Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tanda


__ADS_3

Reka pulang kerumah dengan kepala yg sangat pusing.


Pria itu nyaris pingsan di taxi karna terlibat perdebatan sengit tadi.


" Uh dimana obatnya " Gumam Reka mencari cari.


Ntah mengapa hari ini kondisi tubuhnya menurun tiba2,sudah lama sekali pria itu tak jatuh sakit tapi sekali sakit Reka merasa nyawanya sudah dikrongkongan.


Pria malang itu terlihat kesusahan mencari obat,tak ada siapapun dirumah karna neneknya meninggal beberapa bulan lalu.


Reka merasa sangat sepi,lelaki yg sudah lama menjadi yatim piatu itu terlihat tertatih berjuang dengan hidup.


Tring tring...


Hape Reka berdering,pria itu terlihat sibuk mencari obat didapur.


Tring tring...


Suara telfon terdengar lagi,Reka menarik nafas panjang dan mendekati ponsel.


" Astaga Pak Justin " Ucap Reka kaget melihat nama Owner disana.


Dengan gerakan cepat Reka mengangkat panggilan bos besarnya.


" Iya Pak " Ucap Reka tenang.


" Kamu dimana Rek ?" tanya Justin diseberang.


" saya izin pulang Pak " jawab Reka.


" Lah kenapa ?" Tanya Justin terkejut.


" Gak enak badan " Jawab Reka jujur.


" Oh sakit ya ?" Tanya Justin polos.


Reka mengangguk pelan.


" Padahal tadi baru mau ajak makan siang Rek,saya lagi dikelilingi cewek cakep soalnya " Kata Justin terkekeh.


" Hah siapa ?" Tanya Reka terkejut.


" Nih 2 bocil ngabisin kue rantang " Jawab Justin asal.


Reka mengernyit mencoba berpikir hingga maniknya membulat.


" Apa itu anaknya Vero tadi ya ?" Gumam Reka pelan.


" Kamu kenal Sofia ?" Tanya Justin kedengeran.


" Hah em gak Pak " Jawab Reka kelabakan.


Justin diam,terdengar suara Sofia yg marah2 kepada Tania.


" Udah dulu ya Rek,mereka malah berantem " Kata Justin buru2.


" Iya Pak " Jawab Reka mengerti.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Reka menghela nafas seraya mengurut kepalanya yg kembali sakit.


Suara cempreng Sofia begitu ia ingat apalagi mendengar celotehan gadis kecil tersebut.


" Ahh mending aku tidur aja " Gumam Reka melepas hapenya.


Belum selangkah pria itu berjalan,suara dering terdengar lagi.


Reka menarik nafas dan melihat nama dilayar.


" Ck kemana aja nih bocah,gak tau apa orang hampir mati " Decak Reka kesal.


" Halo " Sapa Reka ketus.


" Halo Rek,kamu dimana ? duh maaf ya gak angkat telfon kamu tadi soalnya aku lagi dilapangan nolongin ibu2 mau lahiran " Ucap Hani panjang lebar.


" Berubah profesi jadi kang beranak ?" Tanya Reka gemas.


" Haha bukan gitu Rek,tadi itu...."

__ADS_1


" iya2 aku ngerti " Potong Reka cepat.


" Huh bagus lah,gak perlu banyak cincong akunya " Kata Hani santai.


Reka memutar mata malas dan berjalan menjauh.


" Sekarang kamu dimana ?" tanya Reka lagi.


" Lagi dirumah sakit bntar lagi aku pulang " Jawab Hani.


" Ya udah nanti kerumah bawa makanan ya " Pinta Reka tanpa ragu.


" Iya " Jawab Hani menyanggupi.


Senyum pria itu tersungging,ia merasa sedikit tenang dengan jawaban aktif gadis tersebut.


" Ya udah,aku mau tidur dulu " Kata Reka pamit.


Hani mengatakan iya,panggilan keduanya pun terputus.


Reka Menarik nafas lagi dan menghembuskan perlahan.


Senyum kecil terbit diwajah lesu pria tersebut.


" Ternyata masih ada yg perduli sama aku " gumam Reka pelan.


Reka pikir tak ada lagi orang yg perduli kepadanya karna lelaki itu sudah biasa hidup sendirian.


Perhatian kecil Justin dan Hani sedikit menghangatkan hati lelaki dingin tersebut.


Reka berbaring dirajang mencoba untuk beristirahat.


Ditempat lain,seorang pria terlihat kewalahan diteror 2 gadis beda usia.


" Tadi kenapa gak ikut Rania pulang ?" Tanya Justin gemas.


" Ngapain,kita baru sampe disuruh pulang " Kata Tania bersedekap dada.


" Iya,baru sebentar ketemu Om ganteng eh malah ikut pulang juga " Sahut Sofia.


" Om ganteng siapa ?" tanya Justin bingung.


" Siapa ?" Tanya Justin kaget.


