lama gak bertemu " Gumam Hani tiba2 teringat akan Cila.


Sejak berpisah dengan Vero,Hani tak pernah lagi berkunjung.


Gadis itu sebenarnya ingin sekali seperti dulu akrab dengan wanita yg sudah ia anggap ibu sendiri tapi rasa tak enak hatinya menahan gadis tersebut.


Hani diam berpikir keras hingga keputusan ia ambil.


Dengan langkah berani gadis itu pun kembali menyusuri jalanan dan mendapatkan angkot yg seharian ini ia cari.


Dirumah,Cila kedatangan tamu tak diundang.


" Kalian berdua kesini ?" Tanya Cila terkejut.

__ADS_1


" Memangnya Bibi melihat ada orang lain ?" tanya gadis itu memutar mata.


" Ck siapa tau diantar sama orang tua kalian " Jawab Cila gemas.


" Ck,kita diusir sama Mama " Kata gadis itu kesal.


" Hah kenapa ? pasti kalian nakal ya " Kata Cila menebak.


" Gak kok kita baik2 aja " jawab Salah satu gadis.


" Haistt kalo baik gak bakal diusir Miska " Gumam Cila gemas.


Kedua gadis kembar itu masuk kedalam dan menaruh tasnya di sofa.


" Aahhhh Bibi aku lapar " Ucap Rania mengusap perut datarnya.


" Ck gak ada makanan,Bibi gak masak " Jawab Cila ketus.


" Ihh Bibi pelitt bangett nanti aku laporin sama Kakek " Adu Rania kesal.


" Ck pengadu " Cibir Cila memutar mata.


" Hehe sama Bi aku juga laper,tadi sebelum di usir aku dan Rania cuma dikasih makan roti buat bekal " Kata Dinda cengengesan.


" Masih sempet dikasih makan ?" Tanya Cila kaget.


Kedua gadis itu mengangguk cepat.


" Astaga Miskaaa,ngusirnya tanggung banget " Gumam Cila ingin tertawa.


Cila cukup tau watak iparnya apalagi sekarang Miska punya anak lagi yg masih unyu2.


Jika tak ada Denis dirumah bisa dipastikan rumah tersebut seperti nereka yg menyala2 karna Rania dan Dinda sering membuat Miska emosi seubun2.


Melihat Bibi mereka tak ada pergerakan,Rania berinisiatif bangkit sendiri.


Dinda yg ingin ikut pun berdiri dan terdiam saat seseorang mengucap salam.


Ketiganya menoleh keluar dan Deg....


Manik mereka seketika melotot.


" Ha ni " Ucap Cila terkejut bukan main.


" Assalamualaikum " Sapa Hani sopan.


Cila masih terkejut dengan kedatangan gadis tersebut.


" Hani " Ucap Cila mendekat.


" Apa kabar Ma ?" tanya Hani sungkan.


" Itu bukannya mantan Om Vero ya ?" tanya Dinda kepada saudarinya.


" Iya,aku rasa gitu " Jawab Rania mengangguk.


" Apa kabar kamu Nak ?" Tanya Cila memegang bahu Hani erat.


" Mama " Ucap Hani berkaca kaca.


" Hanii anak Mama " Ucap Cila langsung memeluk gadis tersebut.


Hani langsung menangis tak sanggup menahan rasa rindu dan sakitnya bersamaan.


" Kenapa kamu gak pernah hubungin Mama lagi ?" Tanya Cila sedih.


" Ma hiks hiks " Gadis malang itu tersenyum disela tangisnya yg pecah..


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2