
Keadaan hening seketika,Sania dengan keterkejutannya dan lelaki didepannya diam melihat gadis itu.
" Kenapa Abang bisa ada disini ?" tanya Sania bingung.
" Ayo turun " Ajak Arshad tenang.
Yap,lelaki itu adalah Arshad yg menyamar menjadi tukang taxi online.
Arshad diam dan turun dari mobil,Sania masih memasang tampang polosnya.
Gadis itu pun ikut turun dan melihat Arshad dengan wajah menyelisik.
" Kenapa ?" tanya Arshad risih.
" Kenapa abang nyamar jadi tukang taxi ?" tanya Sania bingung.
" Aku gak nyamar " Jawab Arshad tenang.
" Gak nyamar apanya,Abang bawa aku kesini " balas Sania.
" Kamu yg naik mobil aku tanpa permisi " Balas Arshad.
" Hah " Pekik Sania syok.
" Mana bisa gitu ? Kan Abang yg nunggu didepan rumah " kata Sania heran.
" Aku tadi disuruh Kak Histy ambil perlengkapan baju Anaknya yg ketinggalan " Jelas Arshad.
" Apa !" Pekik Sania syok.
" kamu aja gak tau malu main naik aja,minta anter kesini lagi " Cibir Arshad.
Deg...
Sania terbelalak,sungguh gadis itu tak tau bahwa ia memang salah naik mobil.
Tanpa tunggu lama Sania mengambil hapenya dan mengecek.
" Oh my God " Ucap Sania menutup mulut tak percaya.
Arshad berjalan duluan dengan topi hitamnya,lelaki itu terlihat begitu keren dengan celana bahan dan kemeja hitam gulung ke siku.
" Astaga apa yg aku lakukan ? Taxi sebenarnya telat datang " Ucap Sania syok membaca pesan masuk.
" Duhh kenapa bapaknya gak bilang tadi sih kalo bakalan telat " Gerutu Sania kesal.
Terlihat beberapa pesan masuk diaplikasi gadis tersebut dan juga panggilan telfon dari supir taxi yg sebenarnya.
Disana tercantum bahwa sang supir membatalkan pesanan lantaran ban mobilnya bocor dijalan mengakibatkan terlambat datang.
Beberapa panggilan juga terlihat tapi Sania tak menyadari hal tersebut karna hapenya sempat low dan gadis itu memilih mendiamkan hape dan kejadian itu terjadi setelah Sania masuk kedalam mobil Arshad menuju lokasi.
Gadis itu termenung sejenak hingga dirinya tersadar Arshad sudah berjalan jauh.
" Duh aku ikut dia gak ya ?" Gumam Sania bingung.
Arshad terlihat tak memperdulikan gadis itu,ia sibuk berjalan melihat orang2 yg berkumpul dengan keluarga dan ada juga yg sedang pacaran dipinggir danau.
" Tapi ini jarang terjadi,Bang Arshad emang sulit tersentuh,cuek banget " Gumam Sania terkekeh geli.
Tak ingin kehilangan kesempatan emas,gadis itu pun berlari mengejar Arshad yg tak bisa dihentikan.
Mereka tiba disebuah pohon yg cukup rindang,Arshad berdiri disana seraya menghirup udara segar.
" Huh uh Abang larinya cepet banget " Ucap Sania ngos2an.
" Siapa yg lari ?" tanya Arshad mengernyit.
" Jalannya cepet kek kereta " Kata Sania kesal.
__ADS_1
Arshad diam melihat gadis itu.
Sania berpakain santai dengan celana jins dan kaos oblong.
Seperti yg diketahui sebelumnya,Sania memang tak terlalu pandai dalam hal fashion hingga gadis itu terlihat begitu biasa tak seperti gadis kota lainnya.
" Kita duduk dsini ?" tanya Sania melihat kiri kanan.
Arshad masih diam dan membuka kemeja yg ia pakai.
" Ehh mau ngapain !" Pekik Sania syok.
Arshad tak menjawab dan masih membuka kancing kemejanya satu persatu.
Sania mulai panik,gadis itu tak mengerti apa yg akan Arshad lakukan.
" Duduk disini " Ucap Arshad mengebas kemejanya dan menaruh dirumput.
" Hah ?" Pekik Sania melongo.
" Duduk disini,kita gak bawa karpet " Jawab Arshad.
" Ta tapi Abang " kata Sania gagu.
Arshad diam dan mengibas baju dalamnya yg ternyata berkaos hitam dengan gambar abstrak.
" Dduuk !" Perintah Arshad menarik tangan gadis itu.