Sofia terlihat malu2,Justin yg merasa aneh seketika merinding.


" Gak usah ngadi2 kamu,kencing aja belum lurus udah tau ganteng aja " Kata Justin menjitak kepala Sofia.


" Kata Nenek gak papa kalo mengagumi,jangan ngebet aja " Balas Sofia ketus


Justin terkekeh geli,mulut Sofia mulai tertular judes mertuanya.


" Udah2 bentar lagi kita pulang,Kakak kalian masak banyak dirumah " Kata Justin mengalihkan.


" Kita mau ke Mall Kak,udah dikasih uang jajan sama Paman " Kata Tania semangat.


" yakin gak mau ?" Tanya Justin menyelisik.


Kedua gadis itu menggeleng cepat tanda tidak mau ikut.


" Ya udah nanti Kakak anter " Kata Justin pasrah.


Tania mengangguk cepat,kedua gadis itu pun keluar dari ruangan.


Mereka menyusuri gedung besar itu dengan wajah tenang,terlihat beberapa karyawan menatap aneh apalagi Tania memasang wajah songong khas gadis cuek dengan sekitar.


Beberapa saat kemudian,Justin selesai pria itu memanggil para ponaan istrinya untuk ikut bersama.


Justin tak ada canggung kepada mereka,pria itu begitu membaur tidak memandang sttus.


Didalam mobil,kedua gadis itu diam dengan pikiran masing2.


Justin yg dduk disamping supir sesekali melihat kearah gadis tersebut.


" Apalah isi kepala gadis2 ini ?" Gumam Justin penasaran.


Tak lama mobil pun berhenti disebuah mall besar,Sofia dan Tania langsung keluar.


" Kalian hati2 ya,nanti kalo mau pulang telfon Papa kalian " Ucap Justin tegas

__ADS_1


" Iyaaa " Jawab kedua gadis itu malas.


" Haisst nih anak " Gerutu Justin gemas.


Mobil melaju,Tania dan Sofia saling melihat dan tersenyum smirk.


" Lets go !" Titah Tania menarik tangan Sofia masuk.


Keduanya mulai melangkah,belum ada 5 langkah Sofia jatuh terduduk setelah menabrak seseorang.


" Aduuhh " Ringis Sofia mengusap bokongnya.


" Aduuh maaf aku gak sengaja " Ucap seorang gadis hampir seumuran dengan Tania.


" Jalan pake mata dong,jatuh nih adik gue !" Kata Tania marah..


" Maaf,dia yg nabrak aku " ucap gadis itu mencoba membantu Sofia bangun.


" Lepasin tangan lo !" Kata Tania mendorong gadis tersebut hingga jatuh.


" Kak bokong aku sakit " Kata Sofia mengkrucut.


" Kamu sih lari2 " Cicit Tania mencubit Sofia kesal.


" Aduhh sakit tau " Ringis Sofia menampar lengan Tania.


Kedua gadis itu bangun dan berdiri menghadap gadis asing yg masih berada didepan mereka..


Tania menatap gadis itu tajam,ia melihat penampilan gadis asing tersebut dari bawah hingga kepala.


" Kakak " Panggil seseorang dari belakang.


Gadis asing itu menoleh dan mendapati seorang bocah berlari kearahnya dengan pop corn dan es dikemasan.


Tania melihat bocahh itu dengan wajah serius.


" Kayak kenal ya " Gumam Tania pelan.


Sofia ikut melihat dan.


" Sofia " ucap bocah lelaki itu mengenali Sofia.


" Bang Sutar " Balas Sofia melotot.


" Kamu disini juga ?" Tanya Sutar kepada Sofia.


Sofia mengangguk kecil.


" kamu kenal ?" Tanya Tania kepada Sofia.


" Kenal,anaknya Pak Dokter Serkan " Jawab Sofia mengingat


" Hah Dokter galak itu ?" Tanya Tania terbelalak.


" Ehhh " Pekik Sutar kaget


Tania menutup mulutnya yg kebablasan.


" Kamu tau gak,Kak Rania sampe nangis karna Dokter itu " Kata Tania berbisik pelan.


" Kenapa ?" Tanya Sofia ikut berbisik.


" Kak Rania lupa isi Pr,eh malah dihukum " Jawab Tania mengingat curhat kakanya tempo lalu.


" Kita duluan ya,ayo Kak San " Ajak Tania menggandeng tangan gadis asing tadi.


Gadis bernama Sania tersebut mengangguk dan kembali minta maaf kepada Sofia dan Tania.


Dengan sedikit tergesa keduanya keluar dari mall.


" Bearti Sutar anaknya Tante Histi ya ?" Tanya Sania mengingat lagi.


" Iya,makanya sering ngumpul sama keluarga biar tau " Cibir Sofia.


" Hehe iya " Kata Tania cengengesan.


Kedua gadis tersebut kembali melanjutkan perjalanan mereka.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2