Sania seketika hampir jatuh dan berjongkok.
" Bang,ini kemejanya kotor nanti " kata Sania panik sendiri
" Gak papa " Jawab Arshad dengan wajah tenangnya.
Sania diam,tangan gadis itu kembali ditarik hingga ia duduk dan hampir menabrak punggung Arshad.
" Kita ngapain disini Bang ?" tanya Sania sedikit menjauh
Sania kembali diam,jawaban pria itu cukup singkat jelas padat.
Hening...
Keduanya sama2 diam,Arshad dengan isi kepalanya begitupun Sania yg bingung mau bicara apa.
Mereka sedikit jauh dari kerumunan,Arshad seperti sudah mencari teman yg nyaman untuk berduaan.
" Duh aku harus ngomong apa nih,masa ia diem2 gini sih " Batin Sania mulai ketir.
Gadis itu melirik Arshad dari samping,wajah kebuleannya begitu terlihat apalagi kulit Arshad yg putih bersih menandakan pria itu begitu terawat.
" Kenapa ?" tanya Arshad menoleh.
Deg....
Sania tersentak dan langsung mematung seketika.
Arshad melihat Sania dengan wajah yg sulit dimengerti.
Gadis dengan rambut kecoklatan itu tak begitu menarik tapi Arshad merasa ada yg aneh dengan dirinya.
" Kenapa kita gak beli makan atau minum dulu Bang ?" tanya Sania mencoba mencaikan suasana.
" Kamu yg beli ?" tanya Arshad.
" em iya,Abang mau tinggal sendiri disini ?" tanya Sania balik.
" Ayo " Ucap Arshad berdiri.
" hah ?" Kata Sania mendongak.
__ADS_1
" Ayo beli makanan " jawab Arshad
" Ta tapi...." kata Sania tak bisa berkata kata.
Arshad kembali berjalan,gadis muda itu menatap lelaki tersebut dengan wajah bingung.
Disatu sisi Arshad hangat tapi disisi lain pria itu begitu dingin dan sulit dicerna otak.
Tak mau ketinggalan lagi,Sania pun berlari mengejar lelaki itu.
Keduanya menuju lokasi tempat jajan dipinggir jalan..
" Mau apa ?" tanya Arshad melihat2.
" beli pentol Bang " Jawab Sania menunjuk.
" Pentol ?" Ulang Arshad kaget.
" iya,yg kaya baso gitu ada cabenya " Jawab Sania semangat.
" Jangan yg pedes " Balas Arshad.
" Kenapa ? Abang gak suka pedes ya ?" tanya Sania melihat lelaki tersebut.
" Gak juga " Jawab Arshad membuang muka.
Sania tersenyum kecil,gadis itu berjalan duluan dan mendekati gerobak yg bertulis pentol setan.
Arshad berjalan kearah lain,ia berencana akan membeli minum.
Keduanya sibuk sendiri,Sania membeli bnyak makanan dan kembali duluan ketempat mereka.
Arshad melihat dari kejauhan dan menggeleng pelan.
" Dasar bocah " Cibir lelaki itu pelan.
" Syad !" Pekik seseorang menepuk bahu lelaki itu.
Arshad terkejut dan langsung menoleh.
" Agnes " ucap Arshad pelan.
" Lo ngapain disini ?" tanya gadis bernama Agnes tersebut.
Arshad diam dan melirik lelaki muda disamping teman kampusnya tersebut.
" Lagi pacaran ya Syad,mana cewek lo ?" Tanya Agnes melihat kiri kanan
" Gak ada " jawab Arshad tenang.
" Helehh,pasti kamu sembunyiin ya ?" Tuduh Agnes
" Nggak ada " Jawab Arshad lagi.
" Aduuh Syadd,sampe kapan lo gak mau ngakuin pacar lo ?" tanya Agnes gemas.
Arshad diam,lelaki disamping Agnes melihat Arshad dengan wajah bingungnya.
" lo tau gak,si Gita kemarin sebenarnya suka dan sayang banget sama lo,cuma ya lo terlalu ketutup dan gak pernah libatin dia di hidup lo,makanya di...a
" Udah " Kata Arshad memotong.
" Sorry Syad,gue sebenarnya tau dia selingkuh dibelakang lo,tapi gue gak bisa ngomong sama lo karna dia temen gue " Kata Agnes merasa bersalah.
Arshad memutar mata dan berlalu tanpa pamitan.
Dari jauh,Sania melihat obrolan serius lelaki itu dengan gadis asing.
" Itu siapanya Bang Arshad,keliatannya mereka serius banget " Gumam Sania penasaran.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.